Jangan Pernah Kalah Gertak

Analisis, Adeng Hudaya, Mantan Asisten Pelatih Persib

PSMS Medan tetap sebagai tim yang menyulitkan bagi Persib. Tak peduli main di luar Medan, PSMS tetap akan bermain maksimal bila bertemu Persib. Mereka akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk bisa mengalahkan Persib. Bagi PSMS, boleh kalah dari tim lain, tapi tidak oleh Persib.
Walaupun mereka sekarang banyak ditinggalkan pemain-pemain lokal (Medan) terbaiknya seperti Mahyadi Panggabean dan Saktiawan Sinaga, PSMS tetap akan tampil dengan ciri khasnya, yaitu bermain tanpa kompromi, keras menjurus kasar.

Permainan seperti itu tentu akan diperagakan PSMS di Stadion Jatidiri malam ini, apalagi yang dihadapi adalah Persib tim musuh bebuyutan sejak era perserikatan.

Semangat untuk tidak kalah dan ingin mengalahkan lawan jelas harus menjadi target Persib pada tarung kali ini. Menghadapi PSMS, kita jangan kalah sebelum bertanding.

Jangan pernah kalah gertak. Apalagi dari segi teknis, melihat komposisi pemain yang dimiliki Persib, kita tidak pantas takut pada PSMS. Lepas dari prestasi Persib dan PSMS pada beberapa pertandingan sebelumnya, pertemuan keduanya di lapangan hijau tetap akan melahirkan pertandingan seru.

Menghadapi tim yang bermain keras dan tanpa kompromi seperti PSMS, Persib harus bermain taktis. Jangan lama-lama menguasai bola. Bola harus terus mengalir, artinya pemain harus segera melepaskan bola dari kakinya begitu melihat kawan terdekat yang berdiri bebas.

Absennya Nyeck Nyobe, saya kira, tidak harus menjadi kendala. Persib punya banyak pemain belakang yang bagus. Kita masih punya Nova Arianto dan Maman Abdurrahman misalnya.

Yang penting harus ada koordinasi dan komunikasi antarpemain. Misalnya di lini belakang, koordinasi dan komunikasi harus dibangun bahkan dengan penjaga gawang.

Pemain belakang juga harus berkonsentrasi pada pertahanan. Jangan bernafsu ingin terlalu naik untuk membantu serangan. Bila ini terjadi, lini pertahanan Persib selalu akan bisa ditembus lawan.

Percayakan kepada pemain-pemain depan dan kalau perlu kepada gelandang serang. Di lini depan juga harus tumbuh komunikasi antarpemain yang lancar. Siapa pun yang diturunkan sebagai striker harus bisa memberikan kepercayaan kepada pemain lain yang punya peluang lebih bagus untuk mencetak gol.

Sekali lagi Persib harus bisa bermain taktis pada pertandingan kali ini. Hentikan pergerakan lawan pada kesempatan pertama, kemudian alirkan bola secepat mungkin. Dengan bermain taktis, peluang Persib untuk mengalahkan PSMS sangat besar. (daf)

Awas Serangan Sayap!

Oleh ASEP SUMANTRI
LUPAKAN kekalahan dari Sriwijaya FC. Lebih baik konsentrasi penuh untuk merebut poin dari PSMS malam ini. Kekuatan PSMS sebenarnya tidak sekuat tahun lalu. Namun, itu bukan jaminan bagi “Ayam Kinantan” bakal kalah begitu saja kepada Persib.

Bisa jadi, ini momentum kebangkitan mereka. Apalagi, dengan kehadiran pemain nasional yang baru bergabung, Elie Aiboy, bisa menambah suntikan motivasi bagi pemain lain. Hal ini yang mesti diwaspadai Eka Ramdani dkk.

Pelatih PSMS Erick Williams tentu ingin mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki Aiboy dalam membongkar pertahanan Persib. Oleh karena itu, pelatih Jaya Hartono minimal memberikan perhatian ekstra kepada Aiboy. Pemain yang ditempatkan di sayap kiri harus betul-betul petarung untuk siap adu sprint untuk mematikan Aiboy supaya tidak bebas bergerak. Di sayap kiri bisa ditempati Salim Alaydrus atau Harri Salisburi.

Permainan PSMS masih mengandalkan semangat. Dari sisi kekompakan, mereka masih belum padu. Namun, sikap pantang menyerah yang selama ini diperlihatkan mereka bisa menjadi modal penting untuk meredam teknik individu pemain Persib. Eka Ramdani dkk. tidak perlu takut menghadapi permainan keras mereka. Berani bermain bola-bola pendek, bisa mengatur tempo main cepat atau lambat, bisa membuat pemain PSMS frustrasi. Ini yang perlu diperlihatkan pemain Persib.

Menghadapi permainan keras yang biasa ditampilkan PSMS, striker Persib seperti Fabio Lopes, Rafael Bastos, atau Zaenal Arif harus berani melakukan aksi individu di daerah pertahanan PSMS. Pemain tengah juga tidak ragu untuk melakukan penetrasi. Dengan cara ini, diharapkan bisa terjadi hukuman pelanggaran, baik di dalam maupun luar kotak penalti. Peluang lainnya dari keberanian pemain melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Para striker Persib pun harus siap memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti.

Selain itu, para pemain juga diharapkan bisa cerdik memanfaatkan kebiasaan libero PSMS, Patricio Jimenez yang selalu berspekulasi melakukan aksi individu tidak perlu di daerah pertahanan sendiri. Kebiasaan Patricio ini sering menjadi blunder dan hal itu merupakan celah yang bisa dimanfaatkan untuk mencuri gol.***

Penulis, mantan pemain Persib.

Lakukan Pendekatan Personal

BANDUNG, TRIBUN - Kualitas pemain Persib yang merata, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pelatih untuk menentukan siapa yang masuk daftar starting eleven. Apapun alasannya, pelatih menjadi satu-satunya penentu keputusan untuk memainkan atau menyimpan pemain di bangku cadangan.

“Akan sulit memilih pemain di antara pemain yang punya kualitas seimbang. Tapi saya kira, setiap pelatih akan  memilih pemain yang pas sesuai kebutuhan timnya,” tutur Sutioni Lamso, Senin (1/9).
Sutino juga setuju bahwa menentukan siapa pemain yang akan dimainkan, sepenuhnya jadi hak pelatih. Pada posisi seperti ini, pemain harus siap menerima apa pun keputusan pelatih. “Bukan tidak mungkin pilihan pelatih akan menimbulkan sakit hati pada pemain yang jadi cadangan atau bahka tidak masuk line up. Pada posisi seperti ini, pelatih harus siap menerima kenyataan bila ada pemain yang ngambek,” ujar Sutiono yang mantan bomber tim Maung Bandung.
Sutiono menilai adanya pemain yang tidak betah duduk di bangku cadangan dan bahkan mengancam hengkang karena tidak pernah dimainkan, sebagai hal yang wajar dalam sepakbola. Tindakan “protes” pemain yang meminta kesempatan untuk diturunkan pada pertandingan resmi, menurut Sutiono juga sebagai hal yang wajar.
“Bagaimana pun bila terus-terusan duduk di bangku cadangan, kemampuan si pemain akan tidak akan terasah. Keinginan pemain untuk dimainkan juga menyangkut masa depan dia. Bagaiamana pun, pemain yang sering diturunkan, kemapuannya banyak diketahui klub lain dibanding mereka yang duduk di bangku cadangan,” papar Sutiono yang sekarang menjadi pelatih klub Palber.
Dengan catatan seperti itu, Sutiono menilai akan sangat ideal bila pelatih melakukan pendekatan personal dengan pemain-pemain asuhannya. Pada kesempatan dialog personal tersebut, kata Sutiono, pelatih punya kesempatan untuk menjelaskan setiap keputusannya termasuk soal pemilihan pemain untuk masuk tim inti.
“Biasanya pemain akan bisa menerima lewat pendekatan seperti itu. Selebihnya, memberi kesempatan bermain pada pemain cadangan di saat pas memang jadi alternatif terbaik,” tambah Sutiono yang juga pernah menangani tim Persib Junior ini. (daf)

Ayah Adjat Sudrajat Meninggal Dunia

BANDUNG, (PR).-
Berita duka datang dari bintang Persib tahun 1980-an, Adjat Sudrajat. Andi Sukandi, ayah Adjat, mengembuskan napas terakhir pada usia 87 tahun di kediamannya di Gg. Sukagalih II RT 06 RW 08 Kel. Cipedes, Kec. Sukajadi Bandung, Rabu (20/8) siang. Almarhum meninggal karena faktor usia dan penyakit pada alat pencernaan.

“Sudah lama Bapak mengidap gangguan pada lambung, namun tidak pernah mengeluh,” kata Adjat saat dihubungi, Rabu (20/8).

Menurut dia, tidak ada tanda-tanda ayahnya akan tutup usia. “Pagi hari sebelum saya bekerja, kami masih sempat ngobrol dan beliau tidak mengeluh sakit,” ujarnya.

Ajat mengatakan, menurut keterangan adik perempuannya Triyatni (40), almarhum diketahui sudah meninggal saat hendak dibangunkan dari tidur siang. “Sekitar pukul 13.00, bapak tidur siang. Namun, ketika dibangunkan oleh adik saya kira-kira pukul 15.30, beliau sudah tidak bernapas. Saya sendiri ketika ditelefon masih di kantor,” ujar Adjat.

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Sukajadi. Kerabat dan rekan sesama mantan pemain Persib berdatangan melayat, di antaranya Yusuf Bachtiar, Suryamin, Dede Iskandar, dan Kosasih.

Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka pagi ini untuk dimakamkan di TPU Cibarunai Sarijadi, pada pukul 8.00 WIB. “Almarhum akan dimakamkan di sebelah makam Ibu yang meninggal lima tahun lalu,” tutur Ajat. (CA-168)***