Persib Siap Tempur

BANDUNG, TRIBUN - Persib Bandung siap tempur menghadapi pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura dalam laga di Stadion si Jalak Harupat, Senin (9/2) ini. Selain faktor tuan rumah dan persiapan yang cukup lama, Persib juga diuntungkan dengan beresnya urusan administratif striker Cristian Gonzales.

Berstatus pinjaman dari Persik Kediri, Gonzales dipastikan sudah bisa menajamkan lini depan Persib saat menjamu Persipura. Gonzales yang mendapat sempat tersangkut kasus pemukulan pemain PSMS ini juga sudah berlatih bersama pemain lain. “Harapan penonton padanya sangat besar. Saya berharap dia bisa bermain tanpa beban. Dalam latihan, dia masih tampak sungkan. Itu wajar karena dia sedang dalam masa penyesuaian,” kata pelatih Persib Jaya Hartono, Minggu (8/2).

Selain Gonzales, di lini depan Persib punya Rafael A Bastos yang sudah mengoleksi sembilan gol sepanjang putaran pertama. Persib juga memiliki striker sekaligus gelandang Hilton Moreira yang sudah menjebloskan lima gol. Namun, saat menjamu Persipura, Persib dipastikan tidak diperkuat bek asing Nyeck Nyobe George Clement akibat akumulasi kartu kuning.

Jaya mengakui, kecenderungan positif Persib di akhir putaran pertama serta masuknya Gonzales melambungkan harapan pendukung Maung Bandung. “Justru saya tekankan pada pemain agar tidak terlalu percaya diri. Adanya Gonzales jangan sampai membuat tim menumpukan harapan pada satu pemain,” kata Jaya.

Di atas kertas, tangguhnya lawan membuat Persib tidak berada di atas angin. Namun, Jaya mengaku sudah menyusun strategi khusus untuk menghadapi Persipura. “Materi pemain Persipura relatif tidak berubah sejak musim lalu. Jadi kami sudah menganalisis permainan mereka,” kata Jaya.

Persipura tiba di Bandung Sabtu dini hari. Jaya mengatakan, meski menempuh perjalanan jauh, Persipura punya cukup waktu untuk pemulihan. Stamina mereka bagus. “Persib juga harus mewaspadai kebangkitan motivasi mereka setelah dikalahkan Persiwa Wamena,” ujar Jaya.

Tim Mutiara Hitam memang tidak ingin pulang dengan tangan hampa. Apalagi, selisih poin yang tipis dengan tim lain membuat posisi mereka di puncak klasemen belum aman. Selain Gonzales, mereka juga punya banyak pemain bagus dari lini depan hingga belakang. “Namun, kami akan berusaha mencari celah kelemahan Persib,” kata pelatih Persipura Jacksen F Tiago.

Untuk memenangi pertandingan, Jacksen telah mengevaluasi kegagalan di Wamena. “Sewaktu persiapan, kami tidak mendapatkan lawan latih tanding yang sepadan. Akibatnya, saat bertanding lawan Persiwa kami belum menemukan irama permainan. Namun, sekarang saya yakin anak-anak sudah mendapatkan irama itu,” kata Jacksen.

Optimisme Jacksen ditambah kondisi pemain yang semuanya siap turun lapang. “Tidak ada yang cedera maupun mendapat akumulasi kartu kuning. Saya tinggal pilih saja,” kata Jacksen.

Salah satu pilar Persipura Boaz Salossa mengaku siap menampilkan permainan terbaiknya di Jalak Harupat. “Kami ingin membayar kekalahan saat di Wamena,” kata Boaz. (Kompas.com/Lis Dhaniati)

Maman Siap Matikan Boaz

BANDUNG, TRIBUN - Libero Persib Maman Abdurahman, menyatakan sudah siap menghadapi pertandingan krusial Persib menghadapi pimpinan klasmen sementara Liga Super Indonesia, Persipura Jayapura, Senin (9/2) mendatang.

Menurut Maman, kunci permainan Persipura ada pada dua pemain yaitu gelandang serang Edward Ivak Dalam dan Boaz Salossa yang tercatat sebagai top skorer Persipura. Jika kedua pemain ini berhasil dimatikan, kata mantan pemain PSIS Semarang ini, pola permainan tim Mutiara Hitam tidak akan berjalan.

Maman berjanji sebagai pemain belakang, dia akan mematikan pergerakan seluruh striker Persipura, terutama Boaz Salossa. Saat ini Boaz duduk sebagai top skor Persipura yang dengan mengantongi 9 gol.

Selama bergabung dengan timnas PSSI Pra Piala Asia, Maman mengaku secara diam-diam memperlajari permainan striker Persipura yang terbilang haus gol ini. Hal tersebut kata Maman, dilakukan agar pemain Persipura bernomor punggung 7 tersebut tidak leluasa mengobrak-abrik pertahanan Persib.

“Boaz memiliki kecepatan dan penguasaan bola di atas rata-rata pemain Indonesia. Striker ini memang harus ekstra diwaspadai karena skill-nya cukup bagus,” kata Maman.

Selain itu, Boaz juga dinilai Maman memiliki kelincahannya dalam membalikan badan saat menerima umpan cukup merepotkan barisan pertahanan. Maman mencontohkan, saat latihan bersama timnas, Boaz cukup merepotkan dan memaksa dirinya bekerja keras.

“Tapi saya siap mematikan pergerakan Boaz. Kuncinya pemain belakang harus konsentrasi penuh, jangan membiarkan Boaz sendirian di daerah pertahanan. Jika lengah, dengan kecepatan dan penguasaan bolanya Boaz bisa menusuk gawang,” jelas Maman.(tor)

Persib Waspadai Trisula Persipura

BANDUNG, TRIBUN-Guna menghadapi tim sekelas Persipura Jayapura, 9 Februari mendatang, tim pelatih Persib kemungkinan akan memasang Maman Abdurahman, Nova Arianto, dan Waluyo di lini pertahanan. Trio Maman, Nova, dan Waluyo jadi pilihan menyusul bakal absennya Nyeck Nyobe George yang tengah menhalani hukuman akumulasi kartu.

Maman, Nova, dan Waluyo diandalkan untuk meredam tiga striker Persipura Boaz Salossa, Ernest Jeremiah, dan Alberto Beto Goncalvez.

Menurut asisten pelatih Persib Robby Darwis, Maman trio di lini belakang Persib tersebut jauh- jauh hari sudah mendapatkan intruksi khusus untuk mengawal pergerakan trisula Persipura tersebut.

Mewaspadai secara ekstra ketiga penyerang tersebut memang cukup beralasan, pasalnya dari 39 gol Persipura sebanyak 22 golnya dicipatakan oleh trisula bombernya. Boaz tercatat telah mencetak 9 gol, Jeremiah 7 gol, dan Beto 6 gol.

Gol-gol lain diciptakan oleh Persipura pun hampir keseluruhannya hasil kreasi dari trio Boaz, Jeremiah, dan Beto. “Ketiga pemain ini memang harus diwaspadai karena ketiganya memiliki kecepatan dan skill yang cukup bagus,” kata Robby.

Secara khusus, kata Robby, pemain belakang memang sudah ditambah porsi latihan kecepatan, duel bola-bola atas, dan menahan serangan. Hal tersebut untuk mengantisipasi gempuran tiga striker Persipura yang dikenal memiliki kecepatan, heading, dan akurasi tendangan yang baik.

Meski demikian, tambah Robby, tim pelatih tidak memberikan intruksi khusus kepada setiap pemain belakang untuk menempel ketat satu pemain. Menurutnya, lini belakang akan memeragakan zona marking.

“Tidak ada intruksi, misalkan Maman jaga Beto atau Nova jaga Boaz, tapi nantinya akan diterapkan zona marking. Siapa pun pemain yang terdekat kepada striker tersebut harus menempelnya jangan sampai lepas,” kata Robby. (tor)

Gonzalez Sudah Dapat Izin dari BLI

BANDUNG, TRIBUN – Striker anyar Persib Bandung asal Uruguay, Cristian Gonzalez, dipastikan bisa tampil melawan Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (9/2). Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengesahkan pemain ini menjadi milik Persib, juga menyangkut pembebasan hukuman bersyarat yang harus disandangnya.

“Saya telah mengesahkan 60 pemain, termasuk Cristian Gonzalez. Sekarang tinggal keputusan dari tim mau memainkan atau tidak,” kata Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono kepada Tribun, Jumat (6/2).

Sebelumnya, Sekretaris Tim Persib Yudiana mengatakan bahwa terganjalnya surat pengesahan pemakaian Ciristian Gonzalez diakibatkan miskomunikasi antara Komisi Disiplin (Komdis), Komis Banding (Komding), dan BLI terkait pemutihan nama Gonzalez yang dibebaskan dari hukuman larangan bermain selama 1 tahun oleh PSSI akibat dugaan memukul pemain PSMS Erwansyah. (tor/jan)

Gonzalez Belum 100 Persen

BANDUNG, TRIBUN – Kondisi fisik striker anyar Persib Cristian Gonzalez baru mencapai 75 persen. Hal itu diketahui dari hasil tes fisik yang dilakukan pelatih fisik Persib Entang Hermanu.

Kendati demikian, Entang optimistis dalam sepekan ini mampu meningkatkan kondisi fisik striker haus gol tersebut. Namun untuk meningkatkannya hingga 100 persen pada saat lawan Persipura dinilainya cukup sulit.

“Meskipun kondisinya belum mencapai 100 persen pada 9 Februari nanti, saya yakin dia tetap bisa tampil maksimal saat melawan Persipura,” tandas Entang, Senin (2/2).

Menurut Entang, idealnya saat bertanding kondisi fisik pemain mencapai 100 persen. Namun bukan berarti jika belum mencapai 100 persen, pemain yang bersangkutan tidak bisa bermain bola dengan baik.

Entang mengatakan, kondisi fisik Gonzalez akan terus meningkat. Artinya, kalaupun pada 9 Februari belum mencapai 100 persen, pada pertandingan selanjutnya melawan PSM pada 14 Februari, ia yakin kondisi fisik Gonzalez bisa mencapai 100 persen.

“Program latihan khusus yang kita gelar ini kan tujuannya untuk meningkatkan kondisi fisik Gonzalez. Dan peningkatan kondisi fisik itu memang nggak bisa sekaligus, harus bertahap,” terang Entang.

Menurutnya, kelemahan fisik Gonzalez ada pada aspek power atau kekuatan. Hal ini karena Gonzalez sebelumnya tidak mengikuti latihan fisik seperti pemain lain yang tergabung dalam pemusatan latihan. “Selama ini dia tetap berlatih sendiri sehingga kondisi fisiknya tidak drop,” ujar Entang. (san/tor) source : tribunjabar