Persib Bandung Kalahkan Persitara 2-0

SOREANG, (GM).- Persib Bandung akhirnya berhasil memenuhi ambisinya untuk menaklukkan Persitara Jakarta Utara dengan skor 2 – 0 dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (24/11) sore.

Kedua gol Persib dicetak pada menit ke-18 oleh Cucu Hidayat dan menit ke-52 melalui tendangan kaki Atep hasil umpan tarik Budi Sudarsono dari sayap kanan pertahanan Persitara. (B.82).

Bobotoh Kecewa Panpel

SOREANG,(GM)-
Kecewa dengan kinerja Panitia Pelaksana (Panpel) Persib, bobotoh protes. Wujud kekecewaan tersebut salah satunya dilakukan dengan membentangkan spaduk raksasa berwarna putih, saat Persib Bandung menjamu Persitara Jakarta Utara, di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (24/11). Spanduk tersebut bertuliskan, “Harga Tiket Naik, Kinerja Panpel Semakin Buruk”.

Masih belum sempurnanya kinerja seperti yang dilontarkan bobotoh diakui panpel, meski pada dua laga kandang dinilai cukup sukses. Panpel melihat ada sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki. Salah satunya tingginya tingkat kebocoran tiket.

“Secara umum, dua pertandingan kandang kita cukup sukses. Namun kita tetap melihat masih banyak hal yang harus dibenahi dan diperbaiki. Salah satunya yang paling menjadi perhatian adalah pengamanan, terutama di pintu-pintu masuk,” kata Ketua Panpel Persib, Risha Adi Widjaya, usai pertandingan Persib kontra Persitara di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (24/11).

Menurut Risha, pengamanan di pintu-pintu masuk stadion masih harus ditingkatkan lantaran ia melihat masih ada kebocoran di hampir setiap sektor. Yang paling dikhawatirkannya adalah kebocoran tiket di tribun selatan.

“Karena kondisi tribun yang kurang sempurna, sesuai rekomendasi, kita hanya mencetak 3.000 tiket (kapasitas 8.000 penonton, red). Tapi lihat dalam pertandingan ini, tribun selatan sangat penuh, lebih padat ketimbang tribun utara. Ini bisa membahayakan,” katanya.

Berdasarkan pengamatan “GM”, pada awal pertandingan, tribun selatan memang masih terlihat lowong. Namun setelah turun minum, entah datang dari mana, tribun selatan menjadi sangat padat. Pemandangan serupa juga terjadi pada pertandingan kandang pertama saat Persib menjamu Pelita Jaya Karawang, 21 November lalu.

Ketika ditanya mengenai pendapatan kotor dari tiket, Risha menolak merincinya. Namun “GM” sempat mendapatkan informasi kalau pendapatan dari tiket, khususnya pada laga melawan Pelita Jaya mampu menembus angka Rp 500 juta. Jika benar, jumlah itu merupakan rekor pendapatan kotor yang didapatkan dari laga kandang Persib, karena rekor pemasukan terbesar musim lalu berada di angka Rp 440 juta.

“Kalau soal pemasukan, saya kira belum bisa dirinci. Tapi untuk pertandingan melawan Pellita Jaya, tiket yang terjual mencapai 95%,” ujarnya.

Dikatakan Risha, rapat evaluasi kinerja Panpel Persib dalam dua laga kandang pertama ini akan dilakukan pada 30 November mendatang. (B.82/B.111)**
sumber : galamedia

Suchao Diplot Jadi Striker

Menjamu Persitara di Stadion Si Jalak Harupat Sore ini
AHMAD YANI,(GM)-
Gelandang tim nasional Thailand, Suchao Nuchnum kemungkinan besar bakal ditempatkan sebagai striker, saat Persib Bandung menjamu Persitara Jakarta Utara, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang,Kab. Bandung, Selasa (24/11) pukul 15.30 WIB. Pencetak gol pembuka Persib ke gawang Pelita Jaya Karawang ini bakal menjadi tandem Budi Sudarsono, satu-satunya striker Persib yang bisa dimainkan.

Persib dipastikan menghadapi krisis striker saat menjamu Persitara, lantaran Cristian Gonzales dan Hilton Moreira yang harus menjalani skorsing Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sedangkan Airlangga kondisinya diragukan karena cedera hamstringnya kambuh lagi pada sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (23/11).

Pelatih Persib, Jaya Hartono memang menolak menjawab pertanyaan soal kemungkinan ditempatkannya Suchao sebagai striker. Namun dalam game internal yang dilakukan, Suchao yang pada awalnya diplot di gelandang serang, langsung didorong ke depan, sesaat setelah Airlangga mengalami cedera.

“Masalah strategi itu (Suchao jadi striker, red) tidak usah dibicarakan. Lagi pula saya masih akan memantau perkembangan cedera Airlangga hingga menjelang pertandingan,” kata Jaya, usai sesi latihan pagi itu.

Selain tiga striker, Jaya juga kehilangan kapten tim Eka Ramdani. Seperti halnya Gonzales dan Hilton, gelandang tim nasional Indonesia ini pun harus menjalani skorsing Komdis PSSI. Namun dalam pertandingan kali ini Jaya bisa menurunkan Hariono dan Gilang Angga Kusumah, yang sudah menjalani hukuman skorsingnya saat lawan Pelita Jaya.

Formasi 3-5-2

Gara-gara krisis striker itu, Jaya terpaksa harus mengubah pakem permainannya musim ini dari 3-4-3 ke 3-5-2. Berdasarkan pengamatan “GM”, para pemain yang bakal mengisi posisi di starting list adalah Sintaveechai “Kosin” Hathairattanakool (kiper), Maman Abdurahman, Nova Arianto, Cristian Rene (belakang), Gilang Angga, Irwan Wijasmara (bek sayap kanan-kiri), Hariono, Cucu Hidayat, Atep (gelandang) serta duet striker dadakan Budi Sudarsono dan Suchao.

“Meski tiga pemain utama kita absen, saya percaya dengan kemampuan pemain yang ada. Saya bisa maksimalkan mereka dan ini merupakan kesempatan bagi pemain yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan,” kata Jaya.

Bermain keras

Dari kubu Persitara, mereka bertekad mencuri poin di laga kali ini. Pasalnya dalam lima laga sebelumnya, Persitara selalu mengalami kekalahan. “Kita memang sedang rapuh. Anak-anak juga cukup tertekan dengan kekalahan yang selalu kami telan. Tetapi kami akan berjuang mencuri poin di sini,” ujar asisten pelatih Persitara Jakarta Utara, Dodi Sahetapy, usai latihan sore di lapangan luar Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Senin (23/11).

Untuk mencuri poin, Dodi pun bertekad akan membuat Persib frustrasi. Anak asuhnya telah diperintahkan bermain keras dan tidak memberi peluang permainan Persib berkembang. “Kami tidak ingin kemasukan lebih dulu. Dan pengalaman kita, Persib mudah frustrasi jika susah mencetak gol,” tuturnya.

Pada laga kali ini, kecuali Ernest Brunhoso yang masih dirundung cedera, pemain lainnya siap berlaga. Sebagai pengganti Ernest, Dodi akan memainkan Sutikno. “Kualitasnya tidak jauh berbeda. Jadi tidak ada masalah,” katanya. (B.82/B.98)**

Suchao Nuchnum : “Akan Saya Coba”

MEMULAI debutnya di Persib secara mengesankan, Suchao Nuchnum dipastikan bakal kembali menyita perhatian publik sepak bola Bandung, saat Persib menjamu Persitara Jakarta Utara di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (24/11). Pasalnya dalam pertandingan ini, ada kemungkinan peran yang akan dilakoninya bukan lagi sebagai gelandang, melainkan striker.

Peran itu terpaksa dilakoni pemain kelahiran Kanchanaburi, 17 Mei 1983 itu, lantaran Persib bakal kehilangan tiga strikernya, Cristian Gonzales, Hilton Moreira, dan Airlangga dalam pertandingan ini. Naluri menyerang yang dinilai cukup baik, menjadi pertimbangan pelatih Jaya Hartono untuk mendorong Suchao ke depan.

Mampukah Suchao memerankan tugas anyarnya dengan baik? “Ini memang posisi baru buat saya. Tapi akan saya coba,” jawab Suchao, seperti diterjemahkan rekannya, Sintaveechai “Kosin” Hathairattanakool.

Sepanjang kariernya di sepak bola, posisi ideal Suchao adalah gelandang serang. Namun baik di klub lamanya, TOT maupun tim nasional, ia juga pernah bermain di sektor sayap, kanan maupun kiri.

“Tapi ketika bermain untuk klub saya (TOT, red), saya pernah main di depan. Tapi bukan striker murni, melainkan second striker,” tambahnya.

Pengalaman bagus. Jika bisa memerankan tugas dadakannya ini, apalagi sampai mencetak gol lagi, Suchao dipastikan bakal menjadi idola baru publik sepak bola Bandung. (endan suhendra/”GM”)**
sumber : galamedia

Persib Tumbangkan Pelitajaya 2-1

SOREANG, (PRLM).-Persib Bandung berhasil menumbangkan perlawanan Pelitajaya dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu malam. Kemenangan itu dipetik tim Maung Bandung setelah para pemain Persib berjuang keras melancarkan tekanan-tekanan ke daerah Pelitajaya.

Gol pertama Persib tercipta pada menit ke-65 melalui tendangan Suchao Nutnum, pemain asal Thailand. 12 menit kemudian, Persib kembali menyarangkan gol ke gawang Pelitajaya yang dijaga Dian Agus. Gol itu tercipta melalui tendangan Hilton Moreira yang menjadi eksekutor setelah para pemain Pelitajaya melakukan pelanggaran terhadap Cristian Gonzales pada menit ke-77.

Sementara satu-satunya gol yang diciptakan Pelitajaya disarangkan Odison Fonseca pada menit ke-59. Pemain dengan nomor punggung 9 itu mendapat umpan lambung di daerah kotak penalti dan berhasil menjebol gawang Persib yang dijaga Kosin, asal Thailand.

Kedudukan 2-1 untuk Persib tidak berubah lagi sampai Wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit tanda pertandingan berakhir. (A-50)***
sumber : Pikiran Rakyat