Hari: Main Malam Tanpa Penonton Untungkan Persib

BANDUNG, TRIBUN-Sayap kiri Persib Hari Salisburi mengaku optimistis timnya dapat mengatasi PSIS pada laga lanjutan Liga Super di Semarang nanti.

Menurutnya ada dua kondisi yang menguntungkan. Pertama gim yang tanpa penonton dan pertandingan yang dilakukan malam hari.

“Dengan bermain malam hari, suhu tak akan terlalu panas seperti sore hari. Ini sangat menguntungkan, sebab suhu malam di semarang tak beda jauh dengan suhu di Bandung,” katanya.

Pelatih Persib Jaya Hartono berharap, para pemain dapat benar-benar fokus saat menghadapi PSIS nanti.

“Jangan terpengaruh hal lainnya. Saya berharap kami tak kehilangan poin di Semarang,” ujarnya.(tor)

Lewat Kamis, Persib Menang WO

BANDUNG, TRIBUN-Manajer Persib Jaja Sutarja menegaskan, tim Persib akan menang WO jika kepastian tempat pertandingan melawan Persitara yang rencananya digelar 25 April nanti tidak mereka terima hingga Kamis (23/4).

“Aturannya memang begitu. Jika dalam tiga hari tidak ada kejelasan, maka Persitara harus dinyatakan kalah WO,” kata Jaja, beberapa saat lalu.

Jaja meminta, pihak BLI konsisten dengan aturan yang mereka buat. “Sekali lagi, aturannya sangat jelas. BLI harus taat pada aturannya sendiri,” kata Jaja.

Hingga siang ini, Persib memang belum menerima kepastian tempat di mana pertandingan melawan Persitara akan digelar.

Sebelumnya, tanggal 19 April lalu sempat ada keputusan bahwa pertandingan akan digelar di Stadion Singa Perbangsa Karawang.

“Tapi saat ini kita tidak tahu apakah akan kembali ada perubahan tempat atau tetap di Karawang,” kata Jaja

Persib vs PSMS tak Ada Izin

Bertepatan dengan Hari Buruh, laga kandang Persib melawan PSMS Medan pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Jumat (1/5), terancam ditunda. Persib tidak memperoleh izin keamanan untuk menggelar pertandingan sehingga harus mengajukan permohonan penjadwalan ulang kepada Badan Liga Indonesia (BLI).

“Untuk mengantisipasi demo Hari Buruh tanggal 1 Mei, kami tidak mendapat izin menggelar pertandingan di Jalak Harupat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya 1 Mei selalu diwarnai demo buruh besar-besaran,” ujar Sekretaris Badan Pengelola Persib (BPP) Edi Djukardi di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Jumat (24/4).

Menurut Edi, Persib sudah mengirim surat permohonan penjadwalan ulang ke BLI, kemarin siang, tepat satu pekan sebelum pertandingan berlangsung. Namun, dalam surat tersebut, Persib tidak mencantumkan alternatif jadwal pertandingan.

“Untuk 2 Mei, Jalak sudah full book. Sementara untuk hari lain, terlalu mepet dengan jadwal Pelita Jaya-Persib, 5 Mei. Oleh karena itu, kami tidak mengajukan tanggal pengganti. Kemungkinan besar, BLI akan menjadwal ulang pertandingan pada 7-31 Mei, seperti pertandingan lain yang tertunda akibat kendala izin keamanan,” tutur Edi.

PSIS-Persib

Sementara itu, walaupun pertandingan PSIS-Persib sudah dipastikan akan digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa (28/4), tanpa penonton, hingga tadi malam, waktu kick-off masih simpang siur. Secara lisan, Panpel PSIS memastikan bahwa pertandingan akan dimulai pukul 19.00 WIB. Namun, surat rekomendasi Polda Jatang menyebutkan, pertandingan akan digelar pukul 15.30 WIB.

“Saya belum tahu pastinya jam berapa dimulai. Kalau dari surat rekomendasi Polda Jateng yang dilampirkan BLI, Persib akan main sore. Akan tetapi, tadi siang saya mendapat telefon dari Panpel PSIS yang meyakinkan bahwa pertandingan akan berlangsung malam,” tutur Sekretaris Tim Persib Yudiana.

Persib mendapatkan kepastian tentang lokasi pertandingan melalui surat dari BLI yang diterima Jumat (24/4) pagi, pukul 10.12 WIB. Untuk memenuhi target kemenangan pada laga tandang tersebut, Persib terus berbenah diri.

Namun, skuad asuhan Jaya Hartono itu rupanya hanya memfokuskan pembenahan pada lini belakang yang masih dinilai keropos. Khusus untuk lini depan, Persib tidak banyak melakukan perombakan, baik strategi maupun formasi pemain. Lini depan sepertinya akan kembali dipercayakan kepada duet Hilton Moreira dan Christian Gonzales.

“Untuk lini depan, saya tidak terlalu banyak melakukan pemolesan. Persiapan Persib lebih fokus ke lini belakang. Pertimbangannya, kami akan menghadapi laga tandang. Main di luar, tidak kebobolan adalah yang paling penting,” tutur Pelatih Jaya Hartono.

Dalam membenahi lini belakang, beberapa hari terakhir ini Jaya dan asistennya, Robby Darwis, gencar mengasah kedisiplinan dalam menjaga pergerakan lawan di kotak enam belas meter dan agresivitas pemain belakang. Jaya mengaku, sulitnya menata lini belakang baru ia alami saat menangani Persib.

Rencananya “Maung Bandung” akan bertolak ke Semarang, Sabtu malam, pukul 20.30 WIB, menggunakan Kereta Api Harina. Tim dijadwalkan tiba di Semarang Minggu subuh dan akan menjalani latihan ringan sore harinya.

Source: http://www.pikiran-rakyat.com

Persib Lumat Persita

BANDUNG, TRIBUN - Persib melumat Persita 4-2 dalam lanjutan Liga Super di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (21/4). Gol-gol Persib diciptakan Hilton Moreira (19, 48), Eka Ramdani (44), Cristian Gonzalez (57).

Adapun gol balasan Persita diciptkan Supriadi pada menit ke-24, dan  Adolfo Souza (60).

Persib unggul terlebih dahulu lewat pemain asal Brasil Hilton Moreira pada menit ke-19. Persita membalas pada menit ke-24 lewat tandukan Supriadi yang memanfaatkan umpan silang.

Di pertengahan babak pertama pelatih Persib Jaya Hartono menggantikan striker Rafael Alves Bastos dengan Airlangga Sucipto. Semula Airlangga akan dimainkan Jaya, namun beberapa jam sebelum pertandingan Airlangga digantikan Moreira.

Eka Ramdani menambah keunggulan Persib pada menit-menit terakhir babak I. Gol tersebut terjadi berkat kecerdikan Cristian Gonzalez yang melepaskan umpan Moreira secara sengaja. Eka yang tanpa pengawalan langsung mencocorkan bola ke gawang Persita.

Memasuki babak kedua, Persib langsung menggebrak. Beberapa kali peluang tercipta lewat Moreira dan Gonzalez.

Gol tambahan Persib terjadi pada menit ke-48 lewat Moreira setelah memanfaatkan bola rebound dari Gonzalez. Lewat sundulannya, pemain Brasil ini berhasil memperdaya kiper Persita Wawan Hendrawan.

Gonzalez berhasil memperbesar keunggulan Persib setelah berhasil memanfaatkan umpan terobosan pemain tengah Maung Bandung. Dia berhasil memperdaya Wawan setelah lepas dari kawalan pemain belakang Persita.

Namun para pemain Persita berhasil memanfaatkan kelengahan pemain belakang  Persib. Striker Adolfo berhasil memanfaatkan umpan silang pemain Persita dari sektor kiri pertahanan Maung Bandung.

Gonzalez sebetulnya bisa menambahkan keunggulan buat Persib pada menit ke-88. Namun El Loco yang sudah berhadapan dengan kiper tendangannya tipis melewati samping gawang Wawan. Dan, hingga pertandingan selesai kedudukan tidak berubah tetap 4-2 untuk kemenangan Persib. (tor/san)

Hilton Dipastikan Bisa Merumput

BANDUNG, TRIBUN - Striker Persib Hilton Moreira, yang sempat dilarikan ke rumah sakit seusai Persib menang secara dramatis atas Sriwijaya, Jumat malam lalu, dipastikan bisa merumput kembali bersama Maung Bandung melawan tuan rumah Persita Tangerang, Selasa (21/4) malam.

Kepastian kondisi kesehatan striker impor asal Brasil tersebut diutarakan oleh dokter tim Persib, dr Ia Kurnia. “Kondisi kesehatan Hilton sudah membaik. Dia sudah fit dan tidak ada masalah apa pun juga mengenai kesehatan dia,” kata Ia, seusai latihan pagi kemarin.

Dengan demikian, tim pelatih tidak usah meragukan lagi kondisi kesehatan Hilton dan pemain bernomor punggung 10 ini sudah bisa diturunkan melawan Persita.

“Saya hanya merekomendasikan kondisi kesehatan Hilton saja bahwa yang bersangkutan sudah dalam kondisi fit. Masalah dipasang atau tidak, itu wewenang pelatih. Bagi saya, Hilton tak masalah kalau harus main nanti,” kata Ia.

Meski sudah divonis sehat, untuk memastikan kondisi kesehatan Hilton secara keseluruan, tim dokter hari ini akan melakukan tes laboratorium dan medical check-up terhadap striker yang sudah mengemas 11 gol bagi Persib di Copa dan liga ini.

“Tes laboratorium hanya untuk cek kesehatan, tapi Hilton memang sudah fit untuk bermain 90 menit,” jelas Ia.

Hilton dilarikan ke rumah sakit seusai pertandingan versus Sriwijaya karena mengalami hipoglisemi, yaitu kekurangan kadar zat gula dalam darah, yang menyebabkan seseorang kepayahan. “Kepayahan ini satu tingkat di atas kelelahan. Hilton malam itu kepayahan karena kurangnya asupan makanan dan zat gula, sedangkan tensi pertandingan sangat tinggi,” jelas pria beruban ini.

Di ruang ganti, Hilton mengeluhkan sesak napas, pusing, dan kejang otot. Setelah mendapatkan pertolongan pertama dengan pemberian gas oksigen, Hilton dibawa dengan ambulans ke rumah sakit untuk diinfus dan diberi cairan gula.

Kepayahan yang dialami Hilton dikarenakan pemain berambut mi ini hanya memakan makanan ringan yang berkadar 500 kilo kalori saja. Padahal, seharusnya untuk sebuah pertandingan dengan tensi tinggi dibutuhkan makanan berat dengan kadar 1.100 kilo kalori.

Hilton sendiri mengaku kondisinya masih belum fit 100 persen. Striker asal Brasil ini masih merasakan pegal di kedua tangannya dan kedua kakinya masih sering kejang.

“Saya belum fit benar, masih 80 persen. Saya tidak tahu apakah bisa bermain besok atau tidak dengan kondisi seperti ini. Saya menunggu hasil tes laboratorium saja untuk kepastiannya,” ujar pria bertato di tangan kanannya itu. (tor)