“Akan sulit memilih pemain di antara pemain yang punya kualitas seimbang. Tapi saya kira, setiap pelatih akan memilih pemain yang pas sesuai kebutuhan timnya,” tutur Sutioni Lamso, Senin (1/9).
Sutino juga setuju bahwa menentukan siapa pemain yang akan dimainkan, sepenuhnya jadi hak pelatih. Pada posisi seperti ini, pemain harus siap menerima apa pun keputusan pelatih. “Bukan tidak mungkin pilihan pelatih akan menimbulkan sakit hati pada pemain yang jadi cadangan atau bahka tidak masuk line up. Pada posisi seperti ini, pelatih harus siap menerima kenyataan bila ada pemain yang ngambek,” ujar Sutiono yang mantan bomber tim Maung Bandung.
Sutiono menilai adanya pemain yang tidak betah duduk di bangku cadangan dan bahkan mengancam hengkang karena tidak pernah dimainkan, sebagai hal yang wajar dalam sepakbola. Tindakan “protes” pemain yang meminta kesempatan untuk diturunkan pada pertandingan resmi, menurut Sutiono juga sebagai hal yang wajar.
“Bagaimana pun bila terus-terusan duduk di bangku cadangan, kemampuan si pemain akan tidak akan terasah. Keinginan pemain untuk dimainkan juga menyangkut masa depan dia. Bagaiamana pun, pemain yang sering diturunkan, kemapuannya banyak diketahui klub lain dibanding mereka yang duduk di bangku cadangan,” papar Sutiono yang sekarang menjadi pelatih klub Palber.
Dengan catatan seperti itu, Sutiono menilai akan sangat ideal bila pelatih melakukan pendekatan personal dengan pemain-pemain asuhannya. Pada kesempatan dialog personal tersebut, kata Sutiono, pelatih punya kesempatan untuk menjelaskan setiap keputusannya termasuk soal pemilihan pemain untuk masuk tim inti.
“Biasanya pemain akan bisa menerima lewat pendekatan seperti itu. Selebihnya, memberi kesempatan bermain pada pemain cadangan di saat pas memang jadi alternatif terbaik,” tambah Sutiono yang juga pernah menangani tim Persib Junior ini. (daf)
Lakukan Pendekatan Personal
BANDUNG, TRIBUN - Kualitas pemain Persib yang merata, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pelatih untuk menentukan siapa yang masuk daftar starting eleven. Apapun alasannya, pelatih menjadi satu-satunya penentu keputusan untuk memainkan atau menyimpan pemain di bangku cadangan.