PALEMBANG, TRIBUN - Pasukan Maung Bandung dinilai mampu memberi perlawanan heroik terhadap double winner Sriwijaya FC meski akhirnya harus takluk 2-4 di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (9/9) malam.
“Kalah di kandang lawan dari tim juara bertahan sekelas Sriwijaya FC, setelah mampu menyamakan kedudukan 2-2, menurut saya menjadi bukti Persib mampu main maksimal,” puji Bambang Sukowiyono, eks aisten pelatih Persib.
“Kita tetap harus memberi poin kepada Suwita Patha dkk,” imbuhnya. Pertandingan tak berlangsung tuntas setelah wasit menyudahi laga di menit ke-88 ketika gol ke-4 Sriwijaya FC yang dicetak Ngon A Djom menuai protes keras dari pemain Persib karena berbau off-side.
Ketua Harian Persib Edi Siswadi pun ikut protes hingga ke pinggir lapangan yang memaksa wasit cadangan Agus Margunaji turun tangan meredakan emosi. Saat itulah Edi Sis terlihat menepukkan tangan ke bahu Agus saking kesalnya.
Kubu Persib meradang dan menganggap kekalahan menyakitkan ini banyak disebabkan wasit Mukhlis Ali Fathoni yang bertindak tidak adil. Pelatih Jaya Hartono seusai pertandingan menilai dua tim mempertontonkan pertandingan yang bermutu.
Big Match Sriwijaya FC vs Persib memang berlangsung seru dan menarik. Di babak pertama Laskar Wong Kito menguasai permainan sepenuhnya. Tak heran partandingan baru berjalan 15 menit, striker Ngon A Djom sudah merobek jala Persib dengan tendangan kerasnya.
Unggul 1-0 anak-anak asuhan Rahmad Darmawan semakin kesetanan. Beberapa kali manuver dari Anoure Obiora yang menempati sayap kanan Sriwijaya FC kerap membahayakan lini belakang Maung Bandung. Umpan-umpannya ke jantung pertahanan Persib membuat Nova Arianto cs kelabakan.
Hasilnya di menit 43, umpan Obiora berhasil disambut Keith Kayamba dan dengan sontekan pelan meneruskan bola kepada Wijay. Dalam posisi bebas, Wijay dengan tendangan terukur berhasil menjebol gawang Tema Mursadat. Sriwijaya FC pun unggul 2-0 dan kedudukan ini bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, tim Persib mengambil kendali permainan. Lorenzo Cabanas yang bertubrukan dengan pemain belakang lawan, ketiban sial. Bibirnya pecah dan Pelatih Jaya Hartono langsung menggantinya dengan Salim Alaydrus.
Di menit 50 Hilton melakukan solo run dan mengumpankan bola ke arah Fabio Lopes. Lopes yang berdiri bebas berhasil menyambut umpan Hilton dan langsung melesakkan bola dan menbuat jala kiper Ferry Rotinsulu terkoyak. Persib berhasil memperkecil kekalahan menjadi 1-2.
Gol Lopes ini membuat motivasi Suwita Patha cs kembali membara. Dan masuknya Salim Alaydrus juga membuat serangan tim Persib semakin gencar. Hasilnya di menit 65, Salim berhasil menjebol gawang Sriwijaya FC melalui tendangan keras menyusur tanah. Gol ini mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Pada kedudukan imbang ini, kedua kesebelasan silih berganti melakukan serangan. Namun sayangnya serangan Persib seringkali dimentahkan lini belakang Sriwijaya FC. Sebaliknya melalui serangan terencana, Laskar Wong Kito berhasil menambah perbendaharann gol melalui kaki Toni Sucipto.
Manajer Persib Jaja Soetardja tak mampu menyembunyikan kekesalannya. “Kalau wasitnya begini terus bagaimana sepak bola Indonesia mau maju,” tandasnya. Hal senada diungkapkan Wakil Manajer Persib H Umuh Mochtar.(san)