Kemenangan tipis 2-1 pada leg pertama di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Sabtu lalu, membuat posisi Persib belum aman. Persib akan menghadapi PSDS Tampil di atas lapangan jelek dan bergelombang, sementara tuan rumah diprediski akan memperagakan permainan keras dan menjurus kasar secara terbuka.
“Kalau soal kekuatan lawan, saya kira tidak akan banyak berubah dibanding leg pertama. Saya justu mengkhawatirkan gaya permainan lawan yang kemungkinan besar lebih kasar dan sulit diterima pemain kita. Kalau emosi pemain sampai terpancing, habislah kita,” ujar pelatih Jaya Hartono kepada wartawan “Pikiran Rakyat”, Ai Rika Rachmawati dan Andri Gurnita, di Hotel Danau Toba Internasional, Jln. Imam Bonjol 17, Medan, Rabu (17/12).
Padahal, menurut Jaya, permainan keras PSDS merupakan salah satu strategi untuk menekan mental lawan. Jika mental pemain Persib tidak kuat, strategi itu akan sangat efektif untuk mempertahankan gawang lawan dari kebobolan. Apalagi, PSDS hanya memerlukan 1-0 untuk lolos ke babak 24 besar.
Namun, menurut pelatih yang sempat menangani Persik Kediri itu, kerasnya permainan PSDS bukan tanpa solusi. Jika Persib bisa meredam emosi, permainan keras PSDS justru bisa dimanfaatkan menjadi keuntungan bagi Persib dan bumerang bagi tim berjuluk “Traktor Kuning” itu.
“Intinya adalah pengendalian emosi. Main di kandang dengan motivasi tinggi untuk mengalahkan Persib akan membuat tim lawan terlalu menggebu-gebu. Kalau pintar dan jeli memanfaatkannya, ini adalah celah kelemahan lawan. Soal bertahan atau menyerang, kita akan mempraktekannya secara berimbang,” kata Jaya.
Selain pengendalian emosi, Jaya juga menginstruksikan pemainnya untuk tidak berlama-lama dengan bola. Tentang formasi dan strategi, ia memastikan akan melakukan sejumlah perubahan. Hal itu semata untuk mengejar target kemenangan yang dibidik Persib.
Sayang, janji Jaya untuk menurukan Eka sebagai pengatur ritme permainan tampaknya tidak bisa direalisasikan. Pemain bertubuh mungil itu ditinggal di Bandung dan posisinya kemungkinan besar akan kembali dipercayakan kepada Atep. Chandra Yusuf pun menjadi pemain ke-19 yang diboyong Persib ke Deli Serdang menggantikan Eka.
“Eka masih dalam pemulihan. Sampai sesaat sebelum keberangkatan, saya belum menerima rekomendasi dari dokter. Karena itu, Eka ditinggal di Bandung. Soal pengganti Eka, masih ada beberapa pilihan. Atep pun kemarin bermain cukup bagus,” kata Jaya.
Kembali absennya Eka sebagai pengatur serang di kubu Persib juga tidak membuat Manajer H. Jaja Soetardja pesimistis. Jaja tetap yakin membidik kemenangan bagi Persib, untuk memastikan satu tiket di babak 24 besar, di mana tim anggota divisi utara Persires Rengat telah menanti.
“Target Persib pastinya menang. Persib datang dengan motivasi tinggi. Saya yakin, dengan daya juang tinggi dan mental yang kuat, Persib bisa lolos ke babak selanjutnya. Kalau soal lawan main keras, kita akan menghadapinya dengan bermain taktis,” kata Jaja. (A-150/A-26).*** sumber : Pikiran Rakyat