Persib akan Rekrut Pemain Uruguay

BANDUNG, (PRLM).- Persib akan merekrut pemain asal Uruguay untuk melengkapi kuota pemain sesuai kebutuhan pelatih Jaya Hartono sebanyak 22 pemain. Pemain yang dimaksud bahkan dikabarkan telah berada di Bandung dan siap mengikuti sesi latihan Senin (19/10) sore bersama pemain lainnya.

Kepastian untuk mendatangkan pemain asing tersebut disampaikan Manajer Persib Umuh Muchtar. “Meski berasal dari Uruguay, pemain dimaksud sudah berkewarganegaraan Australia,” ucap Umuh kepada sejumlah wartawan yang membesuknya di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung, Minggu (18/10).

Persib saat ini masih memiliki jatah untuk merekrut satu pemain asing asal Asia-Australia. Jatah tersebut didapat setelah Umuh menyatakan dengan tegas batal merekrut pemain asal Thailand Rangsan Viwatchaichok yang awalnya akan didatangkan bersama kiper Sintaweechai “Kosin” Hathairattanakool.

Lebih lanjut Umuh mengatakan dirinya memperoleh rekomendasi dari Cristian Gonzales perihal pemain yang akan direkrutnya tersebut. Informasi dari Gonzales yang mengatakan pemain yang dimaksud membela tim nasional Australia U-21 yang lantas membuat Umuh kepincut.

Hanya saja ketika ditanya nama pemain yang dimaksud, Umuh belum bisa menjawabnya. Ia hanya tahu pemain tersebut bermain di lini tengah, lini yang saat ini dianggap belum maksimal produktivitasnya, dan belum pernah merumput di Liga Indonesia sebelumnya. (A-184/A-26).***

sumber : pikiran-rakyat

Lini Belakang Persib Masih Keteteran

MAKASSAR, (PRLM).- Membenahi lini belakang dan tengah menjadi pekerjaan rumah pelatih Jaya Hartono menjelang pertemuan Persib melawan PSM pada Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Rabu (14/10). Hal itu berdasarkan evaluasi tim pelatih Persib, pascakekalahan dari Persiba 0-2.

Jaya menilai lini tengah dan belakang masih keteteran. Para pemain yang mengisi posisi tersebut tidak bisa menekan lawan, malah cenderung mengikuti pola permainan lawan sehingga menjadi cenderung bertahan.

“Di antara lini tengah dan belakang, selalu ada ruang yang memudahkan pergerakan lawan. Para pemain hanya memperhatikan pergerakan bola, tetapi tidak memperhatikan pergerakan lawan,” tutur Jaya.

Jaya mengakui, saat berhadapan dengan Persiba, striker Hilton Moreira, Budi Sudarsono, dan Cristian Gonzales selalu ditempel ketat lawan sehingga mereka tidak leluasa bergerak. Sementara itu, teman satu tim tidak ada yang mengambil posisi untuk bersiap merebut bola. Saat striker Persiba Julio Lopez atau Robertino Pugliara mulai mendekati daerah berbahaya, pemain belakang Persib malah makin terdesak bukannya balik menekan lawan.

“Saat bermain di Liga Jatim lalu, mereka tidak begini. Saat simulasi dan latihan Selasa (13/10) ini, saya akan kembali tekankan mereka untuk memperketat lini tengah dan belakang. Jangan sampai malah mengikuti irama permainan lawan,” kata Jaya. (A-187/A-147)***
sumber : Pikiran-rakyat

Persib Diterkam “Beruang Madu”

Harus Terima Kekalahan Dari Persiba 2-0
BALIKPAPAN,(GM)-
Persib Bandung harus menerima hasil pahit pada laga pertamanya di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ketika diterkam tim berjuluk “Beruang Madu”, Persiba Balikpapan 2-0 (1-0) di Stadion Persiba, Minggu (11/10). Dua gol kemenangan Persiba dalam pertandingan ini disumbangkan dua pemain anyarnya, Johan Yoga Utama menit ke-25 dan Robertino Pugliara pada menit 58.

Wartawan “GM”, Endan Suhendra melaporkan dari Balikpapan, akibat kekalahan ini, kubu Persib dirundung kekecewaan. Selain penampilan para pemain Persib yang masih belum padu dan individualistis, diusirnya Hariono ketika baru bermain 43 menit, menjadi kunci kekalahan Persib dalam laga pertamanya ini. Kecuali aksi Julio Lopes dan Robertino Pugliara, secara tim penampilan Persiba pun sebenarnya masih banyak kekurangan.

Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis membenarkan kalau para pemainnya belum tampil secara tim. “Ya, mereka masih bermain sendiri-sendiri. Inilah yang harus diperbaiki menjelang pertandingan berikutnya,” kata Robby, usai pertandingan.

Sedangkan pelatih Jaya Hartono menganggap, kekuatan Persib yang pada awal pertandingan menurutnya masih bisa mengimbangi tuan rumah, menjadi pincang pada saat Hariono diganjar kartu merah pada menit ke-43.

“Pertandingan sebenarnya berlangsung menarik, sampai adanya kartu merah buat Hariono. Setelah Hariono keluar, lini tengah kita menjadi pincang dan (Robertino) Pugliara bisa bergerak leluasa tanpa ada pengawalan,” ujar Jaya, pada saat konferensi pers.

Dikatakan Jaya, hilangnya Hariono dimanfaatkan betul oleh Persiba. Hal itu terbukti ketika terjadi gol kedua ke gawang Cecep Supriyatna pada menit 58. “Karena tidak ada yang menjaganya lagi, Pugliara bisa menusuk ke kotak penalti dan mencetak gol,” kata Jaya.

Soal kartu merah yang diterima Hariono, Jaya mengatakan, hal itu dikarenakan anak asuhnya itu gagal mengontrol emosi.

“Betul, karakter permainan Hariono memang seperti itu. Tapi, dalam momen ini, Hariono tidak mampu mengontrol emosinya. Mestinya, itu tidak dilakukan karena bola masih ada di daerah pertahanan lawan,” katanya.

Tanpa Maman

Dalam pertandingan ini, Persib tampil tanpa Maman Abdurahman yang harus menjalani skorsing bergiliran akibat aksi sepak bola “unjuk rasa” yang dilakukan bersama rekan-rekannya saat Persib berhadapan dengan Persitara Jakarta Utara musim lalu. Posisi Maman di libero dipercayakan kepada Wildansyah. Di belakang, Wildansyah didampingi dua stoper, Nova Arianto dan Cristian Rene Martinez.

Sejak kick-off digulirkan, trio pemain belakang Persib ini langsung dipaksa bekerja keras oleh tekanan-tekanan yang dilakukan Persiba melalui motor serangannya, Julio Lopes, Pugliara, Johan Yoga Utama, Fery Ariawan, dan Dwi Joko Prihatin.

Penjaga gawang Cecep Supriyatna pun dipaksa jatuh bangun untuk mementahkan gempuran pemain Persiba, seperti eksekusi Lopes menit ke-8, tandukan dan tembakan Fery Ariawan menit 14 dan 19, serta serobotan Pugliara menit ke-17.

Namun pada menit ke-25, Cecep dan trio pemain belakang Persib akhirnya harus pasrah menerima bola yang bersarang ke gawang, hasil tendangan Johan Yoga Utama, memanfaatkan bola rebound dari tendangan penjuru yang dilakukan Pugliara. Gol tersebut langsung disambut gegap gempita sekitar 8.000 pendukung tuan rumah.

Tertinggal 0-1, Persib yang sebelumnya sempat mendapatkan peluang lewat Budi Sudarsono menit ke-12 dan 18 serta ketika tendangan Cristian Gonzales menyamping pada menit 10, mencoba membalas. Menit ke-27, tendangan Eka Ramdani tipis di atas mistar gawang Persiba yang dikawal I Made Wirawan. Lima menit berselang, tendangan bebas Hilton Moriera yang sempat diragukan tampil karena cedera, bisa ditepis Made.

Memasuki menit ke-43, Persib harus bermain dengan 10 orang, karena Hariono diganjar kartu kuning kedua oleh wasit, setelah menghantam kaki Pugliara dari samping di daerah pertahanan Persiba. Karena pada menit 35 sudah mendapatkan kartu kuning pertama, Hariono langsung diusir dari lapangan.

Meski dengan 10 pemain, memasuki babak kedua, Persib mencoba melakukan tekanan di awal permainan. Namun, karena serangan yang dilakukan secara sporadis, pemain belakang Persiba yang dikoordinasi kapten tim Mijo Dadic dengan mudah bisa mementahkannya. Bahkan, pada menit 54, gawang Cecep bobol lagi oleh tendangan Fery Ariawan. Namun gol tidak disahkan lantaran Fery dinilai sudah dalam posisi off-side.

Empat menit berselang, lubang di lini tengah Persib dimanfaatkan Lopes dan Pugliara yang melakukan kerja sama apik. Diawali aksi Lopes, Pugliara yang menusuk ke kotak penalti mendapatkan sodoran bola dari mantan pemain Persib pada Liga Indonesia (LI) X/2004 itu, untuk kemudian menaklukkan Cecep.

Setelah unggul 2-0, Persiba mulai menurunkan tempo permainannya. Sebaliknya, Jaya mencoba memperbaiki kinerja timnya dengan menarik Budi Sudarsono untuk digantikan Airlangga pada menit 64, Hilton digantikan Cucu Hidayat menit 73, dan Gilang Angga Kusumah digantikan Irwan Wijasmara. Namun hingga laga usai, Persib tak mampu membalas dua gol yang diciptakan Persiba.

“Saya sangat senang atas perjuangan keras anak-anak untuk memenangkan pertandingan ini. Kemenangan atas Persib ini menjadi awal yang baik dan bisa jadi bekal menghadapi laga berikut melawan Sriwijaya FC,” kata Pelatih Persiba, Hariyadi. **

sumber : galamedia

Hariono, “Ini Memang Salah Saya”

DI ruang ganti Persib Bandung, usai pertandingan melawan Persiba Balikpapan, di antara deretan para pemain yang akan mendapatkan pengarahan pelatih dan manajer tim, Hariono terlihat terus menunduk. Dengan rompi berwarna hijau yang dikenakannya, tatapan mata Hariono terus tertuju ke lantai ruang ganti.

Dari bahasa tubuhnya, terbaca jelas ia sangat kecewa dan menyesal dengan tindakan yang telah dilakukannya di lapangan. Karena emosinya yang tidak terkendali, ketika menghantam kaki gelandang Persiba, Robertino Pugliara, Hariono harus menerima kenyataan pahit, diusir dari lapangan oleh wasit asal Sleman, Armando Pribadi. Hariono diganjar kartu merah, karena sebelumnya ia pun sudah mengantongi kartu kuning akibat pelanggaran keras yang juga dilakukannya.

“Saya akui, ini kesalahan saya,” kata Hariono ketika berbincang dengan “GM” di lobi Hotel Sagita, Jln. Mayjen Soetoyo, Balikpapan, sekitar 30 menit setelah pertandingan usai.

Karena merasa bersalah, secara gentleman, gelandang bertahan tim nasional ini pun langsung menyampaikan permintaan maafnya. Meski tidak terucapkan, usai pengarahan, Hariono langsung mendatangi Jaya dan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. “Ya, saya harus mengakui kesalahan saya itu pada pelatih dan manajer,” ucapnya singkat.

Meski tidak mau menimpakan kesalahan kepada Hariono, sebelumnya Jaya dan Umuh sempat menyayangkan pelanggaran yang dilakukan mantan pemain Deltras Sidoarjo ini. “Sudah beberapa kali saya ingatkan, jangan emosi. Eh, ini masih dilakukannya,” kata Jaya, sambil geleng-geleng kepala.

Umuh juga berkomentar sama. “Keputusan wasit sudah benar. Pelanggaran yang dilakukan Hariono sebenarnya tak perlu dilakukan. Karena posisi bola pun masih jauh dari gawang. Saya sangat menyayangkan, tapi ini pelajaran berharga,” timpal Umuh.

Meskipun demikian, Hariono menyadari dirinya tidak boleh larut dalam perasaan bersalahnya. Ia harus bangkit. “Inilah sepak bola. Saya tidak akan larut dan down oleh perasaan bersalah saya. Inilah risiko pemain sepak bola,” katanya.

Dengan kartu merah ini, Hariono harus absen pada pertandingan Persib berikutnya melawan PSM Makassar di Stadion Mattoangin, Rabu (14/10). Setelah hukuman kartu merah, Hariono pun masih harus menjalani “skorsing bergiliran” pada laga ketiga Persib melawan Pelita Jaya di Bandung, 21 November mendatang. Sebagai catatan, pada musim lalu, Hariono pun langsung absen dalam tiga pertandingan setelah terkena hukuman skorsing Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyusul aksi “penganiayaan” terhadap pemain yang sama, Robertino Pugliara, yang ketika berkostum Persija Jakarta.

Adakah aksinya kali ini karena Hariono masih menyisakan dendam terhadap Pugliara? Entahlah… (endan suhendra/”GM”)**

sumber : Galamedia

Persib Dikalahkan Persiba 2-0

BALIKPAPAN, (PRLM).- Laga perdana Persib Bandung di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/210 harus menelan pil pahit. Bertandang ke kandang Persiba Balikpapan di Stadion Persiba Balikpapan, Minggu (11/10) sore, Maung Bandung dibungkam Persiba 2-0 (1-0).

Dua gol yang merobek jala kiper Persib Cecep Supriyatna dilesakan oleh Johan Yoga Utama pada menit ke-25 dan oleh Robertino Pugliara pada menit ke-59.

Persib hanya diperkuat 10 pemain sejak menit ke-43 setelah Hariono terusir dari lapangan karena akumulasi kartu kuning. Pelatih Persib Jaya Hartono menilai, dua kartu kuning yang mengganjar Hariono dikarenakan emosi Hariono yang tidak terkontrol.

“Dari awal saya sudah mengingatkan agar anak-anak tidak mudah terpancing emosi, tapi kondisi di lapangan memang berbeda. Untuk pertandingan berikutnya diusahakan jangan sampai ada kartu kuning yang dikeluarkan wasit,” tutur Jaya seusai pertandingan. (A-187/das)**

sumber : pikiran-rakyat