Archive | November, 2009
Kebangkitan Persib Bandung kembali terhenti pada laga tandang menghadapi Persipura Jayapura. “Maung Bandung” dipastikan gagal memenuhi target meraih empat angka pada dua laga tandangnya menghadapi tim Papua (Persipura dan Persiwa), setelah takluk 0-1 (0-0) di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu (29/11).
Wartawan Pikiran Rakyat Arif Budi Kristanto dan M. Gelora Sapta dari Makassar melaporkan, kiper Persipura Jendry Pitoy menjadi batu sandungan Persib pada laga penuh gengsi itu. Mantan kiper utama Timnas Indonesia tersebut setidaknya berhasil menggagalkan enam peluang emas Persib dari tendangan jarak jauh. Sementara Persipura bisa memaksimalkan peluang melalui striker andalannya, Alberto Goncalves (Beto), dua menit seusai turun minum.
Dengan hasil itu, Persib tak beranjak dari peringkat kelima belas dengan nilai enam. Sementara Persipura mencatatkan rekor baru setelah menjadi klub Liga Indonesia pertama yang tak terkalahkan dalam delapan belas pertandingan. Laskar “Mutiara Hitam” itu belum kalah dalam enam pertandingannya musim ini. Mereka mencatatkan nilai 10 dari hasil 2 kali menang dan 4 kali seri.
Mengenai kekalahan ketiganya musim ini, kubu Persib kembali menyalahkan kepemimpinan wasit. Wasit Setiyono dinilai merugikan kubu “Maung Bandung” karena tidak tegas, dengan membiarkan pelanggaran-pelanggaran pemain Persipura. Bahkan, kubu Persib merasa layak mendapatkan tendangan penalti saat Jack Komboy melanggar Hilton Moreira pada pertengahan babak kedua. Pemain Persipura itu hanya mendapat kartu kuning.
Hal tersebut membuat Manajer Persib Umuh Muchtar terlihat emosional seusai pertandingan. Ia sempat mendatangi inspektur pertandingan dan memarahi wasit asal Jatim itu saat keluar lapangan.
“Kami dirampok wasit. Kenapa Setiyono lagi yang memimpin pertandingan Persib? Dia jelas-jelas penyebab terjadinya kasus saat kami kalah dari Persitara musim lalu. Sekarang, ia membiarkan pemain Persipura mengasari pemain kami. Saya sudah menelefon Nugraha Besoes (Sekjen PSSI) dan ia mempersilakan kami untuk melayangkan protes resmi,” tutur Umuh.
Umuh menambahkan, dirinya tidak mengeluh ketika Persib kalah dari PSM dan Persiba. Saat itu, Persib memang kalah dan wasit sudah menjalankan tugasnya dengan baik. “Saya benar-benar kecewa dan akan melayangkan protes resmi,” ujar Umuh.
Umuh mengaku puas dengan penampilan anak-anak “Maung Bandung”. Namun, ia mengakui kekalahan itu membuat Persib gagal meraih target empat angka dan harus bekerja keras pada pertandingan di Wamena.
Pelatih Persib Jaya Hartono juga menyatakan ketidakpuasannya atas kepemimpinan wasit. Hal tersebut, menurut Jaya, merusak jalannya permainan yang berjalan menarik, terutama pada babak kedua.
“Wasit tidak melindungi pemain. Sering terjadi pemukulan dari belakang, apalagi yang dilakukan Jack Komboy. (Cristian) Gonzales juga menuturkan, wasit sempat berbicara kepadanya bahwa Persib tidak mungkin menang dari Persipura,” kata Jaya.
Walaupun begitu, Jaya mengakui gol Persipura sangat bagus. Menurut dia, Beto datang dari belakang sehingga tidak sempat diantisipasi para pemain belakang Persib, yang sebenarnya bermain bagus pada babak pertama.
Dari kubu Persipura, pelatih Jacksen F. Tiago mengakui, penampilan anak asuhannya tidak sebagus musim lalu. Namun, pasukannya bukan tim super sehingga tetap harus beradaptasi dengan keluarnya pemain dan kemudian masuknya pemain baru. Apalagi, saat ini mereka harus melakoni laga kandang di luar Jayapura.
“Saya bersyukur bisa mengalahkan Persib karena datang dengan kekuatan terbaik. Laga ini benar-benar menggambarkan pertandingan tim besar. Persib bermain bagus malam ini,” tutur Jacksen.
Imbang
Secara keseluruhan, pertandingan kedua tim berlangsung imbang. Pada babak pertama, tempo permainan berjalan lamban dan sedikit monoton. Kedua tim tampil sangat hati-hati sehingga bola banyak berkutat di lini tengah permainan.
Tempo permainan mulai meningkat pada babak kedua, terutama setelah Persipura mencetak gol. Persib bahkan lebih mendominasi walaupun tak mampu memaksimalkan peluang yang tercipta.
Tuan rumah menggebrak lebih dulu melalui tendangan Eduard Ivakdalam pada menit ketiga yang masih bisa ditangkap kiper Persib, Sinthaweechai “Kosin” Hathairattanakool. Peluang terbaik Persipura diperoleh pada menit ke-23 ketika Beto lepas dari kawalan pemain bertahan Persib. Beruntung, Kosin dengan sigap mampu mengeblok tendangan keras kaki kanannya.
Sementara Persib baru membahayakan gawang lawan menit ke-17. Umpan terobosan Atep gagal diantisipasi Bio Paulin dan mengarah kepada Hilton Moriera. Pemain asal Brasil itu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang masih bisa ditangkap Jendry.
Persib kembali mendapat peluang ketika Atep mengejutkan Jendry yang dengan susah payah menepis tendangan jarak jauhnya menit ke-25. Kiper Persipura itu kembali berjibaku menit ke-37, untuk menepis tendangan jarak jauh Suchao Nutnum.
Seusai turun minum, tuan rumah langsung menekan. Mereka bisa memanfaatkan ketidaksiapan pemain belakang Persib menit ke-47. Ian Kabes mengirimkan umpan dengan belakang tumit kepada Beto yang kemudian melepaskan diri dari kawalan Hariono dan Christian Rene di sayap kanan serta melepaskan tembakan kaki kanan ke tiang jauh dan tak mampu dihadang Kosin.
Gol tersebut langsung melecut semangat para pemain Persib. Jaya mengganti Christian Gonzales oleh Budi Sudarsono dan memasukkan Cucu Hidayat dengan menarik Hariono. Hasilnya, serangan Persib lebih hidup. Hilton mengawali peluang Persib, tetapi bola hasil tendangan memutarnya masih bisa ditangkap Jendry.
Persib mendapat peluang terbaik menit ke-73. Umpan Gilang Angga disambut tendangan keras Atep, tetapi masih bisa ditepis Jendry dan membentur tiang kanan gawang.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
MAKASSAR, TRIBUN – Persipura Jayapura berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam 18 pertandingan secara berturut-turut. Menjamu Persib Bandung di Makassar, Edward Ivakdalam dkk menundukkan Persib Bandung 1-0.
Persib memberi perlawanan yang ketat sejak awal pertandingan. Bahkan, beberapa kali Persib nyaris membobol gawang Persipura. Namun, kiper Jendry Pitoy bermain cemerlang. Dia beberapa kali menggagalkan teror dari para pemain Persib.
Memasuki babak kedua, Persipura bermain lebih agresif. Ini tampaknya terlambat diantisipasi Persib. Bahkan, terkadang Persib terkesan lemah dalam menghalau serangan Persipura.
Pada menit ke-52, Persib menerima akibatnya. Sebuah serangan balik Persipura gagal dihentikan. Ian Kabes dari sektor kiri pertahanan Persib, berhasil memberi umpan ke belakang kepada Beto. Pemain Brasil itu kemudian membawa bola ke depan, kemudian melepaskan tendangan yang membobol gawang Persib, 1-0.
Tertinggal, Persib mencoba mengejar dengan serangan-serangan cepat. Mereka juga sering memperagakan tendangan-tendangan jarak jauh. Namun, lagi-lagi Jendry Pitoy bermain cemerlang. Dia beberapa kali menggagalkan tendangan Persib, meski sangat keras.
Pitoy patut diacungi jempol dan menjadi bintang lapangan. Di babak kedua, dia melakukan sedikitnya tujuh penyelamatan gemilang yang ikut memastikan kemenangan Persipura 1-0. (Kompas.com/HPR)
sumber : kompas.com
Gelandang asal Thailand, Suchao Nuchnum, yang tampil cukup menawan dalam dua laga awalnya bersama Persib Bandung, diragukan bisa tampil saat menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu (29/11). Gelandang tim nasional Negeri Gajah Putih itu masih cedera engkel.
“Semua pemain yang berangkat ke Makassar kondisinya cukup baik. Kalaupun ada yang sedikit meragukan, yaitu Suchao, yang masih memiliki masalah di engkelnya,” kata pelatih Persib, Jaya Hartono di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, menjelang keberangkatan ke Makassar, Jumat (27/11) pagi.
Rombongan Persib yang akan melakoni dua laga tandang melawan Persipura di Makassar dan Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan Wamena (Rabu, 2/12), meninggalkan Mes Persib sekitar pukul 10.00 WIB menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sebelum melanjutkan penerbangan ke Makassar. Persib berkekuatan 19 pemain, karena Airlangga, Chandra Yusuf Ahmad, dan penjaga gawang Dedi Haryanto ditinggal di Bandung.
Meski kondisinya diragukan, Suchao tetap berada dalam rombongan Persib yang terbang ke Makassar dengan menggunakan pesawat Lion Air pukul 15.40 WIB. Dikatakan Jaya, Suchao tetap dibawa ke Makassar lantaran yang bersangkutan menyatakan siap dan bisa bermain. “Kalau dipersentasikan, kondisi Suchao itu cuma 70 persen. Tapi ketika saya tanya, dia menyatakan siap tampil. Dia mengatakan, dalam waktu tersisa sebelum pertandingan, bisa mengatasi masalah cedera engkelnya,” kata Jaya.
Cedera engkel Suchao sebenarnya dialami pada laga debutnya ketika menghadapi Pelita Jaya Karawang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 November lalu. Meski diragukan, Suchao tetap bisa tampil dalam laga berikutnya melawan Persitara Jakarta Utara, tiga hari kemudian. Kali ini, Jaya pun berharap Suchao bisa tetap bisa diturunkan.
Lakukan terapi
Dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani membenarkan, Suchao masih cedera engkel. Mengenai kemungkinan bisa atau tidaknya Suchao tampil dalam laga melawan Persipura, Rafi belum bisa memastikan.
“Perkembangannya masih terus dipantau hingga menjelang pertandingan. Saat ini Suchao terus melakukan terapi untuk memulihkan cederanya,” katanya.
Source: http://www.klik-galamedia.com
BLK. FACTORY,(GM)-
Persib Bandung dinilai memiliki peluang untuk mencuri kemenangan dari Persipura Jayapura yang akan dihadapinya di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, Minggu (29/11) pukul 19.30 Wita atau 18.30 WIB. Selain harus bermain di Makassar, lantaran kandangnya, Stadion Mandala Jayapura tengah direnovasi, Persipura juga harus kehilangan bomber utamanya, Boaz Salossa yang memperkuat tim nasional Indonesia U-23.
Adanya sedikit keuntungan dalam pertandingan tandang kali ini diakui pelatih Persib, Jaya Hartono. Namun, tambah Jaya, jika ingin mencuri angka dari Persipura, keuntungan tersebut harus tetap diiringi perjuangan keras seluruh anggota skuadnya.
“Kalau boleh disebut keuntungan, persentasenya cuma 50 persen. Artinya, 50 persen lagi harus kita perjuangkan lewat kerja keras di lapangan agar bisa mencuri poin dari Persipura,” kata Jaya ketika dihubungi “GM”, Sabtu (28/11).
Sejumlah pemain Persib pun mengakui adanya keuntungan bermain di tempat netral ini. Bakal absennya Boaz juga dinilai menambah keuntungan buat Persib. Hanya saja, para pemain Persib tidak mau terbuai keuntungan semu itu, karena di mata mereka, bermain di mana pun, Persipura tetap merupakan tim yang sulit dikalahkan.
“Bermain di tempat netral dan tanpa Boaz memang sedikit menguntungkan kita. Tapi, kita harus tetap waspada. Persipura adalah Persipura, tim tangguh yang sulit dikalahkan,” kata pemain belakang Nova Arianto yang dihubungi secara terpisah.
Untuk mencuri angka dari Persipura, Jaya dipastikan bakal menurunkan skuad terbaiknya. Kebetulan, memasuki laga kelimanya ini, para pemain Persib sudah terbebas dari hukuman skorsing bergiliran dan tidak ada satu pun pemain yang harus absen lantaran hukuman kartu. “Tinggal Suchao (Nuchnum) yang kondisinya masih terus dipantau hingga menjelang pertandingan,” ungkap Jaya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Suchao diragukan tampil lantaran masih dibekap cedera engkel. Kini, gelandang tim nasional Thailand ini tengah melakukan terapi intensif di bawah pengawasan dokter tim, dr. Rafi Ghani.
Perkuat lini tengah
Seperti ketika menghadapi Persitara Jakarta Utara di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 24 November lalu, dalam pertandingan kali ini Jaya memastikan akan kembali menerapkan formasi 3-5-2. Alasannya, dalam pertandingan tandang, ia harus memperkuat lini tengah untuk meredam permainan Persipura.
“Mungkin saya akan kembali pakai 3-5-2. Sebab, fokus kita dalam pertandingan kali ini adalah memperkuat sektor tengah,” kata Jaya.
Lima pemain tengah yang punya tugas menjaga keseimbangan di lini tengah dan kemungkinan besar bakal diturunkan Jaya adalah Gilang Angga Kusumah dan Atep di sektor sayap kanan dan kiri, Hariono dan Eka Ramdani untuk menggalang kekuatan di lini tengah, serta Suchao, jika cederanya pulih, yang akan menjadi jangkar di sektor ini.
Dari kubu Persipura, pelatih Jacksen F. Tiago membenarkan kalau Boaz tidak akan tampil saat menjamu Persib. “Cedera hamstring Boaz belum pulih, tapi harus terkena cedera lain di belakang. Sepertinya ia tidak bisa tampil pada laga kandang melawan Persib Bandung. Apalagi, Boaz harus bergabung kembali dengan timnas U-23 di ajang SEA Games,” kata Jacksen seperti dikutip Goal.com.
Kendati kekurangan amunisi, mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya ini tetap yakin pasukannya bisa bermain baik dan mengamankan poin penuh dari Persib. (B.82)**
sumber : galamedia
BLK. FACTORY,(GM)-
Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar meminta para pemain tidak gentar saat tampil menghadapi Persipura Jayapura pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 di Stadion Andi Mattalatta Matoangin Makassar, Minggu (29/11). Selain karena Persipura bakal kehilangan dukungan suporter fanatiknya, keberanian saat tampil di lapangan juga bisa menjadi kunci Persib mencuri poin dari sang juara bertahan.
“Sekali lagi saya katakan, Persipura tidak main di kandangnya sendiri. Ini kesempatan emas buat kita. Bukan hanya sekadar meraih hasil seri, menang pun peluangnya terbuka, asal kita tampil berani dan tidak mengenal rasa takut,” kata Umuh ketika dihubungi “GM”, Sabtu (28/11).
Umuh berkepentingan menyampaikan hal itu untuk memompa motivasi dan semangat tempur Eka Ramdani dan kawan-kawan. Umuh tidak ingin kesempatan menghadapi Persipura di luar kandangnya disia-siakan. Dikatakan Umuh, ini merupakan kesempatan terbaik buat Persib untuk mengakhiri rekor tak pernah menang saat dijamu Persipura.
“Dua kemenangan di kandang menjadi modal semangat dan motivasi para pemain. Saya sangat berharap kemenangan itu bisa berlanjut di Makassar,” tegas Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini.
Dalam tiga pertemuan sebelumnya yang selalu digelar di Stadion Mandala Jayapura, Persib selalu mengalami kekalahan. Pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, ketika pertama kali datang ke Jayapura, Persib dikalahkan Persipura 1-2 lewat dua gol Bako Sadissou menit ke-10 dan Eduard Ivakdalam (71). Musim berikutnya, Persib kembali kalah 1-3 lewat gol-gol Jose Luis Viera (27, 52) serta Uilian Souza Da Silva (64). Musim lalu, Persib juga kalah 0-1 melalui gol tunggal Ian Louis Kabes menit ke-75.
Di Stadion Mattoangin, Persib pernah bertemu Persipura di babak 12 Besar LI II/1995-1996. Hasilnya, Persib juga kalah 1-2 lewat gol Andy Kopouw dan Ronny Wabia.
“Dulu kita memang selalu kalah dari Persipura. Tapi sekarang saya tidak mau pesimis. Kali ini Persib harus mengupayakan kemenangan,” tegas Umuh. (B.82)**
Komentar Terakhir