Hari Ini Launching Tim Liga Super

BANDUNG, TRIBUN – Kompetisi sepak bola di tanah air memasuki babak baru dengan digelarnya Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 secara serentak mulai 11 Oktober 2009. Tim Persib Bandung siap bertarung di kompetisi ini.

Persiapan Persib menuju LSI tahuni ini sedikit terganggu dengan lambannya pembentukan Perseroan Terbatas (PT) sebagai salah satu prasyarat pembentukan badan hukum bagi klub peserta.

Setelah berbadan hukum dengan nama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), manajemen Persib dihadapkan pada pembentukan tim. Tidak mudah membentuk tim karena, saat berdiri, PT PBB tak memiliki uang sepeser pun. Namun, dengan kerja keras, akhirnya dana untuk membiayai Persib itu pun mengalir perlahan-lahan.

Presdir PT PBB, H Umuh Muhtar, kemudian membentuk tim dengan terlebih dulu menggaet Jaya Hartono sebagai pelatih kepala. Sejumlah pemain bintang pun direkrut, termasuk kiper timnas Thailand, Kosin Hathairattanakool, yang dijadwalkan merapat ke Bandung pada 19 Oktober mendatang.

Meski di hadapkan pada sejumlah kendala, sejak jauh hari Umuh Muhtar mencanangkan target menjadi juara.

Untuk mengejar target juara itu, Jaya merekonstruksi tim dengan mempertahankan sebagian besar pemain dan membuang sejumlah kecil pemain yang dinilai tidak sejalan dengannya. Tak heran bomber flamboyan Zaenal Arief, yang kerap berseteru dengan Jaya, pun terpental dari skuad Persib saat ini.

Dengan komposisi pemain saat ini yang relatif tidak jauh berubah, Jaya berharap kerja sama tim bisa lebih solid. “Anak-anak sudah setahun ini main bareng. Jadi, mereka sudah tahu sama tahu. Ini cukup meringankan bagi tim pelatih dalam membentuk tim yang solid,” ujar Jaya.

Menghadapi laga perdana melawan Persiba Balikpapan pun, Jaya tetap menebar aura optimisme. Menurutnya, meski persiapan tim cukup mepet, ia optimistis pada saatnya nanti, terutama pada dua laga awal, yakni melawan Persiba dan PSM Makassar, tim besutannya mampu menampilkan permainan gemilang.

Sebaliknya dengan Jaya, pengamat sepak bola Bambang Sukowiyono agak pesimistis dengan kinerja Persib terutama di dua laga awal. Sukowiyono meramalkan Persib tak akan mampu bermain maksimal di dua laga awal tersebut.

“Selain kondisi fisik sebagian pemain yang belum maksimal, tim Persib juga dihadapkan pada team work yang belum terbentuk dengan baik. Saya kira ini konsekuensi logis dari mepetnya waktu persiapan sehingga tak bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita,” tandas Sukowiyono.

Tentang peluang Persib menjadi juara, menurut Sukowiyono, hal itu tak bisa dilihat dari sekarang. Hal ini baru bisa terlihat jika kompetisi telah berjalan setengah musim. Sebab, segala sesuatu bisa saja terjadi, terlebih kompetisi di Indonesia penuh dengan ketidakpastian.

Namun, terlepas dari persoalan itu, kata Sukowiyono, sekarang yang penting bagi tim Persib adalah membangun mental juara. Sebab, yang memiliki mental juaralah yang memiliki peluang terbesar untuk menjadi yang terbaik. (san)

sumber : tribun

Comments are closed.