Persib Belum Lengkapi Persyaratan Peserta Liga Super

JAKARTA, TRIBUN - Setidaknya masih ada lima klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia lalu yang belum melengkapi persyaratan dokumen menjadi peserta kompetisi Liga Super Indonesia mendatang. Hal ini diketahui, setelah PT Liga Indonesia memanggil lima klub tersebut mengenai kepersertaannya mengikuti kompetisi musim 2009/10.

Rata-rata, lima klub tersebut diakui oleh Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy kebanyakan tidak melengkapi dokumen tentang kontrak pemain dan struktur manajemen klub.

“Secara umum, dokumen yang dibawa belum lengkap. Kami berikan batas waktu sampai tanggal 29 Agustus dan itu berlaku untukĀ  semua peserta Liga Super, tidak hanya yang datang hari ini,” ungkapnya ditemui di Sekretariat PT Liga Indonesia yang ada di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (26/8).

Seperti diketahui, PT Liga Indonesia saat ini tengah memanggil 14 klub Liga Super mulai tanggal 26 hingga 28 Agustus ini untuk melihat kelengkapan lima aspek sebagai syarat menjadi peserta liga musim 2009/2010. Kelima aspek tersebut adalah legalitas, supporting team, administrasi, infrastruktur, finansial. Pada pemanggilan pertama, Liga mengundang lima klub yaitu Persib Bandung, Sriwijaya FC Palembang, Persija Jakarta, Persitara Jakarta Utara dan Pelita Jaya.

Tigor mengakui bahwa verifikasi ini merupakan proses lisensi tim yang sudah dimulai dari tahun lalu. “Kami juga ingin melihat bagaimana evaluasi kinerja klub pada musim lalu,” tuturnya.

Namun Liga menemukan lima tim dari Liga Super musim lalu, ternyata belum melengkapi seluruh dokumen yang diminta. “Yang kurang, banyak sekali, terutama soal kontrak pemain dan susunan manajemen klub dan tim,” selorohnya.

Berdasarkan penilaian PT Liga Indonesia, untuk musim lalu saja tidak ada klub yang mencapai nilai enam dari skala 10. Untuk itu PT Liga Indonesia dikatakan Tigor memberikan tenggat waktu bagi seluruh klub untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. “Ada kemungkinan klub tidak lolos verifikasi, jika dokumennya tidak lengkap. Risikonya adalah lisensi klub bisa dicabut,” tandasnya. (Persda Network/oro)

sumber : tribunjabar.co.id

Dokumen Pendaftaran Persib Belum Lengkap

SULANJANA,(GM)-
Satu langkah penting untuk mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 sudah dilakukan Persib Bandung. Pada Rabu (26/8), Persib secara resmi sudah mendaftarkan diri sebagai peserta LSI edisi kedua ini. Hanya saja, Persib masih harus melengkapi berbagai dokumen persyaratan keikutsertaannya di LSI, termasuk pembentukan Persib U-21.

Utusan Persib yang memasukkan berbagai dokumen persyaratan pendaftaran keikutsertaannya di LSI kepada PT Liga Indonesia (dulu Badan Liga Indonesia/BLI) di Jakarta, adalah Direktur Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Merdi Hazizi, Sekretaris Tim Persib, Yudiana, dan ofisial bidang umum, Amin Suganda.

Seperti yang sudah diduga sebelumnya, belum terbentuknya tim Persib U-21 dan masih adanya tunggakan pembayaran denda kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, menjadi persoalan dalam proses verifikasi keikutsertaan Persib di LSI. Menurut Yudiana, PT Liga Indonesia meminta berbagai kekurangan dokumen persyaratan itu dipenuhi Persib sebelum 30 Agustus 2009.

“Berbagai dokumen menyangkut infrastruktur dari mulai stadion untuk pertandingan kandang, tempat latihan dan kantor klub, akta pendirian badan hukum, susunan manajemen klub dan aspek keuangan sudah kita serahkan. Yang belum dan diminta PT Liga Indonesia tinggal susunan personalia panpel, manajemen tim Persib senior, serta pembentukan tim U-21,” papar Yudiana di Kantor Klub Persib, Jln. Sulanjana No. 17 Bandung, Rabu (26/8).

Kepada PT Liga Indonesia, Yudiana berjanji akan melengkapi berbagai kekurangan persyaratan itu sebelum 30 Agustus 2009. “Soal kekurangan persyaratan, dokumennya akan kita susulkan sebelum Jumat (30/8),” kata Yudiana.

Aspek keuangan

Sementara itu, Direktur Keuangan PT PBB, Merdi Hazizi memastikan, PT Liga Indonesia tidak terlalu mempermasalahkan aspek keuangan Persib. Sebab, kata Merdi, Persib sudah memiliki proyeksi keuangan yang dinilai baik oleh PT Liga Indonesia.

“Untuk aspek keuangan ini, PT Liga Indonesia memiliki dua opsi yang harus dipenuhi setiap klub. Pertama, menyetorkan bank garansi sebesar Rp 10 miliar. Dan yang kedua, menyerahkan proyeksi keuangan, terutama pendapatan klub. Karena memiliki proyeksi pemasukan yang jelas, Persib tidak diharuskan menyetorkan bank garansi,” kata Merdi.

Selain pemasukan dari tiket pertandingan kandang, kata Merdi, proyeksi keuangan Persib yang dinilai bagus oleh PT Liga Indonesia adalah penggalangan dana dari penjualan Persib Card. “Selain itu, dilaksanakannya pemaparan business plan Persib juga dinilai bagus oleh PT Liga Indonesia,” tambah Merdi.

Soal kekurangan berbagai dokumen, termasuk pembentukan Persib U-21 dan pembayaran tunggakan denda, Merdi mengatakan, PT Liga Indonesia meminta Persib menyelesaikannya sebelum 30 Agustus 2009. (B.82)**

sumber : klik-galamedia.com

Pengusaha Masih Trauma Diundang Persib

DALEM KAUM,(GM)-
PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menghadapi tantangan besar untuk membangun kepercayaan dan citra positif di mata para pengusaha. Sebab hingga saat ini disinyalir masih banyak pengusaha yang takut diminta sumbangan jika mendapat undangan Persib untuk acara tertentu, seperti kebiasaan di masa lalu.

Setidaknya, indikasi tersebut masih tergambar jelas pada acara ekspose rencana bisnis PT PBB yang diadakan di Pendopo Alun-alun, Jln. Dalem Kaum Bandung, Kamis (20/8) malam. Dari sekitar 100 pengusaha yang diundang, seperti dituturkan Direktur Keuangan, Merdi Hazizi sehari sebelumnya, hanya sekitar 20 persen yang menghadiri acara yang sama sekali tidak bertujuan “memalak” para pengusaha ini.

Adanya tanda-tanda takutnya para pengusaha dimintai sumbangan itu, dibenarkan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar, Agung Sutrisno, yang turut menggagas acara ini. “Kalau diundang makan malam, para pengusaha biasanya ragu untuk datang, karena takut diminta sumbangan,” kata Agung.

Kendati demikian, Agung percaya masih banyak pengusaha yang bisa membantu Persib. “Persib itu punya militansi yang bisa dijadikan modal mengembangkan bisnisnya,” katanya.

Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivanda juga tidak menampik masih adanya pengusaha yang takut diminta sumbangannya. “Acara ini digelar bukan untuk maksud minta sumbangan. Insya Allah tidak. Yang kita (Persib, red) inginkan adalah kontribusi positif para pengusaha, yang saling menguntungkan,” tegas Ayi.

Ayi juga mengatakan, Persib memiliki potensi bisnis yang sangat luar biasa. “Tinggal bagaimana PT PBB bisa mengelolanya dan membuat masyarakat percaya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PBB, H. Umuh Muhtar mengatakan, pemaparan portofolio dan rencana bisnis PT PBB kepada para pengusaha ini merupakan bentuk optimisme dalam pengelolaan sebuah klub.

“Setelah lepas dari APBD, memang banyak kendala yang harus dihadapi. Tapi inilah tantangan buat kami. Meski dalam masa transisi ini masih membutuhkan bantuan Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan para pengusaha, ke depan saya berharap Persib bisa segera mandiri,” katanya.

Persib Card

Selain pemaparan rencana bisnisnya, PT PBB juga secara resmi meluncurkan Persib Card, sebuah program penggalangan dana dari masyarakat umum dengan bentuk kompensasi yang jelas. PT PBB meluncurkan empat jenis Persib Card.

Keempat jenis kartu diskon dan asuransi itu adalah Platinum Card seharga Rp 10 juta, Gold Card seharga Rp 5 juta, Silver Card seharga Rp 1 juta, dan Blue Card seharga Rp 100 ribu. Selain fasilitas diskon dan tanggungan asuransi kecelakaan diri, khusus untuk jenis platinum, gold, dan silver card, pemilik juga akan mendapat suvenir lain berupa tiket VIP untuk 17 laga kandang, kostum orisinal Persib serta syal Persib.

“Diharapkan, penjualan Persib Card ini menjadi modal bagi PT PBB untuk mendapatkan database dan statistik bobotoh, yang sangat berharga untuk meyakinkan pihak sponsor bekerja sama dengan Persib,” kata Direktur Marketing dan Development PT PBB, Veby Permadi.

Pada acara launching semalam, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Amung Ma’mun tercatat sebagai pendaftar pertama melalui jalur online di situs resmi Persib. Amung mendaftarkan diri sebagai pemilik Persib Card jenis silver seharga Rp 1 juta. Sedangkan dua pengusaha, Deddy Firmansyah dan Corry Djuwanta menjadi anggota Persib Card jenis platinum seharga Rp 10 juta.

Dikatakan Veby, untuk sementara pendaftaran bagi peminat Persib Card baru dilakukan di kantor Klub Persib, Jln. Sulanjana No. 17 Bandung mulai Jumat (21/8) pukul 09.00 WIB. Informasi pendaftaran bisa dilakukan dengan menghubungi nomor telepon 022-92443933 dan 022-60979733. Sedangkan untuk pembayaran langsung melalui bank bisa dilakukan melalui transfer ke Bank BCA Cabang Kiaracondong a.n. Umuh Muhtar BDN PT Persib Bandung Bermartabat dengan nomor rekening 2803022666. (B.82)**
source : klik-galamedia.com