Bobotoh Demo Singkat di Depan Nurdin

BANDUNG, TRIBUN -  Demo singkat oleh belasan pendukung Persib (bobotoh) mewarnai acara sosialisasi pedoman dasar PSSI di gedung Pengurus Daerah PSSI Jawa Barat, Selasa (24/3) malam. Bobotoh datang tepat ketika Ketua Umum PSSI Nurdin Halid baru saja mulai bicara di depan forum.

Mereka berdiri di depan pintu ruangan sambil membentangkan poster yang bertuliskan Revolusi PSSI, Pecat Nurdin Halid, dan PSSI sarang korupsi. Semula, beberapa anggota PSSI Jabar bermaksud menutup pintu. Namun, Nurdin Halid justru meminta pintu tutup dibuka.

“Buka saja pintunya, mereka mau menyampaikan aspirasi,” kata Nurdin.

Namun, para pendukung Persib tidak berlama-lama di tempat itu. Tidak ada sepuluh menit, mereka sudah pergi meninggalkan gedung Pengda PSSI. “(Memang cuma sebentar), yang penting Nurdin tahu kalau kami tidak puas dengan PSSI,” kata dedengkot Viking Ayi Beutik. (Kompas.com/Lis Dhaniati)

sumber : tribunjabar

Jadwal LSI Baru Ditentukan Pekan Ini

BANDUNG, TRIBUN-Keinginan kubu Persib untuk segera mengetahui jadwal baru pertandingan pada rentang waktu 17 April-4 Mei, tampaknya bisa terpenuhi. Pasalnya Badan Liga Indonesia (BLI) pekan ini atau antara 23-28 Maret akan menggelar rapat untuk menyusun jadwal pertandingan yang tertunda berkaitan dengan kampanye legislatif.

“Minggu ini kita mau rapat untuk menyusun jadwal baru pertandingan pada 17 April-4 Mei. Mudah-mudahan bisa cepat diambil keputusan karena klub sudah pada menunggu jadwal baru,” ujar Direktur BLI Joko Driyono, Sabtu (21/3).

Selain memutuskan tanggal pelaksanaan partai yang tertunda, BLI juga bakal memutuskan tempat pertandingan bagi masing-masing klub. Seperti diketahui untuk mengatasi agar kompetisi tidak molor, BLI akan memadatkan pertandingan dengan memusatkannya di tiga zona yaitu di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Joko belum bersedia mengungkapkan, tempat pertandingan yang dipersiapkan untuk Persib. Namun kemungkinan besar Persib akan ditempatkan di Jatim untuk menggelar laga kandangnya.

Di Jatim ada empat lokasi yang bisa dijadikan arena pertandingan yaitu Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Lamongan. Stadion di keempat kota itu dinilai layak untuk menggelar kompetisi Liga Su[er dan Copa Indonesia.

Pelatih Persib Jaya Hartono sendiri menegaskan, pihaknya lebih memilih bermain di Jateng atau Jatim dibandingkan harus bermain di Kaltim. “Inginnya di Jateng tapi di Jatim juga nggak apa-apa, asal jangan di Kaltim aja kejauhan,” ujarnya.

Jaya kembali menyatakan, pemunduran jadwal ini merugikan Persib. Karena kata Jaya, selain harus menggelar laga kandang di tempat orang lain, secara non eknis tim Maung Bandung rugi karena tim lawan jadi memiliki waktu istirahat lebih panjang.

“Tadinya Sriwijaya FC yang akan menjadi lawan kita itu harus bertanding dengan Persib pada 12 April. Saya yakin kalau mereka main 12 April bakal kepayahan karena fisiknya sudah terkuras pada pertandingan sebelumnya,” urai Jaya.

Ditegakan Jaya, pihaknya tidak bermaksud mencari keuntungan dari kelelahan fisik tim lawan. Namun Jaya mengingatkan, Persib pernah menjadi korban akibat padatnya jadwal pertandingan.

“Kita dulu minta pemunduran jadwal nggak boleh. Makanya nggak heran saat itu anak-anak mainnya kurang berkembang karena fisiknya kelelahan,” tandas Jaya. (san) -sumber: tribunjabar

Sebagian Besar Klub Menolak Jika Kompetisi Diundur

JAKARTA, TRIBUN – Adanya Pemilu Legislatif yang akan digelar awal bulan April mendatang membuat Badan Liga Indonesia (BLI) harus melakukan urun rembug dengan para pemilik peserta kompetisi Liga Indonesia. Hal itu dilakukan BLI lantaran adanya larangan pertandingan sepak bola dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia yang digelar bertepatan dengan jadwal kampanye Legislatif.

Karena itulah, BLI merasa perlu untuk mengumpulkan manajemen klub peserta kompetisi Liga Indonesia agar bisa ditentukan jalan keluar yang efektif tanpa harus menghentikan sementara kompetisi. Jika kompetisi dihentikan sementara, maka biaya yang harus dikeluarkan pengelola klub makin besar.

Manajer Persitara Harry Ruswanto mengungkapkan Polda Metro Jaya menunggu sikap Mabes Polri terkait ijin pertandingan. “Kami sudah mendatangi Polda dan bertemu Kapolda. Tapi, mereka masih menunggu konfirmasi dari Mabes. Posisi kami saat ini menunggu. Kondisi yang ada sudah kami sampaikan kepada BLI. Sekarang biar mereka yang menindaklanjuti kondisi yang ada,” ungkap Harry dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.

Yang pasti diakuinya, jika menunda penyelesaian kompetisi jelas tidak efektif dan menyedot anggaran. “Jika opsi itu dilakukan  kompetisi bisa mundur sampai November, ini tidak efektif. Sebentar lagi puasa lalu libur lebaran. Banyak waktu terbuang, meski bermain malam masih mungkin,” urainya.

Laskar Si Pitung, julukan Persitara, mengaku ketersediaan pendanaan hanya sampai Juni. Mereka juga kesulitan menggali dana sponsor mendekati akhir kompetisi. “Dana kami sebenarnya hanya cukup untuk satu bulan lagi. Tapi, kami berusaha bertahan sampai Juni. Sangat berat kalau waktu kompetisi ditambah. Kami saat ini kesulitan mencari sponsor. Mereka tidak mau masuk. Rata-rata mereka siap untuk kompetisi 2009/2010. Kami hanya menunggu sikap akhir BLI,” paparnya.

Masalah yang sama pun dihadapi Persita Tangerang. Klub berjuluk Pendekar Cisadane tersebut melalui Manajer Persita Andi Mulyadi secara tegas mengatakan belum mengantongi ijin pertandingan dari Polda Jawa Barat.

“Polda belum mengeluarkan ijin pertandingan karena ada kampanye pemilu. Situasi ini, sudah dilaporkan kepada BLI. Intinya Persita belum dapat ijin. Kalau solusi jadwal mundur atau lainnya, mungkin tidak,” katanya dihubungi terpisah.

Kubu PSMS Medan pun mengeluarkan pernyataan senada. Pengelola menajemen PSMS Medan Sihar Sitorus mengakui macetnya ijin pertandingan bisa membuat runyam jadwal partai internasional ayam kinantan.

Saat ini, M. Affan Lubis dkk masuk dalam grup F turnamen AFC cup bersama klub Johor FC (Malaysia), South Cina FC (Hongkong) dan VBSports Club (Maladewa). Stadion Jalak Harupat, di Soreang, dipilih sebagai homebase tim asal Sumatera Utara ini.
Padahal, stadion ini masuk dalam kategori menunggu ijin dari pihak Poltabes Bandung. “Alasan apa yang harus kami katakan kepada pihak AFC kalau penyelenggaraan laga internasional mesti ditunda hanya karena proses election government. Soal Pemilu, memang hal yang wajar dan PSMS bisa menerima. Lantas apa urusannya dengan klub. Andai jadwal kompetisi mundur, maka argumen PSMS yang jadi harga mati cuma satu, yakni kompensasi yang konkret dari PSSI. Titik,” tandasnya.

Sikap hati-hati tetap ditunjukan Mabes Polri. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira yang sempat diberitakan mengatakan bahwa keluar atau tidaknya ijin pertandingan diputuskan menurut sikap Polda.

“Mabes tergantung sikap Kapolda. Kalau mereka memberikan ijin, maka Kapolri juga demikian. Tapi, masalahnya belum ada rekomendasi apa-apa dari Polda. Untuk pertandingan sebelum Senin (16/3) bisa saja digelar. Kampanye dimulai hari itu sampai Minggu (5/4),” jelasnya.

Sikap tarik ulur masih terjadi dalam internal aparat Kepolisian. Sebab, status Polda dan Mabes sama-sama menunggu. Sementara itu, Direktur Kompetisi BLI Djoko Driyono mengaku belum berani memutuskan apa-apa. (Persda Network/oro)

Pemain Persib Inginkan Kejelasan

BANDUNG, TRIBUN – Belum jelasnya jadwal kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL) dan Copa Indonesia, membuat sejumlah pemain Persib merasa terombang-ambing. Mereka berharap segera ada kepastian soal jadwal karena akan sangat berpengaruh pada performancenya.

“Kalau jadwalnya nggak jelas, kita jadi kesulitan menentukan peak performance. Idealnya pas hari pertandingan kondisi fisik dan mental dalam kondisi puncak. Tapi kalau seperti ini terus, jadi sulit,” tandas libero Persib, Maman Abdurahman, Selasa (10/3).

Bomber Persib, Hilton Moreira, juga mengungkapkan kekecewaannya dengan jadwal yang tak kunjung ada kepastian.

“Kita berlatih terus tanpa tahu kapan akan bermain. Ini situasi yang tidak nyaman dan sangat mengganggu persiapan tim,” ujarnya.

Kapten Persib, Eka Ramdani mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, BLI harus segera memberikan kepastian soal jadwal. Sebab situasi ketidakpastian bisa membuat pemain tak merasa nyaman.

“Kalau saya sih sebaiknya segera ada kejelasan. Dan secara pribadi saya tetap ingin bermain di Bandung, meskipun nggak pakai penonton. Yang penting kompetisi ini berjalan sesuai dengan jadwal,” tandasnya. (san)