BANDUNG, TRIBUN – Jaya Hartono mengaku bangga telah melatih Persib. Dia juga sempat melontarkan permohonan maafnya pada manajeman dan bobotoh pada kesempatan jumpa pers di Mes Persib, Jumat (16/4).
“Saya bangga telah melatih tim sehebat dan sefenomenal Persib. Saya minta maaf kalau selama ini belum memberikan prestasi terbaik untuk Persib. Tapi saya mendoakan selepas kepergian saya, Persib bisa lebih baik lagi,” ujar Jaya.
Keputusan Jaya Hartono terbilang mendadak dan cukup mengagetkan. Jaya yang masih memimpin sesi latihan pagi pada Kamis, sekitar pukul 13.00 menyatakan diri mundur dari kursi kepelatihan Persib kepada manajemen.
“Secara lisan Jaya sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai pelatih Persib. Kabar tersebut kami terima sekitar pukul 1 siang (Kamis),” jelas manajer Persib, H Umuh Muhtar, saat jumpa pers di kediamannya di Gang Desa Kiaracondong, Kamis.
Jaya mundur hanya beberapa jam sebelum skuad Persib bertolak ke Karawang, Kamis (15/4), untuk melakoni babak penyisihan Grup C Piala Indonesia melawan Persita. Saat akan berangkat ke Karawang sekitar pukul 16.00, Jaya memanggil perwakilan dari ofisial tim, asisten pelatih, dan perwakilan pemain yang diwakili oleh Nova Arianto sebagai kapten tim.
Jaya memulai kebersamaannya dengan Persib pada 18 Maret 2008 setelah manajemen Persib terpincut gaya kepelatihannya yang berhasil meloloskan Deltras Sidoarjo ke babak 8 besar Divisi Utama (Liga Indonesia sekarang). Jaya kemudian memperpanjang kontrak dengan Persib pada awal September 2009 saat memasuki LSI 2009/2010.
Musim pertama bersama Persib, Jaya berhasil mengangkat Persib ke urutan ketiga Liga Indonesia yang merupakan pencapaian terbaik pascajuara tahun 1995. Namun di musim keduanya bersama Persib, pelatih kelahiran Medan 20 Oktober 1963 ini, gagal merealisasikan target juara yang diusung oleh PT PBB.
Bahkan kompetisi belum tuntas, Persib harus mengubur impiannya di partai ke-27, karena sudah tertinggal sangat jauh dari pimpinan klasemen, Arema Indonesia. Persib terpaku di urutan keempat dan cukup berat untuk merangsek menjadi runner-up. (Oktora Veriawan)
sumber : tribunjabar.co.id