Persib Mangkal di Si Jalak Harupat

BANDUNG, TRIBUN - Meski dalam daftar Badan Liga Indonesia (BLI) home base Persib masih Stadion Siliwangi, namun kemungkinan besar klub ini akan memainkan sisa pertandingan kandang Liga Super Indonesia 2008/2009 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
Dua laga kandang yang akan digelar pasca-tur Jatim akan sudah dipastikan digelar di stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung itu. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Persib Iwan Kartiwan keputusan ini menyesuaikan instruksi Polda Jawa Barat.

“Keputusan memindahkan tempat bertanding Persib dari Stadion Siliwangi ke Jalak Harupat, sesuai surat instruksi Polda yang ditandatangani Dirintel Polda Jabar yang dikirim kepada panpel,” kata Iwan di Bandung, Rabu (16/10) malam.

Dua pertandingan kandang yang sudah pasti dimainkan di stadion milik pemerintah Kabupaten Bandung tersebut adalah laga melawan Persijap Jepara pada tanggal 30 Oktober, dan menjamu Persita Tangerang pada 8 Oktober.

“Dua pertandingan itu sudah pasti akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Kami sudah melakukan persiapan, termasuk mengurus izin keramaian untuk pertandingan tersebut,” ujar Iwan.

Iwan mengungkapkan, daya tampung stadion menjadi alasan utama “pemindahan” pangkalan Persib. Mulai tanggal 30 Oktober mendatang, Panpel juga akan menerapkan sistem tiket baru yang disebut e-Card. E-Card ini adalah tiket dari bahan plastik seperti yang biasa digunakan untuk kartu kredit.

“Pada tahap awal, pada tanggal 30 Oktober nanti di Jalak Harupat nanti, e-Card dipakai untuk penonton tribun VIP dan tribun timur. Tapi kedepannya e-Card ini akan dipakai untuk semua sektor di stadion. Artinya karcis kertas tidak akan berlaku lagi,” papar Project Oficer e-Card dan Komunitas Pecinta Persib 1933 Budiman Dalimunthe.

Budiman menjelaskan pula tiket akan dioperasikan secara elektronis yang dirancang dipakai hanya untuk satu kali. “Artinya penonton yang di tengah pertandingan keluar stadion untuk satu keperluan, tidak bisa menggunakan kartu e-Card yang sama untuk kembali masuk stadion,” urai Budiman.

E-Card ini seperti dijelaskan Budiman, akan dirancang semenarik mungkin. Pada pertandingan tertentu, tiket plastik ini misalnya akan dicetak khusus dengan memasang gambar Tema Mursadat.

“Tiket ini sekaligus bisa jadi koleksi bobotoh,” ujar Budiman sambil mengakui kemungkinan harga tiket akan disesuaikan dengan adanya sistem tiketing baru tersebut.

“Karena kami semuanya ingin profesional, misalnya membayar mereka yang telah merancang kartu atau membayar orang yang fotonya dipasang pada tiket,” kata Budiman memberi alasan.

Satu yang pasti e-Card ini wajib dikantongi penonton Persib tak terkecuali manajer dan bahkan Ketua Umum Persib. “Tentu untuk tim Persib dan pengurus Persib akan dirancang tiket yang berbeda dengan tiket penonton biasa,” tambah Budiman.(daf)

This entry was posted on Saturday, October 18th, 2008 and is filed under Berita, Liga Super, Management. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Google