Duet Gonzalez-Arief Keliru

BANDUNG, TRIBUN - Persib Bandung gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang 0-0 oleh PSM Makassar pada lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (14/2) malam. Maung Bandung gagal menunjukkan taringnya karena tak mampu mencetak satu pun gol.

Persib sempat menjebol gawang PSM melalui sundulan Cristian Gonzalez di menit ke-24, tapi gol ini dianulir wasit Muchlis Ali Fathoni karena Gonzalez dan Zaenal Arief dinilai berada dalam posisi offside. Pada tayangan ulang televisi, tampak posisi kedua bomber ini memang berada tipis di depan pemain belakang PSM.

Kekecewaan mendalam dirasakan Wakil Manajer Persib, H Umuh Muhtar. Pria yang dikenal dermawan ini mengaku kecewa dengan formasi awal yang diturunkan tim Persib, terutama di sektor depan.

Menurut Umuh, menduetkan Gonzalez dengan Arief merupakan satu kesalahan. Seharusnya, kata Umuh, sejak menit awal Gonzalez diduetkan dengan pemain lain bukan Arief. “Ini salah setting. Menduetkan Gonzalez dengan Arief itu satu kekeliruan. Saya berharap pelatih diberi kebebasan dalam menentukan formasi pemain yang akan diturunkan,” tandas Umuh.

Umuh sendiri menolak menyebutkan kemungkinan ada intervensi dari luar terkait dengan formasi pemain yang diturunkan. Yang penting, kata Umuh, ke depan Persib harus tampil lebih baik lagi.

Ketua Umum Persib, Dada Rosada, yang dicegat Tribun seusai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, membantah melakukan intervensi dalam menentukan formasi pemain Persib. “Tidak ada intervensi. Semuanya sudah diserahkan kepada pelatih,” tandasnya, sambil berlalu.

Arief sendiri menolak berkomentar atas apa yang ditunjukkannya di lapangan. Menurutnya, ia sudah berusaha tampil maksimal dan menyerahkan sepenuhnya penilaian pada bobotoh. “Silakan bobotoh menilai sendiri penampilan saya,” ujar Arief.

Hasil seri ini juga membuat ribuan bobotoh yang menyesaki stadion kecewa berat. Bahkan untuk meluapkan kekecewaannya, penonton yang berada di Tribun Utara dan Selatan sempat membakar tumpukan botol air mineral yang bertebaran di dekat mereka. Penonton juga sempat meneriaki untuk meminta pergantian pelatih Jaya Hartono.

Jaya sendiri mengatakan absennya Hilton Moreira dan Siswanto sangat berpengaruh pada irama permainan Persib. Menurutnya, mobilitas tinggi yang dimiliki Hilton dan Siswanto tidak dimiliki oleh pemain penggantinya.

Menurut Jaya timnya sudah bermain all out, terlebih di 10 menit akhir pertandingan.  Namun karena finishing touch yang lemah, Eka Ramdani dkk gagal menciptakan gol. “Harus diakui finishing touch-nya lemah. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” tandas Jaya.

Meski puas dengan perjuangan yang ditunjukkan anak asuhannya, Jaya mengaku cukup kecewa dengan hasil seri ini. “Kalau hasil saya kecewa, seharusnya kita menang. Banyak peluang tapi gagal menjadi gol. Pertandingan berikutnya kita harus lebih baik lagi,” tandasnya.

Di kubu PSM, pelatih Hanafing mengaku puas bisa menahan imbang Persib di kandangnya sendiri. Torehan satu poin kata Hanafing sesuai dengan terget yang dibebankan manajemen kepada dirinya.

“Kami puas, anak-anak bermain disiplin. Kami memang menargetkan bisa mencuri poin di kandang Persib. Dan ini berhasil kami lakukan,” tegas Hanafing.

Di lapangan, janji pelatih Jaya Hartono untuk menekan sejak menit awal ternyata tak terbukti. Justru di babak pertama tim Juku Eja lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Bahkan di menit ke-7 striker Claudio Pronetto hampir saja mengoyak jala Persib jika saja tendangannya tidak melambung tipis di atas mistar gawang Tema Mursadat.

Persib baru menggeliat dan balik menekan sejak menit ke 10. Tendangan keras Zaenal Arief di menit 14 sempat diblok kiper Samsidar. Sedangkan di menit 19 sundulan Gonzalez hasil umpan Haru Salisburi masih melambung di atas mistar gawang PSM.

Di babak pertama permainan berlangsung seimbang. Kedua tim bermain terbuka dan silih berganti melakukan serangan. PSM dengan motornya Julio Lopez kerap membuat barisan belakang Persib yang dikoordinir Maman Abdurahman harus berjibaku mengamankan daerahnya.

Memasuki babak kedua Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Eka Ramdani dan Lorenzo Cabanas yang ditugasi menjadi tukang gedor beberapa kali mencoba melakukan serangan dari tengah. Namun serangan yang dibangunnya kerap dimentahkan lini tengah PSM yang dikoodinir Syamsul Chaeruddin.

Bahkan di menit 51 melalui satu serangan balik, bomber PSM Julio Lopez sempat membuat jantung bobotoh berdebar kendang setelah berhasil melewati pemain belakang Persib, Lopez kemudian melakukan tendangan keras tapi malang tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Tema Mursadat.

Serangan demi serangan yang gagal berbuah gol, membuat Jaya Hartono menarik keluar Zaenal Arief dan menggantinya dengan Airlangga Sucipto. Masuknya Angga menambah daya gedor Maung Bandung. Bahkan saking semangatnya, dihadiahi kartu kuning karena mengganjal Ali Khadafi.

Gelombang serangan terus digeber pasukan Jaya Hartono tapi selalu menemui jalan buntu. Masuknya Atep di menit 83 membuat serangan Persib semakin menjadi-jadi. Gelandang asal Cianjur ini sekurangnya memiliki tiga peluang. Namun ketiganya gagal menjadi gol.

Terkesan emosional dan terburu-buru dalam penyelesaian akhir, membuat serangan Persib dengan mudah mampu dipatahkan Syamsul Chaeruddin dkk. Terlebih serangan Maung Bandung terkesan monoton dan mudah dibaca barisan belakang tim Juku Eja. Pemain Persib terlalu sering memberikan umpan lambung kepada Gonzalez.

Gonzalez sendiri sulit bergerak leluasa karena ditempel ketat defender asing PSM, Oudja. Selain itu kurangnya kreativitas dari pemain tengah Persib dalam menyusun  serangan, membuat anak-anak Makassar bisa dengan mudah membaca alur serangan Persib.

Gagal menciptakan gol hingga menit-menit akhir pertandingan, membuat Jaya Hartono panik. Tujuh menit sebelum pertandingan berakhir, Jaya memasukan Rafael Alves Bastos dan menarik keluar Hari Salisburi. Meski memasang tiga striker dan didukung sejumlah gelandang serang tapi tetap saja, Persib gagal menjebol gawang PSM. Hingga pertandingan berakhir skor tetap 0-0. (san/tor)

Susunan Pemain
Persib
: Tema Mursadat (kiper), Maman Abdurachman, Nova Aryanto, Nyeck Nyobe, Hariono, Gilang Angga, Hari Salisburi (Ravael Bastos), Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas (Atep), Zaenal Arief (Airlangga), Christian Gonzalez.
PSM: Samsidar (kiper), Jayusman (Adnan Buyung), Oiadja L Sakibou, Handi Hamzah, Rahmat Latief, Irsyad Aras, Ali Khadafi, Syamsul Hoerudin, A Amirudin, C Proneto, Julio Lopez

This entry was posted on Sunday, February 15th, 2009 and is filed under Berita, Evaluasi, Liga Super, Pemain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Google