Archive | August, 2009
BANDUNG, TRIBUN – Keikutsertaan Persib untuk mengikuti Indonesian Super League 2009-2010 mendapatkan ganjalan baru. Setelah harus diverifikasi ulang karena syarat yang belum lengkap, seperti supporting team Persib U-21, panitia pelaksana (panpel), pertandingan kandang, dan ofisial tim, kini Persib terganjal denda Komisi Disiplin PSSI yang belum dibayarkan.
Komdis merekomendasikan agar PT Liga Indonesia, selaku pelaksana regulasi kompetisi nonamatir di tanah air, segera mencekal keikutsertaan tim-tim yang bandel dalam membayar denda.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Komisi Disiplin PSSI kepada semua klub peserta Liga Super Indonesia, Jumat (28/8), Persib masuk dalam list belum bayar denda pemainnya yang terkena sanksi.
Dalam rilis tersebut, Persib diharuskan membayar denda atas nama pemainnya, yaitu Hariono, sebesar Rp 50 juta. Gelandang bertahan Persib tersebut diputus bersalah oleh Komdis setelah melakukan tindakan tak terpuji kepada gelandang serang Persija saat Persib melawan Persija di Stadion Siliwangi, 20 Juli 2008.
Gelandang bertahan Persib Bandung itu dinilai telah melakukan tindakan tidak sportif terhadap pemain Persija Robertino Pugliara pada menit ke-79, yakni menginjak pemain asing Persija itu dengan sengaja setelah terjatuh.
Lebih lanjut dalam rilis tersebut disebutkan bahwa tindakan yang dilakukan Hariono itu termasuk kategori penganiayaan dan melanggar Pasal 61 Ayat 2 Kode Disiplin PSSI. Karena itu, Komdis dengan suara bulat menjatuhkan hukuman kepada Hariono.
Dijelaskan dalam rilis tersebut, selain harus membayar denda Rp 50 juta, Hariono dilarang memperkuat Persib dalam tiga partai. Hukuman larangan bermain sudah dipenuhi Hariono pada pertandingan No 20 (Persipura vs Persib, 27 Juli 2008), pertandingan No 28 (Persiwa vs Persib, 1 Agustus 2008), dan pertandingan No 40 (Persib vs Persik, 5 Agustus 2008). Tapi sudah setahun sejak diputus Komdis bersalah 22 Juli 2008, denda Rp 50 juta belum dibayarkan sampai sekarang.
“Memang betul, kami menerima informasi dari Komdis karena belum dibayarnya denda terhadap Hariono sebesar itu. Masih perlu ditanyakan, apakah beban tersebut harus manajemen musim ini yang membayarnya atau manajemen musim lalu,” kata manajer Persib, H Umuh Muhtar.
Komdis sendiri memberikan batas waktu hingga 30 September bagi setiap tim untuk membayarkan kewajibannya itu. Jika saja setelah tanggal itu mereka belum juga membayar denda, bisa dipastikan baik klub maupun pemain bersangkutan tidak bisa mengikuti kompetisi musim depan.
Meskipun denda tersebut mengatasnamakan Hariono dan mengharuskan pemain bersangkutan yang membayar denda tersebut, PT PBB siap melunasi tunggakan tersebut dan tidak ingin membebankan hukuman tersebut kepada pemain bersangkutan.
“Tapi yang jelas, kami siap dan akan secepatnya membayar denda tersebut. Pokoknya hal-hal yang akan mengganjal keikutsertaan Persib di Liga Super akan segera kami selesaikan, termasuk denda Hariono dan syarat verifikasi,” tegas Umuh. (tor)
sumber : tribunjabar.co.id
BANDUNG, TRIBUN - Teka-teki seorang stopper asing yang akan merapat ke Persib sepertinya akan terjawab Senin ( 31/8 ) besok. Meski Pelatih Jaya Hartono dan Manajer Umuh Muhtar belum menyebutkan nama, rumor mengerucut pada bek asal Paraguay yang musim lalu menjadi palang pertahanan Deltras Sidoarjo : Christian Rene Martinez.
“Dalam waktu dekat akan ada satu pemain baru yang datang. Dia pemain asing dan posisinya sebagai stopper,” kata Umuh, Sabtu (30/8) seusai menghadiri pertemuan dengan pendukung Persib (bobotoh ) di Cirebon.
Jaya juga mengatakan hal serupa. “Saya berharap, saat latihan perdana digelar, semua pemain sudah berkumpul,” kata Jaya. Latihan perdana Persib dijadwalkan berlangsung pada Selasa (1/9).
Dari Sidoarjo, penanggung jawab seleksi pemain Deltras Vigit Waluyo menyebutkan, kontrak Rene dengan Deltras sudah habis. “Belum ada pembicaraan untuk memperbarui kontrak dengannya,” lanjut Vigit.
Menurut Vigit, sudah sepekan Rene tiba di Sidoarjo dari Paraguay. Namun, Rene tidak mengikuti seleksi pemain yang digelar di Stadion Delta Sidoarjo yang dimulai akhir Juli lalu.
“Rene adalah pemain profesional. Setelah kontrak dengan kami berakhir, ia bebas menentukan akan membela klub apa,” kata Vigit. Rene merupakan bek Deltras yang meraih penghargaan kategori Penyelamatan Terbaik versi Copa Indonesia 2009.
Dalam wawancara sebelumnya, Jaya mengaku mencari pemain asing di lini belakang yang sudah paham dengan karakter kepelatihannya. “Pasalnya, persiapan Persib menjelang Liga Super Indonesia 2009/2010 terbilang mepet, hanya sekitar 40 hari. Supaya cepat beradaptasi,” kata Jaya.
Rene sesuai dengan karakter yang dimaksud Jaya. Sebelum ke Persib, Jaya pernah menempa Rene di Deltras pada liga musim 2007/2008. Bila memang Rene yang akan merapat ke Bandung awal pekan ini, Nova Ariyanto dan Maman Abdurahman akan mendapat partner mumpuni dalam membendung gempuran penyerang kesebelasan lain. (Kompas.com)
SULANJANA,(GM)-
Kendati nilai yang ditawarkannya tidak sebesar yang diinginkan dalam proposalnya, yaitu Rp 7,5 miliar, Persib Bandung kini tengah menjajaki kerja sama dengan dua perusahaan lokal dan satu nasional yang bersedia menjadi sponsor utama. PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menargetkan, pada pertengahan pekan depan, mereka sudah bisa menentukan satu perusahaan yang akan dipilih menjadi sponsor utama Persib pada Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.
“Ketiga perusahaan itu bergerak di bidang yang sama. Tapi, saya belum mau menyebutkan perusahaan-perusahaan itu. Yang pasti, kita akan memilih satu dari tiga perusahaan itu sebagai sponsor utama. Yang kita pilih tentu saja yang tawarannya paling tinggi. Insya Allah, pertengahan pekan depan, sudah ada putusannya,” kata Direktur Marketing dan Pengembangan PT PBB, Veby Permadi di Kantor Klub Persib, Jln. Sulanjana No. 17 Bandung, Sabtu (29/8).
Veby mengakui, sejauh ini nominal yang ditawarkan ketiga perusahaan itu tidak sebesar harga ideal sponsor utama, yaitu Rp 7,5 miliar. Kendati demikian, dari dua perusahaan yang sudah mengajukan tawarannya, nilainya lumayan besar dan bakal sangat membantu pendanaan Persib.
“Dua perusahaan itu sudah mengajukan tawarannya. Tinggal satu lagi yang belum. Setelah perusahaan ketiga mengajukan tawarannya, mungkin kita sudah bisa memutuskan perusahaan yang akan jadi sponsor utama Persib itu. Doakan saja,” kata Veby.
Dijelaskan Veby, salah satu kompensasi yang bakal didapatkan sponsor utama adalah pemasangan logo produknya di kostum Persib bagian depan (dada). Di luar itu, sponsor utama juga bakal mendapatkan kompensasi dari seluruh media promosi yang disiapkan PT PBB.
Sponsor lain
Jika kesepakatan dengan perusahaan calon sponsor utama ini bisa didapatkan, Veby mengatakan, beban pembiayaan Persib, setidaknya hingga akhir tahun ini, bisa terbantu. Meski belum diumumkan secara resmi, sebelumnya PT PBB juga sudah mengklaim mendapatkan kesepakatan dengan Diadora sebagai sponsor apparel dan pihak ketiga yang “membeli” hak penyelenggaran pertandingan kandang Persib di LSI 2009/2010, baik senior maupun U-21.
“Karena belum resmi ditandatangani bentuk kerja samanya, kita belum mau sebutkan pihak ketiga yang akan menjadi panpel laga kandang Persib itu. Yang pasti, jumlahnya dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Selain itu, kita juga masih punya hak penyelenggaraan pertandingan untuk Copa Indonesia yang belum dikerjasamakan,” papar Veby.
Di luar sponsor utama, apparel, dan pihak ketiga yang membeli hak penyelenggaraan pertandingan kandang, PT PBB juga masih terus memburu kerja sama dengan pihak sponsor penunjang lainnya.
“Karena kita bergerak pada pertengahan tahun, jumlah yang ditawarkan sponsor lain memang tidak terlalu besar. Tapi kalau banyak, jumlah totalnya lumayan juga. Kita berharap, ketika perusahaan-perusahaan mengalokasikan biaya promosinya pada awal tahun 2010, kita akan kebagian kue (biaya promosi, red) dari perusahaan-perusahaan itu,” kata Veby lagi. (B.82)**
DI dalam dunia sepak bola, jika pemain mengakhiri karier profesionalnya di tim yang telah membesarkannya, itu hal yang lumrah. Tengok saja Paolo Maldini, yang menghabiskan 24 tahun karier sepak bolanya bersama AC Milan. Dia memilih gantung sepatu bersama klub asal kota mode tersebut.
Tapi hal itu tidak berlaku bagi seorang Maman Abdurahman. Pria kelahiran Jakarta, 12 Mei 1982, ini berniat untuk mengakhiri karier sepak bolanya bersama persib. Meskipun rencana gantung sepatu masih jauh, ia berharap bisa menutup kiprah sepak bolanya bersama tim Maung Bandung.
Defender setinggi 174 cm ini rupanya sudah telanjur mencintai Persib ketimbang tim-tim yang telah membesarkannya, seperti Persijatim, yang kini bermertamorfosis menjadi Sriwijaya FC, atau PSIS Semarang, yang pernah dibawanya menjadi runner up Liga Indonesia tahun 2006.
“Bagi saya Persib sudah seperti keluarga. Saya senang dengan suasana kekeluargaan antara bobotoh, manajemen, dan pemain sehingga membuat betah bermain bersama Persib,” kata pemain bernomor punggung 5 ini.
Suasana seperti ini memang pernah dirasakannya ketika membela PSIS. Namun di Persib suasana kekeluargaannya lebih hangat. “Seperti ada sesuatu di dalam hati saya untuk tidak pergi dari Persib. Saat berniat untuk pergi saja, seperti ada sesuatu yang hilang. Mungkin perasaan itulah yang membuat saya bertahan di sini,” katanya.
Pemain yang akrab disapa Bang M ini belajar sepak bola di tim amatir PS PAM Jaya Jakarta pada tahun 1996-1998. Karier sepak bola profesionalnya sendiri dirintis bersama Persijatim junior pada 1998 dan setahun kemudian bergabung ke tim senior.
Karena bermain sejak junior di Persijatim, ia sempat menjadi ikon tim asal Jakarta Timur itu. Sayang tim tersebut di jual ke Pemprov Sumatra Selatan dan berubah nama menjadi Sriwijaya Football Club (SFC).
Talenta pemain kesayangan mantan pelatih timnas PSSI, Peter Withe, ini masih tetap diminati pemilik baru Persijatim di bawah bendera SFC. Namun, Maman lebih memilih mencari suasana di klub baru. Ia pun memutuskan bergabung dengan PSIS Semarang sejak musim 2005 dan mengabaikan tawaran Laskar Wong Kito.
Pilihannya bergabung dengan Mahesa Jenar memang tepat. Sebab kariernya terus melambung dan membuat ia menjadi salah satu pemain langganan timnas. Ia bahkan meraih prestasi tertinggi menjadi pemain terbaik Liga Indonesia musim 2006.
Setelah memastikan akan hengkang dari PSIS Semarang karena klub tersebut dilanda krisis finansial, ia menjadi salah satu pemain yang paling diburu. Beberapa klub papan atas di tanah air berebut mendapatkan tanda tangannya. Maklum, ia adalah kapten timnas.
Meski diburu beberapa tim papan atas Liga Indonesia, ia lebih memilih Persib Bandung. Padahal penawaran yang diajukan tim lain tidak sebesar yang disodorkan Maung Bandung. “Saya sudah telanjur mencintai Persib dan bobotoh. Makanya saya ingin terus bermain bersama persib. Mudah-mudahan saya bisa mengakhiri karier sepak bola bersama Persib. Amin,” ujar Maman. (tor)
sumber : tribunjabar.co.id
BANDUNG, TRIBUN – Manajemen Persib Bandung memutuskan untuk menggelar latihan perdana pada Selasa (1/9) mendatang. Pelatih Persib Jaya Hartono menilai jadwal tersebut terlalu mepet dengan permulaan Liga Super Indonesia 2009/2010 pada 11 Oktober mendatang.
Idealnya tim harus menjalani masa latihan umum, masa latihan khusus, dan masa uji coba. Itu sebaiknya dilakukan tiga bulan sebelum liga dimulai, kata Jaya di Mess Persib, Bandung, Jumat (28/8). Hal itu dikatakan Jaya seusai bertemu dengan 18 pemain dan manajemen untuk pertama kalinya.
Persiapan Persib dalam mengarungi LSI mendatang serba tergesa-gesa. Masa latihan perdana itu terpaksa harus dipotong dengan libur lebaran pada 17-23 September. Latihan dimulai kembali pada 24 September yang segera diikuti dengan keikutsertaan di Turnamen Piala Gubernur Jatim pada 27 September-5 Oktober.
“Persebaya (Surabaya) mengundang kami di turnamen itu. Kami ikut turnamen itu sebagai uji coba saja, tanpa target khusus,” lanjut Jaya yang baru tiba di Bandung dari kediamannya di Kediri.
Menurut Jaya, turnamen itu bermanfaat bagi tim untuk mengembalikan kerja sama tim. Pasalnya, waktu latihan yang kurang dari satu bulan terbilang sangat singkat. Jaya berharap, adaptasi antarpemain berjalan lancar karena Persib musim depan diisi oleh sebagian besar pemain dari musim lalu.
Pada pertemuan ini, muka-muka lama punggawa Persib yang hadir antara lain Atep, Airlangga, Gilang Angga Kusumah, Maman Abdurahman, Hariono, Waluyo, Eka Ramdhani, Nova Arianto, dan Tema Mursadat. Selain itu, ada juga pemain dari tim Persib U-21 dan U-23 yang naik kelas, di antaranya adalah Dedi Heryanto, Munadi, Wildansyah, dan Edi Hafidz.
Sedangkan pemain baru yang hadir adalah Budi Sudarsono, dan Cucu Hidayat. Adapun pemain asing yang akan membela Persib Hilton Moreira dan Cristian Gonzales belum tampak. Jaya kembali menegaskan ia akan memaksimalkan jatah tiga pemain asing non-asia di timnya.
“Seorang lagi masih kami buru, tetapi namanya masih rahasia. Ia akan berperan sebagai stopper,” kata Jaya.
Pada Piala Gubernur Jatim itu, Persib akan tampil satu grup dengan Persebaya dan Deltras Sidoarjo. Tim lain yang disebut Jaya akan mengikuti turnamen itu antara lain Persik Kediri, Persela Lamongan, dan Persema Malang.
Kontrak
Meski sudah berkumpul, para pemain Persib, termasuk pelatih Jaya Hartono belum lagi menandatangani kontrak. Penyebabnya, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) belum memiliki dana untuk membayarkan kontrak tersebut.
Direktur Utama PT PBB Umuh Muhtar mengaku pihaknya masih kekurangan uang sekitar Rp 2,5 miliar dari total kebutuhan Rp 5 miliar untuk mengikat 22 pemain musim depan. Sebelumnya, penyedia jasa asuransi mundur dari rencana menjadi sponsor Persib.
“Saya menargetkan pada awal September seluruh kontrak pemain sudah beres. Saya akan kerahkan potensi yang ada untuk menutupi kekurangan itu,” kata Umuh yang juga menjabat sebagai manajer tim. (kompas.com)
Komentar Terakhir