Pemain Asing Kelima

SETELAH cukup lama menanti dan sempat mengalami beberapa kali kegagalan, akhirnya Persib berhasil menggandeng pemain asing kelima. Tubuh jangkung dan kepala plontos, membuat sosok pemain yang satu ini cukup menonjol. Sekilas, ia tampak seperti keturunan Timur Tengah. Namun, darah yang mengalir di nadinya asli dari daratan Amerika Selatan, tempat Ronaldinho berasal.

Dia adalah Fabio Lopes Alcantara, striker bertinggi badan 186 cm dan berdarah Brasil. Sebelum bergabung dengan Persib, Fabio sempat bermain di Liga Hong Kong 2004-2008. Terakhir, ia merumput bersama Eastern AA. Ini adalah kali pertamanya merumput di Indonesia, negara yang menurut dia memiliki suhu udara yang cukup panas.

“Di sini sangat panas. Saya sudah lima hari di Indonesia. Mudah-mudahan saja, bisa segera beradaptasi. Sejauh ini, tidak ada masalah,” kata pemain yang baru tiba di Bandung, Selasa (29/7) itu.

Bergabungnya Fabio dengan skuad “Pangeran Biru” semakin mengukuhkan Brasilisasi Persib. Dari lima pemain asing yang dimiliki Persib saat ini, tiga di antaranya berasal dari Brasil. Dua pemain lainnya adalah Hilton Moreira dan Rafael Alves Bastos. Bagi pencetak gol terbanyak pada Liga Hong Kong Divisi I dan Hong Kong League Cup 2005-2006 itu, keadaan ini memberikan keasyikan dan kegembiraan tersendiri.

“Saya senang kalau di Persib banyak pemain Brasil. Dengan begitu, saya bisa bicara bahasa Portugal dan belajar Bahasa Indonesia dengan mereka. Mereka pun tentu bisa banyak membantu saya di sini,” ujar Fabio, yang mengaku senang berkumpul dengan rekan satu kampung halaman.

Padahal, dari kedua pemain Brasil yang sudah membela Persib, hanya Hilton yang lama berada di Indonesia dan lancar berbahasa Indonesia. Sedangkan Bastos, sampai saat ini pun masih memerlukan bantuan Hilton sebagai penerjemah. Kalaupun ada yang lancar berbahasa Indonesia dan mengerti bahasa Portugal selain Hilton, mungkin Lorenzo Cabanaslah orangnya. Cabanas sama-sama berasal dari Amerika Latin, walaupun dia datang dari Paraguay.

Keberadaan ketiga pemain asal Amerika Latin itu, tampaknya akan mengisi kekosongan Fabio yang satu tahun sebelumnya selalu merumput bersama sang adik Fabricio Lopes Alcantara di Happy Valley. Fabio dan Fabricio sama-sama memperkuat Happy Valley 2006-2007. Bedanya, Fabricio bermain di lini belakang. Pada 2007, Fabio hengkang ke Eastern AA, sementara Fabricio pindah ke Liga Portugal, bergabung dengan klub Naval de Maio. Tahun ini, Fabio mencoba peruntungan untung menjajal Liga Super Indonesia (LSI) 2008.

“Ini pertama kalinya saya main di Indonesia, setelah bermain di Hong Kong sampai empat tahun. Saya dengar dari beberapa teman yang main di sini, Liga Indonesia cukup keras. Ini akan menjadi kesempatan saya untuk menunjukkan kemampuan di Indonesia. Oleh karena itu, saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik,” ujar suami dari Andrea itu.

Saat merumput di Liga Hong Kong, Fabio sempat mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak. Tahun 2005-2006 merupakan masa kejayaan Fabio, karena saat itu ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak pada Liga Hong Kong Divisi I dan Hong Kong League Cup. Sebanyak 22 gol ia koleksi kala itu.

Kini, di usianya yang ke-31 dan penampilan perdananya di Liga Indonesia, Fabio menyimpan harapan yang sama. Kalaupun tidak bisa menjadi top scorer, ia berharap bisa membawa Persib ke tampuk juara, seperti ia mengantarkan Happy Valley menjadi juara Liga Hong Kong Divisi I 2005-2006 dan Eastern AA sebagai juara Hong Kong Senior Shield musim 2007-2008.

Ya, mudah-mudahan saja harapan Fabio, juga menjadi keinginan bobotoh Persib bisa terwujud musim ini. Mampukah Fabio mengulang kesuksesannya selama mengarungi Liga Hong Kong? Stadion Si Jalak Harupat, Selasa, 5 Agustus, akan menjadi ujian pertama striker yang biasa menggunakan nomor punggung 9 itu, saat Persib menjamu Persik. (Rika Rachmawati/”PR”)**

Comments are closed.