Archive | August, 2008

Jaja Keluhkan Jadwal Bertanding

BANDUNG, TRIBUN - Manajer Persib H Jaja Soetardja mengeluhkan perubahan jadwal bertanding yang dinilai sangat merugikan klub. Jaja menyebutkan jadwal baru yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia (BLI) memaksa klub-klub Liga Super untuk siap menjalani pertandingan di tengah suasana Idul Fitri. “Bagaimana tim bisa maksimal kalau pemainnya masih pada pulang kampung,” tutur Jaja di lapangan Persib, Jumat (29/8).

Disebutkan Jaja, ada dua jadwal bertanding Persib yang sangat dekat dengan hari raya lebaran. Seperti tercantum pada jadwal baru yang dikeluarkan BLI, tim Maung Bandung harus bertanding beberapa hari sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri.
“Sebelum lebaran kita harus menghadapi Pelita Jaya, setelah itu kita harus menghadapi PKT (Pupuk Kaltim), beberapa hari setelah lebaran. Jadi bagaimana klub bisa mempersiapkan diri secara maksimal bila semuanya masih merayakan lebaran,” kata Jaja dengan nada bertanya.
Jaja mengungkapkan, Persib misalnya punya jadwal melawan PKT pada tanggal 6 Oktober. “Jadwal ini minimal memberi kesempatan kepada klub siap berangkat ke kandang PKT pada tanggal 4. Padahal pada tanggal tersebut beberapa pemain dipastikan masih merayakan lebaran pada tanggal 1 dan 2 Oktober. Kita sebagai tim tamu pasti yang paling direpotkan dengan jadwal tersebut,” tandas Jaja.
Namun demikian Jaja belum punya niat untuk mengajukan surat kepada BLI untuk memperbarui jadwal bertanding yang berdekatan dengan hari raya Idul Fitri. “Kita belum punya agenda ke arah itu, apalagi jadwal tersebut adalah jadwal baru dari BLI. Tapi idealnya memang BLI mempertimbangkan lagi jadwal bertanding yang dekat dengan Idul Fitri,” ucap Jaja.
Namun walau demikian Jaja memastikan Persib tetap secara maksimal mempersiapkan diri untuk menjalani pertandingan sesuai jadwal baru dari BLI. Salah satu persiapan yang dilakukan, kata Jaja, dengan menyelesaikan berbagai masalah nonteknis.
“Kita dari manajemen sudah menyelesaikan masalah gaji. Sekarang tidak ada lagi masalah gaji yang terlambat dibayarkan,” jelas Jaja sambil berharap dengan telah diselesaikannya masalah gaji, bisa jadi pemicu semangat pemain untuk tampil lebih baik walaupun harus bermain di bulan Ramadan.
Hal senada dikatakan Wakil Manajer H Umuh Muhtar. Menurut Umuh, pihak manajemen tim sudah menyelesaikan masalah keuangan termasuk gaji pemain walaupun pihaknya masih belum menerima sisa dana APBD yang sudah dianggarkan untuk Persib. (daf)

Jakmania Janji Tidak Bikin Rusuh Lagi

JAKARTA, TRIBUN – Sekitar seribu anggota The Jakmania, pendukung kesebelasan Persija Jakarta, mendatangi Markas Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). Selain ke polda, mereka juga akan menuju Balaikota menemui Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Mereka mendesak polisi mencabut larangan menonton pertandingan Persija bagi The Jakmania di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Menurut Sekjen The Jakmania Richard Ahmad, kebijakan yang diberlakukan Polda Metro Jaya adalah keputusan sepihak. “Dalam menentukan kebijakan tersebut, kami tidak dilibatkan, begitu juga dengan jajaran pengurus Persija yang lain,” ungkapnya.
The Jakmania berharap polisi bisa mencabut kebijakan tersebut agar pada tanggal 7 september bisa menyaksikan laga Persija melalui PSIS. “Kami berjanji tidak akan melakukan aksi anarkis dan bersikap tertib selama pertandingan berlangsung,” ujar Richard yang diamini seluruh anggota The Jakmania. (*)

Jaya Hartono-Siswanto Bertemu

BANDUNG, TRIBUN – Heboh pernyataan Siswanto yang mengancam bakal hengkang dari Persib, jika tak juga dimainkan hingga putaran pertama usai membuat Pelatih Jaya Hartono secara khusus berbicara empat mata dengan gelandang lincah asal Persmin Minahasa itu di Stadion Persib, Jumat (29/8) sore.

Tidak diketahui secara pasti apa yang dibicarakan oleh Jaya Hartono dan Siswanto. Namun dari bahasa tubuhnya, terlihat sudah ada kesepahaman di antara pelatih dan pemain ini. Baik Jaya maupun Siswanto sendiri enggan menjelaskan apa yang mereka bicarakan.
Namun seusai latihan tim Persib kemarin sore, Jaya sekali lagi menegaskan, pemain yang diturunkan dalam satu pertandingan, sepenuhnya merupakan haknya sebagai pelatih kepala. Jaya pun meminta semua pihak untuk tidak mencampuri masalah ini.
“Sudah lah, masalah siapa yang diturunkan dalam satu pertandingan itu kan, sepenuhnya hak saya sebagai pelatih. Jadi saya kira hal itu tidak perlu dipermasalahkan lagi,” ujar Jaya, Jumat (29/8).
Jaya mengaku khawatir jika masalah ini diangkat ke permukaan, bisa memengaruhi kondisi tim secara keseluruhan. “Saya kira semua pihak harus berhati-hati, masalah seperti ini kan sangat sensitif dan bisa merusak keutuhan tim,” tandasnya.
Menurut Jaya, jika benar ada pemain yang ingin pindah klub, maka hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan. “Saya kira nggak semudah itu. Dalam prosesnya kan ada transfer dan lain sebagainya. Jadi saya kira pindah klub itu nggak mudah,” terang Jaya.
Heboh kasus Siswanto menandai babak baru kisruh di tubuh Persib. Sebelumnya, tim Maung Bandung dihantam badai kasus keterlambatan pembayaran gaji pemain dan pembayaran denda sebesar Rp 50 juta kepada PSSI pada kasus Hariono.
Kubu Persib sendiri tampaknya mencoba meredam berbagai kasus yang menerpanya. Sebagai contoh, usai latihan kemarin sore tak biasanya semua skuad Persib membentuk lingkaran dan saling bersalaman satu sama lain.
Namun Manajer Persib Jaja Soetardja, membantah acara bersalam-salaman ini terkait sejumlah kasus yang membelit tim Persib. “Ah bukan, ini mah salam-salaman biasa saja menjelang tibanya bulan puasa. Saya kira tradisi bersalam-salaman seperti ini bagus,” ujarnya.(san)

Rabu Uji Coba Lawan U-21

BANDUNG, TRIBUN - Dimajukannya partai Persib vs Sriwijaya FC menjadi 9 September, membuat kubu Maung Bandung harus lebih mempersiapkan diri. Latihan pun terus digenjot, bahkan pada Rabu (3/8) nanti, skuad asuhan Jaya Hartono akan menggelar laga uji coba melawan Persib U-21.

“Kita mempunyai rencana untuk menggelar partai uji coba pada Rabu nanti. Setelah berdiskusi dengan manajer, kemungkinan lawannya tim Persib U-21,” ujar Jaya Hartono, Kamis (28/8).
Menurut Jaya, uji coba ini dibutuhkan Persib untuk meningkatkan peak performance para pemain. Terlebih setelah jadwalnya dimajukan, tak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Tak heran meski sudah masuk bulan Ramadan tapi uji coba itu tetap harus digelar.
“Hari Rabu itu kan sudah masuk bulan puasa tapi bagi kami puasa bukan satu alasan. Makanya meski puasa tapi kita tetap harus menggelar uji coba itu,” tandas Jaya.
Partai uji coba yang akan digelar di Stadion Persib pada Rabu sore itu sekaligus menjadi bahan catatan bagi semua pemain. Sebelumnya Jaya menjanjikan semua pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi starter.
Disinggung mengapa pilihannya jatuh pada tim Persib U-21, menurut Jaya, di awal puasa semua tim kesulitan mencari lawan bertanding. Tim Persib U-21 sendiri secara resmi belum memberikan jawaban tapi diharapkan pada waktunya bisa memenuhi ajakan tim Maung Bandung.
Sebelum puasa, tim Persib akan menjalani latihan terakhir pada Jumat (29/8) ini. Setelah diliburkan tiga hari, Suwita Patha dkk kembali akan berlatih pada Selasa (2/8) sore.
Pada latihan game kemarin, semua pemain tampil ngotot. Hal ini tak lepas dari janji yang diucapkan Jaya Hartono bahwa semua pemain memiliki kesempatan sama untuk menjadi starter. Selama dua hari terakhir, jaya menggenjot dengan latihan game dan puncaknya akan digelar pada Jumat hari ini.
Satu catatan dari latihan game kemarin, pemain belakang dan tengah kedua tim kurang agresif dalam menahan laju serangan tim lawan. “Seharusnya mereka lebih fight dan ini menjadi catatan kami di tim pelatih,” ujar Jaya. (san)

Selama Ramadan, Latihan Tetap Keras

BANDUNG, (PR).-
Adanya jadwal baru pertandingan putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2008 berdampak pada perubahan jadwal latihan Persib. Jadwal laga tandang Persib yang dimajukan lebih awal membuat pelatih Persib Jaya Hartono mengurangi waktu libur awal puasa para pemain Persib untuk memaksimalkan latihan.

Semula Persib akan libur selama lima hari, sejak tiga hari sebelum puasa dan kembali berlatih pada hari ketiga Ramadan. Namun setelah adanya perubahan jadwal, libur pemain menjadi tiga hari, 30 Agustus hingga 1 September. Pemain akan kembali mulai berlatih pada 2 September sore.

“Kami hanya akan libur satu hari sebelum dan sesudah hari pertama puasa agar bisa mempersiapkan tim untuk menghadapi Sriwijaya. Pemain juga harus bisa mengatur jadwal puasa mereka. Kalau bisa H-1 jangan puasa,” ujar Jaya seusai latihan sore Persib di Stadion Persib Jln. Ahmad Yani, Bandung, Rabu (27/8).

Sesuai jadwal baru dari BLI, laga tandang Persib melawan Sriwijaya FC dan PSMS yang semula 14 dan 20 September dimajukan menjadi 9 dan 13 September. Selama bulan Puasa, Persib akan menjalani empat pertandingan, dua tandang dan dua kandang.

Dikatakan Jaya, perubahan jadwal ini tidak perlu dikeluhkan walaupun dipastikan akan mengganggu semua program latihan yang telah dirancang tim pelatih. Pasalnya, bukan hanya Persib yang mengalami perubahan jadwal, melainkan semua klub anggota LSI 2008.

“Tidak perlu mengeluh dengan perubahan ini. Yang perlu dilakukan adalah merancang program latihan harian ke depan agar persiapan lebih matang. Kita harus fokus menghadapi partai selanjutnya,” katanya.

Selama puasa, Persib akan berlatih satu hari sekali. Dua hari pertama skuad Persib akan berlatih sore hari, sebelum berbuka puasa dan tiga hari selanjutnya menggelar latihan malam. Pada 7 September skuad Persib akan bertolak ke Palembang untuk menjalani partai tandang melawan Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring pada 9 September.

“Walaupun latihan hanya digelar satu kali sehari, bobotnya tidak mengalami penurunan. Latihan tetap dilakukan secara intensif karena sudah dekat dengan pertandingan. Untuk itu, pemain dituntut untuk tetap profesional dan tidak menggunakan puasa sebagai alasan untuk tampil lemas,” ujar Jaya.

Oleh karena itulah, menurut dia, dirinya meminta agar pemain selama libur tetap latihan agar bisa menjaga fisiknya tetap prima. Apalagi, untuk pertama kalinya liga Indonesia menggelar pertandingan sepanjang Ramadan. Bahkan, Persib akan menjalani empat pertandingan.

“Pada liga sebelumnya tidak ada pertandingan. Kalau dibilang pemain harus beradaptasi dengan aturan dan jadwal baru tahun ini itu benar. Oleh karena itulah, kondisi fisik harus benar-benar dijaga, apalagi tidak ada penurunan porsi latihan,” tuturnya. (A-150/CA-168)***

?>