Persib Bandung Optimis Menang

Persib Bandung bertekad melanjutkan rekor tak terkalahkan mereka di ajang Liga Super Indonesia (LSI) pada saat menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa (28/4) mulai pukul 19.00 WIB.

Ketidakhadiran pendukung PSIS, Panser Biru, yang biasanya menjadi kekuatan ke-12 bagi tim berjuluk “Mahesa Jenar” ini akan dimanfaatkan secara maksimal kubu Persib untuk memenangkan pertandingan.

“Ketidakhadiran penonton di lapangan, sudah pasti akan memengaruhi tim tuan rumah. Kalau kita (Persib, red) sudah terbiasa. Situasi ini harus kita manfaatkan untuk membawa pulang angka,” kata Pelatih Persib, Jaya Hartono kepada wartawan “GM”, Endan Suhendra dan Anwari Januar M. usai sesi uji lapangan di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (27/4) pagi.

Sebelum menghadapi PSIS, Persib sudah melewatkan 16 pertandingan LSI tanpa kekalahan. Terakhir, Eka Ramdani dan kawan-kawan menderita kekalahan ketika dihajar Sriwijaya FC 2-4 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 9 September 2008. Dalam 16 pertandingan itu, Persib mencatat 10 kali menang dan 6 kali imbang. Berkat catatan tersebut, Persib bisa bertengger di peringkat keempat klasemen sementara dengan mengumpulkan nilai 48.

Keinginan Jaya untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan didukung oleh kesiapan seluruh anggota skuadnya yang diboyong ke Semarang. “Sebanyak 20 pemain yang saya bawa, sudah siap tempur. Tidak ada yang cedera dan tidak ada juga yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning,” tegas mantan pemain yang sudah tidak asing lagi dengan Kota Semarang ini karena pernah memperkuat BPD Jateng di era Galatama.

Dua pemain pilar yang sempat absen ketika Persib mengalahkan Persita Tangerang 4-2 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 April lalu, Maman Abdurahman dan Lorenzo Cabanas, akibat hukuman akumulasi kartu kuning, sudah kembali tampil. Untuk kedua pemain ini, Jaya hampir bisa dipastikan bakal memasangnya di pos masing-masing.

Kendati terlihat cukup optimis bisa membawa pulang angka, namun Jaya tidak mau menganggap enteng kekuatan calon lawannya. Menurutnya, dengan materi pemain muda yang dimilikinya, plus pelatih sekelas, Bambang Nurdiansyah, PSIS bisa menjelma menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Meski penampilannya belum stabil, para pemain muda PSIS bisa tampil garang dalam pertandingan. Tingginya motivasi untuk mengangkat timnya dari papan bawah, akan memunculkan semangat tempur luar biasa dalam diri mereka. Itulah yang patut kita waspadai,” papar pelatih yang sempat mengantarkan Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia (LI) IX/2003 ini.

Selain untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan, Persib juga membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisinya di peringkat keempat dari kejaran tim-tim di bawahnya, selain merapatkan persaingan raihan nilai dengan tiga tim di atasnya yaitu Persipura Jayapura (58), Persiwa Wamena (50), dan Sriwijaya FC (49).

Tampil menyerang

Dari kubu PSIS, meski sejumlah pemainnya diragukan tampil, kesiapan tempur juga ditunjukkan tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini. Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, bahkan sudah menyiapkan strategi menyerang untuk menggebrak pertahanan Persib.

“Sebagai tim tuan rumah, masa sih kita akan tampil bertahan. Kita tentu saja akan tampil menyerang. Karena hanya dengan cara itulah, kita bisa meraih kemenangan,” kata mantan pemain nasional dan Pelita Jaya ini usai sesi latihan pagi di Stadion Jatidiri Semarang.

Dikatakan Banur, para pemainnya yang diragukan tampil akibat cedera yang dialaminya antara lain Denny Rumba dan Anderson Alexando “Leke” Ferreira Dos Santos. “Tapi, peluang mereka untuk bisa bermain masih fifty-fifty. Jadi, kita lihat perkembangannya hingga besok (hari ini, red),” katanya.

Untuk meraih kemenangan dari Persib, Banur mengakui hal itu hanya bisa dilakukan dengan kerja keras seluruh pemainnya. Sebab di mata Banur, Persib merupakan tim yang memiliki materi terbaik di antara seluruh peserta LSI.

“Pemain mereka mahal-mahal. Itu memang menunjukkan kualitas mereka. Jangan bandingkan dengan harga pemain asing kami. Persib memang merupakan tim dengan materi paling lengkap. Kalau sekarang mereka tidak berada di posisi top (atas, red), mungkin itu karena ada faktor lain di luar teknis,” kata pelatih yang tetap menyimpan keinginan menangani Persib dalam satu kesempatan nanti.

Source: http://klik-galamedia.com

Comments are closed.