Persib Tetap Harus Dievaluasi

BLK. FACTORY,(GM)-
Meski mulai menanjak ke papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, Persib Bandung diminta tetap melakukan evaluasi pada jeda Putaran I mendatang. Evaluasi wajib dilakukan agar Persib dapat menghadapi Putaran II dengan lebih baik.

“Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, evaluasi tetap wajib dilaksanakan. Itu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang di Putaran I. Sehingga Persib bisa menghadapi Putaran II dengan hasil yang lebih memuaskan,” ujar mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono kepada “GM”, Minggu (17/1).

Ditegaskannya, evaluasi bukan berarti mengganti. Evaluasi digelar untuk melihat potensi yang dimiliki Persib selama berlaga di LSI musim ini. Melalui evaluasi akan diketahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan Persib bisa memenangkan pertandingan selama ini. Demikian pula sebaliknya. Hal apa saja yang menyebabkan Persib kalah saat menghadapi tim yang dianggap lemah.

“Sejumlah potensi positif yang dimiliki Persib selama ini harus terus dipertahankan. Sedangkan kekurangannya harus segera dipecahkan dan dicarikan alternatifnya. Sehingga jika menghadapi permasalahan serupa di Putaran II nanti, sudah diketahui cara mengatasinya,” tuturnya.

Sukowiyono mengatakan, evaluasi tidak hanya pada tataran teknis. Hal-hal nonteknis yang sering muncul di tubuh Persib juga harus dievaluasi. Sehingga evaluasi benar-benar menyentuh seluruh aspek.

“Karena ada hal nonteknis yang sering membuat sebuah tim menjadi lemah. Contohnya kenapa saat menghadapi tim yang dianggap satu level di bawahnya, Persib bahkan harus menelan kekalahan. Itu juga harus dievaluasi,” katanya.

Sementara itu, manajemen Persib Bandung dipastikan tetap akan melakukan evaluasi. Evaluasi tetap akan digelar pada jeda jelang Putaran II LSI 2009-2010 dimulai.

“Saya memang memastikan evaluasi akan digelar di Putaran II nanti,” ujar Diretur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar, Minggu (17/1).

Namun Umuh meminta kepada seluruh bobotoh untuk tetap mendukung langkah yang akan diambil manajemen. “Untuk saat ini saya minta seluruh elemen, termasuk bobotoh, memberi dukungan bagi tim untuk meraih hasil positif di setiap laga. Yang terpenting dan harus terus dijaga adalah kondusivitas tim,” katanya. (B.98)**

Suchao Diplot Jadi Striker

Menjamu Persitara di Stadion Si Jalak Harupat Sore ini
AHMAD YANI,(GM)-
Gelandang tim nasional Thailand, Suchao Nuchnum kemungkinan besar bakal ditempatkan sebagai striker, saat Persib Bandung menjamu Persitara Jakarta Utara, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang,Kab. Bandung, Selasa (24/11) pukul 15.30 WIB. Pencetak gol pembuka Persib ke gawang Pelita Jaya Karawang ini bakal menjadi tandem Budi Sudarsono, satu-satunya striker Persib yang bisa dimainkan.

Persib dipastikan menghadapi krisis striker saat menjamu Persitara, lantaran Cristian Gonzales dan Hilton Moreira yang harus menjalani skorsing Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sedangkan Airlangga kondisinya diragukan karena cedera hamstringnya kambuh lagi pada sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (23/11).

Pelatih Persib, Jaya Hartono memang menolak menjawab pertanyaan soal kemungkinan ditempatkannya Suchao sebagai striker. Namun dalam game internal yang dilakukan, Suchao yang pada awalnya diplot di gelandang serang, langsung didorong ke depan, sesaat setelah Airlangga mengalami cedera.

“Masalah strategi itu (Suchao jadi striker, red) tidak usah dibicarakan. Lagi pula saya masih akan memantau perkembangan cedera Airlangga hingga menjelang pertandingan,” kata Jaya, usai sesi latihan pagi itu.

Selain tiga striker, Jaya juga kehilangan kapten tim Eka Ramdani. Seperti halnya Gonzales dan Hilton, gelandang tim nasional Indonesia ini pun harus menjalani skorsing Komdis PSSI. Namun dalam pertandingan kali ini Jaya bisa menurunkan Hariono dan Gilang Angga Kusumah, yang sudah menjalani hukuman skorsingnya saat lawan Pelita Jaya.

Formasi 3-5-2

Gara-gara krisis striker itu, Jaya terpaksa harus mengubah pakem permainannya musim ini dari 3-4-3 ke 3-5-2. Berdasarkan pengamatan “GM”, para pemain yang bakal mengisi posisi di starting list adalah Sintaveechai “Kosin” Hathairattanakool (kiper), Maman Abdurahman, Nova Arianto, Cristian Rene (belakang), Gilang Angga, Irwan Wijasmara (bek sayap kanan-kiri), Hariono, Cucu Hidayat, Atep (gelandang) serta duet striker dadakan Budi Sudarsono dan Suchao.

“Meski tiga pemain utama kita absen, saya percaya dengan kemampuan pemain yang ada. Saya bisa maksimalkan mereka dan ini merupakan kesempatan bagi pemain yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan,” kata Jaya.

Bermain keras

Dari kubu Persitara, mereka bertekad mencuri poin di laga kali ini. Pasalnya dalam lima laga sebelumnya, Persitara selalu mengalami kekalahan. “Kita memang sedang rapuh. Anak-anak juga cukup tertekan dengan kekalahan yang selalu kami telan. Tetapi kami akan berjuang mencuri poin di sini,” ujar asisten pelatih Persitara Jakarta Utara, Dodi Sahetapy, usai latihan sore di lapangan luar Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Senin (23/11).

Untuk mencuri poin, Dodi pun bertekad akan membuat Persib frustrasi. Anak asuhnya telah diperintahkan bermain keras dan tidak memberi peluang permainan Persib berkembang. “Kami tidak ingin kemasukan lebih dulu. Dan pengalaman kita, Persib mudah frustrasi jika susah mencetak gol,” tuturnya.

Pada laga kali ini, kecuali Ernest Brunhoso yang masih dirundung cedera, pemain lainnya siap berlaga. Sebagai pengganti Ernest, Dodi akan memainkan Sutikno. “Kualitasnya tidak jauh berbeda. Jadi tidak ada masalah,” katanya. (B.82/B.98)**

Taklukkan Pelita Jaya, Persib Raih Kemenangan Pertama

Bandung – Dengan dukungan penuh bobotoh, persib akhirnya meraih kemenangan atas Pelita Jaya dengan skor 2-1. Persib ketinggalan lebih dulu melalui gol Fonseca, namun berhasil membalas melalui pemain anyar Suchau dan tendangan bebas dari Hilton Moriera di babak kedua. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Persib Bandung setelah kalah di dua laga awal Liga Super tahun ini. (redaksi)

Pilih Akhiri Karier di Persib

persib_latihan_maman2.jpgDI dalam dunia sepak bola, jika pemain mengakhiri karier profesionalnya di tim yang telah membesarkannya, itu hal yang lumrah. Tengok saja Paolo Maldini, yang menghabiskan 24 tahun karier sepak bolanya bersama AC Milan. Dia memilih gantung sepatu bersama klub asal kota mode tersebut.

Tapi hal itu tidak berlaku bagi seorang Maman Abdurahman. Pria kelahiran Jakarta, 12 Mei 1982, ini berniat untuk mengakhiri karier sepak bolanya bersama persib. Meskipun rencana gantung sepatu masih jauh, ia berharap bisa menutup kiprah sepak bolanya bersama tim Maung Bandung.

Defender setinggi 174 cm ini rupanya sudah telanjur mencintai Persib ketimbang tim-tim yang telah membesarkannya, seperti Persijatim, yang kini bermertamorfosis menjadi Sriwijaya FC, atau PSIS Semarang, yang pernah dibawanya menjadi runner up Liga Indonesia tahun 2006.

“Bagi saya Persib sudah seperti keluarga. Saya senang dengan suasana kekeluargaan antara bobotoh, manajemen, dan pemain sehingga membuat betah bermain bersama Persib,” kata pemain bernomor punggung 5 ini.

Suasana seperti ini memang pernah dirasakannya ketika membela PSIS. Namun di Persib suasana kekeluargaannya lebih hangat. “Seperti ada sesuatu di dalam hati saya untuk tidak pergi dari Persib. Saat berniat untuk pergi saja, seperti ada sesuatu yang hilang. Mungkin perasaan itulah yang membuat saya bertahan di sini,” katanya.

Pemain yang akrab disapa Bang M ini belajar sepak bola di tim amatir PS PAM Jaya Jakarta pada tahun 1996-1998. Karier sepak bola profesionalnya sendiri dirintis bersama Persijatim junior pada 1998 dan setahun kemudian bergabung ke tim senior.
Karena bermain sejak junior di Persijatim, ia sempat menjadi ikon tim asal Jakarta Timur itu. Sayang tim tersebut di jual ke Pemprov Sumatra Selatan dan berubah nama menjadi Sriwijaya Football Club (SFC).

Talenta pemain kesayangan mantan pelatih timnas PSSI, Peter Withe, ini masih tetap diminati pemilik baru Persijatim di bawah bendera SFC. Namun, Maman lebih memilih mencari suasana di klub baru. Ia pun memutuskan bergabung dengan PSIS Semarang sejak musim 2005 dan mengabaikan tawaran Laskar Wong Kito.
Pilihannya bergabung dengan Mahesa Jenar memang tepat. Sebab kariernya terus melambung dan membuat ia menjadi salah satu pemain langganan timnas. Ia bahkan meraih prestasi tertinggi menjadi pemain terbaik Liga Indonesia musim 2006.

Setelah memastikan akan hengkang dari PSIS Semarang karena klub tersebut dilanda krisis finansial, ia menjadi salah satu pemain yang paling diburu. Beberapa klub papan atas di tanah air berebut mendapatkan tanda tangannya. Maklum, ia adalah kapten timnas.

Meski diburu beberapa tim papan atas Liga Indonesia, ia lebih memilih Persib Bandung. Padahal penawaran yang diajukan tim lain tidak sebesar yang disodorkan Maung Bandung. “Saya sudah telanjur mencintai Persib dan bobotoh. Makanya saya ingin terus bermain bersama persib. Mudah-mudahan saya bisa mengakhiri karier sepak bola bersama Persib. Amin,” ujar Maman. (tor)

sumber : tribunjabar.co.id

Kosin Siap Kembali Berseragam Persib

BANDUNG, TRIBUN-Kosin Hatairatanakool ternyata masih memendam keinginan untuk kembali membela Persib Bandung. Keinginan untuk berseragam Persib dilontarkan Kosin dalam beberapa kesempatan termasuk ketika membela timnas Thailand di pertandingan AFF di Jakarta awal Desember lalu.

Keinginan Kosin kembali berseragam Persib ditegaskan Hasan Saputra, pemilik klub Saint Prima yang mendatangkan Kosin ke Persib pada Liga Indonesia 2006.
“Kalau Persib memang berminat, Kosin mengaku siap kembali ke Persib pada musim kompetisi 2009. Dan saya siap mendatangkan dia untuk Persib,” tutur Hasan kepada Tribun, Sabtu (27/12).
Menurut Hasan, Kosin tetap memprioritaskan Persib sebagai tim yang akan dibelanya di Indonesia. “Namun kalau Persib memang tidak berminat Kosin, Kosin siap membela tim lain di Indonesia,” urai Hasan tentang Kosin yang sekarang membela klub Chonburi, Thailand.
Hasan juga memberi garansi pihaknya tidak hanya siap mendatangkan Kosin ke Persib. Hasan mengatakan, kalau klub-klub di Indonesia siap menampung, pihaknya siap mendatangkan beberapa pemain timnas Thailand yang tengah berjuang di ajang kejuaraan AFF.
“Beberapa pemain timnas Thailand, termasuk Terateep Winothai dan kapten timnas Thailand Nataporn Phanrit menyatakan kesiapannya untuk bermain di Liga Indonesia. Namun mereka umumnya memprioritaskan Persib sebelum menerima tawaran klub Indonesia lainnya,” ujar Hasan yang sempat sowan ke timnas Thailand ketika pasukan asuhan Peter Reid tersebut berada di Jakarta.
“Khusus untuk Terateep memang agak rumit, pasalnya dia masih terikat kontrak dengan klub divisi dua Belgia. Tapi kalau ada klub Indonesia yang berminat, tahun depan dia bisa didatangkan,” tandas Hasan ketika ditemui di Stadion Siliwangi, Sabtu siang kemarin.
Tentang keinginan Kosin dan beberapa pemain timnas Tahiland lainnya untuk bergabung dengan Persib, disebutkan Hasan karena nama besar tim Maung Bandung ini termasuk dikenal di Thailand.
“Nama besar dan prestasi Persib menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain-pemain Thailand. Selain itu fanatisme bobotoh juga disebutkan beberapa pemain Thailand jadi nilai plus Persib di mata pemain-pemain Thailand,” papar Hasan yang memang sukses mendatangkan beberapa pemain Thailand ke Liga Indonesia.(daf)