Kembali Harus Kehilangan Atep

BANDUNG, TRIBUN - Persib kemungkinan besar tidak akan diperkuat Atep saat bertarung melawan Persijap Jepara pada 30 Oktober mendatang.
Persib harus kehilangan Atep pada pertandingan tersebut karena gelandang penuh tenaga kelahiran Cianjur ini kini harus istirahat total setelah mengalami kecelakaan di Jalan Laswi, Sabtu (25/10).

“Saya terjatuh dari motor yang saya tunggangi. Saya jatuh dari motor ketika dalam perjalanan menuju Stadion Persib untuk berlatih,” tutur Atep yang kemarin masih terbaring lemah.

Ditemui Tribun di rumahnya di kawasan Jalan Banteng, Atep menuturkan dia terjatuh setelah sepeda motor yang ditungganginya kehilangan kontrol. “Menurut keterangan saksi saya sempat terguling-guling dua kali. Saya sendiri waktu itu tidak ingat apa-apa karena langsung pingsan,” ungkap Atep.

Akibat kecelakaan pada Kamis pagi kemarin, Atep mengalami luka di bibir, dagu, lutut, dan paha kanannya. Bahkan luka di paha kanannya terbilang cukup serius. “Saya harus istirahat selama seminggu,” ungkap Atep yang kemarin sempat dirawat di RS Muhamadyah sebelum diperbolehkan pulang.

Atep menuturkan, sepeda motor merek Honda CBR 150 Cc yang dikendarainya kehilangan kontrol ketika melahap tikungan jalan Laswi tepat di depan SPBU. “Saya tidak ngebut. Kecepatannya standar motor saya,” ujar Atep sambil menunjuk motor warna hitam yang mengalami kerusakan di bagian depannya.

Berita kecelakaan yang menimpa Atep diterima rekan-rekannya yang sedang berlatih di Stadion Persib, pagi kemarin. Perwakilan dari tim, manajemen, dan beberapa pemain sudah menengok Atep yang kemarin tergolek lemah di rumahnya.

Ketika Tribun berada di rumah Atep, rekan Atep yang datang menjenguk adalah Eka Ramdani dan Airlangga. Kepada karib dan wartawan yang datang menjenguknya Atep meminta doa untuk segera sembuh. “Terima kasih atas kunjungannya,” kata Atep dengan suara lemah.(daf)

Persib Jumpa PSDS di Piala Copa

BANDUNG, TRIBUN - Teka-teki tentang jadi tidaknya digelar turnamen Piala Copa Djie Sam Soe, akhirnya terjawab sudah. Badan Liga Indonesia (BLI) selaku penyelenggara kemarin di Jakarta menggelar pengundian pertandingan turnamen itu. Hasil drawing mewajibkan Persib Bandung bertarung melawan PSDS Deli Serdang pada pertandingan perdana.

Meski begitu mengenai tempat dan waktu pertandingannya baru akan diputuskan pada Senin (27/10) mendatang. Turnamen Piala Copa Djie Sam Soe 2008-2009 dibagi ke dalam 4 zona dan hasil drawing menunjukkan Persib masuk dalam zona 1 bersama PSMS Medan.
Perhelatan Piala Copa Djie Sam Soe tahun ini baru akan dimulai pada 5 November 2008 dengan diawali pertandingan antara Juara Piala Copa 2007-2008 Sriwijaya FC melawan juara Piala Copa 2006-2007 Arema Malang.
Turnamen Piala Copa Djie Sam Soe 2008-2009 rencananya bakal diikuti 52 tim berasal dari berbagai kasta kompetisi sepak bola Indonesia. Ada pun formatnya menggunakan sistem gugur dengan mekanisme home and away.
Empat semifinalis Piala Copa tahun sebelumnya yakni Sriwijaya FC, Persipura, Persija, dan Arema Malang, otomatis lolos ke babak 16 besar. Ini berarti 48 klub lainnya harus berjuang untuk merebut sisa 12 tim yang berhak melaju ke babak 16 besar.
Terkait hasil drawing yang mempertemukan Persib dengan PSDS, Manajer Persib Jaja Soetardja mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan komentar. Mengenai apakah Persib akan ikut serta atau melepas turnamen Piala Copa Djie Sam Soe, Jaja enggan berkomentar. “Saya belum tahu. Robby Darwis yang kami utus untuk mengikuti drawing pun belum tiba di Bandung,” ujar Jaja, Kamis sore kemarin.
Menurut Jaja, setelah Robby tiba di Bandung pihaknya kemudian akan meminta penjelasan dari asisten pelatih Persib tersebut sebelum melaporkan hasil drawing Copa Dji Sam Soe tersebut kepada Ketua Umum Persib H Dada Rosada. “Prosedurnya begitu, kita harus lapor dulu ke ketua umum. Jadi sekarang saya belum bisa komentar apa-apa,” tandas Jaja. (san)

Kubu Deltras Akui Kelasnya Berbeda

SIDOARJO, TRIBUN – Menghadapi laga melawan tuan rumah Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (22/10) malam ini, pelatih Persib Jaya Hartono tak mau takabur.
Mantan pelatih Deltras ini mengaku tidak memiliki informasi baru tentang kekuatan klub yang pernah dibesutnya ini.

“Jangan takabur lah. Soalnya saya juga tidak tahu Deltras sekarang seperti apa. Banyak pemain berubah, juga pelatihnya,” kata Jaya Hartono seusai menjajal lapangan Stadion Gelora Delta, Selasa (21/10) pagi.

Sebaliknya, kubu Deltras mengakui keunggulan Persib dari berbagai sisi. “Kami sadar melawan Persib yang semua lininya berisi pemain jempolan,” kata pelatih Deltras Muhammad Alhadad.

Kondisi 21 pemain Persib yang diboyong ke Sidoarjo tampak sehat dan fit. Jaya tidak membawa Nova Arianto yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning, Waluyo yang cedera lutut, dan Zaenal Arief yang masih cuti sehabis menikah.

Selama berlatih, pemain memang mengeluhkan kondisi lapangan Gelora Delta Sidoarjo yang tidak rata. “Lapangan di sini tidak rata, berbeda dengan di Stadion Si Jalak Harupat. Itu saja memang keluhannya,” tutur Jaya.

Namun, dari sisi materi pemain, Jaya tidak khawatir. Di lini depan, pria yang juga pernah melatih Persik Kediri ini punya banyak pilihan, antara Rafael Alves Bastos, Airlangga Sucipto, dan Hilton Moreira.

Posisi penjaga gawang dipercayakan pada Tema Mursadat. “Semua pemain masih akan saya liat kondisinya besok pagi (Rabu pagi ini, Red). Siapa yang siaplah yang turun,” ujar Jaya.

Tak Mau Malu
Tersuruk di papan bawah klasemen Liga Super Indonesia tidak mematikan semangat Deltras Sidoarjo untuk menyelamatkan muka di kandangnya. Tim berjulukan The Lobster ini bertekad menang atas Maung Bandung.

Deltras kini bertengger di posisi 16 papan klasemen dan mengumpulkan 9 poin. Dalam empat laga tandang sebelumnya, pasukan Muhammad “Mamak” Alhadad ini belum memetik satu pun kemenangan.

Di pihak lain, Persib justru tengah mencoba mengatrol posisinya setelah meraup empat poin dari tur Kalimantan melawan Bontang PKT dan Persiba Balikpapan. Maung Bandung kini bercokol di posisi kedelapan dengan mengumpulkan 20 poin.

“Kami sadar melawan Persib yang semua lininya berisi pemain jempolan, tapi tekad pemain sangat kuat untuk menang. Ini kandang kami,” ujar Mamak Alhadad.

Laga malam ini memang ibarat reuni mengingat Jaya Hartono sempat mengasuh The Lobster musim lalu. Beberapa punggawa Persib, seperti Hilton Moreira, Airlangga Sucipto, Hariono, dan Waluyo, pun pernah membela “Si Udang Besar” ini.

Di skuad Deltras pun, aroma Persib tercium mengingat Boy Jati Asmara, Bayusutha, Sony Kurniawan, dan gelandang gesit Marwal Iskandar pernah bergabung di Persib.

Namun, Mamak menjamin Deltras bakal main agresif dalam partai reuni ini. “Semangat mereka sedang kuat, apalagi melawan Persib yang namanya besar, tentu mereka ingin sekali menang,” tegas Mamak.

Untuk itu, Mamak berharap Boy Jati dan Dede Hugo bisa menjadi ujung tombak yang tajam. Mantan pelatih Persim Maros ini memang sedikit khawatir karena kedua striker ini masih kurang lihai di depan gawang.

“Striker kami memang kurang bagus, tapi siapa yang tahu pertandingan akan berakhir seperti apa?” tambah Mamak. (sry/sin)

Persib Butuh Striker Petarung

BANDUNG, TRIBUN - Pertandingan sepak bola di Liga Super Indonesia dikenal keras bahkan menjurus kasar. Untuk itu selain harus memiliki fisik prima, pemain pun harus berani beradu fisik dengan lawannya. Jika cuma mengandalkan teknik, dipastikan bakal kesulitan mengembangkan permainan. Catatan menarik ini dilontarkan Asisten Pelatih Persib Robby Darwis.
“Main bola di sini (Indonesia, Red) nggak bisa cuma mengandalkan teknik. Yang harus dikedepankan justru fisik yang prima dengan keberanian lebih. Artinya dia harus berani beradu fisik. Ini nggak bisa dihindari karena faktanya main bola disini memang keras,” ujar Robby.

Robby menegaskan Persib juga membutuhkan pemain bertipikal petarung terutama untuk posisi striker. Dari beberapa bomber yang ada, Robby melihat Rafael Alves Bastos dan Airlangga Sucipto telah menunjukkan diri sebagai bomber yang berani beradu fisik.

“Saya berharap yang lainnya pun bisa tampil lebih berani. Kami sendiri mencoba memadukan permainan teknik tinggi yang sudah menjadi ciri khas Persib dengan karakter permainan yang lebih menggigit,” tutur Robby.

Bisa jadi komentar Robby ini sebagai sinyal Maung Bandung akan menambah pemain untuk lini depan pada putaran kedua nanti. Namun Robby enggan berspekulasi. Soal pemain baru, kata Robby, akan diputuskan setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Nanti setelah putaran pertama rampung kita akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk perlu tidaknya menambah pemain baru atau tidak. Jadi masalah itu baru bisa diputuskan nanti setelah selesai evaluasi,” terang Robby.

Secara umum Robby melihat Persib sudah pada trek yang benar dan mengarah pada pencapaian prestasi yang diharapkan. “Kami berharap di putaran pertama posisi Persib berada di papan atas. Dengan cara seperti ini kita bisa menghadapi putaran kedua dengan lebih ringan. Kami optimistis bisa mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan,” tandas Robby.(san)

Persib Mangkal di Si Jalak Harupat

BANDUNG, TRIBUN - Meski dalam daftar Badan Liga Indonesia (BLI) home base Persib masih Stadion Siliwangi, namun kemungkinan besar klub ini akan memainkan sisa pertandingan kandang Liga Super Indonesia 2008/2009 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
Dua laga kandang yang akan digelar pasca-tur Jatim akan sudah dipastikan digelar di stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung itu. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Persib Iwan Kartiwan keputusan ini menyesuaikan instruksi Polda Jawa Barat.

“Keputusan memindahkan tempat bertanding Persib dari Stadion Siliwangi ke Jalak Harupat, sesuai surat instruksi Polda yang ditandatangani Dirintel Polda Jabar yang dikirim kepada panpel,” kata Iwan di Bandung, Rabu (16/10) malam.

Dua pertandingan kandang yang sudah pasti dimainkan di stadion milik pemerintah Kabupaten Bandung tersebut adalah laga melawan Persijap Jepara pada tanggal 30 Oktober, dan menjamu Persita Tangerang pada 8 Oktober.

“Dua pertandingan itu sudah pasti akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Kami sudah melakukan persiapan, termasuk mengurus izin keramaian untuk pertandingan tersebut,” ujar Iwan.

Iwan mengungkapkan, daya tampung stadion menjadi alasan utama “pemindahan” pangkalan Persib. Mulai tanggal 30 Oktober mendatang, Panpel juga akan menerapkan sistem tiket baru yang disebut e-Card. E-Card ini adalah tiket dari bahan plastik seperti yang biasa digunakan untuk kartu kredit.

“Pada tahap awal, pada tanggal 30 Oktober nanti di Jalak Harupat nanti, e-Card dipakai untuk penonton tribun VIP dan tribun timur. Tapi kedepannya e-Card ini akan dipakai untuk semua sektor di stadion. Artinya karcis kertas tidak akan berlaku lagi,” papar Project Oficer e-Card dan Komunitas Pecinta Persib 1933 Budiman Dalimunthe.

Budiman menjelaskan pula tiket akan dioperasikan secara elektronis yang dirancang dipakai hanya untuk satu kali. “Artinya penonton yang di tengah pertandingan keluar stadion untuk satu keperluan, tidak bisa menggunakan kartu e-Card yang sama untuk kembali masuk stadion,” urai Budiman.

E-Card ini seperti dijelaskan Budiman, akan dirancang semenarik mungkin. Pada pertandingan tertentu, tiket plastik ini misalnya akan dicetak khusus dengan memasang gambar Tema Mursadat.

“Tiket ini sekaligus bisa jadi koleksi bobotoh,” ujar Budiman sambil mengakui kemungkinan harga tiket akan disesuaikan dengan adanya sistem tiketing baru tersebut.

“Karena kami semuanya ingin profesional, misalnya membayar mereka yang telah merancang kartu atau membayar orang yang fotonya dipasang pada tiket,” kata Budiman memberi alasan.

Satu yang pasti e-Card ini wajib dikantongi penonton Persib tak terkecuali manajer dan bahkan Ketua Umum Persib. “Tentu untuk tim Persib dan pengurus Persib akan dirancang tiket yang berbeda dengan tiket penonton biasa,” tambah Budiman.(daf)