Persib Tahu Kelemahan “Ken Arok”

MALANG,(GM)-
Menghadapi Persema Malang, Rabu (23/12) mendatang, Pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono mengaku telah mengetahui kekuatan dan kelemahan “Laskar Ken Arok”. Berbekal pengetahuannya tersebut, Jaya berharap Persib bisa meraih angka penuh pada pertandingan nanti.

Hal itu diperoleh Jaya setelah mengintip pertandingan Persema melawan Sriwijaya FC di Stadion Gajayana Malang, Minggu (20/12).

Salah satu yang menjadi perhatiannya, yaitu mobilitas para pemain Persema yang tinggi.

Pergerakan para pemainnya pun sulit ditebak. Hal itu dikarenakan sebagian besar pemain Persema memiliki postur tubuh kecil. Sejumlah pemain yang harus diwaspadai, menurut Jaya, di antaranya Siswanto, M. Kamri, dan Jainal Ichwan.

“Ini hal yang harus diwaspadai para pemain saat meghadapi Persema nanti,” katanya di Hotel Regent Park Malang, Minggu (20/12).

Menurutnya, grafik penampilan Persema hingga pertandingan kemarin cukup stabil. Terbukti mereka bisa mengalahkan Sriwijaya 1-0 melalui tandukan M. Kamri. Berkat kemenangan tersebut, Persema berada di papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010.

“Untuk itu saya akan mengingatkan para pemain untuk fokus dan disiplin di posisinya masing-masing. Namun saya yakin, dengan kualitas pemain yang lebih baik dari Persema, Persib bisa mencuri poin pada laga kali ini,” katanya.

Sementara itu, gelandang sayap Persib Bandung, Gilang Angga Kusumah mengatakan, kekuatan Persema salah satunya terletak pada Siswanto. Kehadiran Siswanto di Persema membuat permainan tim tersebut menjadi lebih hidup. Kecepatan dan umpan-umpan Siswanto dinilai Gilang memang sangat memanjakan penyerang Persema. Selain Siswanto, Persib juga harus mewaspadai striker asal Republik Sierra Leone, Brima Pepito.

Namun khusus untuk Siswanto, Gilang menjamin dirinya bisa mematahkan pergerakan mantan sayap Persib tersebut. Berdasarkan pengalamannya di Liga Jatim lalu, Siswanto lebih banyak menghindar dibandingkan harus berhadapan langsung dari dirinya.

“Kalau berhadapan dengan Siswanto, saya siap. Saya yakin bisa menghadapinya. Tetapi nyatanya Siswanto lebih memilih pindah ke sayap kanan dibandingkan berhadapan dengan saya,” akunya.

Gilang mengatakan, jika memang Persema akan menggunakan pola yang sama dengan Persib, yaitu 3-5-2 maka diperkirakan pertandingan akan berjalan seru. “Kita sama-sama perang di sayap. Kini tinggal siapa yang lebih kuat berlari saja yang akan memenangkan lini sayap,” jelasnya.

Latihan

Sementara itu, sehari setelah menjalani laga melawan Arema malang, skuad “Maung Bandung” diberi waktu untuk beristirahat. Waktu libur ini pun dimanfaatkan sejumlah anggota tim untuk berkeliling Kota Malang. Beberapa di antaranya melakukan wisata kuliner.

Persib baru akan melakukan latihan Senin (21/12) sore ini. Dengan demikian, Persib hanya memiliki kesempatan dua kali latihan sebelum menghadapi Persema Rabu nanti.

Dua pemain Persib, Maman Abdurrahman dan Budi Sudarsono pun diperkirakan akan kembali bergabung dengan rekan-rekannya dalam latihan hari ini. Keduanya diperkirakan akan menjadi starter pada laga melawan Persema nanti. (B.98)**
source : klik-galamedia.com

Jaya Cermati Rekaman “Singo Edan”

AHMAD YANI,(GM)-
Rombongan pemain dan ofisial tim Persib Bandung yang berangkat ke Malang, Kamis (17/12), terpaksa harus dibagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu pada pukul 06.00 WIB dan pukul 10.00 WIB. Ini terjadi karena Persib tidak mendapatkan penerbangan yang lowong dari Bandara Hussein Sastranegara ke Surabaya.

“Kita terpaksa berangkat ke Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Malang dalam dua kloter. Yang pertama pukul 06.00 WIB dengan Merpati Airlines dan yang kedua pukul 10.00 WIB pakai Sriwijaya Air,” kata Sekretaris Tim Persib, Yudiana di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (16/12).

Sementara itu, pelatih Jaya Hartono mengatakan, rombongan yang akan terbang pertama adalah para asisten pelatih dan tiga pemain, yaitu Munadi, Wildansyah, dan Hariono. Sedangkan ia sendiri berangkat dengan penerbangan kedua bersama rombongan besar pemain lainnya.

“Ke Malang kita hanya membawa 17 pemain. Tiga pemain yang ditinggal di Bandung adalah Dedi (Haryanto), Chandra (Yusuf Ahmad), dan Irwan (Wijasmara). Sedangkan Maman (Abdurahman) dan Budi Sudarsono akan menyusul ke Malang pada Minggu (20/12),” kata Jaya.

Maman dan Budi baru menyusul ke Malang pada Minggu (20/12) karena keduanya bakal absen pada laga melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (19/12), karena hukuman akumulasi kartu kuning. Keduanya diterbangkan ke Malang untuk menghadapi Persema Malang, Rabu (23/12).

Sebelum dua kloter yang akan terbang Kamis (17/12), sejumlah ofisial Persib, kebanyakan dari bidang umum, sudah berangkat lebih awal dengan menggunakan bus pada Rabu (16/12).

Pelajari rekaman

Soal target yang diincarnya dari dua laga tandang di Malang, Jaya tidak mau muluk-muluk. Dikatakannya, target awal yang harus diperjuangkan anak asuhnya adalah hasil imbang. “Dalam setiap pertandingan, tentu saja kita harus punya target. Nah, untuk pertandingan tandang seperti ini, bisa mencuri poin saja sudah bagus. Mudah-mudahan itu bisa kita lakukan,” katanya.

Ditanya mengenai kekuatan calon lawan pertamanya, Arema, Jaya mengaku sudah mengetahui permainan mereka dari sejumlah rekaman pertandingan yang ditontonnya. Menurutnya, yang menjadi keunggulan Arema sehingga belum terkalahkan hingga saat ini adalah kolektivitas permainannya.

“Kolektivitas permainan mereka inilah yang harus kita waspadai, selain beberapa individu pemainnya. Didukung semangat tempur yang luar biasa, plus pemain muda, Arema selalu tampil baik dalam setiap pertandingan,” ujar Jaya. (B.82)**

Persib Pantang Main Bertahan

BANDUNG, TRIBUN – Persib Bandung tidak mau menjadi pecundang pada pertandingan tandang melawan Arema Malang, yang akan digelar pada Sabtu (19/12). Berbekal sukses menahan imbang 1-1 Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring, kubu Persib bahkan optimistis bisa menuai hasil maksimal dari Arema.

Untuk mewujudkan target besar tersebut, pelatih Jaya Hartono menyiapkan skema permainan menyerang yang akan diperagakan Eka Ramdani dkk di kandang Arema. Kesiapan Jaya untuk menerapkan permainan ofensif di kandang lawan terlihat pada latihan terakhir pasukan Maung Bandung di Stadion Persib, Rabu (16/12) sore.

“Sriwijaya bagus karena kualitas individu pemainnya. Arema secara individu pemain biasa saja, tapi kolektivitas permainannya bagus. Kita akan coba bermain lebih terbuka melawan Arema,” kata Jaya, sore kemarin.

Pada latihan kemarin, Jaya memang tidak memainkan pola bertahan seperti ketika Persib dijamu Sriwijaya FC. Persiapan Jaya untuk memainkan pola menyerang terlihat dari komposisi pemain yang dipoles sepanjang latihan kemarin.

Kesiapan Persib untuk bermain terbuka saat bertarung dengan Arema, menurut Jaya, sangat didukung oleh kondisi fisik pemain yang jauh lebih fresh. “Di kandang Sriwijaya, pemain kita kelelahan. Di Arema kita lebih fresh dan lebih berani menyerang,” ujar Jaya.

Walaupun harus kehilangan Maman Abdurahman di lini pertahanan, Jaya optimistis anak asuhannya bisa mencuri poin dari Arema yang tercatat sebagai satu-satunya tim yang belum mengalami kekalahan.

Jaya yakin Persib bisa menghentikan rekor tidak terkalahkan Arema walaupun tanpa dukungan Maman, sang kapten tim, dan Budi Sudarsono. Absennya Maman sedikit tertolong oleh Nova Arianto yang siap kembali bermain setelah mengalami cedera.

“Kita berharap grafik positif Persib terus terbawa sampai Malang sehingga target meraih poin di Malang bisa terpenuhi,” kata Jaya.

Asisten pelatih Persib Yusuf Bachtiar menilai, untuk bisa mencatat hasil maksimal di kandang Arema, Persib harus bekerja lebih maksimal. Yusuf bahkan menilai Persib masih memiliki kekurangan yang harus segera diperbaiki bila tidak ingin dipermalukan Arema.

Yusuf mengatakan, hingga pertandingan kesembilan, permainan Persib terlihat belum efektif. Menurut Yusuf, secara individu pemain masih sering melakukan gerakan yang tidak perlu sehingga tenaga cepat terkuras dan tidak mendukung pada permainan tim.

“Kita inginnya memperagakan sepak bola yang efektif. Cukup dengan satu atau dua sentuhan sehingga tidak menguras fisik pemain. Memang tidak mudah mengubah karakter permainan dengan cepat. Namun saya yakin lambat laun (Persib) pasti bisa,” ujar Yusuf.

Bermain efektif, kata Yusuf, juga sangat bermanfaat ketika pemain didera kelelahan akibat menjalani beberapa pertandingan dalam jadwal yang kekat. Akibat jadwal pertandingan yang tidak nornal, Yusuf menilai fisik pemain dalam kondisi tidak seratus persen. (san/tor)
sumber : tribunjabar.co.id

Persib Harus Jinakkan “Singo Edan”

AHMAD YANI,(GM)-
Pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono sudah memproyeksikan Wildansyah sebagai pemain yang bakal menggantikan Maman Abdurahman di posisi libero pada saat menghadapi Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (19/12). Menghadapi tim dengan tipikal permainan seperti Arema, Jaya mengatakan, tugas berat akan diemban Wildansyah dalam pertandingan ini. Dengan kata lain, Wildansyah harus bisa menjinakkan pergerakan para pemain “Singo Edan” –julukan Arema Malang.

“Untuk meredam mobilitas dan pergerakan cepat para pemain depan dan gelandang Arema dalam pertandingan ini, kuncinya ada di Wildansyah. Ia harus pintar membaca permainan dan pergerakan lawan,” kata Jaya usai sesi latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (16/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pertandingan ini Jaya harus kehilangan Maman di posisi libero lantaran hukuman akumulasi kartu kuning. Wildansyah yang sempat dipasangnya sebagai bek sayap kanan saat menghadapi Sriwijaya FC Palembang akan dikembalikan ke posisi sebelumnya.

Meskipun tugas yang diemban Wildansyah cukup berat, Jaya mengaku percaya dengan kemampuan anak asuhnya itu. Jaya mengatakan, dalam beberapa pertandingan, Wildansyah sudah menunjukkan kemampuan dan ketenangannya saat diberi kepercayaan tampil sebagai starter.

Dari hasil pengamatannya terhadap beberapa laga Arema, Jaya melihat yang berbahaya dari tim berjuluk “Singo Edan” itu adalah serangan-serangan dari gelandang yang akan masuk, ketika para pemain depannya mendapat pengawalan dari lawan. “Nah, pergerakan dari lini kedua inilah yang harus bisa dibaca Wildansyah sebagai pemegang komando di lini pertahanan,” kata Jaya. (B.82)**
sumber : klik-galamedia.com

Persib Tunggu Kepastian

Hingga Minggu (13/12), kubu Persib Bandung masih belum mengetahui secara pasti stadion yang akan digunakan Arema Malang, sebagai tempat menjamu mereka pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, Sabtu (19/12) mendatang.

Pasalnya setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman partai usiran tanpa penonton kepada Arema, tim berjuluk “Singo Edan” itu masih melakukan upaya banding.

“Sejauh ini kita belum mendapatkan informasi di mana Arema akan menjamu kita. Coba tanyakan ke Yudiana (Sekretaris Tim Persib, red),” kata pelatih Persib, Jaya Hartono ketika ditanya wartawan “GM”, Endan Suhendra di Hotel Sahid Imara Palembang, sesaat sebelum bertolak ke Bandung, Minggu (13/12) pagi.

Seperti diketahui, akibat penonton membeludak hingga ke pinggir lapangan saat menjamu Persipura Jayapura, 9 Desember lalu, Arema dijatuhi sanksi partai usiran tanpa penonton oleh Komdis PSSI. Hukuman itu berlaku saat menjamu Persib pada Sabtu (19/12).

Ketika “GM” mencoba mengonfirmasikan kepastian tempat pertandingan yang dipilih Arema, Yudiana juga mengaku belum mendapat informasi apa-apa, baik dari PT Liga Indonesia (PT LI) maupun Panpel Arema. “Kita belum tahu di mana pertandingan itu akan digelar. Informasi terakhir yang saya dapatkan, Arema belum memutuskan tempat pertandingan karena masih melakukan upaya banding,” katanya.

Jaya memperkirakan, jika partai usiran tanpa penonton itu tetap dilakukan, Arema kemungkinan besar akan memilih Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan atau Stadion Petrokimia Gresik. “Kalau di Kediri dan Surabaya, saya pikir tidak mungkin. Bisa jadi Arema memilih Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan sebagai tempat pertandingan,” ujar Jaya.

Dari tiga venues yang diperkirakannya bakal dipilih Arema, Jaya berharap Persib akan bertanding di Sidoarjo atau Gresik. Secara terbuka, Jaya mengatakan sangat keberatan jika pasukannya harus menghadapi Arema di Lamongan. “Bukan apa-apa, saya lihat kondisi lapangan di Stadion Surajaya Lamongan itu jelek. Jadi, saya lebih memilih Siidoarjo atau Gresik,” katanya.

Kendati demikian, kubu Persib berharap, kepastian tempat pertandingan melawan Arema itu bisa segera didapatkan. Hal ini berkaitan dengan persiapan transportasi dan akomodasi tim yang rencananya sudah akan kembali meninggalkan Bandung pada Kamis

Source: GalaMedia