Jaja Keluhkan Jadwal Bertanding

BANDUNG, TRIBUN - Manajer Persib H Jaja Soetardja mengeluhkan perubahan jadwal bertanding yang dinilai sangat merugikan klub. Jaja menyebutkan jadwal baru yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia (BLI) memaksa klub-klub Liga Super untuk siap menjalani pertandingan di tengah suasana Idul Fitri. “Bagaimana tim bisa maksimal kalau pemainnya masih pada pulang kampung,” tutur Jaja di lapangan Persib, Jumat (29/8).

Disebutkan Jaja, ada dua jadwal bertanding Persib yang sangat dekat dengan hari raya lebaran. Seperti tercantum pada jadwal baru yang dikeluarkan BLI, tim Maung Bandung harus bertanding beberapa hari sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri.
“Sebelum lebaran kita harus menghadapi Pelita Jaya, setelah itu kita harus menghadapi PKT (Pupuk Kaltim), beberapa hari setelah lebaran. Jadi bagaimana klub bisa mempersiapkan diri secara maksimal bila semuanya masih merayakan lebaran,” kata Jaja dengan nada bertanya.
Jaja mengungkapkan, Persib misalnya punya jadwal melawan PKT pada tanggal 6 Oktober. “Jadwal ini minimal memberi kesempatan kepada klub siap berangkat ke kandang PKT pada tanggal 4. Padahal pada tanggal tersebut beberapa pemain dipastikan masih merayakan lebaran pada tanggal 1 dan 2 Oktober. Kita sebagai tim tamu pasti yang paling direpotkan dengan jadwal tersebut,” tandas Jaja.
Namun demikian Jaja belum punya niat untuk mengajukan surat kepada BLI untuk memperbarui jadwal bertanding yang berdekatan dengan hari raya Idul Fitri. “Kita belum punya agenda ke arah itu, apalagi jadwal tersebut adalah jadwal baru dari BLI. Tapi idealnya memang BLI mempertimbangkan lagi jadwal bertanding yang dekat dengan Idul Fitri,” ucap Jaja.
Namun walau demikian Jaja memastikan Persib tetap secara maksimal mempersiapkan diri untuk menjalani pertandingan sesuai jadwal baru dari BLI. Salah satu persiapan yang dilakukan, kata Jaja, dengan menyelesaikan berbagai masalah nonteknis.
“Kita dari manajemen sudah menyelesaikan masalah gaji. Sekarang tidak ada lagi masalah gaji yang terlambat dibayarkan,” jelas Jaja sambil berharap dengan telah diselesaikannya masalah gaji, bisa jadi pemicu semangat pemain untuk tampil lebih baik walaupun harus bermain di bulan Ramadan.
Hal senada dikatakan Wakil Manajer H Umuh Muhtar. Menurut Umuh, pihak manajemen tim sudah menyelesaikan masalah keuangan termasuk gaji pemain walaupun pihaknya masih belum menerima sisa dana APBD yang sudah dianggarkan untuk Persib. (daf)

This entry was posted on Saturday, August 30th, 2008 and is filed under Berita, Management. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Google