Persib Puaskan Bobotoh
CIAMIS, TRIBUN - Lorenzo Cabanas memborong dua gol kemenangan Persib saat menumbangkan Ciamis Selection pada pertandingan persahabatan di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (25/1). Dua gol Cabanas juga memuaskan sekitar 15.000 penonton.
Walau hanya pertandingan persahabatan, kehadiran tim Maung Bandung di Stadion Galuh tetap membetot perhatian besar bobotoh. Mereka bertahan di stadion dan tetap menyaksikan aksi Eka Ramdani dkk meski hujan deras mengguyur hampir sepanjang pertandingan.
Cabanas, yang kemarin menjadi pemain asing satu-satunya yang diturunkan pelatih Jaya Hartono sebagai pemain starter, menjebol gawang Ciamis Selection yang dijaga Herman pada menit ke-11 dan ke-39. Pertandingan berlangsung 2 x 30 menit.
Kehadiran Persib kemarin menciptakan rekor sebagai tim yang mampu membetot penonton di stadion kebanggaan warga Ciamis itu. “Ini merupakan rekor dan sejarah bagi Stadion Galuh,” komentar Amir, salah satu wasit di Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC).
Lima belas ribu bobotoh hadir di stadion tidak hanya dari wilayah Ciamis. Mereka juga datang dari Banjar, Tasikmalaya, Garut, Majalengka, Kuningan, dan Bandung. “Mereka datang untuk melepas kerinduan. Apalagi Persib hadir di Ciamis full team. Hanya Hilton Moreira yang tidak datang. Lihat saja, meski hujan lebat, penonton tak beranjak meninggalkan stadion,” ujar Asep Galon, Ketua Viking Galuh.
Jaya mengaku bangga melihat kecintaan bobotoh kepada tim Maung Bandung yang sekarang ditukanginya. Besarnya antusiasme bobotoh untuk menyaksikan tarung Persib versus Ciamis Selection, kata Jaya, membuat Persib menuntaskan agendanya dalam lawatannya ke kota di selatan Jawa Barat tersebut.
“Kita datang ke Ciamis tujuan utamanya untuk menghibur bobotoh. Kita ingin lebih mendekatkan Persib dengan bobotohnya,” ucap Jaya di akhir pertandingan.
Jaya menolak berkomentar banyak tentang hasil pertandingan. Ia hanya mengatakan, melawan Ciamis Selection kemarin termasuk dari rangkaian persiapan Persib untuk menjalani putaran kedua Liga Super dan Copa Indonesia meski kemarin hanya pertandingan persahabatan. “Namun sayang pertandingan terganggu karena lapangan becek dan tergenang air hujan sehingga strategi pertandingan tidak berjalan mulus,” tambah Jaya.
Walaupun dinilai gagal memainkan strategi permainan yang sudah disiapkan akibat kondisi lapangan yang buruk, Persib tetap jauh lebih unggul dibanding lawannya. Pasukan Jaya Hartono mendominasi pertandingan dan banyak melakukan tekanan.
“Setelah melawan Ciamis Selection, kita mengagendakan pertandingan uji coba lainnya. Lawannya diharapkan yang punya kualitas lebih bagus, mungkin dari Divisi Satu,” ungkap Jaya, yang dibenarkan Wakil Manjer Persib H Umuh Muhtar.
Pelatih Ciamis Selection, Edi Rosadi, mengaku timnya mendapat pelajaran banyak dari Persib. “Bagaimanapun, Persib adalah tim besar dan berkualitas,” kata Edi, kiper nomor dua Persipura di Liga Indonesia XII. (sta/gan)
Diburu Hingga Hotel
SEPERTI pada pertandingan-pertandingan lain yang dilakoni Persib, pemandangan bobotoh yang merangsek ke tengah lapangan untuk memburu pemain idolanya menjadi hal biasa. Bobotoh yang ingin berfoto bersama, ingin mendapat tanda tangan, atau sekadar ingin lebih dekat dengan pemain idola, menjadi alasan utama bobotoh yang nekat menghambur ke lapangan untuk mengejar-ngejar pemain Persib. Alasan ini pula yang dilakukan bobotoh di akhir pertandingan Persib lawan Ciamis Selection di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (25/1).
Menurut pantauan Tribun di lokasi, petugas keamanan kewalahan menghadapi bobotoh yang berhamburan mengejar pemain Persib. Para bobotoh ini tidak saja mereka yang menyaksikan aksi Tema Mursadat dkk dari tribun, tapi juga dari atas benteng stadion. Banyak yang tidak terhadang petugas keamanan dari Polres Ciamis ketika bobotoh menghambur ke lapangan di akhir pertandingan. Petugas pun dipaksa berbasah-basah di bawah guyuran hujan untuk mencegah bobotoh yang mendekat ke kubu Persib.
Di antara bobotoh yang nekat merangsek dan menerobos hadangan petugas adalah Robbi. Remaja berusia 15 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas II SMP Baregbeg ini berjuang keras mendekat ke kubu Persib di antara gelombang bobotoh yang menuju target yang sama.
Usaha keras Robbi untuk mencapai pemain Persib idolanya mendapat perhatian khusus mereka yang hadir di Stadion Galuh, kemarin sore. Pasalnya Robbi, yang kedua kakinya cacat, bersaing dengan bobotoh lainnya untuk bisa dekat ke tim Persib dengan menggunakan tongkat penyangga (kruk).
Seperti bobotoh lainnya, Robbi, yang datang dari Dusun Ciwahangan Baregbeg, Ciamis, merangsek ke lapangan dengan harapan bisa menatap pemain idola atau kalau beruntung bisa mendapat cindera mata dari pemain Persib. Di akhir pertandingan bobotoh biasa berburu kaus atau apa yang dikenakan Persib di lapangan.
Perjuangan bobotoh untuk lebih dekat dengan pemain Persib tidak hanya berhenti di stadion. Banyak bobotoh yang terus memburu pemain Persib hingga ke Hotel Tyara, tempat tim Persib menginap selama di Ciamis.
“Penonton yang datang ke stadion, jumlahnya jauh lebih benyak dari perkiraan kami,” komentar Ketua Panpel Pertandingan Persib vs Ciamis Selection, Adang Sudrajat. (sta) sumber : tribunjabar
slam kenal ti aa boink,
anu pendukung garda,,,,,
hdp garda
sakali deui hidup,,…,..,..,..,..,..,..,..,..,..,
aing budak CIAMIS ngadukung PERSIB sapenuh na smpai titik darah penghabisan…