Jaya Hartono-Siswanto Bertemu
Tidak diketahui secara pasti apa yang dibicarakan oleh Jaya Hartono dan Siswanto. Namun dari bahasa tubuhnya, terlihat sudah ada kesepahaman di antara pelatih dan pemain ini. Baik Jaya maupun Siswanto sendiri enggan menjelaskan apa yang mereka bicarakan.
Namun seusai latihan tim Persib kemarin sore, Jaya sekali lagi menegaskan, pemain yang diturunkan dalam satu pertandingan, sepenuhnya merupakan haknya sebagai pelatih kepala. Jaya pun meminta semua pihak untuk tidak mencampuri masalah ini.
“Sudah lah, masalah siapa yang diturunkan dalam satu pertandingan itu kan, sepenuhnya hak saya sebagai pelatih. Jadi saya kira hal itu tidak perlu dipermasalahkan lagi,” ujar Jaya, Jumat (29/8).
Jaya mengaku khawatir jika masalah ini diangkat ke permukaan, bisa memengaruhi kondisi tim secara keseluruhan. “Saya kira semua pihak harus berhati-hati, masalah seperti ini kan sangat sensitif dan bisa merusak keutuhan tim,” tandasnya.
Menurut Jaya, jika benar ada pemain yang ingin pindah klub, maka hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan. “Saya kira nggak semudah itu. Dalam prosesnya kan ada transfer dan lain sebagainya. Jadi saya kira pindah klub itu nggak mudah,” terang Jaya.
Heboh kasus Siswanto menandai babak baru kisruh di tubuh Persib. Sebelumnya, tim Maung Bandung dihantam badai kasus keterlambatan pembayaran gaji pemain dan pembayaran denda sebesar Rp 50 juta kepada PSSI pada kasus Hariono.
Kubu Persib sendiri tampaknya mencoba meredam berbagai kasus yang menerpanya. Sebagai contoh, usai latihan kemarin sore tak biasanya semua skuad Persib membentuk lingkaran dan saling bersalaman satu sama lain.
Namun Manajer Persib Jaja Soetardja, membantah acara bersalam-salaman ini terkait sejumlah kasus yang membelit tim Persib. “Ah bukan, ini mah salam-salaman biasa saja menjelang tibanya bulan puasa. Saya kira tradisi bersalam-salaman seperti ini bagus,” ujarnya.(san)
Leave a Reply