PALEMBANG, (PR).-
Persib bertekad mencuri poin saat berhadapan dengan Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (9/9). Pertemuan perdana kedua tim pada lanjutan Djarum Liga Super Indonesia (LSI) 2008 ini dinilai sebagai momentum tepat untuk kebangkitan Persib.
“Kita jangan memasang target yang terlalu muluk, yang penting Persib bisa mencuri poin,” kata pelatih Jaya Hartono kepada wartawan Pikiran Rakyat, Rika Rachmawati dan Andri Gurnita di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (8/9).
Diakui pelatih Jaya Hartono, menaklukkan Sriwijaya di kandang mereka bukanlah perkara mudah. Walaupun tim tersebut kehilangan empat pilar utamanya serta harus bertanding di tengah kegalauan masalah gaji dan kontrak yang belum dibayar, Sriwijaya FC tetaplah tim berbahaya,
“Kondisi Persib dan Sriwijaya FC saat ini bisa dikatakan seimbang, 50-50. Sriwijaya kehilangan pemain pilar, Persib juga sama, tinggal bagaimana kita meramu strategi dan memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk meraih kemenangan,” ujar Jaya.
Pada pertandingan kali ini Persib harus tampil tanpa diperkuat Maman Abdurrahman dan topscorer Rafael Alves Bastos. Di sisi lain, Sriwijaya FC harus kehilangan Mountala Zoubairou, Riswandi, dan Octavianus yang masih dalam proses pemulihan cedera serta pemain jangkar Zah Rahan yang harus kembali absen karena membela timnas Liberia.
“Hilangnya Zah di tengah dan tiga pemain lain tidak akan berpengaruh banyak pada kekuatan Sriwijaya. Rahmad tentu punya strategi khusus untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin pemain lapis kedua justru tampil lebih baik karena mereka ingin membuktikan kemampuannya,” tutur Jaya.
Kemenangan 1-0 Persib atas Sriwijaya FC pada pertandingan persahabatan awal Juni silam pun ditegaskan Jaya tidak bisa menjadi patokan. Saat itu kedua tim tidak tampil dengan kekuatan maksimal, demikian pula dengan Sriwijaya FC.
“Gol Hilton waktu itu bisa dibilang kebetulan. Dalam situasi sulit, dia bisa mencetak gol dengan memanfaatkan kelengahan Sriwijaya. Untuk saat ini, tim mereka tentu lebih siap dan tidak bisa dianggap enteng,” katanya menegaskan.
Karena itulah, menurut Jaya, walaupun tidak menginstruksikan pemainnya untuk melakukan penjagaan ketat terhadap lawan, ia meminta agar anak asuhnya disiplin dalam menjaga pertahanan. “Intinya harus ada keseimbangan antara pertahanan dan serangan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Jaya sempat menyesalkan kondisi rumput Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang tidak merata. Kondisi itu bisa mengganggu alur bola, sehingga pemain terpaksa harus melakukan passing keras yang pastinya akan menguras tenaga. Padahal, sebagian besar pemain pada siang harinya baru saja menjalankan ibadah puasa.
Perhatian ekstra
Sementara itu, walaupun mengatakan tidak akan melakukan penjagaan khusus kepada para pemain Persib, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengaku akan menginstruksikan pemainnya untuk memberikan perhatian ekstra bagi Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas, dan Hilton Moreira. Ketiga pemain pilar tersebut dinilai Rahmad sebagai kunci alur serangan Persib ke jantung pertahanan lawan.
Pelatih yang membawa Sriwijaya meraih double winner musim lalu itu bertekad menjadikan laga kali ini sebagai momentum kebangkitan timnya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Pada laga kandang terakhir, mereka dipermalukan Persija 1-2. Namun, ia mengakui jika target itu tidak akan mudah karena tim yang akan dihadapinya kali ini memiliki kualitas pemain yang setara dengan Persija.
“Materi pemain Persib merata di semua lini, baik cadangan maupun inti. Apalagi grafik penampilan mereka sedang naik, setelah menang pada dua pertandingan terakhir. Bukan hal mudah untuk mengalahkannya,” ujar Rahmad seusai memimpin latihan, Minggu (7/9) sore.
Absennya Maman dan Bastos dinilai Rahmad tidak akan banyak berpengaruh pada penampilan tim besutan Jaya Hartono itu. Apalagi, striker asing baru Fabio Lopes Alcantara dipastikan turun untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Saya lihat Fabio pemain bagus. Dia striker berbahaya. Lagi pula masih ada Arif dan Hilton. Bisa saja Jaya menempatkan salah satunya sebagai pengganti Bastos. Soal absennya Maman juga masih banyak pemain lain di lini belakang Persib yang bisa menggantikan posisinya,” kata Rahmad.
Di sisi lain, belum turunnya gaji termasuk kontrak sejumlah pemain Sriwijaya FC diakui Rahmad berpeluang besar memecah konsentrasi anak asuhnya. Namun, ia berharap, pemainnya bisa mengesampingkan masalah tersebut dan tampil maksimal, walaupun sebagian besar di antara mereka juga sedang menjalankan ibadah puasa.***