Archive | June, 2009

Persoalannya, Keutuhan Tim

Catatan Kegagalan Persib
MENCARI penyebab kegagalan Persib Bandung menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009 merupakan hal yang mutlak dilakukan pada saat evaluasi. Jika faktor penyebab itu sudah diketahui, perbaikan bisa langsung dilakukan untuk mempersiapkan tim yang lebih baik pada musim depan. Selain itu, jangan ulangi kesalahan yang menjadi faktor penyebab kegagalan tersebut.***

SECARA teknis, materi pemain yang dimiliki Persib pada LSI 2008-2009 sudah sesuai dengan target juara yang dibidik. Sederet pemain nasional berlabel “Burung Garuda” seperti Maman Abdurahman, Atep, Airlangga, didatangkan pada awal musim. Mereka melengkapi nama pemain nasional yang sudah dimiliki Persib sebelumnya, macam Nova Arianto, Eka Ramdani, Suwita Pata, Salim Alaydrus, dan Zaenal Arief. Belum lagi nama-nama beken lain seperti Waluyo, Siswanto, Hariono, dan Hari Salisburri, juga turut direkrut.

Dari deretan pemain asing, kecuali Fabio Lopes Alcantara dan Rafael Alves Bastos yang kualitasnya belum teruji, Hilton Moriera, Lorenzo Cabanas, Nyeck Nyobe Georges Clement, dan Christian Gonzales yang masuk pada putaran kedua, adalah legiun asing papan atas di kancah sepak bola nasional.

Mumpuninya materi pemain Persib itu bukan hanya diakui Jaya Hartono, tapi juga sederet pelatih yang beredar di pentas LSI 2008-2009, seperti Jacksen F. Tiago (Persipura), Suharno (Persiwa), Aji Santoso (Persiwa), Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), Muhammad Basri dan Widodo Cahyono Putro (Persela), Danurwindo (Persija), hingga Fandi Ahmad (Pelita Jaya) dan Bambang Nurdiansyah (PSIS).

Lantas, kenapa bisa gagal? “Kalau mereka tidak berada di top position, mungkin itu karena ada persoalan internal,” kata Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah ketika berbincang dengan “GM” di Semarang, dalam sebuah kesempatan.

Konflik internal

Banur benar. Jaya Hartono pun tidak menutup mata terhadap persoalan serius di tubuh timnya, khususnya menyangkut keutuhan dan kekompakan tim.

Dalam sebuah kesempatan, Jaya sempat mengungkapkan adanya beberapa kubu yang dibangun para pemainnya.

“Lihat pada saat pemanasan menjelang latihan, pasti ada kelompok Jawa Timur, pemain senior, pemain asing, dan pemain muda. Kalau sudah begini, sulit membangun tim yang utuh,” kata Jaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Suasana ini diperparah adanya sekelompok pemain yang kurang respek terhadap Jaya. Setidaknya, indikasi ini tercium oleh Lorenzo Cabanas. “Jaya itu orang baik. Tapi, ada orang yang tidak suka padanya dan justru senang kalau tim ini kalah, supaya Jaya pergi.,” kata gelandang asal Paraguay itu.

Adanya persoalan internal itu diakui Hilton Moriera dan kapten tim Eka Ramdani. Hanya saja, Eka membantah kalau persoalan internal itu menjadi satu-satunya penyebab kegagalan Persib.

“Masalah itu memang ada dan pasti ada penyebabnya. Tapi, saya malah melihat faktor kelelahan akibat jadwal padat di pengujung kompetisi, justru menjadi faktor utama,” kata Ebol, sapaan akrabnya.

Persoalan program latihan juga sempat dikeluhkan para pemain. Belakangan, faktor kedisiplinan pemain pun sempat dikeluhkan Umuh dan Jaya. Dari penelusurannya, Umuh menemukan sejumlah pemain yang begadang hingga larut malam pada hari menjelang pertandingan.

“Makanya, kalau saya dipercaya lagi, sejak awal akan saya kerasi mereka dengan disiplin tinggi,” kata Umuh.

“Ya, saya memang gagal mengubah karakter dan kebiasaan pemain. Mereka sudah dimanjakan oleh keadaan dan pengurus yang menurut saya terlalu baik pada pemain,” timpal Jaya. (endan suhendra/”GM”)** sumber : galamedia

Bobotoh Berharap Umuh Kembali

BANDUNG, TRIBUN - Keputusan H Umuh Muhtar mundur dan tak mau lagi mengurusi Persib di musim depan, disayangkan sejumlah bobotoh. Bobotoh berharap Umuh mengubah keputusannya dan mau kembali mengurusi tim Maung Bandung.

“Sayang sekali kalau orang seperti Haji Umuh yang punya uang dan mau mengorbankan uang pribadinya untuk Persib harus mundur dari manajemen tim. Saya kira keputusan itu terasa berat untuk Persib dan bobotoh,” ujar Panglima Viking Ayi Beutik, Minggu (14/6).

Menurut Beutik, tidak banyak orang yang mencintai Persib dan mau mengorbankan hartanya demi kejayaan tim Maung Bandung seperti ditunjukkan Umuh. Justru yang banyak kata Beutik, adalah orangorang yang mencari keuntungan materi dari Persib.

“Moal aya jalma nu daek nalangan duit jang kabutuhan Persib (tak akan ada orang yang mau menalangi kebutuhan Persib, Red), seperti Haji Umuh. Saya bicara apa adanya karena faktanya memang seperti itu,” tandas Beutik.

Menurut Beutik, jika alasan mundurnya Umuh karena kecewa dengan pengurus Persib yang sama sekali tak memberikan apresiasi, maka ia menyarankan sebaiknya pengurus memberikan apresiasi terhadap kerja keras manajemen tim, ofisial, dan semua pemain. “Cuma mengucapkan terima kasih apa susahnya sih,” tandas Beutik.

Ketua Umum The Bomber Asep Abdul berharap Umuh mengubah keputusannya dan mau kembali mengurusi Persib di musim depan. Sebab kata Asep, pikiran, tenaga, dan dana yang dimiliki Umuh sangat dibutuhkan Persib.

“Di zaman krisis begini mana ada orang yang mau mengorbankan uangnya untuk Persib. Padahal musim depan Persib butuh dana yang banyak untuk ikut kompetisi. Justru sebagai pengusaha, Pak Umuh diharapkan bisa menggandeng pengusaha lain untuk ikut membiayai Persib. Jadi saya berharap Pak Umuh tetap mengurusi Persib,” tutur Asep.(san)

Pemain Bakal Pikir-pikir
KEPUTUSAN
H Umuh Muhtar untuk mundur dari manajemen tim Persib mengejutkan sejumlah pemain. Mereka umumnya menyayangkan bahkan mengaku jika Umuh tak lagi duduk sebagai manajer atau wakil manajer, pemain bakal pikir-pikir dulu untuk kembali bergabung dengan Persib.

“Terus terang saya sangat menyayangkan sekali. Kalau benar seperti itu, mungkin saya dan teman-teman lainnya bakal pikirpikir dulu untuk kembali memperkuat Persib,” tandas gelandang lincah Siswanto, Minggu (14/6).

Menurut Siswanto, di tim Persib peran Umuh sangat sentral dan jasanya sangat dirasakan para pemain. “Tak hanya urusan duit, urusan lainnya pun beliau (Umuh, Red) sangat perhatian sekali,” ungkap Siswanto.

Gelandang asal Cianjur, Atep juga sangat menyayangkan mundurnya Umuh. “Mudah-mudahan ini hanya emosi sesaat. Saya berharap Pak Umuh tetap mengurusi Persib. Pak Umuh sangat menyayangi pemain dan itu kami rasakan selama satu tahun ini. Dan saya kira ini  bukan hanya soal bonus tapi soal hati. Pak Umuh sudah dekat dengan pemain,” tutur Atep.

Nova Arianto bahkan memastikan akan meninggalkan Persib jika H Umuh tidak ada di tim Persib. “Pokoknya akan kabur dari Persib. Walaupun Persib masih meminati saya. Bagi saya, selama ini hanya dia yang selalu berkorban untuk Persib,” tandas Nova.(san/gan) sumber : tribun jabar

Jaya Siap Laporkan Kinerja Tim

BANDUNG, TRIBUN - Setelah tuntas melakoni Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia 2008-2009, dalam waktu dekat pengurus Persib akan mengevaluasi prestasi tim besutan Jaya Hartono tersebut. Jaya sendiri menegaskan kesiapannya untuk melaporkan kinerja tim Maung Bandung selama satu musim ini.

“Saya sudah siap untuk melaporkan kinerja tim. Justru sekarang ini saya masih menunggu panggilan dari pengurus untuk membahas soal evaluasi itu,” ujar Jaya, Senin (15/6).

Jaya mengungkapkan, dirinya telah memiliki catatan mengenai kinerja satu persatu pemain. Jika nanti digelar rapat evaluasi, dirinya juga akan merekomendasikan sejumlah nama pemain yang layak dipertahankan untuk musim depan.

Namun saat disinggung siapa saja pemain yang layak dipertahankan itu, pelatih berkumis tebal ini enggan menyebutkannya. “Ada deh, nanti pada saatnya bisa diketahui. Yang jelas sekarang belum bisa, evaluasinya aja belum,” tutur Jaya.

Jaya juga enggan berspekulasi mengenai karier kepelatihan selanjutnya. Menurutnya, secara pribadi ia masih ingin menangani Persib tapi itu semua tergantung dari manajemen Persib sendiri.

Meski begitu pelatih yang membawa Persib bercokol di peringkat ketiga Liga Super Indonesia 2008-2009 ini disebut-sebut sudah didekati sejumlah klub untuk dipinang menjadi pelatih klub yang bersangkutan. Namun tentang hal ini, Jaya lagi-lagi enggan berkomentar.

Terkait soal evaluasi tim, sebelumnya Manajer Persib Jaja Soetardja menegaskan, pada pekan ini dirinya akan menyerahkan laporkan pertanggungjawaban tim selama setahun kepada Ketua Umum Persib Dada Rosada. Namun hingga kemarin belum terlihat ada tanda-tanda soal ini.

Ketua Umum Persib H Dada Rosada sebelumnya juga menegaskan, evaluasi akan digelar dalam waktu dekat. “Lebih cepat, lebih baik,” ujar Dada. Namun kapan waktunya hingga kini masih belum jelas.

Lebih Cepat Lebih Baik
RAMPUNGNYA keikutsertaan Persib di Liga Super Indonesia dan Copa Indonesia, otomatis membuat tim besutan pelatih Jaya Hartono ini bubar dengan sendirinya. Sebab pemain dan pelatih hanya dikontrak satu tahun dan secara tertulis kontrak ini berakhir kemarin atau 15 Juni 2009.

Meski baru dibubarkan tapi para pemain berharap pengurus Persib segera memutuskan keikutsertaan tim Maung Bandung di musim depan, sekaligus merekrut pemain yang diminati. Tentang hal ini Siswanto menilai lebih cepat lebih baik.

“Saya kira, lebih cepat, lebih baik. Mumpung para pemain belum ada yang dikontrak oleh tim lain. Lagipula kalau persiapannya lebih panjang, saya kira ini bagus untuk Persib,” ujar Siswanto, Senin (15/6).

Siswanto mengungkapkan, hingga kini belum ada satu pun klub yang mendekatinya. Begitu pun sepengetahuannya, para pemain Persib lainnya pun belum ada yang didekati tim lain.

Namun kondisi ini diperkirakannya tak akan berlangsung lama. Sriwijaya FC misalnya, sudah ancang-ancang sejak sekarang untuk membidik sejumlah pemain. Sebab tim asal Kota Palembang itu telah mengontrak Rahmad Darmawan sebagai pelatih untuk dua musim kompetisi ke depan.

Siswanto mengaku untuk musim depan dirinya akan memprioritaskan Persib. Namun kata Siswanto, dia akan melihat keseriusan Persib dalam menghadapi kompetisi musim depan.(san)

Umuh Kapok Ngurus Persib

BANDUNG, TRIBUN – Setelah Jaja Soetardja menolak jika dipilih kembali menjadi manajer Persib di musim depan, kali ini Wakil Manajer H Umuh Muhtar menyatakan hal yang sama, bahkan terkesan lebih lugas.

“Saya sudah kapok mengurusi Persib. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap dibilang gagal dan tak ada seorang pun pengurus Persib yang mengucapkan terima kasih atas kerja keras kami. Yang banyak memberikan apresiasi justru para bobotoh,” tandas Umuh, Sabtu (13/6).

Umuh menegaskan, keputusan untuk mundur mengurusi tim Persib sudah final dan melalui perenungan yang cukup mendalam. Menurutnya, ia merasa tidak dihargai oleh manajemen klub, padahal sudah berkorban besar untuk Persib, baik secara moril maupun materil.

“Memang benar Persib gagal jadi juara, tapi hargai dong usaha yang kami lakukan selama ini. Saya mohon maaf kepada para bobotoh yang tetap berharap saya memegang Persib di musim depan,” ujar Umuh, seraya menyebutkan telepon selulernya penuh dengan SMS dari bobotoh yang mengapresiasi kerja kerasnya.

Umuh mengungkapkan, meski nanti tidak lagi memegang Persib, sebagai bobotoh, kecintaannya pada tim Maung Bandung tidak akan berkurang. Pria yang dikenal dermawan ini mengaku siap membantu baik moril maupun materil demi kemajuan Persib.

“Saya ini dari dulu pencinta Persib. Jadi, kalau nggak jadi manajer atau wakil manajer pun, saya tetap akan membantu sesuai dengan kemampuan. Kecintaan saya pada Persib itu tak perlu diragukan lagi,” tegas Umuh.

Dalam kesempatan itu Umuh juga meluruskan pernyataan Ketua Umum Persib Dada Rosada yang menyebutkan seolah-olah dirinya sanggup mendatangkan sponsor yang memiliki dana Rp 30 miliar untuk membiayai Persib di musim depan.

“Saya tidak pernah ngomong seperti itu dan saya juga belum pernah bertemu dengan Pak Dada membicarakan soal itu. Lagi pula, mana ada orang yang mau membiayai Persib dengan uang pribadi sebanyak itu,” tegas Umuh.

Umuh menduga Dada telah menerima informasi keliru. “Itu dalam bahasa Sunda istilahnya sokong jongklok, seolah-olah menyokong tapi justru ingin menjatuhkan. Saya kira ke depan Pak Dada harus lebih hati-hati menerima informasi dari siapa pun,” tandas Umuh. (san)

Persib Gagal Jadi Runner-up

Gonzales Top Skor,

BANDUNG, TRIBUN – Persib gagal merebut posisi kedua Liga Super Indonesia setelah hanya menang 2-1 melawan Persija di Stadion Gajayana Malang, Rabu (10/5). Persib harus menang selisih 3-0 untuk merebut juara kedua dari Persiwa yang  menang telak 5-0 atas PSMS di Wamena pada pertandingan sore waktu setempat.

Maung unggul terlebih dahulu pada menit ke-49 lewat tandukan Airlangga Sucipto yang berhasil memanfaatkan umpan Atep dari sayap. Angga terbang menanduk bola untuk menjebol gawang Hendro Kartiko.

Namun lima menit kemudian pertahanan Persib yang lengah berhasil ditembus pemain-pemain Persija. Mantan pemain Persib Fabio Lopez yang menang duel dengan Nyeck Nyobe berhasil menanduk bola untuk mengecoh kiper Persib Cecep Supriatna yang tak menyangka bola mengarah ke gawangnya. Kedudukan pun menjadi 1-1.

Persib kembali unggul pada menit ke-87 lewat tendangan penalti Christian Gonzalez. Persib mendapatkan hadiah penalti setelah M Ilham melanggar Airlangga di kotak penalti. Ini merupakan gol ke-28 Gonzalez. Angka tersebut membawa dia menjadi to skor LSI bersama Boaz Solossa dari Persipura yang juga mencetak 28 gol.

Pada pertandingan tersebut Persib harus kehilangan tiga pemain andalannya pada babak pertama.  Tema Mursadat cedera setelah bertabrakan dengan pemain Persija.  Lorenzo Cabanas harus meninggalkan lapangan karena cedera lamanya kambuh. Sedangkan Gilang Angga harus ditarik keluar juga karena cedera.

Pelatih Persib Jaya Hartono terpaksa memasukkan Cecep Supriatna untuk mengganti Tema. Adapun pengganti Cabanas, Jaya menujuk Airlangga untuk berduet dengan Christian Gonzalez. Hilton Moreira yang tadinya bermain di depan terpaksa ditarik ke tengah untuk menjadi playmaker. Sedangkan Gilang diganti Salim Alaydrus.

Persib sebetulnya berhasil mencetak gol pada menit ke-35 ketika Gonzalez berhasil memanfaatkan umpan Moreira dari sayap kanan. Namun wasit Purwanto menyatakan gol tersebut tidak sah karena Gonzalez berada di posisi offside.

Hasil tersebut membawa Persib ke posisi ketiga dengan mengumpulkan 66 poin dari 34 pertandingan karena kalah selisih gol dari Persiwa yang berada di urutan kedua dengan poin sama. Sebelumnya Persipura sudah memastikan jadi juara. (gan/jan)

?>