Nova: Saya Bisa Diskorsing

BANDUNG, TRIBUN - Larangan memperkuat Persib selama sebulan bagi defender Maung Bandung, Nova Arianto, merupakan satu dilema tersendiri. Nova mengaku hatinya ingin membela Persib, tapi kalau ini dilakukan, PSSI bisa menjatuhkan skorsing baginya.

“Kalau saya menolak keputusan PSSI dengan ikut bermain membela Persib di bulanJanuari, bisa-bisa saya diskorsing. Memang bagi saya ini suatu hal yang dilematis,” ujar Nova, Selasa (23/12).

Kemarin sore, pemain berkepala plontos ini mengikuti latihan bersama rekannya di Stadion Persib. Menurut Nova, ia sengaja ikut berlatih bersama Maman Abdurahman cs untuk menjaga kondisi fisik dan sentuhan kakinya sebagai pemain bola.

Nova menegaskan, meski hatinya berat untuk meninggalkan Persib, sebagai warga negara yang baik, ia tetap harus mengutamakan kepentingan nasional. “Maunya sih membela Persib, tapi saya kira semua orang bisa memahami bahwa kita harus mengutamakan kepentingan negara,” ujar Nova seraya menyebutkan di bulan Januari bersama timnas ia akan berhadapan dengan Oman dan Australia. (san) sumber : Tribujabar

Tiga Pemain Persib Masuk Pelatnas Pra Piala Asia

JAKARTA, (PRLM).-Menghadapi Pra Piala Asia Januari mendatang, Badan Tim Nasional (BTN) memanggil 27 pemain untuk mengikuti pelatnas jangka panjang. Dari 27 pemain tersebut, tiga di antaranya pemain Persib yaitu Nova Arianto, Hariono dan Maman Abdurahman.

Selain mereka, BTN juga memanggil pemain muka baru untuk masuk timnas yaitu Rachmat Latief dan Djayusman Triadi dari PSM Makasar, serta Pieter Rumaropen (Persiwa Wamena). Ada juga pemain lama yang kembali dipanggil seperti, Boas Salossa, Ricardo Salempessy (Persipura), Hariono, dan Maman Abdurachman (Persib). Sisanya pemain yang berlaga di turnammen Piala AFF Suzuki 2008, kecuali Usep Munandar dan Fandi Muhtar yang dicoret dari timnas. Demikian ungkap Ketua BTN Rahim Soekasah, Selasa (23/12).

Ketua BTN Rahim Soekasah menuturkan, ke-27 pemain ini akan memulai pelatnas jangka panjang 27 Desember hingga 28 Januari di Sawangan Kab. Bogor. “Selama pelatnas, para pemain tidak boleh membela klubnya di kompetisi (liga Indonesia dan copa Indonesia-red) yang mulai Januari. Kami mengkhawatirkan jika selama pelatnas, pemain tetap tampil membela klub, maka konsentrasi mereka akan terganggu, dan mereka akan mengalami kelelahan, belum lagi jika mengalami cedera. Ini akan mengganggu program pelatnas timnas,” ujar Rahim di kantor BTN Jakarta, (A-105/A-50)***

Nova Harus Absen Sebulan

BANDUNG, TRIBUN-Bagi bobotoh yang ngefans dengan Nova Arianto tampaknya harus gigit jari. Sekurangnya dalam waktu sebulan atau sepanjang Januari 2009, bek yang dikenal dengan aksi Suster Ngesot-nya itu tak bisa memperkuat Persib Bandung pada ajang Liga Super Indonesia (LSI) maupun Copa Indonesia.

Hal ini menyusul keputusan PSSI yang melarang semua pemain yang tergabung dalam timnas Indonesia untuk memperkuat klubnya masing-masing di kompetisi lokal sepanjang Januari 2009.
“Nova nggak bisa main bersama Persib selama bulan Januari. Tapi nggak hanya Nova, pokoknya semua pemain yang tergabung di timnas Indonesia nggak boleh memperkuat klubnya masing-masing,” tandas Pelatih Persib, Jaya Hartono, Senin (22/12).
Keputusan PSSI yang dikeluarkan kemarin itu, membuat laga Persib vs Persiba yang akan digelar 3 Januari mendatang jadi sedikit kurang seru. Pasalnya, bomber Persiba Tallouhu Abdul Musafry pun harus absen karena namanya tercantum sebagai salah seorang pemain timnas Indonesia.
Padahal aksi Musafry layak ditunggu publik Bandung, menyusul aksi menawannya selama ajang Piala AFF. Disebut-sebut, aksi pemain asal Halmahera, Maluku Utara itu di turnamen Piala AFF lebih bagus dibanding Bambang Pamungkas.
Jaya Hartono sendiri melihat Persiba merupakan tim yang patut diwaspadai. Masuknya Redounne Barkawi ke tim Beruang Madu menjadi catatan tersendiri bagi kubu Persib. Meski begitu menurut Jaya tim yang memasukan pemain baru untuk putaran kedua ini, bisa menjadi tim bagus atau sebaliknya justru menjadi terpuruk.
“Saya kira ada positif dan negatifnya. Kalau pemain baru itu bisa cepat tune in, saya kira positif. Tapi kebanyakan yang terjadi, pemain baru perlu adaptasi terlebih dulu dengan klub barunya. Dan ini memerlukan waktu,” tutur Jaya.
Menghadapi putaran kedua kata Jaya, Persib bersikap optimistis. Setidaknya kerjasama dan komunikasi antar pemain sudah terbina cukup lama. Dan hal ini memudahkan dalam mempraktekkan strategi di lapangan hijau. “Materi kita (Persib, Red) pemainnya tidak ada perubahan, makanya lebih mudah dalam mengorganisir permainan di lapangan,” tandasnya.(san)

Edi Kurnia : Tidak Merasa Jadi Nomor Tiga

Edi Kurnia : Tidak Merasa Jadi Nomor Tiga

BOBOTOH tentu sudah hapal di luar kepala, untuk menjalani Liga Super dan Copa Indonesia tahun ini, Persib memiliki tiga kiper: Tema Mursadat, Cecep Supriatna, dan Edi “Edkur” Kurnia. Ketika kiper andalan Persib ini biasa diformulasikan oleh bobotoh seperri ini, Tema menempati posisi pertama, Cecep kedua, dan Edi ketiga.

Tentu bobotoh bukan tanpa alasan memformulasikan tiga tiga kiper tim Maung Bandung seperti itu. Edkur misalnya diposisikan di tempat ketiga di bawah Tema dan Cecep, hanya karena kiper kelahiran Kota Bogor ini paling jarang dimainkan.

Edkur sendiri mengaku tidak risau dengan formulasi seperti itu. Edkur memastikan tetap enjoy di Persib walau hanya jadi kiper nomor tiga. “Saya tidak mempermasalahkan itu. Yang penting saya terus berlatih keras. Dan ketika diberi kesempatan main oleh pelatih, saya akan memanfaatkan kesempatan tersebut. Saya akan menunjukkan kemampuan terbaik saya,” komentar Edkur yang pada 24 Agustus lalu mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Rosdiana Megawati.

Dan kesempatan tersebut akhirnya didapat Edkur ketika Persib melakoni pertandingan pertama Copa Indonesia 2008 melawan PSDS pada tanggal 13 Desember lalu. Pada pertandingan yang digelar Stadion Jalak Harupat tersebut, penampilan Edkur mendapat pujian bobotoh. Edkur memang gagal menjaga gawangnya tetap perawan pada pertandingan tersebut. Satu kali Edkur dipaksa bomber asing PSDS untuk memungut gol dari gawangnya. Namun penyelamatan gemilang yang beberapa kali dilakukan Edkur, membuat bobotoh melupakan satu gol PSDS yang memaksa Persib mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Selebihnya nama Edkur banyak disebut-sebut bobotoh.

“Saya berterima kasih kepada dukungan bobotoh. Saya juga berterima kasih kepada tim pelatih yang telah memberikan kepercayaan kepada saya,” kata Edkur yang punya mimpi besar ingin merasakan gelar juara bersama Persib. (daf)

Belajar dari Tema dan Cecep
TARUNG
melawan PSDS di Copa Indonesia di Stadion Jalak Harupat lalu, menjadi pertandingan perdana Edkur bersama Persib pada pertandingan resmi. Pada pertandingan yang dimenangkan Persib 2-1 tersebut, Edkur juga tampil perdana jadi starter yang tampil sembilan puluh menit. Ini jelas kebanggaan bagi Edkur karena biasanya dia hanya jadi cadangan dan bahkan namanya lebih sering hilang dari daftar line up tim Persib.

“Saya berharap kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tidak hanya sekali di Copa. Sebagai pemain saya juga berharap dipercaya untuk tampil di Liga Super,” ucap Edkur

Namun walau berharap besar ingin dimainkan di banyak pertandingan, terutama di pertandingan resmi seperti Liga Super, Edkur mengaku tidak terlalu ngotot untuk mendapatkan kesempatan besar itu.
“Artinya saya tidak harus saling mengalahkan satu sama lain. Tapi saya tetap akan bekerja keras dan berlatih keras bersama Persib. Saya tetap mempersiapkan diri agar ketika dipercaya tampil, saya sudah siap,” tegas Edkur yang mengaku belajar banyak dari Tema dan Cecep.
“Tema dan Cecep bukan saingan saya. Saya banyak belajar dari keduanya. Jadi kiper ketiga menjadi motivasi bagi saya untuk jadi seperti Tema dan Cecep,” ujar Edkur. (daf)

Idolanya Tetap Buffon
SEBAGAI
penjaga gawang, Edkur mengaku kepincut pada permainan Gianlugi Buffon. Edkur juga mengaku tidak hanya menempatkan Buffon sebagai kiper idolanya tapi Edkur juga mengaku sering mencuri ilmu dari kiper Juventus dan timnas Italia tersebut.

“Saya bahkan mengoleksi VCD Buffon. Dari Buffon saya belajar bagaimana menjadi kiper yang baik,” ungkap Edkur yang mengaku posisi Buffon sebagai kiper idola tidak akan tergantikan. “Pokokna mah forever Buffon lah,” tegas Edi sambil tertawa.

Yang pantas diacungi jempol, adalah upaya dan kerja keras Edkur untuk bisa menimba ilmu dari Buffon. Misalnya Edkur untuk mendapatkan rekaman penampilan Buffon, Edkur biasa meminta rekan-rekannya yang berkesempatan ke luar negeri untuk memborong VCD Buffon.

“Ketika Eka Ramdani ke luar negeri bersama timnas, saya tidak lupa meminta Eka untuk membawa oleh-oleh VCD Buffon. Alhamdulillah saya akhirnya memiliki beberapa rekaman pertandingan Buffon. Dan saya bisa belajar dari Buffon,” tutur Edkur bangga. (daf)

Ke Bogor Edkur Selalu Kembali
KAMPUNG
halaman selalu menjadi tempat tak terlupakan bagi siapa pun, tak terkecuali bagi Edkur. Kiper Persib ini mengaku selalu ingin pulang ke kampung halaman setiap punya waktu luang. Bonus libur empat hari setelah Persib membekap PSDS di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, langsung dimanfaatkan Edkur untuk pulan ke Bogor.

“Saya selalu pulang ke Bogor setiap libur berlatih. Saya selalu ingin ngumpul bersama keluarga,” ucap Edkur memberi alasan.

Kali ini Edkur tentu makin menikmati perjalanan pulang ke Kota Hujan, Bogor. Pasalnya di perjalanan Edi tidak lagi sendiri. Sekarang Edi selalu didampingi istri tercintanya, Rosdiana Megawati.

Tentu walaupun selalu rindu kampung halaman, Edkur tidak akan alpa tentang kewajibannya sebagai pemain Persib. “Besok (Senin hari ini, Red), saya akan kembali berlatih bersama Persib,” kata Edkur memberi garansi. (daf)

Hilton Tak Gentar

ATMOSFIR Stadion Baharuddin Siregar yang angker bagi tim tamu, bukan tidak diketahui oleh Hilton Moreira. Namun bomber Persib asal Brasil ini mengaku tak gentar menghadapi PSDS di kandangnya yang konon angker tersebut. Selain itu Hilton bertekad memberikan kemenangan kepada Persib.
“Saya tidak hanya ingin Persib menang dari PSDS tapi saya ingin Persib jadi yang terbaik di Copa Indonesia. Untuk jadi juara, Persib harus bisa mengalahkan PSDS,” tandas Hilton.

Untuk bisa menang di kandang PSDS, Hilton mengakui semua pemain Persib harus bekerja keras. Hilton tidak mau dirinya atau pemain lain yang diandalkan untuk membawa Persib lolos dari hadangan Persib. Pernyataan mantan striker Deltras Sidorajo dilontarkan ketika ditanya soal posisi inti di lini depan yang kemungkinan akan diberikan kepadanya.

“Saya tidak tahu akan jadi starter atau jadi cadangan. Ingat ada empat pemain asing yang dibawa Persib ke kandang PSDS. Yang pasti saya bukan hanya siap main tapi siap memberikan hasil yang terbaik kepada Persib. Persib haruas menang,” kata Hilton penuh percaya diri.

Menghadapi PSDS yang selalu main keras terutama ketika tampil di depan pendukungnya, sekali tidak membuat gentar Hilton. Mantan pemain Palmeiras ini tidak ciut nyali termasuk dari tekanan pendukung PSDS yang kemungkinan akan merusak konsentrasi pasukan Maung Bandung sepanjang pertanding.

“Saya tahu situasi penonton di sini (Deliserdang, Red). Tapi saya tidak peduli mereka. Alasannya penonton di luar lapangan. Sementara saya dan teman satu tim hanya menghadapi sebelas pemain PSDS di dalam lapangan. Saya kira semua pemain Persib punya tekad dan keberanian sama seperti saya,” tandas pemain berusia 27 tahun ini.

Walaupun belum mendapat sinyal dari Jaya Hartono untuk diturunkan sebagai starter, Hilton mengaku sangat siap untuk menjebol gawang PSDS di kandangnya. “Sebagai pemain depan, saya selalu punya target mencetak gol. Saya ingin memberikan kemenangan kepada tim saya. Saya akan mencetak gol ke gawang PSDS seperti ketika saya melakukannya di Jalak Harupat,” tandasnya.

Untuk memberikan kemenangan kepada Persib, Hilton juga siap disimpan di posisi mana pun. “Di lini depan atau di tengah jadi gelandang tidak masalah bagi saya. Saya akan main maksimal dan tidak gentar melawan PSDS,” ulang Hilton memberi garansi.(daf)
Hilton Facts
Nama
: Hilton Moreira
TTL : Pindamonhangaba Taubate, Brasil 27 Februari 1981
Posisi : Gelandang Serang/Striker
No Punggung : 10
Karier : Palmeiras Junior, Brasil 1996-1998
FC Forli Klub Divisi II di Italia 1998
ULM 1834 Klub Divisi II di Jerman 1999
Palmeiras, Brasil 2000-2005
Deltras Sidoardjo 2005-2007
Persib Bandung 2008