Bonek Dukung Persib

Kecewa Kekalahan Persebaya

SURABAYA, TRIBUN – Suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bondo Nekat (Bonek), akan mengalihkan dukungannya kepada Persib, Minggu (14/2) nanti. Mereka kecewa hasil buruk Persebaya yang dikalahkan Sriwijaya 0-2 di kandang sendiri, Rabu (10/2) kemarin.

“Kami akan mendukung Persib melawan Persebaya nanti. Kami berharap Persib bisa memenangkan pertandingan nanti,” tegas Ketua Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Wastomi Suheri, yang selama ini menjadi kordinator Bonek, Kamis (11/2) kemarin.

Dikatakan Wastomi, dirinya kecewa atas kekalahan serta permainan tim kesayangannya tersebut yang semakin hari semakin buruk. Pertandingan melawan Persib nanti, akan dijadikan momen “unjuk rasa” Bonek kepada manajemen Persebaya agar sadar bahwa bonek bisa mengalihkan dukungannya kepada tim lawan. “Kita akan setia mendukung Persebaya, tapi khusus untuk Persib, kami rela mendukung Persib agar bisa mengalahkan Persebaya,” tambahnya.

Apalagi, kata Wastomi, tim Arema Malang bisa memenangkan pertandingan di kandang PSM Makassar, Rabu (10/2) kemarin. Sebagaimana diketahui, Arema dan pendukungnya (Aremania) menjadi seteru abadi Persebaya dan Bonek.

“Hanya Persib yang mampu mengejar dan mengalahkan Arema Malang. Maka dari itu kami harus mendukung penuh Persib untuk terus menerus meraih 3 poin, termasuk untuk mengalahkan Persebaya Surabaya. Kami tidak rela dan tidak ikhlas jika Arema yang nantinya keluar sebagai juara,” jelas Wastomi.

Dijelaskan Wastomi, pihaknya bersama sekitar 3000 bobotoh yang akan datang ke Stadion Gelora 10 November akan kompak menyanyikan yel-yel dukungan untuk Persib sepanjang pertandingan. Mereka tidak akan melakukan hal-hal negatif sehingga bisa menjatuhkan mental bertanding anak-anak Persib.

“Kami sudah dikasih tahu bahwa ada sekitar 3000 bobotoh yang akan datang ke Surabaya. Kami akan fasilitasi mereka dan akan sama-sama memberikan dukungan kepada Persib agar bisa memenangkan pertandingan sebagai bentuk simpatik kami atas kebaikan yang diberikan bobotoh saat kami tandang ke sana,” ungkap Wastomi. (tor/gan)

sumber : tribun

Lewat Uji Coba Lawan Pesik Kuningan Sore ini Persib Matangkan Pola Permainan

STD. SILIWANGI,(GM)-
Jelang putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, Persib Bandung mulai mematangkan pola permainan melalui pertandingan uji coba. Pematangan pertama akan dilakoni melawan Pesik Kuningan di Stadion Mashud Wisnusaputra Kab. Kuningan, Rabu (3/1) pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini akan menjadi pertandingan perdana Satoshi Otomo bersama Persib Bandung.

“Kita akan membawa seluruh pemain ke Kuningan. Semua pemain akan diberikan kesempatan tampil. Terutama bagi Satoshi yang akan diberikan kesempatan bermain selama 90 menit,” ujar asisten pelatih Persib Bandung, Yusuf Bachtiar usai latihan pagi di Stadion Persib, Selasa (2/2).

Menurut Yusuf, pada pertandingan ini Satoshi memang akan dipantau permainannya sepanjang pertandingan. Karena selama ini, kemampuan Satoshi hanya terlihat dari latihan. Sedangkan kemampuannya saat bertanding belum terlihat. “Kita ingin melihat kemampuan sesungguhnya,” tutur Yusuf.

Rencananya, di babak pertama Persib akan diperkuat para pemain yang jarang diturunkan. Ini untuk memberikan kesempatan menambah jam terbang bagi para pemain seperti Edi Hafid, Munadi, Cecep Supriatna, dan sejumlah pemain lainnya. Sedangkan di babak kedua, para pemain inti akan diturunkan.

“Ini untuk memberikan kesempatan kepada bobotoh Kuningan melihat aksi para pemain Persib dari dekat. Mereka hadir ke stadion karena ingin melihat para pemain Persib,” kata Yusuf.

Sementara itu, menghadapi laga perdananya bersama Persib, Satoshi Otomo mengaku telah siap untuk bermain. Bahkan meskipun hanya uji coba, Satoshi berjanji akan memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

“Ya, walaupun uji coba, kita harus siap. Apalagi ini pertandingan pertama saya bersama Persib,” kata gelandang asal klub Divisi II Liga Jepang, Gifu FC ini.

Rencananya, tim Persib akan berangkat ke Kuningan pada pukul 07.00 WIB dengan menggunakan bus. Setelah bertanding, tim akan langsung kembali ke Kota Bandung dan kembali mempersiapkan diri menghadapi laga tandang perdana putaran kedua melawan Persik Kediri, 9 Februari mendatang. (B.98)**

Source: klik-galamedia.com

Persib Puaskan Bobotoh

CIAMIS, TRIBUN - Lorenzo Cabanas memborong dua gol kemenangan Persib saat menumbangkan Ciamis Selection pada pertandingan persahabatan di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (25/1). Dua gol Cabanas juga memuaskan sekitar 15.000 penonton.

Walau hanya pertandingan persahabatan, kehadiran tim Maung Bandung di Stadion Galuh tetap membetot perhatian besar bobotoh. Mereka bertahan di stadion dan tetap menyaksikan aksi Eka Ramdani dkk meski hujan deras mengguyur hampir sepanjang pertandingan.

Cabanas, yang kemarin menjadi pemain asing satu-satunya yang diturunkan pelatih Jaya Hartono sebagai pemain starter, menjebol gawang Ciamis Selection yang dijaga Herman pada menit ke-11 dan ke-39. Pertandingan berlangsung 2 x 30 menit.

Kehadiran Persib kemarin menciptakan rekor sebagai tim yang mampu membetot penonton di stadion kebanggaan warga Ciamis itu. “Ini merupakan rekor dan sejarah bagi Stadion Galuh,” komentar Amir, salah satu wasit di Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC).

Lima belas ribu bobotoh hadir di stadion tidak hanya dari wilayah Ciamis. Mereka juga datang dari Banjar, Tasikmalaya, Garut, Majalengka, Kuningan, dan Bandung. “Mereka datang untuk melepas kerinduan. Apalagi Persib hadir di Ciamis full team. Hanya Hilton Moreira yang tidak datang. Lihat saja, meski hujan lebat, penonton tak beranjak meninggalkan stadion,” ujar Asep Galon, Ketua Viking Galuh.

Jaya mengaku bangga melihat kecintaan bobotoh kepada tim Maung Bandung yang sekarang ditukanginya. Besarnya antusiasme bobotoh untuk menyaksikan tarung Persib versus Ciamis Selection, kata Jaya, membuat Persib menuntaskan agendanya dalam lawatannya ke kota di selatan Jawa Barat tersebut.

“Kita datang ke Ciamis tujuan utamanya untuk menghibur bobotoh. Kita ingin lebih mendekatkan Persib dengan bobotohnya,” ucap Jaya di akhir pertandingan.

Jaya menolak berkomentar banyak tentang hasil pertandingan. Ia hanya mengatakan, melawan Ciamis Selection kemarin termasuk dari rangkaian persiapan Persib untuk menjalani putaran kedua Liga Super dan Copa Indonesia meski kemarin hanya pertandingan persahabatan. “Namun sayang pertandingan terganggu karena lapangan becek dan tergenang air hujan sehingga strategi pertandingan tidak berjalan mulus,” tambah Jaya.

Walaupun dinilai gagal memainkan strategi permainan yang sudah disiapkan akibat kondisi lapangan yang buruk, Persib tetap jauh lebih unggul dibanding lawannya. Pasukan Jaya Hartono mendominasi pertandingan dan banyak melakukan tekanan.
“Setelah melawan Ciamis Selection, kita mengagendakan pertandingan uji coba lainnya. Lawannya diharapkan yang punya kualitas lebih bagus, mungkin dari Divisi Satu,” ungkap Jaya, yang dibenarkan Wakil Manjer Persib H Umuh Muhtar.

Pelatih Ciamis Selection, Edi Rosadi, mengaku timnya mendapat pelajaran banyak dari Persib. “Bagaimanapun, Persib adalah tim besar dan berkualitas,” kata Edi, kiper nomor dua Persipura di Liga Indonesia XII. (sta/gan)

Diburu Hingga Hotel
SEPERTI
pada pertandingan-pertandingan lain yang dilakoni Persib, pemandangan bobotoh yang merangsek ke tengah lapangan untuk memburu pemain idolanya menjadi hal biasa. Bobotoh yang ingin berfoto bersama, ingin mendapat tanda tangan, atau sekadar ingin lebih dekat dengan pemain idola, menjadi alasan utama bobotoh yang nekat menghambur ke lapangan untuk mengejar-ngejar pemain Persib. Alasan ini pula yang dilakukan bobotoh di akhir pertandingan Persib lawan Ciamis Selection di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (25/1).

Menurut pantauan Tribun di lokasi, petugas keamanan kewalahan menghadapi bobotoh yang berhamburan mengejar pemain Persib. Para bobotoh ini tidak saja mereka yang menyaksikan aksi Tema Mursadat dkk dari tribun, tapi juga dari atas benteng stadion. Banyak yang tidak terhadang petugas keamanan dari Polres Ciamis ketika bobotoh menghambur ke lapangan di akhir pertandingan. Petugas pun dipaksa berbasah-basah di bawah guyuran hujan untuk mencegah bobotoh yang mendekat ke kubu Persib.

Di antara bobotoh yang nekat merangsek dan menerobos hadangan petugas adalah Robbi. Remaja berusia 15 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas II SMP Baregbeg ini berjuang keras mendekat ke kubu Persib di antara gelombang bobotoh yang menuju target yang sama.

Usaha keras Robbi untuk mencapai pemain Persib idolanya mendapat perhatian khusus mereka yang hadir di Stadion Galuh, kemarin sore. Pasalnya Robbi, yang kedua kakinya cacat, bersaing dengan bobotoh lainnya untuk bisa dekat ke tim Persib dengan menggunakan tongkat penyangga (kruk).

Seperti bobotoh lainnya, Robbi, yang datang dari Dusun Ciwahangan Baregbeg, Ciamis, merangsek ke lapangan dengan harapan bisa menatap pemain idola atau kalau beruntung bisa mendapat cindera mata dari pemain Persib. Di akhir pertandingan bobotoh biasa berburu kaus atau apa yang dikenakan Persib di lapangan.

Perjuangan bobotoh untuk lebih dekat dengan pemain Persib tidak hanya berhenti di stadion. Banyak bobotoh yang terus memburu pemain Persib hingga ke Hotel Tyara, tempat tim Persib menginap selama di Ciamis.

“Penonton yang datang ke stadion, jumlahnya jauh lebih benyak dari perkiraan kami,” komentar Ketua Panpel Pertandingan Persib vs Ciamis Selection, Adang Sudrajat. (sta) sumber : tribunjabar

Kalah Sepuluh Gol Tidak Masalah

BANDUNG, TRIBUN-Pelatih Persikabo Suimin Diharja, mengaku timnya kalah kelas dibanding Persib yang datang dari Liga Super. Suimin juga mengatakan, kekuatan timnya juga kalah tangguh dibanding Persib yang dihuni pemain-pemain bintang.

Walaun akhirnya Persikabo dengan gemilang mengempaskan Persib 2-0 pada tarung uji coba di Stadion Siliwangi, Rabu (2/7) malam, Suimin tidak mau mabuk kemenangan.
“Kemenangan dari Persib tidak berarti apa-apa bagi Persikabo. Ini pertandingan uji coba. Jadi kalau misalnya kalah sepuluh gol dari Persib, tidak masalah bagi kami. Tapi kami akan bangga kalau menang pada kompetisi sebenarnya,” tutur Suimin, Rabu (2/7).
Suimin menambahkan, timnya datang ke Bandung bukan tanpa target. Menurut Suimin, timnya jelas punya target pada setiap pertandingan, termasuk menghadapi Persib.
“Tapi targetnya bukan mengalahkan Persib. Tapi paling tidak kami tidak kalah,” ucap Suimin yang mantan pelatih Sriwijaya FC ini.
Kepada Tribun Suimin menjelaskan, target Persikabo dengan menggelar pertandingan uji coba dengan tim Maung Bandung, adalah untuk memberikan jam terbang kepada pemain. “Target kami lainnya, adalah memperbaiki mental bertanding kepada pemain. Tim kami diperkuat banyak pemain muda, mereka jam terbangnya masih sedikit, selain itu mental bertandingnya juga masih harus ditempat. Saya kira menghadapi Persib yang punya bobotoh fanatik, akan menjadi pelajaran berarti kepada pemain kami,” urai Suimin.
“Bila pemain kami tidak tampil gemetaran menghadapi pemain-pemain bintang Persib, saya sudah bangga karena itu target saya. Saya bangga walaupun tim kami harus kalah,” tambah pelatih yang dikenal punya sikap, karakter, dan dihormati pemain-pemain asuhannya ini.
Disinggung perihal keputusannya hadir di Bandung beberapa jam sebelum pertandingan digelar, Suimin punya alasan tersendiri. “Menghadapi Persib adalah pertandingan uji coba. Berbeda dengan pertandingan sesungguhnya di kompetisi nanti. Sekali lagi kalah sepuluh gol dari Persib bukan masalah tapi kami harus menang di kompetisi,” papar pelatih yang akrab dipanggil Abang ini.(daf)

Pukulan Telak

SEBELAS hari menjelang Liga Super digulirkan, Persib mendapat pukulan telak ketika ditumbangkan Persikabo 2-0 pada pertandingan uji coba di Stadion Siliwangi, Rabu (2/7). Rabu malam kemarin, Persib gagal menunjukkan diri sebagai tim besar peserta Liga Super. Yang menyesakkan, kekalahan kemarin didapat tim Maung Bandung dari Persikabo, tim Divisi Utama yang kastanya di bawah Liga Super. Kekalahan kemarin juga menjadi bukti, Persib belum bisa tampil lebih bagus dibanding ketika tampil di turnamen HUT ke-81 Persebaya.

Kekalahan kemarin tidak bisa dianggap angin lalu. Seperti dikatakan Jaya Hartono, Persib masih punya banyak pekerjaan rumah sebelum tampil di Liga Super. “Kami mendapat pelajaran berharga dari pertandingan ini,” kata Jaya kepada wartawan seusai pertandingan.
Jaya menyebut beberapa kelemahan yang masih dimiliki timnya, sehingga bisa dipermak Persikabo. Setelah kekalahan menyesakkan kemarin, Jaya juga berjanji Persib akan tampil lebih baik pada pertandingan mendatang. Janji ini yang pantas kita tunggu!(daf)