Persib Kembali Dirugikan Wasit

Edi Siswadi, “Saatnya Evaluasi Perwasitan Indonesia”

PALEMBANG, (PR).-
Untuk kesekian kalinya, Persib kembali merasa dikerjai wasit yang terlalu memihak tuan rumah. Ketua Harian Persib H. Edi Siswadi menilai, sudah saatnya dilakukan evaluasi total dalam tubuh perwasitan Indonesia. Jika tidak, wajah persepakbolaan Indonesia dipastikan akan semakin semrawut.

“Saya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit malam ini. Sayang, semua luput dari pengamatan karena tidak ada siaran langsung. Untuk melakukan protes pun tidak ada gunanya karena selama ini hal itu tidak pernah membuahkan hasil, selain membuang-buang energi dan tenaga,” ujar Edi kepada wartawan Pikiran Rakyat, Rika Rachmawati di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (9/9).

Jika hal ini terus berlangsung, Edi menilai, tidak ada gunanya lagi mengurus klub sepak bola secara profesional. Pada akhirnya, pengelolaan yang telah dibina sebaik mungkin oleh klub kembali dihancurkan tangan-tangan di dalamnya, khususnya oleh kepemimpinan wasit yang kerap memihak tuan rumah.

“Mau bagaimana jadinya nanti. Sekarang Persib dikerjai di sini, apakah nanti di Bandung harus dibalas? Mau sampai kapan terus saling membalas seperti ini? Lalu kapan sepak bola Indonesia mau maju. Kalau mau maju, harus diperbaiki secara total, mulai dari dalam, termasuk perangkat pertandingan,” tutur Edi.

Hal senada diungkapkan Manajer Persib H. Jaja Soetardja dan Asisten Manajer H. Umuh Muchtar. Mereka mempertanyakan apa yang dicari wasit sehingga menunjukkan keberpihakan terhadap tuan rumah secara terang-terangan. Padahal, saat itu posisi Sriwijaya FC sudah unggul 3-2.

“Semua bisa melihat dan menilai apa yang terjadi di lapangan. Ini bukan yang pertama menimpa Persib. Mau sampai kapan? Capek melihat sepak bola seperti ini. Akhirnya nanti suporter ribut. Ada pelemparan, ada aksi balas dendam. Yang nanti dirugikan siapa? Tim lagi, kan? Terus saja ribut, enggak akan maju-maju atuh,” katanya.

Kekecewaan mendalam menimpa kubu Persib. Ruang ganti pemain benar-benar sepi, yang terlihat hanya wajah kuyu pemain. Pelatih Jaya Hartono pun terlihat sangat kesal. Bahkan, ia sempat menolak permintaan salah seorang wartawan untuk wawancara.

Di Siliwangi

Sementara itu, Persib berharap pertandingan tetap bisa digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, sesuai dengan surat permohonan izin yang dilayangkan ke Kapolda Jabar beberapa waktu lalu. Hal itu dilatarbelakangi pertimbangan akses jalan yang terbatas menuju Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.

“Kalau bisa, Persib berharap pertandingan tetap berlangsung di Stadion Siliwangi, tapi jika Kapolda berpendapat lebih baik di Stadion Si Jalak Harupat dan itu telah menjadi ketetapan, kami akan menjalankannya,” ungkap Edi.

Edi mengaku bersyukur dan berterima kasih atas turunnya surat izin keramaian untuk menggelar pertandingan kandang Persib di Jabar, walaupun Kapolda menyarankan dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. “Semua tentu ada tingkatannya. Kalau memang ini yang terbaik, kita jalani saja dulu. Kapolda tentu punya pertimbangan kapan bobotoh siap untuk bertindak lebih tertib. Kita tunggu sampai bobotoh benar-benar siap kembali ke Stadion Siliwangi,” ujarnya.

Harapan agar pertandingan digelar di Stadion Siliwangi juga diungkapkan Asisten Manajer Persib H. Umuh Muchtar. “Pertandingan dengan penonton adalah harapan semua pencinta Persib. Insya Allah, kalau kita berusaha, Persib bisa main lagi di Siliwangi. Saya yakin, Kapolda bijaksana dalam mengambil setiap keputusan,” ujar Umuh di Quality Hotel Daira Jln. Jenderal Sudirman, Palembang.***

Mengulang Sukses

STADION Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang akan menjadi saksi duel dua raksasa pincang yang berambisi menjadikan laga tersebut sebagai momentum kebangkitan. Persib, sang juara Liga Indonesia I berbalut motivasi menumbangkan Sriwijaya FC pada pertandingan Liga Indonesia. Sementara itu, sang double winner 2007 ingin membayar kekalahan menyakitkan 1-2 dari Persija pada laga kandang sebelumnya.

Sepanjang sejarah Liga Indonesia, prestasi terbaik Persib mengalahkan Sriwijaya FC 4-1 pada LI XI 2005 di Palembang. Musim lalu, Persib harus menelan dua kekalahan, baik pada partai kandang maupun tandang.

Awal Juni silam, Persib pernah menaklukkan Sriwijaya FC pada partai uji coba yang digelar dalam rangka HUT ke-62 Kodam III/Siliwangi di Stadion Siliwangi Bandung. Persib unggul melalui gol semata wayang Hilton Moreira. Saat itu, Persib belum diperkuat sang top scorer, Rafael Alves Bastos serta striker Fabio Lopes Alcantara.

Kini, kedua tim tersebut kembali akan bertemu. Bedanya, mereka akan beradu taktik dalam kompetisi sesungguhnya yang lebih prestisius, Liga Super Indonesia (LSI). Namun, mereka dipastikan tampil dalam kondisi pincang. Persib harus kehilangan Maman Abdurahman dan Bastos, sedangkan Sriwijaya FC tampil tanpa Zah Rahan, Mountala Zoubairou, Riswandi, dan Octavianus.

Bagi Persib, absennya Bastos akan disambut dengan debut striker asing lain yang juga berasal dari Brasil, Fabio Lopes Alcantara sebagai starter. Fabio pertama kali tampil membela Persib di Stadion Siliwangi saat menjamu Persitara. Ia dimainkan pada babak kedua, menggantikan Bastos. Belum satu gol pun yang disumbangkan pemain jangkung berkepala plontos itu.

Peluang emas ini disambut antusias Fabio. Sejak pertama bergabung dengan Persib, inilah yang ia nantikan. Apalagi, ia memendam keinginan besar untuk membawa Persib juara dan jika memungkinkan menjadi top scorer.

Pertandingan ini akan menjadi ajang pembuktian Fabio atas ketajamannya di lini depan. Gawang Sriwijaya FC bisa saja menjadi jala pertama yang digetarkan Fabio padaa ajang LSI.

“Kalau dipercaya pelatih, saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Saya ingin mencetak gol buat Persib. Itu pasti. Kalau bisa, tentu bukan hanya satu gol. Kalaupun tidak bisa, yang terpenting Persib menang,” katanya, Senin (8/9).

Bagi Persib, kemenangan tentu akan memberikan efek yang kuat. Selain akan mengangkat mental pemain untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, posisi Persib pada jajaran klasemen sementara pun bisa terkatrol. Saat ini Persib masih berada di papan tengah, tepatnya pada peringkat sepuluh, dengan mengoleksi sembilan poin kemenangan dari enam pertandingan.

Posisi itu tentu belum aman. Striker yang juga gelandang serang Hilton Moreira menegaskan, Persib harus bisa memenangi partai tandang kali ini. Sriwijaya FC yang satu peringkat lebih baik, unggul satu poin, harus menjadi tim yang menjadi korban ketangguhan Persib.

“Kalau mau naik peringkat, Persib harus menang. Soal sebelum-sebelumnya belum pernah menang lagi, itu lain soal. Persib harus melihat ke depan, pada pertandingan yang akan dihadapi. Kalau melihat ke belakang, Persib juga pernah menang. Namun, itu bukan patokan. Kalau mau menang, pasti bisa menang,” ujar Hilton.

Striker yang juga berasal dari Brasil ini berniat mengulang kesuksesan menggetarkan jala gawang yang kali ini kemungkinan besar akan dikawal Ferry Rotinsulu. “Kalau bisa, saya ingin mencetak gol sebanyak-banyaknya,” ujar Hilton di Quality Hotel Daira Jln. Jenderal Sudirman, Palembang.

Sejumlah permasalahan yang sedang melilit Sriwijaya, mulai dari absennya empat pemain pilar hingga permasalahan gaji dan kontrak yang belum dibayarkan menurut dia harus menjadi suntikan motivasi bagi Persib untuk tampil lebih baik. Main malam dalam kondisi selepas puasa bagi sebagian besar pemain, menurut Hilton, jangan menjadi halangan untuk tampil maksimal.

Mampukah Persib mengulang sukses seperti pada LI XI 2005? Lantas, raksasa manakah yang akan memenangi duel bergengsi ini? Malam ini, jawabannya. (Rika Rachmawati/”PR”)***

Momentum Persib untuk Bangkit

PALEMBANG, (PR).-
Persib bertekad mencuri poin saat berhadapan dengan Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (9/9). Pertemuan perdana kedua tim pada lanjutan Djarum Liga Super Indonesia (LSI) 2008 ini dinilai sebagai momentum tepat untuk kebangkitan Persib.

“Kita jangan memasang target yang terlalu muluk, yang penting Persib bisa mencuri poin,” kata pelatih Jaya Hartono kepada wartawan Pikiran Rakyat, Rika Rachmawati dan Andri Gurnita di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (8/9).

Diakui pelatih Jaya Hartono, menaklukkan Sriwijaya di kandang mereka bukanlah perkara mudah. Walaupun tim tersebut kehilangan empat pilar utamanya serta harus bertanding di tengah kegalauan masalah gaji dan kontrak yang belum dibayar, Sriwijaya FC tetaplah tim berbahaya,

“Kondisi Persib dan Sriwijaya FC saat ini bisa dikatakan seimbang, 50-50. Sriwijaya kehilangan pemain pilar, Persib juga sama, tinggal bagaimana kita meramu strategi dan memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk meraih kemenangan,” ujar Jaya.

Pada pertandingan kali ini Persib harus tampil tanpa diperkuat Maman Abdurrahman dan topscorer Rafael Alves Bastos. Di sisi lain, Sriwijaya FC harus kehilangan Mountala Zoubairou, Riswandi, dan Octavianus yang masih dalam proses pemulihan cedera serta pemain jangkar Zah Rahan yang harus kembali absen karena membela timnas Liberia.

“Hilangnya Zah di tengah dan tiga pemain lain tidak akan berpengaruh banyak pada kekuatan Sriwijaya. Rahmad tentu punya strategi khusus untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin pemain lapis kedua justru tampil lebih baik karena mereka ingin membuktikan kemampuannya,” tutur Jaya.

Kemenangan 1-0 Persib atas Sriwijaya FC pada pertandingan persahabatan awal Juni silam pun ditegaskan Jaya tidak bisa menjadi patokan. Saat itu kedua tim tidak tampil dengan kekuatan maksimal, demikian pula dengan Sriwijaya FC.

“Gol Hilton waktu itu bisa dibilang kebetulan. Dalam situasi sulit, dia bisa mencetak gol dengan memanfaatkan kelengahan Sriwijaya. Untuk saat ini, tim mereka tentu lebih siap dan tidak bisa dianggap enteng,” katanya menegaskan.

Karena itulah, menurut Jaya, walaupun tidak menginstruksikan pemainnya untuk melakukan penjagaan ketat terhadap lawan, ia meminta agar anak asuhnya disiplin dalam menjaga pertahanan. “Intinya harus ada keseimbangan antara pertahanan dan serangan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Jaya sempat menyesalkan kondisi rumput Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang tidak merata. Kondisi itu bisa mengganggu alur bola, sehingga pemain terpaksa harus melakukan passing keras yang pastinya akan menguras tenaga. Padahal, sebagian besar pemain pada siang harinya baru saja menjalankan ibadah puasa.

Perhatian ekstra

Sementara itu, walaupun mengatakan tidak akan melakukan penjagaan khusus kepada para pemain Persib, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengaku akan menginstruksikan pemainnya untuk memberikan perhatian ekstra bagi Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas, dan Hilton Moreira. Ketiga pemain pilar tersebut dinilai Rahmad sebagai kunci alur serangan Persib ke jantung pertahanan lawan.

Pelatih yang membawa Sriwijaya meraih double winner musim lalu itu bertekad menjadikan laga kali ini sebagai momentum kebangkitan timnya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Pada laga kandang terakhir, mereka dipermalukan Persija 1-2. Namun, ia mengakui jika target itu tidak akan mudah karena tim yang akan dihadapinya kali ini memiliki kualitas pemain yang setara dengan Persija.

“Materi pemain Persib merata di semua lini, baik cadangan maupun inti. Apalagi grafik penampilan mereka sedang naik, setelah menang pada dua pertandingan terakhir. Bukan hal mudah untuk mengalahkannya,” ujar Rahmad seusai memimpin latihan, Minggu (7/9) sore.

Absennya Maman dan Bastos dinilai Rahmad tidak akan banyak berpengaruh pada penampilan tim besutan Jaya Hartono itu. Apalagi, striker asing baru Fabio Lopes Alcantara dipastikan turun untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Saya lihat Fabio pemain bagus. Dia striker berbahaya. Lagi pula masih ada Arif dan Hilton. Bisa saja Jaya menempatkan salah satunya sebagai pengganti Bastos. Soal absennya Maman juga masih banyak pemain lain di lini belakang Persib yang bisa menggantikan posisinya,” kata Rahmad.

Di sisi lain, belum turunnya gaji termasuk kontrak sejumlah pemain Sriwijaya FC diakui Rahmad berpeluang besar memecah konsentrasi anak asuhnya. Namun, ia berharap, pemainnya bisa mengesampingkan masalah tersebut dan tampil maksimal, walaupun sebagian besar di antara mereka juga sedang menjalankan ibadah puasa.***

Hilton Tempati Posisi Striker

PALEMBANG, (PRLM).- Hilton Moriera kembali akan menempati posisi striker Persib, setelah Rafael Alves Bastos dipastikan tidak tampil memperkuat skuad Pangeran Biru saat menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa (9/9) pukul 21.00 WIB. Hilton, akan diduetkan dengan striker Fabio Lopes.

Selain kehilangan Bastos yang terkena akumulasi kartu, Persib juga tidak diperkuat pemain bertahan Maman Abdurahman. Posisi Maman kemungkinan ditempati Waluyo.


Di kubu tuan rumah, Sriwijaya FC harus kehilangan Mountala Zoubairou, Riswandi, dan Octavianus yang masih dalam proses pemulihan cedera serta pemain jangkar Zah Rahan yang harus kembali absen karena membela timnas Liberia.

“Hilangnya Zah di tengah dan tiga pemain lain tidak akan berpengaruh banyak pada kekuatan Sriwijaya. Rahmad tentu punya strategi khusus untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin pemain lapis justru tampil lebih baik karena mereka ingin membuktikan kemampuannya,” tutur pelatih Persib Jaya Hartono, saat mengomentari kekuatan lawannya.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, mengaku akan menginstruksikan pemainnya untuk memberikan perhatian ekstra bagi Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas, dan Hilton Moreira. Ketiga pemain pilar tersebut dinilai Rahmad sebagai kunci alur serangan Persib ke jantung pertahanan lawan.

“Sebenarnya, materi pemain Persib merata di semua lini, baik cadangan maupun inti. Apalagi grafik penampilan mereka sedang naik, setelah menang pada dua pertandingan terakhir. Bukan hal mudah untuk mengalahkannya,” ujar Rahmad. (A-150/A-147)***

Hilton Ingin Mengulang Sukses

PALEMBANG, (PRLM).- Gelandang serang Persib, Hilton Moreira bertekad akan mencetak gol sebanyak-banyaknya pada pertandingan melawan Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Selasa (9/9) pukul 21.00 WIB. Kesempatan mencetak gol semakin terbuka, karena Hilton akan diduetkan dengan Fabio Lopes sebagai striker.

Hilton yang berasal dari Brasil itu berniat untuk mengulang kesuksesan menggetarkan jala gawang Sriwijaya FC yang kali ini kemungkinan besar akan dikawal Ferry Rotinsulu. Seperti diketahui, Hilton adalah pencetak gol semata wayang Persib, saat pertandingan persahabatan lawan Sriwijaya FC, di Stadion Siliwangi Bandung. “Kalau bisa, saya ingin mencetak gol sebanyak-banyaknya,” ujar Hilton.

Main malam dalam kondisi selepas puasa bagi sebagian besar pemain, menurut Hilton, jangan menjadi halangan untuk tampil maksimal. Jika semua pemain punya tekad yang sama, bukan tidak mungkin Persib akan meraih kemenangan. (A-150/A-147)***