SURABAYA,(GM)-
Target Persib Bandung untuk meraih kemenangan tandang ketiganya di musim ini, gagal terwujud. Eka Ramdani dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 2-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion 10 November Tambaksari Surabaya, Minggu (14/2) malam. Continue reading
Category Archives: Evaluasi
Persib Tetap Harus Dievaluasi
BLK. FACTORY,(GM)-
Meski mulai menanjak ke papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, Persib Bandung diminta tetap melakukan evaluasi pada jeda Putaran I mendatang. Evaluasi wajib dilakukan agar Persib dapat menghadapi Putaran II dengan lebih baik.
“Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, evaluasi tetap wajib dilaksanakan. Itu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang di Putaran I. Sehingga Persib bisa menghadapi Putaran II dengan hasil yang lebih memuaskan,” ujar mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono kepada “GM”, Minggu (17/1).
Ditegaskannya, evaluasi bukan berarti mengganti. Evaluasi digelar untuk melihat potensi yang dimiliki Persib selama berlaga di LSI musim ini. Melalui evaluasi akan diketahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan Persib bisa memenangkan pertandingan selama ini. Demikian pula sebaliknya. Hal apa saja yang menyebabkan Persib kalah saat menghadapi tim yang dianggap lemah.
“Sejumlah potensi positif yang dimiliki Persib selama ini harus terus dipertahankan. Sedangkan kekurangannya harus segera dipecahkan dan dicarikan alternatifnya. Sehingga jika menghadapi permasalahan serupa di Putaran II nanti, sudah diketahui cara mengatasinya,” tuturnya.
Sukowiyono mengatakan, evaluasi tidak hanya pada tataran teknis. Hal-hal nonteknis yang sering muncul di tubuh Persib juga harus dievaluasi. Sehingga evaluasi benar-benar menyentuh seluruh aspek.
“Karena ada hal nonteknis yang sering membuat sebuah tim menjadi lemah. Contohnya kenapa saat menghadapi tim yang dianggap satu level di bawahnya, Persib bahkan harus menelan kekalahan. Itu juga harus dievaluasi,” katanya.
Sementara itu, manajemen Persib Bandung dipastikan tetap akan melakukan evaluasi. Evaluasi tetap akan digelar pada jeda jelang Putaran II LSI 2009-2010 dimulai.
“Saya memang memastikan evaluasi akan digelar di Putaran II nanti,” ujar Diretur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar, Minggu (17/1).
Namun Umuh meminta kepada seluruh bobotoh untuk tetap mendukung langkah yang akan diambil manajemen. “Untuk saat ini saya minta seluruh elemen, termasuk bobotoh, memberi dukungan bagi tim untuk meraih hasil positif di setiap laga. Yang terpenting dan harus terus dijaga adalah kondusivitas tim,” katanya. (B.98)**
Gonzales Diparkir?
Yusuf, “Semuanya Masih Bisa Berubah”
AHMAD YANI,(GM)-
Gagal mengoptimalkan sejumlah peluang yang didapatkannya menjadi gol pada saat menghadapi Persija Jakarta, tiga hari yang lalu, Cristian Gerard Alfaro Gonzales ada kemungkinan diparkir tim pelatih Persib Bandung saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (12/1). Jika terjadi, ini merupakan yang pertama bagi Gonzales duduk di bangku cadangan sejak berkostum Persib pada pertengahan musim lalu.
Tanda-tanda bakal diparkirnya striker asal Uruguay berjuluk “El Loco” ini terlihat dalam sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (11/1). Dalam game internal yang dimainkan, top scorer dalam empat musim terakhir ini dikelompokkan ke dalam tim berompi kuning yang diisi pemain-pemain yang diskenariokan tidak main sebagai starter.
Di tim berompi kuning, Gonzales diduetkan dengan Airlangga. Sementara di tim yang berdasarkan pengamatan “GM” diproyeksikan tampil sebagai starter, pelatih Jaya Hartono memasang duet Hilton Moreira dan Budi Sudarsono.
Soal kemungkinan ini, salah seorang pelatih Persib, Yusuf Bachtiar tidak membantahnya. “Sebagai pelatih, kita tidak boleh memasukkan faktor nonteknis dalam analisisnya. Kita tidak boleh bicara soal faktor keberuntungan dan faktor lain di luar teknis. Jika seorang pemain, gagal memanfaatkan beberapa peluang, itu harus dilihat secara teknis dan kalau perlu pemain tersebut diganti. Itu biasa dan normatif,” kata Yusuf.
Hanya saja, Yusuf mengatakan, perubahan komposisi tim, termasuk di lini depan, masih mungkin berubah hingga menjelang pertandingan. “Siapa tahu, dalam perjalanannya ada pemain yang sakit perut,” katanya sambil tertawa.
Tinggalkan latihan
Sementara itu, sebelum sesi latihan pagi itu berakhir, Gonzales sudah meninggalkan lapangan menuju kamarnya di Mes Persib. Tidak diketahui secara pasti, penyebab hal itu dilakukan striker yang musim ini baru menjebol gawang Persijap ini, termasuk kemungkinan ada kaitannya dengan skenario pelatih memarkirnya saat menghadapi PSPS.
Ketika Gonzales hendak meninggalkan Mes Persib, “GM” sempat bertanya, “Loco, kamu tidak apa-apa?” Sambil meninggalkan Mes Persib, Gonzales hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyum. (B.82)**
Atep Akui Main Buruk Lawan Persija
ANDUNG, TRIBUN – Gelandang Persib Atep mengakui bahwa penampilannya melawan Persija, kemarin, merupakan penampilan terburuknya di musim ini. “Saya nggak bisa membantah mengenai masalah tersebut. Saya merasakan sendiri performa saya menurun dibanding laga sebelumnya,” ujar Atep, Minggu (10/1).
Celakanya, setelah main buruk lawan Persija, di laga berikutnya saat menjamu PSPS Pekanbaru, gelandang yang dijuluki si anak hilang ini terpaksa harus absen karena hukuman akumulasi kartu kuning.
“Sayang sekali saya nggak bisa main lawan PSPS. Tapi saya optimistis Persib bisa tampil lebih baik lagi dibanding pertandingan sebelumnya. Kehadiran Suchao dan Hariono, saya kira, bisa memberi warna lebih pada pertandingan melawan PSPS,” kata Atep. (san/tor)
Target Juara Direvisi!
AHMAD YANI,(GM)-
Menyusul hasil mengecewakan dalam 11 laga yang sudah dimainkan, Persib Bandung mulai merevisi targetnya di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini. Kendati demikian, Persib belum menyatakan menyerah, karena target juara yang dicanangkan pada awal musim, masih akan terus diupayakan.
Adanya revisi target itu dikarenakan peluang Persib dinilai sangat berat setelah mengalami lima kekalahan dalam 11 laga awal. Beratnya peluang Persib itu diakui pelatih Jaya Hartono dan manajer tim, H. Umuh Muchtar.
“Situasi yang dihadapi Persib seperti musim lalu. Kalaupun saat ini peluang kita berat, itu dikarenakan persoalan jadwal. Ketika kita butuh poin untuk mengejar ketertinggalan, kita harus menjalani jadwal padat,” kata Jaya, usai pertemuan dengan pemainnya di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (28/12).
Sementara itu, Umuh mengatakan, catatan 4 kali menang, 2 seri, dan 5 kali kalah dalam 11 pertandingan Persib tergolong sangat mengecewakan. Menurutnya, hasil yang sudah ditorehkan itu membuat peluang Persib untuk menjadi juara sangat berat.
“Konsorsium pun sangat tidak puas dengan hasil sekarang. Dengan hasil sekarang, peluang kita sangat berat. Keinginan kita untuk menjadi juara memang tetap ada dan hal itu akan tetap diperjuangkan. Tapi untuk tahun ini yang penting posisi Persib tidak anjlok, apalagi sampai degradasi,” papar Umuh.
Kehilangan pemodal
Dikatakan Umuh, kegagalan Persib meraih hasil memuaskan dalam 11 laga pertama ini memang telah memunculkan tekanan dari konsorsium yang merasa kecewa. Karena itu, sebagai manajer tim, ia harus segera melakukan perbaikan pada akhir putaran pertama ini.
“Hasil yang diraih sekarang memang membuat kita tidak nyaman. Karena itu, kita harus segera melakukan perbaikan. Sebab kalau prestasi Persib terus anjlok, dampaknya akan sangat luas. Pemilik modal, konsorsium yang selama ini kita perjuangkan, bisa meninggalkan Persib. Itu yang paling saya khawatirkan,” kata Umuh.
Karena itu, kata Umuh, sasaran perbaikan dan perubahan yang akan dilakukan pada putaran kedua nanti adalah mempertahankan posisi Persib di papan atas. “Tidak juara pun tidak masalah, asal tetap di papan atas pada musim ini. Pada musim depan, kita dan konsorsium sudah memikirkannya (target juara, red),” katanya. (B.82)**
sumber : klik-galamedia.com