Persib Raih Angka Penuh di Semarang

BANDUNG, TRIBUN – Persib meraih angka penuh setelah mengalahkan PSIS 2-0 dalam lanjutan Liga Super di Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa (28/4). Gol Persib diciptakan Cristian Gonzalez pada menit ke-65 dan sebuah gol bunuh diri pemain PSIS Anderson Leke pada menit ke-79.

Pertandingan yang berlangsung tanpa penonton ini berjalan monoton terutama pada babak pertama. Pemain kedua kesebelasan bermain lesu. Pada babak pertama praktis tanpa peluang yang membahayakan gawang PSIS maupun Persib.

Pelatih Persib Jaya Hartono mencoba memompa semangat para pemainnya dengan memasukkan Atep menggantikan Hari Salisburi. Namun usaha ini tak membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir.

Atep yang bermain pada separuh babak I ini tak sekali pun membuat manuver yang membahayakan gawang lawan. Dan, akhirnya pada babak I pertandingan ini berakhir tanpa gol alias 0-0.

Memasuki babak kedua permainan belum juga berubah. Kedua kesebelasan bermain monoton. Serangan-serangan dari kedua kesebelasan nyaris tak membahayakan gawang lawan.

Jaya yang melihat gelagat tersebut memasukkan Siswanto menggantikan Gilang Angga. Jaya berharap pada pemain yang biasa bermain di posisi sayap ini bisa meporakporandakan pertahanan PSIS.

Akhirnya pada menit ke-65, sebuah umpan Lorenzo Cabanas dari tengah berhasil diteruskan Hilton Moreira kepada Gonzalez yang berlari tanpa pengawalan. Bola berhasil dijebloskan Gaonzalez secara mudah ke gawang PSIS.

Setelah gol tersebut tercipta, PSIS mulai tersengat. Mereka beberapa kali mengancam gawang Persib yang dikawal Tema Mursadat. Untung, meski pertahanan Persib sedikit longgar tak satu pun gol tercipta.

Pada menit ke-79 Persib menambah gol hasil bunuh diri pemain PSIS Anderson Leke. Leke yang berusaha menghalau bola tendangan bebas Eka Ramdani malah mengarah ke gawang sendiri. (gan/tor)

Persib Masih Terpaku di Posisi Keempat

BANDUNG, TRIBUN - Meski menang atas PSIS 2-0 di Stadion Jatidiri, Selasa (28/4), Persib belum mampu beranjak dari posisi keempat klasemen sementara. Sriwijaya yang berada di posisi ketiga, kendati hanya bermain seri 1-1 melawan PKT, tetap tak tergoyahkan.  Sedangkan Persija melorot ke posisi ketiga dengan nilai sama dengan Sriwijaya namun kalah selisih gol.

Persib kini memiliki 48 poin dari 24 bertanding, sedangkan Sriwijaya mengumpulkan 50 poin dari 27 kali bertanding. Persija juga mengumpulkan 50 poin namun kalah selisih gol.

Persipura masih kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 58 poin dari 26 kali bertanding.

Peluang Persib untuk menjadi juara masih terbuka namun dengan syarat bisa menang terus. Adapun Persipura harus mengalami kekalahan minimal dua kali.

Jika Persib berhasil memenangi  dari 10 kali sisa  pertandingan maksimal pasukan Maung Bandung hanya bisa memperoleh poin 78. Sebaliknya Persipura jika berhasil menang dari sisa pertandingan yang harus dilakoninya maksimal bisa mengumpulkan 82 poin. (jan)

Persib Bandung Optimis Menang

Persib Bandung bertekad melanjutkan rekor tak terkalahkan mereka di ajang Liga Super Indonesia (LSI) pada saat menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa (28/4) mulai pukul 19.00 WIB.

Ketidakhadiran pendukung PSIS, Panser Biru, yang biasanya menjadi kekuatan ke-12 bagi tim berjuluk “Mahesa Jenar” ini akan dimanfaatkan secara maksimal kubu Persib untuk memenangkan pertandingan.

“Ketidakhadiran penonton di lapangan, sudah pasti akan memengaruhi tim tuan rumah. Kalau kita (Persib, red) sudah terbiasa. Situasi ini harus kita manfaatkan untuk membawa pulang angka,” kata Pelatih Persib, Jaya Hartono kepada wartawan “GM”, Endan Suhendra dan Anwari Januar M. usai sesi uji lapangan di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (27/4) pagi.

Sebelum menghadapi PSIS, Persib sudah melewatkan 16 pertandingan LSI tanpa kekalahan. Terakhir, Eka Ramdani dan kawan-kawan menderita kekalahan ketika dihajar Sriwijaya FC 2-4 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 9 September 2008. Dalam 16 pertandingan itu, Persib mencatat 10 kali menang dan 6 kali imbang. Berkat catatan tersebut, Persib bisa bertengger di peringkat keempat klasemen sementara dengan mengumpulkan nilai 48.

Keinginan Jaya untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan didukung oleh kesiapan seluruh anggota skuadnya yang diboyong ke Semarang. “Sebanyak 20 pemain yang saya bawa, sudah siap tempur. Tidak ada yang cedera dan tidak ada juga yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning,” tegas mantan pemain yang sudah tidak asing lagi dengan Kota Semarang ini karena pernah memperkuat BPD Jateng di era Galatama.

Dua pemain pilar yang sempat absen ketika Persib mengalahkan Persita Tangerang 4-2 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 April lalu, Maman Abdurahman dan Lorenzo Cabanas, akibat hukuman akumulasi kartu kuning, sudah kembali tampil. Untuk kedua pemain ini, Jaya hampir bisa dipastikan bakal memasangnya di pos masing-masing.

Kendati terlihat cukup optimis bisa membawa pulang angka, namun Jaya tidak mau menganggap enteng kekuatan calon lawannya. Menurutnya, dengan materi pemain muda yang dimilikinya, plus pelatih sekelas, Bambang Nurdiansyah, PSIS bisa menjelma menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Meski penampilannya belum stabil, para pemain muda PSIS bisa tampil garang dalam pertandingan. Tingginya motivasi untuk mengangkat timnya dari papan bawah, akan memunculkan semangat tempur luar biasa dalam diri mereka. Itulah yang patut kita waspadai,” papar pelatih yang sempat mengantarkan Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia (LI) IX/2003 ini.

Selain untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan, Persib juga membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisinya di peringkat keempat dari kejaran tim-tim di bawahnya, selain merapatkan persaingan raihan nilai dengan tiga tim di atasnya yaitu Persipura Jayapura (58), Persiwa Wamena (50), dan Sriwijaya FC (49).

Tampil menyerang

Dari kubu PSIS, meski sejumlah pemainnya diragukan tampil, kesiapan tempur juga ditunjukkan tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini. Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, bahkan sudah menyiapkan strategi menyerang untuk menggebrak pertahanan Persib.

“Sebagai tim tuan rumah, masa sih kita akan tampil bertahan. Kita tentu saja akan tampil menyerang. Karena hanya dengan cara itulah, kita bisa meraih kemenangan,” kata mantan pemain nasional dan Pelita Jaya ini usai sesi latihan pagi di Stadion Jatidiri Semarang.

Dikatakan Banur, para pemainnya yang diragukan tampil akibat cedera yang dialaminya antara lain Denny Rumba dan Anderson Alexando “Leke” Ferreira Dos Santos. “Tapi, peluang mereka untuk bisa bermain masih fifty-fifty. Jadi, kita lihat perkembangannya hingga besok (hari ini, red),” katanya.

Untuk meraih kemenangan dari Persib, Banur mengakui hal itu hanya bisa dilakukan dengan kerja keras seluruh pemainnya. Sebab di mata Banur, Persib merupakan tim yang memiliki materi terbaik di antara seluruh peserta LSI.

“Pemain mereka mahal-mahal. Itu memang menunjukkan kualitas mereka. Jangan bandingkan dengan harga pemain asing kami. Persib memang merupakan tim dengan materi paling lengkap. Kalau sekarang mereka tidak berada di posisi top (atas, red), mungkin itu karena ada faktor lain di luar teknis,” kata pelatih yang tetap menyimpan keinginan menangani Persib dalam satu kesempatan nanti.

Source: http://klik-galamedia.com

Persib Bertekad Perpanjang Rekor

Menghadapi tim papan bawah PSIS Semarang, Persib bertekad memperpanjang rekor tidak pernah kalah pada ajang Liga Super Indonesia (LSI) untuk ketujuh belas kalinya. Sejak ditaklukkan Sriwijaya FC 2-4 awal September lalu, Persib belum pernah terkalahkan pada enam belas laga selanjutnya.

Kendati membidik target tersebut, Pelatih Jaya Hartono menampik jika Persib dinilai menganggap enteng tim berjuluk “Mahesa Jenar” itu. Menurut dia, walaupun saat ini PSIS masih berkutat pada peringkat ke-17 klasemen, berbekal materi pemain muda, kekuatan tim yang berbasis di Semarang itu sulit untuk diprediksi.

“Pemain muda itu labil. Mereka bisa tampil luar biasa pada suatu pertandingan. Itulah mengapa kami tidak pernah menganggap remeh PSIS. Akan tetapi, kalau ditanya target, kami memang ingin mencuri poin di sini,” ujar Jaya kepada wartawan Pikiran Rakyat Rika Rachmawati dan Andri Gurnita di Stadion Jatidiri, Semarang, Senin (27/4).

Kemungkinan absennya sejumlah pemain pilar PSIS, seperti Andenson Leke dan Denny Rumba karena cedera, dinilai Jaya bukan jaminan berkurangnya kekuatan PSIS. Demikian halnya dengan kepastian tidak tampilnya Johan Yoga Utama, Vava Ardila, dan penjaga gawang Basuki Setiabudi.

“Bambang Nurdiansyah itu pelatih bagus dan berpengalaman. Dia tahu bagaimana kondisi tim dan seperti apa meraciknya. Apalagi saat ini PSIS sangat butuh kemenangan untuk keluar dari zona degradasi. Ini bisa menjadi motivasi bagi PSIS dan membuat mereka sulit untuk dikalahkan,” kata Jaya.

Untuk memuluskan langkahnya dalam menaklukkan tim asuhan Bambang, yang notabene merupakan instrukturnya saat mengambil kursus lisensi C, Jaya mengaku akan memberikan kebebasan kepada pemain untuk melakukan improvisasi di lapangan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk melakukan rotasi pemain.

Pertandingan Persib melawan PSIS akan digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Selasa (28/4) ini, pukul 19.00 WIB, tanpa penonton. Pada putaran pertama di Bandung, Persib menang 3-1.

Waspadai Gonzales

Sementara itu, PSIS yang kemungkinan kehilangan lima pemain pada laga tersebut, akan memanfaatkan masalah yang melingkupi Persib dengan deretan pemain bintangnya. Bambang juga mengaku akan memberikan perhatian khusus pada Gonzales.

“Secara materi, Persib prima. Dengan materi pemain yang dimilikinya, seharusnya tim ini menjadi kandidat kuat juara. Akan tetapi, dengan hasil yang mereka raih hingga saat ini, bisa dibilang ada masalah di dalam. Ini yang akan kita manfaatkan,” kata Bambang.

Kendati demikian, menyadari kekuatan yang terpaut cukup jauh, Bambang mengaku telah menyiapkan kiat dan strategi khusus untuk menaklukkan tim asuhan Jaya Hartono itu. Namun, menurut dia, semua itu membutuhkan kerja keras, yang memang menjadi andalan timnya untuk menjamu Eka dkk.

“Kami tentu akan tampil menyerang. Kami akan berusaha keras mengimbangi Persib. Saya tidak akan menginstruksikan pemain melakukan penjagaan khusus. Siapa pun yang sedang berada di kotak enam belas dan merasa ada pemain lawan yang membahayakan gawang, dia bertanggung jawab menghentikannya,” ujar Bambang.

Kendati demikian, ia tidak menampik jika timnya akan memberikan perhatian khusus pada Gonzales. Oleh karena itu, ia mengaku membutuhkan keberadaan Leke dan Rumba pada formasi timnya Selasa malam ini. Menurut Bambang, kemungkinan keduanya tampil masih 50:50.

“Persib punya dua striker berbahaya, Gonzales dan Hilton. Oleh karena itu, saya butuh Leke di tengah. Leke dan Rumba saat ini sedang cedera. Rumba beberapa hari lalu terjatuh dari motornya. Mudah-mudahan saja besok mereka bisa tampil. Peluangnya lima puluh persen,” kata Bambang.

Jika keduanya terpaksa absen, PSIS telah menyiapkan Heri Susilo untuk mengisi posisi Leke di sentral bek. Ia akan berduet dengan Idrus Gunawan. Posisi Heri di di bek kanan akan dipercayakan kepada Aulia Tri. Sementara posisi bek kiri akan ditempati Restu Kartiko

Source: http://www.pikiran-rakyat.com

Lawan PSIS, Persib Tak Akan Ubah Formasi

BANDUNG, TRIBUN-Persib tak akan banyak melakukan perubahan stradegi pada laga lanjutan Liga Super melawan PSIS nanti.

Menurut Asisten Pelatih, Yusuf Bahtiar, pola yang akan dipakai tak berbeda dengan saat mereka menghadapi Sriwijaya FC, beberapa waktu lalu.

“Polanya masih sama, di lini depan kami tetap akan menduetkan Hilton Moreira dan Cristian Gonzalez, sementara di lini tengah formasi akan ditempati Cabanaz, Eka, Atep, Gilang, dan Haryono,” ujarnya, sore tadi.

Bagaimana di lini belakang? Menurut Yusuf. formasi juga tak akan berubah. “Di lini belakang kami akan tempatkan Nova Arianto, Nyek Nyobe, dan Maman Abdurrahman. Sementara Tema Musadad akan berada di bawah mistar gawang,” ujarnya. (tor)