Tandukan Moreira dan Gonzalez Menangkan Persib

BANDUNG, TRIBUN – Persib berhasil memelihara peluang ke Zona Liga Champions Asia setelah mengalahkan Persiwa Wamena 2-0 dalam  lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung,  Rabu (20/5). Gol Persib dicetak Hilton Moreira pada menit ke-5, dan Christian Gonzalez pada menit ke-72.

Membutuhkan kemenangan untuk mengamankan peluang menempati posisi kedua, Persib langsung menggempur pertahanan Persiwa. Beberapa kali peluang nyaris berbuah gol.

Usaha para pemain Persib akhirnya berbuah, ketika umpan Atep dari sayap kiri berhasil ditanduk Moreira. Penjaga gawang Persiwa Timotius Mote   gagal menghalau tandukan pemain asal Brasil tersebut. Persib unggul 1-0.

Serangan Persib tak berhenti. Sebuah tendangan bebas Lorenzo Cababans nyaris menambah kemenangan. Namun Timotius Mote berhasil menghadangnya.

Sebaliknya, Persiwa tak pantang menyerah. Mereka terus menyerang pertahanan Persib lewat  Redouane Barkawi. Namun hingga turun minum, Persib  tetap unggul 1-0

Pada babak kedua giliran Persiwa menggempur pertahanan Persib. Pada menit ke-50, Persiwa nyaris menyamakan kedudukan.  Erick Week Lewis berhasil memanfaatkan kecerobohan Tema Mursadat yang maju ke depan. Namun bola congkolen Erick berhasil dibuang Maman Abdurrahman yang berdiri persis di depan gawang.

Pada menit ke 59, Erick lagi-lagi membahayakan gawang Tema. Tendangannya dari kotak penalti mengancam gawang Tema. Untung Tema gemilang. Dia berhasil mengeblok bola tersebut, meski menghasilkan tendangan penjuru.

Sebaliknya Persib pun tak mau kalah. Serangan-serangan terus dilancarkan ke gawang Persiwa. Namun rapatnya pertahanan lawan, membuat serangan Persib tak menghasilkan gol.

Lagi-lagi Erick nyaris membobol gawang Persib. Pada menit ke-68 Erick yang berdiri bebas gagal memanfaatkan peluang setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang Tema.

Namun Persib justru menambah keunggulan pada menit ke-72 lewat gol Gonzalez. Mantan striker Persik ini berhasil memanfaatkan umpan Siswanto dari sayap. Tandukannya sebelum mengarah ke gawang  sempat  menyentuh pemain belakang ke Persiwa.

Barkawi nyaris memperkecil kekalahan pada menit ke-77. Namun tandukannya melayang di atas mistar Tema.

Kedua kesebelasan terus melancarkan serangan. Namun hingga wasit Olehadi meniup peluit panjang  pertandingan kedudukan tetap 2-0 untuk Persib. (san/gan)

Jaya, “Tekan Barkaoui!”

AHMAD YANI,(GM)-
Mantan penyerang Persib Bandung, Redouane Barkaoui, yang saat ini berkostum Persiwa Wamena, mendapatkan perhatian khusus dari Jaya Hartono, saat kedua tim bertemu di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Rabu (20/5) pukul 19.00 WIB.

Jaya memastikan, ia akan memberikan penekanan khusus buat striker asal Maroko itu.

“Bagaimanapun, Barkaoui sudah sangat tahu karakteristik permainan Persib. Karena itu, dalam pertandingan besok (hari ini, red), pasti ada penekanan khusus buat Barkaoui,” kata Jaya, usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (19/5).

Sebagai kilas balik, Barkaoui adalah striker andalan Persib pada Liga Indonesia (LI) XII/2006 dan LI XIII/2007. Dalam dua musim tersebut, striker yang sempat terkenal dengan selebrasi jaipongannya setiap kali menyumbangkan gol untuk Persib, Barkaoui mengoleksi 14 gol, masing-masing 5 pada LI XII/2006 dan 9 pada LI XIII/2007.

Kendati akan memberikan perhatian lebih, namun Jaya mengatakan, ia tidak akan menugaskan salah seorang pemain belakangnya untuk mematikan pergerakan Barkaoui. “Tugas bertahan adalah tugas kolektif. Jadi, siapa pun yang terdekat dengan Barkaoui, dialah yang harus memberikan tekanan,” ujarnya.

Tidak dilakukannya pengawalan khusus terhadap Barkaoui, karena di mata Jaya, pemain Persiwa yang harus diwaspadai bukan hanya striker asal Maroko itu. Dalam pandangan Jaya, pemain-pemain depan Persiwa lainnya seperti Boakay Edy Foday dan Edison Pieter Rumaropen juga memiliki naluri mencetak gol yang bagus.

“Pokoknya, semua pemain Persiwa harus diwaspadai. Bukan hanya Barkaoui, Boakay Edi Foday dan Pieter juga cukup bagus,” tutur mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini.

Ke Persib

Sementara itu, Barkaoui sendiri menyatakan sudah siap menghadapi mantan klubnya itu. Bahkan, ia pun mengaku tidak segan-segan untuk menjebol gawang Persib jika memiliki kesempatan emas.

“Saya pemain profesional. Karena itu, saya siap membela Persiwa ketika menghadapi Persib. Bahkan, saya juga siap mencetak gol,” kata Barkaoui.

Ketika ditanya wartawan apakah dia masih memiliki keinginan untuk kembali ke Persib, Barkaoui pun menyatakan siap. “Kontrak saya di Persiwa akan selesai akhir musim ini. Setelah itu, saya siap pindah ke klub mana pun yang menginginkan saya, termasuk Persib,” kata pemain yang baru bergabung dengan Persiwa di putaran kedua ini. (B.82/B.98)**

Kunci Menuju Runner-up

Persib Harus Kalahkan Persiwa, Malam Ini
AHMAD YANI,(GM)-
Setelah dipastikan gagal bersaing dengan Persipura Jayapura dalam perburuan gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009, Persib Bandung dengan “terpaksa” merevisi targetnya menjadi “runner-up”.

Untuk membuka jalan menuju peringkat kedua itu, Persib harus menyingkirkan salah satu pesaingnya, yaitu Persiwa Wamena yang akan dihadapi di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Rabu (20/5) pukul 19.00 WIB.

Hingga Selasa (19/5), Persiwa berada di peringkat kedua dengan mengumpulkan nilai 60 dengan menyisakan empat laga lagi. Sedangkan Persib berada di posisi keempat dengan nilai 54, namun mengantongi 6 laga tersisa. Dengan posisi ini, nilai maksimal yang bisa diraih kedua tim adalah 72.

Kendati demikian, Pelatih Persib, Jaya Hartono menolak kalau pertandingan melawan Persiwa ini disebut sebagai kunci buat Persib dalam pencapaian target alternatifnya. “Kalau disebut partai kunci, saya kira tidak. Karena masih ada pertandingan lainnya,” kata Jaya.

Namun, Jaya tetap sadar kalau pertandingan ini harus dimenangkan Persib. Jaya tidak mau menyebut partai kunci karena tidak mau membebani anak asuhnya. “Saya hanya tidak mau membebani para pemain dengan menyebut ini partai kunci,” tuturnya.

Untuk memenangkan pertandingan kali ini, Jaya sudah menyiapkan skuad terbaiknya, termasuk Lorenzo Cabanas dan Gilang Angga Kusumah yang sempat absen pada saat Persib dikalahkan Persik Kediri karena cedera dan hukuman akumulasi kartu kuning. Perubahan yang mungkin terjadi hanya di posisi gelandang bertahan. Ada kemungkinan Hariono diistirahatkan dengan alasan kebugaran dan posisinya digantikan Suwita Pata.

Soal semangat para pemainnya yang bisa menurun setelah Persipura memastikan gelar juara, Jaya memastikan hal itu tidak akan terjadi. “Saya lihat, anak-anak tetap bersemangat, meski sekarang yang diburu tinggal posisi runner-up,” katanya.

Main lepas

Sementara itu, Pelatih Persiwa, Suharno menyatakan, ia tidak ingin membebani anak asuhnya untuk memenangkan pertandingan agar dapat mempertahankan posisi kedua di klasemen sementara LSI. Baginya, pencapaian Persiwa saat ini telah melampaui target yang ditetapkan manajemen.

“Saya tidak peduli dengan posisi runner-up. Target Persiwa hanya tetap berada di LSI dan tidak terdegradasi. Jadi saat ini sebenarnya Persiwa sudah sangat melampau target,” katanya.

Oleh karenanya, Suharno telah memerintahkan anak asuhnya untuk bermain enjoy. Pemain tidak dibebani meraih poin dalam pertandingan kali ini.

Sebaliknya, lanjut Suharno, Persiwa akan memanfaatkan beban mental para pemain Persib yang harus meraih kemenangan pada pertandingan kali ini.

“Karena dibebani kemenangan, Persib tentu akan bermain menekan. Inilah yang akan kita manfaatkan untuk dapat mencuri gol,” ungkap mantan pelatih Persikab Bandung ini.

Kendati demikian, Suharno tetap akan menurunkan pemain intinya. “Semua pemain siap. Tidak ada yang cedera ataupun yang terkena akumulasi kartu,” tuturnya. (B.82/B.98)** sumber : klik-galamedia.com

Persib Sisakan Semangat

Umuh, “Urutan Dua juga Publik Bandung Sudah Puas”
AHMAD YANI,(GM)-
Jelang laga melawan Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kab. Bandung, Rabu (20/5), Pelatih Jaya Hartono meminta para pemainnya untuk mewaspadai Redouane Barkaoui.

“Dia pasti ingin menunjukkan diri kepada publik Bandung. Dia akan bermain lebih dari biasanya. Mungkin itu yang harus diwaspadai,” kata Jaya, usai memimpin latihan, Senin (18/5).

Menyinggung dengan dipastikannya Persipura Jayapura sebagai juara LSI tahun ini, kata Jaya, timnya telah sepakat untuk menyelesaikan LSI ini dengan tetap semangat dan meraih hasil yang terbaik.

“Anak-anak sepakat untuk menyelesaikan liga dengan semangat. Kita akan berupaya yang terbaik bagi Persib,” tegas mantan pelatih Persik Kediri ini.

Untuk itu Jaya meminta para pemainnya bisa menjaga kondisi agar tetap fit. Pasalnya, jadwal yang harus dilalui tetap padat. Harus diakui, faktor kelelahan sering kali menjadi penyebab kekalahan yang ditanggung Persib.

“Soal LSI yang sudah ada juaranya, itu urusan lain. Kita tidak ingin terpengaruh dengan itu. Kita hanya ingin bermain yang terbaik saja,” ulangnya.

Publik sudah puas

Sementara itu, Wakil Manajer Persib, H. Umuh meminta para pemainnya untuk melupakan kekalahan saat melawan Persik Kediri, (16/5). Laga melawan Persiwa merupakan penentu bagi Persib untuk meraih hasil terbaik di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 ini.

Jika dapat mengalahkan Persiwa dalam laga tersebut, peluang Persib untuk berada di urutan kedua klasemen akhir LSI akan semakin terbuka.

“Pokoknya ini pertandingan final. Kita harus bermain sebaik mungkin. Lupakan pertandingan yang lalu. Masih ada harapan untuk berbuat yang lebih baik lagi,” katanya.

Dengan telah dinyatakannya Persipura Jayapura sebagai juara LSI tahun ini, menurutnya, target bagi Persib yaitu menjadi runner-up. Untuk meraih hal itu, sisa laga harus diselesaikan dengan penambahan 3 nilai.

“Dengan berada di urutan kedua, publik Kota Bandung, terutama bobotoh juga sudah cukup puas. Karena mereka telah memahami situasi yang harus dihadapi oleh Persib selama ini. Persib terlalu dirugikan oleh jadwal pertandingan yang terlalu padat,” lanjutnya.

Selain Persiwa, masih ada laga yang harus dihadapi oleh Maung Bandung. Di antaranya melawan Deltras Sidoarjo (30 Mei), Persitara Jakarta Utara (2 Juni), Persela Lamongan (7 Juni), dan terakhir melawan Persija Jakarta (10 Juni).

Dengan jadwal yang sangat padat tersebut, Persib diperkirakan akan mengalami kelelahan. (B.98)** sumber : klik-galamedia.com