Kapolres Minta Bobotoh Tak Berulah

SOREANG,(GM)-
Kapolres Bandung, AKBP Imran Yunus, meminta bobotoh Persib Bandung yang akan menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat, Kab. Bandung, Selasa (12/1), berlaku santun dan tidak berulah. Jika tidak bisa jadi dalam pertandingan berikutnya Persib tidak diizinkan lagi main di Stadion Si Jalak Harupat.

“Saya minta bobotoh yang akan menyaksikan Persib Bandung untuk berlaku santun dan tidak berulah, baik di dalam maupun di luar stadion. Sebab jika nanti bobotoh berulah, akan merugikan Persib dan mereka sendiri,” katanya.

Menurut Imran, kerugian yang akan diderita Persib jika penonton berulah, selain terkena sanksi dari PSSI, bisa jadi Muspida Kab. Bandung pun tidak mengizinkan lagi Persib main di Stadion Si Jalak Harupat.

Sedangkan kerugian bagi bobotoh, lanjutnya, bukan tidak mungkin Persib main di Stadion Si Jalak Harupat tanpa penonton. Akibatnya bobotoh tidak bisa menyaksikan secara langsung pertandingan tersebut.

“Makanya saya harap bobotoh tertib dan saya percaya bobotoh bisa bersikap dewasa. Jangan sampai seperti saat Persib melawan Persija. Karena takut mengganggu keamanan masyarakat, muspida akhirnya tidak mengizinkan pertandingan disaksikan langsung oleh bobotoh,” katanya.

Lebih lanjut Imran menuturkan, untuk mengamankan jalannya pertandingan Persib melawan PSPS, pihaknya akan menurunkan sedikitnya 900 orang personel Polres Bandung, dibantu petugas Polda Jabar.

“Pengamanan bukan hanya di dalam maupun sekitar stadion. Petugas juga diturunkan di jalur untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya sambil menambahkan, untuk pengamanan pertandingan ini, pihaknya juga menurunkan kendaraan taktis.

Kapolres juga berterima kasih kepada bobotoh saat Persib melawan Persija, Sabtu (9/1) lalu. Sebab hasil evaluasi, baik di dalam stadion, di luar maupun di jalur, situasi berlangsung aman.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para bobotoh karena situasi saat pertandingn melawan Persija aman. Ini pertanda bahwa bobotoh kini sudah dewasa dan ke depan hal tersebut perlu terus dijaga,” katanya. (B.97)**

Persib Dihantui Catatan Hitam

Menjamu PSPS di Si Jalak Harupat Petang Ini
AHMAD YANI,(GM)-
Hanya berselang tiga hari setelah kegagalan mempertahankan rekor sempurna di kandang sendiri, usai ditahan Persija Jakarta tanpa gol, Persib Bandung akan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (12/1) mulai pukul 15.30 WIB. Dalam pertandingan ini, Maman Abdurahman dan kawan-kawan bertekad bangkit dari hasil minor tak pernah menang dalam empat laga terakhir.

Tapi selain harus menghadapi perlawanan keras tim tamu yang dipastikan tidak akan menyerahkan tiga poin begitu saja, Persib juga harus melawan catatan hitam setiap kali bertemu dengan PSPS. Sepanjang sejarah perhelatan Liga Indonesia (LI), Persib tidak pernah mampu mengalahkan PSPS, sekalipun di kandang sendiri.

Berdasarkan catatan “GM”, sejak tim berjuluk “Askar Bartuah” itu promosi ke Divisi Utama pada LI VI/1999-2000, Persib sudah menjamu PSPS sebanyak 6 kali. Hasilnya, 5 kali imbang dan sekali Persib dipermalukan tim tamu 1-2 pada LI VII/2001.

Salah seorang pelatih Persib, Yusuf Bachtiar yang kembali ditunjuk Jaya Hartono sebagai juru bicaranya, memang tidak mengupas soal statistik buruk tersebut. Namun ia mengatakan, Persib tidak boleh menyepelekan kekuatan PSPS. Menurutnya, tim seperti PSPS punya potensi menyulitkan Persib.

“Atmosfer pertandingan ini (lawan PSPS, red) memang tidak seperti melawan Persija. Tapi tim-tim seperti PSPS yang kurang diperhitungkan, justru menyimpan potensi menyulitkan. Pemain tidak boleh menganggap enteng mereka,” kata Yusuf, usai sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (11/1).

Dikatakan Yusuf, potensi menyulitkan itu dikarenakan PSPS lebih mengandalkan kolektivitas tim dalam setiap permainannya. Hal itu, kata Yusuf, dikarenakan PSPS tidak mengenal pemain bintang. “Inilah yang harus kita waspadai dari PSPS. Secara individu, ada juga pemain yang harus diwaspadai. Dia adalah Ade Suhendra,” katanya.

Mengenai komposisi tim yang bakal diturunkan Jaya Hartono, Yusuf mengatakan, kemungkinan besar ada sedikit perubahan. Selain karena Atep harus absen akibat akumulasi kartu kuning, perubahan komposisi tim juga dimungkinkan karena hadirnya kembali tiga pemain yang sebelumnya absen, Hariono, Gilang Angga Kusumah, dan Suchao Nuchnum. “Pergeseran dan perubahan seperti itu normatif dalam sepak bola,” katanya.

Tanpa beban

Sementara itu, pelatih PSPS Pekanbaru, Abdul Rahman Gurning mengatakan, pada pertandingan kali ini timnya tidak memiliki target khusus. Mereka hanya akan bermain lepas. Hal itu dikarenakan Persib memang lebih unggul segalanya dari tim asuhannya. “Kita kalah segalanya. Kalaupun bisa mencuri poin, itu hal yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Gurning sebelum memimpin uji coba lapangan Stadion Si Jalak Harupat, kemarin.

Prediksinya, Persib kemungkinan besar akan bermain habis-habisan. Hal itu karena pada pertandingan sebelumnya, Persib hanya dapat bermain imbang dengan Persija Jakarta. Sehingga Persib pasti ingin membalas kegagalan pada pertandingan sebelumnya.

Untuk melawannya, Gurning akan menyuguhkan permainan kolektivitas yang diharapkan dapat meredam keunggulan individu para pemain Persib. “Dengan semangat juang tinggi, kita berharap bisa tampil maksimal. Itu saja modal kami,” katanya.

Pada pertandingan nanti, PSPS dipastikan tidak akan diperkuat Dedi Gusnawan akibat akumulasi kartu kuning. Sedangkan pemain lainnya, Agus Cima, juga diperkirakan tidak bisa tampil akibat cedera yang masih dideritanya. (B.82/B.98)**
sumber : klik-galamedia.com

Yusuf Berharap Pertandingan Dihadiri Penonton

BANDUNG, TRIBUN – Asisten pelatih Persib, Yusuf Bahtiar, mengatakan, tim pelatih menyerahkan keputusan dan kepastian mengenai hal-hal yang menyangkut pertandingan melawan Persija kepada pihak manajemen dan panpel, termasuk kepastian tempat dan dukungan suporter.

Yusuf mengatakan jika persiapan terus diganggu oleh hal-hal nonteknis seperti ini dikhawatirkan akan mempengaruhi psikis pemain.

“Tim pelatih dan pemain hanya akan berkonsentrasi membenahi tim, apa yang menjadi kekurangan kita sekarang,” katanya.

Untuk persiapan melawan Persija nanti, tim pelatih akan membenahi setiap kelemahan selama ini. “Kita harus bisa membenahi kelemahan kita sebelum melawan Persija. Kami berharap pertandingan bisa dilaksanakan dengan normal, seperti laga kandang lainnya,” ujarnya. (tor)
sumber : tribun jabar

Partai Persib vs Persija Rela Tanpa Penonton

Panpel Layangkan Surat Izin ke Pihak Kepolisian
AHMAD YANI,(GM)-
Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persib Bandung tetap mengupayakan big match melawan Persija Jakarta, 9 Januari mendatang, bisa tetap dipentaskan di Bandung, meski harus tanpa kehadiran penonton. Surat pengajuan izin pertandingan tanpa penonton itu sudah dilayangkan Panpel Persib kepada pihak kepolisian, Senin (28/12).

“Kita masih mengupayakan pertandingan lawan Persija tetap dilaksanakan di Bandung, meski harus tanpa dihadiri penonton,” kata Sekretaris Panpel Persib, Budi Bram Rachman kepada “GM”, Senin (28/12).

Adanya upaya pendekatan dengan Muspida Kab. Bandung yang sudah mengeluarkan larangan untuk pertandingan Persib kontra Persija itu, dibenarkan Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), H. Umuh Muchtar. Bahkan untuk pertandingan normal dengan penonton pun, Umuh mengatakan, pihaknya siap memberikan jaminan tidak akan terjadi apa-apa.

“Surat larangan dari Muspida Kab. Bandung memang sudah kita terima. Tapi kita masih akan mengusahakan pertandingan itu tetap bisa di Bandung, meski harus tanpa penonton. Bahkan untuk pertandingan dengan penonton, saya juga siap menjamin tidak akan ada apa-apa. Kalau sampai ada kerusakan, kita siap mengganti,” katanya.

Umuh pun mengatakan, dalam rapat internal dengan Panpel Persib, sempat muncul opsi, kalau bisa ditonton, bobotoh tidak diperkenankan memakai atribut. “Opsi itu pun saya kira cukup bagus. Kita akan membicarakan lebih lanjut dengan pihak berwenang,” katanya.

Lebih berisiko

Dikatakan Umuh, Persib keberatan kalau harus menggelar pertandingan melawan Persija di luar kota. Selain persoalan kerugian dan biaya besar, risiko terjadinya kerusuhan antara pendukung Persib dan Persija jauh lebih besar.

“Kalau pertandingan dimainkan di luar kota, pendukung Persib dan Persija bakal datang dan itu sangat berisiko terjadi bentrokan. Pengamanannya akan sangat sulit karena koordinasi kita dengan keamanan setempat kurang. Tapi kalau di Bandung, pendukung Persija pasti tidak akan datang,” katanya. (B.82)**
sumber : klik-galamedia.com

Ikat Kaki Suchao Putus

MALANG,(GM)-
Gelandang Persib Bandung asal Thailand, Suchao Nutnum hampir dipastikan tidak akan bermain saat menghadapai Persema Malang di Stadion Gajayana, Rabu (23/ 12) mendatang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter tim, Suchao diperkirakan baru akan pulih sepekan mendatang.

“Idealnya Suchao baru akan pulih sepekan. Tetapi akan kita upayakan agar bisa pulih secepatnya,” ujar dokter tim Persib Bandung,” dr. Rafi Ghani kepada wartawan Galamedia, Brilliant Awal dan Imam Cahyadi, usai memeriksa Suchao di kamarnya di Hotel Regent Park Malang, Minggu (20/12).

Menurut Rafi, cedera Suchao akibat putusnya jaringan ikat kaki kanan. Jaringan ikat tersebut berada di bawah mata kaki bagian dalam. Jaringan ikat Suchao putus akibat benturan yang sangat keras saat pertandingan lalu.

“Benturannya pasti sangat keras. Karena setahu saya, Suchao telah menggunakan pelindung yang cukup tebal pada pertandingan melawan Arema,” tuturnya.

Untuk mempercepat proses penyembuhan cedera Suchao, Rafi pun memberikan Voltaren inject setiap hari dalam tiga hari ke depan. Selain itu, Suchao pun menjalani terapi.

Seperti diketahui, saat melawan Arema, di menit 48 Suchao terpaksa ditandu keluar lapangan akibat berbenturan dengan pemain lawan. Ia digantikan oleh Cucu Hidayat. Hingga kemarin pun, pemain asal Thailand ini tampak masih tertatih-tatih saat berjalan.

“Sepertinya memang sakit sekali cedera yang diderita Suchao. Sampai dia minta diganti pada pelatih,” kata Rafi.

Selain Suchao, pemain lainnya yang mengalami cedera, yaitu Hariono. Namun cedera Hariono diperkirakan dapat disembuhkan sebelum pertandingan melawan Persema. Hariono mengalami cedera kecil akibat berbenturan dengan pemain Arema. Untungnya saat itu ia sempat menghindar sehingga benturannya tidak terlalu keras.

“Hariono hampir saja cedera berat kalau tidak menghindar. Mungkin karena memang sudah terbiasa bermain keras,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Rafi mengatakan, kondisi pemain Persib tidak bermasalah. Sejumlah pemain hanya mengalami kelelahan kecil. “Kalau pegal-pegal itu biasa. Dengan istirahat cukup bisa kembali pulih dalam waktu cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muhtar berharap para pemain dapat kembali bugar sebelum melawan Persema. Khususnya cedera yang dialami Suchao. “Mudah-mudahan Suchao bisa segera pulih, karena dia diperlukan tim untuk menggalang kekuatan di lini tengah,” tukasnya.

Namun jika Suchao tidak dapat dimainkan, sejumlah pemain lainnya, seperti Cucu Hidayat dan Aji Nurpijal masih bisa bermain untuk “Maung Bandung”. **
sumber : klik-galamedia.com