Runner-up pun Melayang

Meski Kalahkan Persija 1-2

MALANG,(GM)-
Meski meraih kemenangan atas Persija Jakarta 2-1 pada partai pamungkas, di Stadion Gajayana Malang, Rabu (10/6), Persib gagal meraih target menjadi runner-up Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009. Runner-up LSI menjadi milik Persiwa Wamena yang pada partai kandangnya berhasil membantai PSMS Medan 5-0 di Stadion Pendidikan Wamena.

Persib dan Persiwa memang memiliki nilai yang sama, 66 dari 34 kali main. Namun, Persiwa lebih unggul pada selisih gol. Persiwa memiliki selisih gol 25, sedangkan Persib hanya 23 gol.

Tetapi bagi Pelatih Jaya Hartono, hasil ini merupakan akhir yang manis bagi Persib. Karena, Persib dapat menang pada laga melawan musuh bebuyutannya, Persija yang selalu dianggap prestisius oleh bobotoh.

“Saya tetap puas dengan peringkat ketiga. Sebab, kita bisa menutup kompetisi dengan kemenangan di partai yang bergengsi,” kata Jaya kepada wartawan usai pertandingan.

Wartawan “GM”, Endan Suhendra dan Anwari Januar M. melaporkan, Jaya mengaku tidak kaget dengan hasil yang diperoleh pesaingnya, Persiwa. Bahkan, Jaya mengaku telah bisa menebak, tim “Badai Pegunungan Tengah” tersebut dapat meraih kemenangan besar atas PSMS Medan.

“Sebelum pertandingan sudah saya prediksi Persiwa akan menang besar, dan ternyata benar,” ujar Jaya.

Permainan terbuka

Laga “Maung Bandung” kontra “Macan Kemayoran” di kandang “Singo Edan” memang berlangsung sangat menarik. Kedua tim menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas.

Hal itu pun diakui Pelatih Persija Jakarta, Danurwindo. Menurutnya, pertandingan berjalan sangat baik. Meski beberapa kali terjadi benturan, para pemain kedua tim tetap menunjukkan sikap fair play.

“Yang pasti, pertandingan berjalan dengan sangat baik. Soal lainnya, termasuk wasit, saya tidak ingin komentar,” kata mantan pelatih timnas Indonesia ini.

Sejak menit awal pertandingan, kedua tim langsung memperlihatkan sikap ingin meraih kemenangan. Sayangnya, Persib langsung kehilangan kiper Tema Mursadad. Tema mengalami cedera usai melakukan perebutan bola di udara dengan pemain Persija. Pelatih Jaya Hartono pun terpaksa memainkan Cecep Supriatna untuk menggantikan Tema.

Masalah bagi Persib kembali datang ketika di menit ke-13, gelandang Lorenzo Cabanas terpaksa digantikan Airlangga akibat cedera ligamennya kembali kambuh.

Keluarnya Cabanas tampaknya sangat berpengaruh bagi pola penyerangan Persib. Sejak Cabanas keluar, lapangan tengah lebih banyak dikuasai Persija.

Di menit ke-31, “El Loco” sebenarnya sempat menceploskan bola ke gawang Persija yang dikawal Hendro Kartiko. Namun, wasit Purwanto menganulir gol tersebut. Gonzales dianggap telah berdiri offside saat menyambut umpan dari Hilton.

Sebelumnya, pada menit 22, Gonzales juga memiliki peluang. Namun, tendangannya masih melambung di atas gawang.

Lima menit usai jeda, Airlangga yang menggantikan Cabanas membuat sekitar 1.000 bobotoh yang datang ke Stadion Gajayana bersorak. Dengan setengah terbang, Airlangga menyambut umpan Atep dengan tandukan. Tandukan kerasnya pun tak bisa ditangkap Hendro Kartiko.

Namun, enam menit kemudian, Persija dapat menyamakan kedudukan melalui sundulan bekas pemain Persib, Fabio Lopes.

Kedudukan imbang membuat kedua tim semakin gencar melakukan penyerangan. Beberapa serangan Persija sempat membahayakan gawang Persib. Untungnya, kali ini Cecep bermain cukup cemerlang. Sedikitnya dua tendangan Bambang Pamungkas dan satu tendangan keras Ponaryo Astaman bisa digagalkan Cecep.

Tiga menit menjelang peluit panjang, Airlangga digasak Abanda Herman di kotak 12 pas. Wasit Purwanto langsung menunjuk titik putih. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, “El Loco” pun langsung mengambil penalti. Tendangan ke pojok kanan gawang Hendro pun menambah koleksi gol “El Loco” menjadi 28 gol. Setelah gol tersebut, kedudukan 2-1 untuk Persib tidak berubah hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Nyaris batal

Sebelum kick-off bisa dimulai, sebenarnya laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung nyaris batal digelar, karena pihak Panpel Persija belum memperoleh jaminan keamanan dari pihak kepolisian Malang. Akibatnya, acara pertemuan teknik sempat tertunda dua kali.

“Harusnya pertemuan teknik dilakukan Selasa (9/6) malam, tapi diundur sampai Rabu (10/6) pagi pukul 09.00 WIB. Tapi sampai pukul 10.00 WIB, acara belum dimulai lantaran panpel belum mengantongi jaminan keamanan dari kepolisian,” kata Pelatih Kiper Persib, Anwar Sanusi.

Namun, setelah dilakukan pendekatan, sekitar pukul 11.30 WIB, Away –sapaan Anwar Sanusi– mendapatkan kepastian kalau pertandingan tetap bisa dimainkan pada pukul 19.00 WIB.

Ketua Panpel Persija, Hanifditya, menyebutkan, izin pertandingan sebenarnya sudah dikantongi. “Hanya saja, masih ada sedikit persoalan teknis,” katanya tanpa menyebutkan persoalan teknis yang masih mengganjal itu.

Namun, dari informasi yang didapatkan “GM”, kendala yang sempat menghambat pelaksanaan pertandingan adalah kesulitan keuangan yang tengah dialami manajemen klub Persija. Konon, mereka belum membayar sewa stadion beberapa pertandingan sebelumnya. ** (sumber: galamedia)

Penentuan Target Persib

MALANG,(GM)-
Demi gengsi dan mengamankan posisi “runner-up”, menjadi suntikan motivasi tim Persib Bandung, saat dijamu Persija Jakarta, pada laga terakhir Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009, di Stadion Gajayana Malang, Rabu (10/6) pukul 19.00 WIB. Menghadapi pertandingan yang menentukan ini, tidak ada kata lain Eka Ramdani dan kawan-kawan mutlak harus menang.

Setelah kalah dalam dua pertandingan melawan Persitara Jakarta Utara dan Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan, 2 dan 6 Juni lalu, Persib Bandung memiliki kesempatan terakhir mengamankan posisi runner-up.

“Persiwa yang menjadi kompetitor kita dipastikan bakal menang lawan PSMS. Tapi peluang kita untuk menjadi runner-up tetap lebih besar. Karena itu, kesempatan terakhir melawan Persija ini harus kita ambil (menangkan, red),” kata Pelatih Persib, Jaya Hartono, usai memimpin sesi uji lapangan di Stadion Gajayana Malang, Selasa (9/6).

Wartawan “GM”, Endan Suhendra dan Anwari Januar M. dari Malang melaporkan, berbeda dengan sesi uji lapangan laga-laga sebelumnya, kali ini Jaya hanya memberikan porsi latihan ringan berupa peregangan, senam, dan joging. Konon, porsi latihan ringan ini diberikan untuk memenuhi keluhan sebagian besar pemain yang menganggap, latihan yang diberikan Jaya terlalu berat saat menghadapi jadwal padat seperti saat ini.

Menghadapi laga penentuan ini, Jaya optimis, moral dan motivasi bertanding anak asuhnya bakal berbeda dengan dua pertandingan sebelumnya. “Saya optimis, semua pemain memiliki motivasi besar menghadapi Persija. Sebab dalam pertandingan ini ada dua misi yang harus dicapai, mengamankan posisi runner-up pada kesempatan terakhir dan pertandingan ini pun menyangkut gengsi antara Persib dan Persija,” katanya.

Kendati demikian, Jaya juga percaya, mengalahkan Persija bukanlah perkara mudah. Ia memastikan, seperti halnya Persib, Persija pun akan memiliki motivasi ganda. “Persija memang jarang berhasil di sini (Stadion Gajayana, red). Tapi, Persija tetaplah Persija, tim yang sangat berat untuk dikalahkan. Apalagi di dalam benak pemain Persija pasti sudah tertanam doktrin, mereka boleh kalah dari tim lain, tapi tidak dari Persib. Karena itu, semua pemain harus fight selama 2 x 45 menit,” kata mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini. “Kita harus menyerang, mencetak gol sebanyak mungkin, dan kalau bisa tidak kebobolan,” tambahnya.

Peran Cabanas

Mengenai krisis gelandang bertahan, menyusul absennya Hariono dan Suwita Pata, Jaya sudah menemukan solusinya. Ia hampir bisa dipastikan bakal memerankan kapten tim, Eka Ramdani sebagai gelandang bertahan. Sedangkan gelandang serang dan pengatur tempo permainan, kemungkinan diberikan kepada Atep dan Lorenzo Cabanas yang baru pulih dari cedera. “Untuk gelandang bertahan, saya pikir tidak ada masalah. Kapten tim kita (Eka Ramdani, red), sudah terbiasa bermain di posisi gelandang bertahan,” katanya.

Perombakan di sektor belakang yang sebelumnya sempat tersiar bakal dilakukan, menyusul buruknya kinerja mereka dalam dua laga terakhir, hampir bisa dipastikan urung dilakukan. Setidaknya, bocoran tersebut datang dari Asisten Manajer Persib, H. Umuh Muhtar.

“Maman memang tampil buruk dalam dua pertandingan terakhir. Tapi, dia dan pemain belakang lainnya akan tetap diberi kesempatan. Sebab kita tidak mau mematikan mereka. Kalau dalam pertandingan masih tampil buruk, pelatih tidak akan segan-segan menariknya,” kata Umuh.

Tanpa Greg

Dari kubu Persija, pelatih Danurwindo menjanjikan permainan menyerang sejak kick-off digulirkan. Meski tanpa Greg Nwakolo yang harus absen akibat akumulasi kartu kuning, Danur mengatakan, strategi menyerang adalah salah satu cara untuk memenangkan duel prestisius dengan Persib.

Soal kekuatan Persib, Danurwindo menilai sangat bagus. Tapi, bagusnya materi pemain Persib tidak membuatnya gentar. “Kita pernah bertemu dengan mereka di Bandung dan kita menang 3-2. Kemenangan itu akan kita ulang di sini,” kataya.

Berdasarkan pengamatan “GM” pada sesi latihan terakhir mereka, Danurwindo kemungkinan besar bakal menurunkan mantan striker Persib, Fabio Lopes Alcantara sebagai starter. Striker asal Brasil itu diplot mendampingi Bambang Pamungkas di lini depan. **

Bonus Rp 225 Juta Menanti

MALANG, TRIBUN - Laga pamungkas melawan Persija Jakarta bagi kubu Persib Bandung dinilai sebagai partai bergengsi dan istimewa. Terkait hal ini Manajemen Persib telah menyiapkan bonus Rp 225 juta untuk Eka Ramdani dkk, jika mereka mampu menaklukkan Persija. Biasanya kalau menang di kandang lawan, paling tinggi pasukan Maung Bandung diguyuri bonus Rp 150 juta.

“Memang biasanya (bonus) hanya Rp 150 juta tapi sekarang ini lawan kita Persija dan laga ini sangat menentukan bagi Persib untuk merebut posisi runner-up. Bonus Rp 225 juta itu, Rp 150 juta uang dari manajemen dan sisanya Rp 75 juta uang pribadi saya,” tandas Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar, Selasa (09/06).

Menurut Umuh, langkah ini dilakukan manajemen untuk memotivasi pemain agar tampil habis-habisan. Diharapkan dengan bonus yang cukup besar Eka Ramdani dkk, kata Umuh, bisa menampilkan permainan terbaiknya sekaligus mampu menaklukkan tim musuh bebuyutan berjuluk Macan Kemayoran itu.

“Melihat posisi sekarang ini, mau tidak mau kita harus mengalahkan Persija. Sebab pesaing kita, Persiwa Wamena saya kira hampir pasti menang kalau main di kandang. Untuk itu bagaimana pun caranya kira harus menang,” tandas Umuh.

Untuk mendukung ke arah kemenangan, Umuh mengungkapkan sebagai wakil manajer, secara pribadi ia telah menyambangi satu persatu kamar pemain di Hotel Regent’S Park Malang, tempat menginap skuad Persib selama di Malang.

Dari hasil pembicaraan dengan para pemain itu kata Umuh, telah tercapai kesepakatan bahwa semua pemain akan tampil habis-habisan untuk mengalahkan Persija. “Saya senang motivasi anak-anak sangat besar. Mudah-mudahan saja kita bisa melalui pertandingan ini dengan hasil memuaskan,” ujar Umuh.

Berbekal upaya yang telah dilakukan manajemen dan tim pelatih, serta motivasi besar dari para pemain, Umuh optimistis Persib bisa mengatasi Persija. Umuh juga berharap, semua bobotoh dimana pun berada agar mengirimkan doa untuk keberhasilan Persib. (san/gan)