Persib Krisis Lini Belakang

BANDUNG, TRIBUN – Setelah ditinggal pergi Nova Arianto, Maman Abdurahman, dan Hariono ke timnas, kini lini belakang Persib semakin krisis setelah Waluyo, stoper yang dipersiapkan mengisi posisi Nova selama bek berkepala plontos itu membela timnas, ketiban sial dibekap cedera.
Waluyo menderita cedera engkel setelah bagian engkel kakinya itu menahan bola yang ditendang dengan keras oleh Zaenal Arief pada sesi latihan di Stadion Persib, Rabu (24/12) sore. Hingga kini pemain asal Banyumas, Jawa Tengah, itu belum pulih dari cedera yang dialaminya.

“Waluyo masih cedera tapi mudah-mudahan saja sebelum tanggal 5 Januari, cederanya sudah bisa sembuh,” ujar dokter tim Persib, dr Ia Kurnia, Senin (29/12). Tanggal 5 adalah waktu berkumpul kembali skuad Persb untuk latihan rutin.

Kehilangan Waluyo jelas memperparah kondisi lini belakang Persib. Kini di lini vital Maung Bandung itu hanya tersisa Nyeck Nyobe, Edi Hafid, dan Wildansyah. Tiga pemain Persib yang membela timnas sendiri, dipastikan absen sepanjang Januari 2009.

Mencermati kondisi ini maka di ajang Copa Indonesia melawan Persires Rengat pada 14 dan 18 Januari, kubu Persib terpaksa harus memaksimalkan pemain belakang yang ada.

Pelatih Jaya Hartono mengakui cukup dipusingkan dengan kondisi lini belakang Persib. Namun pihaknya kata Jaya, tidak mau berpangku tangan dengan kondisi seperti itu.

“Mau bagaimana lagi, kalau kondisinya seperti itu kita maksimalkan saja pemain yang ada. Mudah-mudahan saja hilangnya beberapa pemain ini tidak terlalu berpengaruh pada permainan tim,” tutur Jaya.

Menurut Jaya, untuk ajang Copa Indonesia tampaknya hal ini tidak terlalu berpengaruh besar. Namun untuk Liga Super Indonesia (LSI), Jaya memastikan hilangnya sejumlah pilar Persib ini jelas pengaruhnya sangat besar.

“Kalau untuk LSI kami memang meminta bisa memainkan mereka yang dipanggil timnas. Kalau nggak boleh, nanti kita kirim surat saja ke PSSI,” tandas Jaya.
Jaya mengatakan, kondisi seperti ini tak hanya menimpa Persib tapi juga menimpa klub lain yang pemainnya dipanggil timnas. Menurut Jaya, ke depan sebaiknya agenda timnas dan klub bisa lebih dikomunikasikan sejak dini. Dengan cara seperti ini, diharapkan tidak muncul kebijakan yang diputuskan dengan tibatiba.(san) (tribujabar)

Kosin Siap Kembali Berseragam Persib

BANDUNG, TRIBUN-Kosin Hatairatanakool ternyata masih memendam keinginan untuk kembali membela Persib Bandung. Keinginan untuk berseragam Persib dilontarkan Kosin dalam beberapa kesempatan termasuk ketika membela timnas Thailand di pertandingan AFF di Jakarta awal Desember lalu.

Keinginan Kosin kembali berseragam Persib ditegaskan Hasan Saputra, pemilik klub Saint Prima yang mendatangkan Kosin ke Persib pada Liga Indonesia 2006.
“Kalau Persib memang berminat, Kosin mengaku siap kembali ke Persib pada musim kompetisi 2009. Dan saya siap mendatangkan dia untuk Persib,” tutur Hasan kepada Tribun, Sabtu (27/12).
Menurut Hasan, Kosin tetap memprioritaskan Persib sebagai tim yang akan dibelanya di Indonesia. “Namun kalau Persib memang tidak berminat Kosin, Kosin siap membela tim lain di Indonesia,” urai Hasan tentang Kosin yang sekarang membela klub Chonburi, Thailand.
Hasan juga memberi garansi pihaknya tidak hanya siap mendatangkan Kosin ke Persib. Hasan mengatakan, kalau klub-klub di Indonesia siap menampung, pihaknya siap mendatangkan beberapa pemain timnas Thailand yang tengah berjuang di ajang kejuaraan AFF.
“Beberapa pemain timnas Thailand, termasuk Terateep Winothai dan kapten timnas Thailand Nataporn Phanrit menyatakan kesiapannya untuk bermain di Liga Indonesia. Namun mereka umumnya memprioritaskan Persib sebelum menerima tawaran klub Indonesia lainnya,” ujar Hasan yang sempat sowan ke timnas Thailand ketika pasukan asuhan Peter Reid tersebut berada di Jakarta.
“Khusus untuk Terateep memang agak rumit, pasalnya dia masih terikat kontrak dengan klub divisi dua Belgia. Tapi kalau ada klub Indonesia yang berminat, tahun depan dia bisa didatangkan,” tandas Hasan ketika ditemui di Stadion Siliwangi, Sabtu siang kemarin.
Tentang keinginan Kosin dan beberapa pemain timnas Tahiland lainnya untuk bergabung dengan Persib, disebutkan Hasan karena nama besar tim Maung Bandung ini termasuk dikenal di Thailand.
“Nama besar dan prestasi Persib menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain-pemain Thailand. Selain itu fanatisme bobotoh juga disebutkan beberapa pemain Thailand jadi nilai plus Persib di mata pemain-pemain Thailand,” papar Hasan yang memang sukses mendatangkan beberapa pemain Thailand ke Liga Indonesia.(daf)

Trio Persib Penuhi Panggilan Timnas

BANDUNG, TRIBUN-Nova Arianto, Maman Abdurahman, dan Hariono sejak Jumat pagi kemarin meninggalkan tim Persib untuk memenuhi panggilan timnas asuhan Benny “Bendol” Dollo. Trio Persib ini bertolak ke Jakarta setelah menjalani latihan pamungkas Persib di Stadion Persib, Jumat (26/12) pagi kemarin.

Setelah latihan pagi kemarin, Jaya Hartono memang memberi jatah libur kepada pemain-pemainnya hingga 5 Januari mendatang. Keputusan Jaya ini menjadi semacam ralat karena sebelumnya tim pelatih Persib memastikan Persib akan tetap menjalani latihan rutin selama natal dan tahun baru.
“Keputusannya mendadak dan diambil setelah latihan pagi (Jumat pagi kemarin, Red). Mungkin alasannya karena kompetisi Liga Super tertunda cukup lama. Tapi untuk kepastiannya tolong tanyakan langsung kepada Mas Jaya,” tutur Sekretaris Tim Persib Yudiana, Jumat sore kemarin.
“Persib kembali akan menjalani latihan pada tanggal 5 Januari atau Senin sore,” kata Yudiana.
Maman dan Hariono kembali dipanggil Bendol guna memperkokoh kekuatan tim “Merah Putih” yang bertekad lolos ke Piala Asis 2011. Untuk menempa kekuatan tim asuhannya Bendol akan memimpin pasukannya melakukan training center (TC) atau pemusatan latihan. Trio pemain Persib ditunggu timnas di Sawawangan minimal Sabtu hari ini.
Masuknya Maman dan Hariono ke timnas, seperti diakui tim pelatih Persib akan mempengaruhi kekuatan tim Maung Bandung. Namun yang pasti, Bendol menarik Maman dan Hariono setelah sebelumnya hanya memanggil satu pemain dari Persib yaitu ratu ngesot Nova Arianto.
Tentang dipanggilnya Nova dkk ke timnas, Jaya mengomentarinya sambil berseloroh. “Kasian mereka yang dipanggil ke timnas. Ketika yang laib liburan tahun baru mereka harus berlatih,” ujar Jaya seusai latihan Persib pada Jumat pagi kemarin.(daf)

Persib Jadi Tuan Rumah Lebih Dulu

JAKARTA, (PRLM).- Persib Bandung akan menjadi tuan rumah saat menjamu Persires Rengat pada leg pertama babak “24 Besar” kompetisi Copa Dji Sam Soe Indonesia, Rabu (14/1). Empat hari kemudian, giliran Persib yang dijamu di kandang Persires pada leg kedua, Minggu (18/1).

Sedangkan tetangga Persib, Persikab Kab. Bandung di leg pertama akan bertanding di kandang Persijap Jepara, Jumat (16/1). Kemudian di leg kedua, Selasa (20/1) giliran Persikab yang menjadi tuan rumah. Sementara dua tim asal Jabar, Persikabo Kab. Bogor dan Persikad Depok akan saling berhadapan. Persikabo lebih dulu menjadi tuan rumah, Sabtu (17/1), berikutnya giliran Persikad yang menjamu Persikabo, Rabu (21/1).

Demikian jadwal Copa Dji Sam Soe babak “24 besar”, yang dirilis oleh Badan Liga Indonesia (BLI), di Jakarta, Jumat (26/12). (A-105/das)***

Waluyo-Siswanto Pilihan Utama

BANDUNG, TRIBUN - Absennya Nova Arianto membela Persib sepanjang Januari 2009 tidak membuat pelatih Jaya Hartono kelimpungan. Jaya mengaku sudah menyiapkan Waluyo untuk menggantikan posisi Nova. Adapun posisi sayap kiri setelah ditinggal cedera Salim Alaydrus dan Irwan Wijasmara bakal dihuni Siswanto.

“Saya kira untuk posisi stoper dan sayap kiri sudah nggak masalah lagi. Kita punya Waluyo dan Siswanto untuk menempati kedua posisi itu,” tandas Jaya di Stadion Persib, Selasa (23/12).

Menurut Jaya, kualitas Waluyo tak berbeda dengan Nova. Bahkan saat diturunkan melawan PSDS di Lubuk Pakam, pekan lalu, Waluyo tampil prima. Gempuran Ansyari Lubis dkk beberapa kali bisa dimentahkan stoper asal Banyumas, Jawa Tengah, itu.

“Anda boleh tanya yang nonton pertandingan Persib vs PSDS pekan lalu. Waluyo mainnya bagus. Dia langsung memotong bola dan tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada lawannya untuk mendapat bola,” tutur Jaya.

Pendapat Jaya dibenarkan dokter tim Persib, dr Ia Kurnia, yang saat pertandingan berlangsung berada di pinggir lapangan. Menurut Kurnia, publik Deliserdang banyak yang menanyakan sosok Waluyo. “Mereka pada tanya, siapa pemain belakang Persib itu, kok mainnya bagus banget,” ungkap Kurnia.

Padahal saat membela Persib melawan PSDS itu, Waluyo baru saja sembuh dari cedera paha. Meski begitu, menurut Jaya, di wajah Waluyo ia tidak melihat adanya perasaan trauma yang biasa menghinggapi pemain yang baru sembuh dari cedera.

Mengenai Siswanto, menurut Jaya, pemain asal Pasuruan, Jawa Timur, itu sudah bisa beradaptasi dengan posisi barunya sebagai pemain sayap kiri. Jaya menegaskan, saat diturunkan melawan PSDS pekan lalu, Siswanto bermain cukup bagus. “Dia sudah paham dengan posisi barunya itu. Saya kira ke depan dia bisa semakin bagus disayap kiri. Selain memiliki naluri menyerang, naluri bertahannya pun sudah mulai terlihat,” terang Jaya.

Di sayap kiri, setelah absennya Salim dan Irwan, Persib praktis hanya tinggal memiliki dua pemain, yaitu Siswanto dan Hari Salisburi. Hari sendiri, setelah sembuh dari sakitnya, belum juga mencapai kondisi puncak. (san)