Archive | September, 2008
SEMARANG, (PRLM).-Persib dipastikan siap melakoni laga kandang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Senin (22/9) pekan depan kata Asisten manajer Persib H. Umuh Muhtar di Semarang Sabtu (13/9) . Kepastian itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong yang memastikan Jalak Harupat telah memenuhi persyaratan untuk menggelar pertandingan malam hari. “Persib Positif bisa menjalani laga kandang di Jalak Harupat saat menjamu PSIS Semarang,” kata Limbong.
Pertandingan Persib melawan PSIS Semarang menurut jadwal akan dilangsungkan, Senin (22/9). Pertandingan akan digelar di Jalak Harupat atas rekomendasi Kapolda Jabar karena stadion maskas Persikab itu dinilai memiliki kapasitas tampung yang lebih besar dari Siliwangi. Selain itu pemilihan Jalak Harupat juga didasari pertimbangan untuk menjaga keamanan karena laga ini rencananya bisa dihadiri oleh bobotoh. (A-126/A-122). ***
Permainan Dinilai Lebih Baik Dibanding Sebelumnya
SEMARANG, (PR).-
Hasil imbang 1-1 melawan PSMS Medan di Stadion Jatidiri Semarang kemarin malam sangat disayangkan Manajer Persib Jaja Soetardja. Faktor kelelahan fisik yang melanda pemain seusai menjalani laga tandang ke Palembang, menurut Jaja menjadi penyebab Persib gagal meraih target kemenangan atas PSMS.
“Hasil ini tentu sangat disayangkan. Padahal ini adalah kesempatan baik untuk menang saat PSMS tidak bermain di Medan. Saya kira faktor fisik menjadi kendala. anak-anak terlihat mengalami kelelahan fisik sehingga kurang bertenaga,” kata Jaja kepada wartawan Pikiran Rakyat, Arif Budi K. dan Andri Gurnita seusai pertandingan di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (13/9) malam.
Walaupun begitu Jaja mengaku cukup puas dengan permainan yang ditampilkan para pemain Persib. Para pemain dinilai bisa meladeni permainan PSMS yang pada malam itu tampil cukup baik.
“Para pemain sudah berusaha dan PSMS juga tampil bagus. Tapi mungkin dewi fortuna belum memihak kepada Persib,” tutur Jaja.
Asisten manajer Persib H. Umuh Muchtar juga menilai secara tim Persib sudah bermain dengan baik saat menghadapi PSMS. Penempatan maupun pergantian pemain yang yang menjadi faktor kekalahan Persib dari Sriwijaya, menurut Umuh, sudah bisa dibenahi pelatih Jaya Hartono.
“Pelatih sudah memperbaiki kekurangan pada pertandingan sebelumnya dan tim bisa bermain lebih baik walaupun gagal mencapai target,” ujarnya.
Khusus kepada para pemain lokal, dia memberi apresiasi karena bisa tampil menonjol daripada pemain asing. Dia pun berjanji akan segera melakukan evaluasi kepada para pemain asing yang menurut dia tidak menunjukkan penampilan lebih baik dari pemain lokal.
“Persib tampil lebih hidup saat bermain dengan satu pemain asing. Para pemain lokal yang menggantikan pemain asing bisa tampil lebih baik. Kami akan segera melakukan evaluasi terutama kepada pemain asing yang tampil kurang memuaskan,” ujarnya.
Tadi malam Fabio Lopes dan Rafael Bastos digantikan pada awal dan pertengahan babak kedua oleh Airlangga dan Zaenal Arif, sementara pemain asing lainnya, Lorenzo Cabanas bermain sampai akhir pertandingan.
Permainan Lopes sendiri jauh dari harapan. Ia bermain kurang maksimal, sehingga diganti saat memasuki babak kedua. Selain itu, duet Lopes dan Bastos kurang begitu padan.
Baik Jaja maupun Umuh berharap hasil imbang ini bisa semakin memotivasi pemain untuk bisa memenangi pertandingan pada laga berikutnya melawan PSIS Semarang dan Pelita Jaya Jabar. “Apalagi laga kandang nanti berlangsung dihadiri bobotoh. Kemenangan tantunya harus bisa diraih karena ada tambahan motivasi,” ujar Jaja.
Persib akan menjamu PSIS Semarang, Senin (22/9), di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung. Pada laga Persib melawan PSMS semalam, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah tampak mengamati penampilan “Pangeran Biru”, ditemani beberapa pemain PSIS Semarang.***
Analisis, Adeng Hudaya, Mantan Asisten Pelatih Persib
PSMS Medan tetap sebagai tim yang menyulitkan bagi Persib. Tak peduli main di luar Medan, PSMS tetap akan bermain maksimal bila bertemu Persib. Mereka akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk bisa mengalahkan Persib. Bagi PSMS, boleh kalah dari tim lain, tapi tidak oleh Persib.
Walaupun mereka sekarang banyak ditinggalkan pemain-pemain lokal (Medan) terbaiknya seperti Mahyadi Panggabean dan Saktiawan Sinaga, PSMS tetap akan tampil dengan ciri khasnya, yaitu bermain tanpa kompromi, keras menjurus kasar.
Permainan seperti itu tentu akan diperagakan PSMS di Stadion Jatidiri malam ini, apalagi yang dihadapi adalah Persib tim musuh bebuyutan sejak era perserikatan.
Semangat untuk tidak kalah dan ingin mengalahkan lawan jelas harus menjadi target Persib pada tarung kali ini. Menghadapi PSMS, kita jangan kalah sebelum bertanding.
Jangan pernah kalah gertak. Apalagi dari segi teknis, melihat komposisi pemain yang dimiliki Persib, kita tidak pantas takut pada PSMS. Lepas dari prestasi Persib dan PSMS pada beberapa pertandingan sebelumnya, pertemuan keduanya di lapangan hijau tetap akan melahirkan pertandingan seru.
Menghadapi tim yang bermain keras dan tanpa kompromi seperti PSMS, Persib harus bermain taktis. Jangan lama-lama menguasai bola. Bola harus terus mengalir, artinya pemain harus segera melepaskan bola dari kakinya begitu melihat kawan terdekat yang berdiri bebas.
Absennya Nyeck Nyobe, saya kira, tidak harus menjadi kendala. Persib punya banyak pemain belakang yang bagus. Kita masih punya Nova Arianto dan Maman Abdurrahman misalnya.
Yang penting harus ada koordinasi dan komunikasi antarpemain. Misalnya di lini belakang, koordinasi dan komunikasi harus dibangun bahkan dengan penjaga gawang.
Pemain belakang juga harus berkonsentrasi pada pertahanan. Jangan bernafsu ingin terlalu naik untuk membantu serangan. Bila ini terjadi, lini pertahanan Persib selalu akan bisa ditembus lawan.
Percayakan kepada pemain-pemain depan dan kalau perlu kepada gelandang serang. Di lini depan juga harus tumbuh komunikasi antarpemain yang lancar. Siapa pun yang diturunkan sebagai striker harus bisa memberikan kepercayaan kepada pemain lain yang punya peluang lebih bagus untuk mencetak gol.
Sekali lagi Persib harus bisa bermain taktis pada pertandingan kali ini. Hentikan pergerakan lawan pada kesempatan pertama, kemudian alirkan bola secepat mungkin. Dengan bermain taktis, peluang Persib untuk mengalahkan PSMS sangat besar. (daf)
Oleh ASEP SUMANTRI
LUPAKAN kekalahan dari Sriwijaya FC. Lebih baik konsentrasi penuh untuk merebut poin dari PSMS malam ini. Kekuatan PSMS sebenarnya tidak sekuat tahun lalu. Namun, itu bukan jaminan bagi “Ayam Kinantan” bakal kalah begitu saja kepada Persib.
Bisa jadi, ini momentum kebangkitan mereka. Apalagi, dengan kehadiran pemain nasional yang baru bergabung, Elie Aiboy, bisa menambah suntikan motivasi bagi pemain lain. Hal ini yang mesti diwaspadai Eka Ramdani dkk.
Pelatih PSMS Erick Williams tentu ingin mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki Aiboy dalam membongkar pertahanan Persib. Oleh karena itu, pelatih Jaya Hartono minimal memberikan perhatian ekstra kepada Aiboy. Pemain yang ditempatkan di sayap kiri harus betul-betul petarung untuk siap adu sprint untuk mematikan Aiboy supaya tidak bebas bergerak. Di sayap kiri bisa ditempati Salim Alaydrus atau Harri Salisburi.
Permainan PSMS masih mengandalkan semangat. Dari sisi kekompakan, mereka masih belum padu. Namun, sikap pantang menyerah yang selama ini diperlihatkan mereka bisa menjadi modal penting untuk meredam teknik individu pemain Persib. Eka Ramdani dkk. tidak perlu takut menghadapi permainan keras mereka. Berani bermain bola-bola pendek, bisa mengatur tempo main cepat atau lambat, bisa membuat pemain PSMS frustrasi. Ini yang perlu diperlihatkan pemain Persib.
Menghadapi permainan keras yang biasa ditampilkan PSMS, striker Persib seperti Fabio Lopes, Rafael Bastos, atau Zaenal Arif harus berani melakukan aksi individu di daerah pertahanan PSMS. Pemain tengah juga tidak ragu untuk melakukan penetrasi. Dengan cara ini, diharapkan bisa terjadi hukuman pelanggaran, baik di dalam maupun luar kotak penalti. Peluang lainnya dari keberanian pemain melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Para striker Persib pun harus siap memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti.
Selain itu, para pemain juga diharapkan bisa cerdik memanfaatkan kebiasaan libero PSMS, Patricio Jimenez yang selalu berspekulasi melakukan aksi individu tidak perlu di daerah pertahanan sendiri. Kebiasaan Patricio ini sering menjadi blunder dan hal itu merupakan celah yang bisa dimanfaatkan untuk mencuri gol.***
Penulis, mantan pemain Persib.
Maman Disiapkan Isi Posisi Nyeck Nyobe
SEMARANG, TRIBUN - Jaya Hartono mengaku sudah mengevaluasi kekalahan 2-4 dari Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel, Selasa (9/9). Namun pelatih Persib ini menolak berkomentar tentang kisruh intern yang melanda timnya.
Kepada Tribun di lokasi latihan di Stadion Citarum Semarang, Kamis (11/9), Jaya Hartono mengatakan dirinya memilih berkonsentrasi untuk menghadapi PSMS Medan.
Diakui Jaya gelombang pernyataan pemain-pemainnya yang mempertanyakan formasi yang dipilihnya menempatkan pemain bukan pada peran spesialiasinya, bukan tidak penting untuk ditanggapi.
Namun saat ini kata Jaya, mempersiapkan diri untuk menghadapi tim Ayam Kinantan, jauh lebih penting.
“Kami tim pelatih sudah mengevaluasi semua yang terjadi pada pertandingan melawan Sriwijaya. Namun kami lebih banyak mengevaluasi soal teknis,” kata Jaya.
Tentang latihan kemarin yang diisi game dan banyak mempraktekkan serangan dari sayap, diakui Jaya sebagai latihan biasa. “Latihan hari ini (Kamis) lebih untuk mengembalikan fisik pemain,” elaknya.
Dilihat dari segi teknis, seperti diakui Jaya, kekalahan dari Sriwijaya karena banyak pemainnya yang melakukan kesalahan. Jaya misalnya mencatat pemain-pemain bertahan timnya terlalu sering keluar dari posisinya.
“Lawan Sriwijaya terlalu banyak salah komunikasi. Nova (Arianto) misalnya, sebagai libero dia sering terlalu jauh meninggalkan posnya di lini belakang untuk mengambil lawan. Padahal pada semua pemain belakang, saya instruksikan untuk tidak jauh meninggalkan wilayah permainan di kotak 16,” tutur Jaya.
Walau tidak merinci secara gamblang, ketika menghadapi tim asuhan Rahmad Darmawan, Jaya mengakui pemain-pemain tengah dan depan Persib kerap menemukan kebuntuan ketika melakukan serangan.
Berkaitan dengan telah digelar evaluasi pascakekalahan di Palembang, Jaya mengaku mengaku sudah punya strategi untuk diterapkan saat menghadapi PSMS yang sekarang ditukangi pelatih Erick Williams. “Tapi saya tidak akan bicara soal strategi secara rinci,” ucap Jaya.
Namun yang pasti, Jaya sudah menyiapkan pemain yang dinilai pas untuk mengisi posisi yang ditinggal Nyeck Nyobe dan Hilton Moreira. Nyeck dan Hilton harus absen karena terkena hukuman akumulasi kartu.
Untuk memainkan peran yang biasa dimainkan Nyeck, Jaya menyebut Maman Abdurahman. Maman yang selama ini kerap jadi cadangan, disebutkan Jaya punya kualitas sama untuk mengawal lini belakang Persib.
Untuk menambal bolong menyusul absennya Hilton, Jaya berharap besar kepada Rafael Alves Bastos. Ironisnya Bastos yang disiapkan Jaya untuk memainkan peran Hilton, hingga hari kemarin belum bergabung dengan rekan-rekannya di Semarang.
“Bastos masih menyelesaikan masalah keluarga. Anaknya sakit. Mudah-mudahan dia segera bergabung,” ujar Jaya.(daf/gan)
Komentar Terakhir