STD. SILIWANGI,(GM)-
Pada puncak peringatan hari jadi Kota Bandung yang ke-200, Persib Bandung tampil luar biasa dengan menghantam Persiba Balikpapan 5-1 (2-1) di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (16/10). Lima gol kemenangan Persib pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 ini disumbangkan Pablo Alejandro Frances menit ke-14, Atep (45), Eka Ramdani (61), Rachmat Afandi (77), dan Jejen Zaenal Abidin (82). Sedangkan satu-satunya gol balasan Persiba diciptakan melalui tandukan Francisco Aldo Barreto pada menit 32.. Continue reading
Category Archives: Hasil Pertandingan
Persib Dominasi “All Star”
Pemain Persib Bandung mendominasi komposisi tim All Star yang akan berlaga di Perang Bintang Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Dari delapan belas pemain yang terpilih, Persib mencatatkan enam pemainnya yang memiliki pilihan terbanyak yaitu Markus Harris Maulana, Maman Abdurahman, Nova Arianto, Atep, Eka Ramdani, dan Christian Gonzales.
Polling yang diprakarsai oleh PT Liga Indonesia (Liga) ini mencatatkan 56 nomine. Selain enam pemain Persib, dua belas pemain lainnya yang masuk dalam skuad pilihan tim All Star yang akan melawan Kampium juara LSI Arema Indonesia, Minggu (6/6) mendatang yakni Ferry Rotinsulu (kiper), Edi Sibung, M. Roby, Ricardo Salampessy (belakang), Diva Tarkas, M. Ilham, Zah Rahan, Firman Utina, Aldo Barreto (tengah), Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, Park Jung Hwan (depan).
Sementara untuk posisi pelatih tim All Star terpilih pelatih Persipura, Jacksen Tiago. Dia menyisihkan tiga nama lainnya yakni Rahmad Darmawan, Zaenal Abidin, dan Junaedi. Sementara manajer terpilih yakni Alex Noerdin (Gubernur Sumsel).
Berdasarkan hasil polling, Markus Haris Maulana menempati pilihan terbanyak dengan persentase 38,77 persen. Lalu, di Nova berada di belakang Edi Sibung (PSPS) yang merebut 18,77 persen. Nova sendiri menghasilkan polling sebesar 15,91 persen. Di lini tengah, Diva Tarkas (PSM) dengan raihan 20,82 persen mengungguli dua perolehan dua pemain Persib Atep dan Eka Ramdani. Sementara di posisi striker, Christian Gonzales menjadi yang terfavorit dengan raihan 36,73 persen.
Hasil ini berdasarkan dari 8.000 SMS yang masuk. CEO Liga Joko Driyono menuturkan, nama-nama ini merupakan hasil polling sementara, yang berjalan sejak awal Mei ini dan masih terbuka hingga 3 Juni mendatang. Namun dipastikan hasil polling akhir tidak akan berubah jauh.
“Perang Bintang ini digelar selain untuk memuaskan para penggemar sepak bola tanah air juga sekaligus penghormatan bagi juara LSI musim ini. Pada Perang Bintang nanti akan diserahkan trofi juara kepada Arema. Nantinya yang akan menyerahkan rencananya adalah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono,” ujar Joko.
Selain penyerahan piala, acara Perang Bintang akan memberikan sepatu emas dan uang tunai Rp 100 juta kepada pemain terbaik, yang calonnya yakni Kurnia Meiga (Arema), Erik Weeks (Persiwa), Aldo Baretto (Bontang FC), Christian Gonzales (Persib).
Laga Perang Bintang ini akan digelar pada malam hari, usai perang bintang antara juara LSI U-21 Persib Bandung dan tim pilihan Liga yang dilatih oleh Ronny Wabia.
Sementara itu, mengenai tiket, menurut Joko, Liga tidak akan membatasi pembelian tiket. Tiket akan dijual langsung pada hari pertandingan. “Untuk pemesanan tiket, akan kami layani hingga 5 Juni nanti. Saat ini sudah ada sekitar tujuh ribu tiket yang terpesan,” katanya.
Liga nantinya, hanya akan membuka tribun bawah Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan dengan kapasitas 50.000 penonton.
Source: PR
Kemenangan Terakhir
ALHAMDULILLAH. Ucapan itu keluar dari gelandang mungil Persib Eka Ramdani seusai melumpuhkan PSM Makassar 2-0 di Stadion Siliwangi, malam tadi. Setidaknya, pasukan “Pangeran Biru” dapat menutup kompetisi musim ini dengan manis. Gol miliknya pada menit ke-24 mampu membangkitkan tim asuhan Robby Darwis itu untuk meraih kemenangan terakhir di depan 18.000 pasang mata bobotoh.
“Kemenangan malam ini merupakan bukti dari kebangkitan anak-anak yang sebelumnya menelan kekalahan di kandang sendiri ketika melawan Persiba Balikpapan. Mungkin anak-anak jadi terpacu untuk merebut kemenangan terakhir Persib, karena mereka sadar, tahun depan belum tentu masih berseragam Persib,” ucap pemain yang telah berkiprah 2.677 menit itu.
Menurut pria kelahiran Purwakarta, 18 Juni 1984, silam itu, prestasi akhir Persib memang tak sesuai dengan target musim ini. Persib hanya bisa bertengger di posisi keempat di bawah tim yang mempermalukan Persib di kandang, Persiba, yang mengokohkan posisinya di urutan ketiga, peringkat yang musim lalu ditempati Persib.
“Memang tahun ini Persib mengalami penurunan performa. Banyak penyebabnya. Mungkin dengan kurangnya ketajaman Gonzales dan tim juga sempat dirundung beberapa masalah. Ini merupakan hasil maksimal kami,” tutur pemain berpostur 165 sentimeter itu.
Ebol, sapaan akrab Eka, mengatakan, catatan penting kompetisi tahun ini diwarnai dengan sederet kealfaan yang telah dilakukannya bersama pasukan “Pangeran Biru”. Di antaranya, konsistensi dalam bertanding yang masih labil. Terkadang Persib tidak konsisten dengan satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya.
“Misalnya, dua pertandingan sebelumnya bagus, selanjutnya menurun. Hal itu karena tidak konsisten. Seharusnya banyak pertandingan yang bisa kita akhiri dengan kemenangan, tetapi sayangnya gagal dicapai,” kata mantan kapten tim itu.
Ke depan, ungkap Eka, apabila dia masih dipercaya lagi, ia berharap bisa mengantarkan Persib juara musim kompetisi tahun 2010-2011 nanti. “Keinginan saya, ya masih ingin memperkuat Persib. Saya ingin Persib juara lagi,” tutur pemain Persib yang eksis sejak 2003 itu.
Sementara itu, gol terakhir milik pilar timnas itu menggenapkan empat gol raihan selama musim ini. Sebelumnya, pemain yang bebas dari hukuman kartu kuning ataupun kartu merah pada musim ini telah menyumbangkan gol saat Persib menjamu Persisam Samarinda, PSPS Pekanbaru, dan laga tandang melawan Bontang FC. (Novianti Nurulliah/”PR”)*
Source: PR
Markus Kecewa Wasit Sahkan Gol Persita
KARAWANG, TRIBUN – Penjaga gawang Persib, Markus Horison, mengaku sangat kecewa dengan keputusan wasit Iwan Sukoco, yang mengesahkan gol Persita menit ke-47. “Harusnya gol itu tidak disahkan wasit karena telah terjadi pelanggaran yang dilakukan pemain Persita terhadap saya,” kata Markus seusai pertandingan.
Menurut kiper bernomor punggung 81 tersebut, ia dihalang-halangi dan sengaja ditabrak oleh gelandang Persita, Abdurahman. Saat itu pemain Persita tersebut sengaja menabrak dirinya yang sedang berkonsentrasi menangkap bola hasil tendangan bebas dari Antonio Teles.
Tiba-tiba di saat bola dalam posisi penguasaan kiper, kata Markus, Abdurahman menabraknya sehingga bola yang ditangkap kembali terlepas. Bola liar itu dijaringkan Abdurahman untuk memperkecil skor.
“Tabrakannya sangat keras. Saya sudah dalam posisi penguasaan bola, tapi akibat dari tabrakan tersebut terjadi kemelut dan akhirnya lawan bisa mencetak gol,” kata Markus, yang sempat terkapar di bawah mistar setelah ditabrak lawan.
Meski kecewa, Markus mengaku sangat senang karena Persib berhasil menang di laga perdana Piala Indonesia. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi dirinya dan pemain Persib lainnya untuk tampil lebih maksimal lagi dipertandingan selanjutnya.
“Kita akan berusaha lagi agar bisa menang di pertandingan selanjutnya,” ujar Markus. (tis/tor)
Robby Lebih Berani Dibanding Jaya
KARAWANG, TRIBUN – Ada yang berbeda dari Persib ketika Robby Darwis kini menjadi pelatih. Meski masih menggunakan strategi dan formasi yang dulu diterapkan Jaya, Persib kini berani menurunkan pemain pelapis. Aji Nurpijal dan Wildansyah diturunkan menjadi starter. Di pertengahan babak kedua, Irwan Wijasmara, yang dalam beberapa pertandingan Persib sebelumnya selalu duduk di bangku cadangan, diturunkan oleh tim pelatih.
“Kami memang masih meneruskan program pelatih sebelumnya,” ujar Robby ketika disinggung masih menggunakan strategi dan formasi eks pelatih Persib, Jaya Hartono.
Namun, Robby dan Yusuf Bachtiar mampu meracik pemain yang ada dan berani menurunkan pemain pelapis. Mengenai penampilan Irwan, Robby memberikan pujian. Tidak hanya karena Irwan bisa mencetak gol perdananya, tapi juga karena penampilannya di sisi kiri bisa merepotkan lawan. “Irwan cukup bagus meski cuma tampil beberapa menit,” ucapnya.
Menggantikan Aji, Irwan mampu berkolaborasi dengan Satoshi Otomo di sayap kiri. Robby mengakui pada babak pertama Satoshi cenderung bermain bertahan. “Di babak pertama Satoshi terlalu turun. Di babak kedua, dia bermain lebih ke depan,” katanya.
Inilah yang membuat pemain belakang Persita kalang kabut. Strateginya menarik Aji dan memasukkan Irwan membuat serangan dari sayap kiri lebih hidup. Setidaknya dua kali Satoshi bisa menerobos pertahanan lawan dan melepaskan tendangan. Namun, tendangannya masih bisa ditepis oleh kiper.
Gol Irwan juga bermula dari tusukan Satoshi di sayap kiri. Ia lalu memberikan bola ke Irwan yang kemudian dikembalikan ke pemain asal Jepang ini. Terakhir, Satoshi memberikan umpan ke tengah. Irwan, yang telah menanti, langsung menembak dengan kaki kiri dan menghasilkan gol keempat bagi Persib.
Robby tak ingin penampilan punggawa Persib melempem di pertandingan lawan Pelita Jaya Karawang, Senin lusa. “Ini menjadi modal bagus. Mudah-mudahan kami bisa menang lagi melawan Pelita,” katanya. (tis)