Archive | January, 2009

Persib Puaskan Bobotoh

CIAMIS, TRIBUN - Lorenzo Cabanas memborong dua gol kemenangan Persib saat menumbangkan Ciamis Selection pada pertandingan persahabatan di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (25/1). Dua gol Cabanas juga memuaskan sekitar 15.000 penonton.

Walau hanya pertandingan persahabatan, kehadiran tim Maung Bandung di Stadion Galuh tetap membetot perhatian besar bobotoh. Mereka bertahan di stadion dan tetap menyaksikan aksi Eka Ramdani dkk meski hujan deras mengguyur hampir sepanjang pertandingan.

Cabanas, yang kemarin menjadi pemain asing satu-satunya yang diturunkan pelatih Jaya Hartono sebagai pemain starter, menjebol gawang Ciamis Selection yang dijaga Herman pada menit ke-11 dan ke-39. Pertandingan berlangsung 2 x 30 menit.

Kehadiran Persib kemarin menciptakan rekor sebagai tim yang mampu membetot penonton di stadion kebanggaan warga Ciamis itu. “Ini merupakan rekor dan sejarah bagi Stadion Galuh,” komentar Amir, salah satu wasit di Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC).

Lima belas ribu bobotoh hadir di stadion tidak hanya dari wilayah Ciamis. Mereka juga datang dari Banjar, Tasikmalaya, Garut, Majalengka, Kuningan, dan Bandung. “Mereka datang untuk melepas kerinduan. Apalagi Persib hadir di Ciamis full team. Hanya Hilton Moreira yang tidak datang. Lihat saja, meski hujan lebat, penonton tak beranjak meninggalkan stadion,” ujar Asep Galon, Ketua Viking Galuh.

Jaya mengaku bangga melihat kecintaan bobotoh kepada tim Maung Bandung yang sekarang ditukanginya. Besarnya antusiasme bobotoh untuk menyaksikan tarung Persib versus Ciamis Selection, kata Jaya, membuat Persib menuntaskan agendanya dalam lawatannya ke kota di selatan Jawa Barat tersebut.

“Kita datang ke Ciamis tujuan utamanya untuk menghibur bobotoh. Kita ingin lebih mendekatkan Persib dengan bobotohnya,” ucap Jaya di akhir pertandingan.

Jaya menolak berkomentar banyak tentang hasil pertandingan. Ia hanya mengatakan, melawan Ciamis Selection kemarin termasuk dari rangkaian persiapan Persib untuk menjalani putaran kedua Liga Super dan Copa Indonesia meski kemarin hanya pertandingan persahabatan. “Namun sayang pertandingan terganggu karena lapangan becek dan tergenang air hujan sehingga strategi pertandingan tidak berjalan mulus,” tambah Jaya.

Walaupun dinilai gagal memainkan strategi permainan yang sudah disiapkan akibat kondisi lapangan yang buruk, Persib tetap jauh lebih unggul dibanding lawannya. Pasukan Jaya Hartono mendominasi pertandingan dan banyak melakukan tekanan.
“Setelah melawan Ciamis Selection, kita mengagendakan pertandingan uji coba lainnya. Lawannya diharapkan yang punya kualitas lebih bagus, mungkin dari Divisi Satu,” ungkap Jaya, yang dibenarkan Wakil Manjer Persib H Umuh Muhtar.

Pelatih Ciamis Selection, Edi Rosadi, mengaku timnya mendapat pelajaran banyak dari Persib. “Bagaimanapun, Persib adalah tim besar dan berkualitas,” kata Edi, kiper nomor dua Persipura di Liga Indonesia XII. (sta/gan)

Diburu Hingga Hotel
SEPERTI
pada pertandingan-pertandingan lain yang dilakoni Persib, pemandangan bobotoh yang merangsek ke tengah lapangan untuk memburu pemain idolanya menjadi hal biasa. Bobotoh yang ingin berfoto bersama, ingin mendapat tanda tangan, atau sekadar ingin lebih dekat dengan pemain idola, menjadi alasan utama bobotoh yang nekat menghambur ke lapangan untuk mengejar-ngejar pemain Persib. Alasan ini pula yang dilakukan bobotoh di akhir pertandingan Persib lawan Ciamis Selection di Stadion Galuh, Ciamis, Minggu (25/1).

Menurut pantauan Tribun di lokasi, petugas keamanan kewalahan menghadapi bobotoh yang berhamburan mengejar pemain Persib. Para bobotoh ini tidak saja mereka yang menyaksikan aksi Tema Mursadat dkk dari tribun, tapi juga dari atas benteng stadion. Banyak yang tidak terhadang petugas keamanan dari Polres Ciamis ketika bobotoh menghambur ke lapangan di akhir pertandingan. Petugas pun dipaksa berbasah-basah di bawah guyuran hujan untuk mencegah bobotoh yang mendekat ke kubu Persib.

Di antara bobotoh yang nekat merangsek dan menerobos hadangan petugas adalah Robbi. Remaja berusia 15 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas II SMP Baregbeg ini berjuang keras mendekat ke kubu Persib di antara gelombang bobotoh yang menuju target yang sama.

Usaha keras Robbi untuk mencapai pemain Persib idolanya mendapat perhatian khusus mereka yang hadir di Stadion Galuh, kemarin sore. Pasalnya Robbi, yang kedua kakinya cacat, bersaing dengan bobotoh lainnya untuk bisa dekat ke tim Persib dengan menggunakan tongkat penyangga (kruk).

Seperti bobotoh lainnya, Robbi, yang datang dari Dusun Ciwahangan Baregbeg, Ciamis, merangsek ke lapangan dengan harapan bisa menatap pemain idola atau kalau beruntung bisa mendapat cindera mata dari pemain Persib. Di akhir pertandingan bobotoh biasa berburu kaus atau apa yang dikenakan Persib di lapangan.

Perjuangan bobotoh untuk lebih dekat dengan pemain Persib tidak hanya berhenti di stadion. Banyak bobotoh yang terus memburu pemain Persib hingga ke Hotel Tyara, tempat tim Persib menginap selama di Ciamis.

“Penonton yang datang ke stadion, jumlahnya jauh lebih benyak dari perkiraan kami,” komentar Ketua Panpel Pertandingan Persib vs Ciamis Selection, Adang Sudrajat. (sta) sumber : tribunjabar

Nyeck Diajak ke Rengat

BANDUNG, TRIBUN - Pemain Persib Nyeck Nyobe diajak Pelatih Persib Jaya Hartono ke Rengat untuk menghadapi Persires pada leg kedua babak 24 besar Copa Indonesia.   Selain Nyeck, Jaya juga memboyong  Hilton Moreira, Rafael Alves Bastos, Lorenzo Cabanas, dan Nyeck. Jaya hanya meninggalkan Fabio Lopes di Bandung untuk menghadapi tim dari Provinsi Riau tersebut.

Sebetulnya Persib  hanya butuh tiga pemain asing saja pada pertandingan nanti. Peraturan di Copa Indonesia memang setiap klub hanya bisa diperkuat tiga pemain asing saja.

“Kita juga akan bermain di kandang lawan. Jadi sangat mungkin kita akan menerapkan strategi berbeda dibanding ketika mengalahkan mereka (Persires, Red) di Jalak Harupat,” kata asisten pelatih Yusuf Bachtiar memberi alasan kenapa Nyeck dibawa ke Rengat, Kamis (15/1).

Yusuf juga tidak mengelak tentang kemungkinan Persib bermain bertahan dengan masuknya Nyeck ke dalam tim. Padahal ketika membekap Persires 2-0 di Jalak Harupat, Nyeck bahkan tidak masuk dalam line up Persib.

“Akan ada perubahan formasi dan strategi bermain, terutama di sektor pertahanan,” ujar Yusuf yang juga tidak menolak soal kemungkinan Nyeck akan jadi starter Persib di Rengat. (daf/san)

Kemenangan Persib Jadi Bekal Tandang

SOREANG, TRIBUN - Persib akhirnya bisa memaksimalkan pertandingan di kandang sendiri setelah mengalahkan Persires Rengat Riau 2-0 pada leg pertama Copa Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat Kamis (14/1).

Kemenangan dua gol tanpa balas ini menjadi bekal bagi skuad Maung Bandung untuk meladeni Persires Rengat, Minggu (18/1) di Indragiri Hulu Riau. Hasil imbang atau kalah dengan selisih satu gol di kandang lawan nanti sudah cukup bagi Persib untuk lolos ke babak 16 besar Copa.

Dalam pertandingan kemarin, anak asuh Jaya Hartono tampil buruk. Spirit fight yang biasa dipertunjukan oleh Eka Ramdhani dkk tidak terlihat sore kemarin. Mereka seperti bermain hati-hati meladeni permainan keras Laskar Indragiri.

Kemenangan Persib sebenarnya berbau keberuntungan. Persires bisa menahan imbang Persib hingga paruh pertama selesai. Beruntung wasit memberi hadiah penalti setelah penjaga gawang Persires, Hendra Wahyudi, menjatuhkan Bastos di kotak penalti setelah striker bernomor punggung 16 ini lepas dari pengawalan pemain lawan. Cabanas yang jadi algojo penalti sukses mempecundangi Hendra untuk membawa Persib unggul 1-0.

Disisa 20 menit, Jaya mencoba peruntungannnya dengan menambah dua striker sekaligus untuk menambah koleksi gol Persib. Airlangga masuk menggantikan Suwita dan Zaenal Arif mengganti Cabanas.

Di waktu tambahan 2 menit, Persib berhasil menambah pembendaharaan golnya setelah Airlangga Sucipto mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persires melalui sontekannya. Dua gol menjadi modal bagi Persib untuk melaju ke babak selanjutnya.

Hilton dan Bastos yang berduet di lini depan berhasil dimatikan pergerakannya oleh Yadi Mulyadi dan Taufik Siregar. Sedangkan Eka, Atep dan Cabanas berhasil dimarking oleh Ade Abdillah, Agung dan Kamil. Gelandang serang Persib ini sulit mengalirkan umpan matang kepada striker. (tor) tribujabar.co.id Rabu, 14 Januari 2009

PT Persib BB Belum Peroleh Investor

BANDUNG, TRIBUN - PT Persib Bandung Bermartabat (BB) belum mendapatkan investor. Dari 20 investor yang dibidik, tidak ada satu pun yang memberikan respon positif terhadap perusahaan yang akan full membiayai operasional tim Maung Bandung ini.

“Dari awal kami sudah membidik 20 pengusaha untuk bergabung dengan PBB. Tapi sampai saat ini belum ada respon dari mereka,” ungkap Yoyo S Adiredja, seorang pendiri PT PBB, Jumat (2/1) kemarin.

Diakuinya, para investor yang nantinya akan dijadikan staf direksi tersebut masih menimbang- nimbang untuk menanamkan modalnya di PT PBB. Krisis ekonomi global dan kondisi pesepakbolaan nasional serta kericuhan sepak bola menjadi salah satu pertimbangan mereka menunda berinvestasi.

“Salah satu keuntungan dari sepak bola adalah penjualan merchandise, iklan dan paling utama adalah penjualan tiket penonton. Jika sering partai usiran tanpa penonton akibat suporter rusuh, bukan keuntungan yang didapat tapi kerugian,” jelasnya.

Apalagi PT PBB ditargetkan bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp 25 miliar pertahun, tentu hal-hal seperti itu menjadi pertimbangan kenapa pengusaha berpikir dua kali untuk menukangi PT PBB. (Oktora Veriawan) Sumber : tribun jabar


?>