Terpaksa Absen

JAYAPURA, (PR).-
Gelandang Hilton Moreira absen memperkuat Persib, saat berhadapan dengan Persiwa Wamena. Hilton terkena sanksi sekali pertandingan, akibat akumulasi kartu kuning. Kartu kuning kedua Hilton diterima, saat Persib berhadapan dengan Persipura.

Kendati begitu, Pelatih Persib Jaya Hartono tidak begitu khawatir dengan absennya Hilton, karena saat ini masih banyak pilihan pemain. “Di tengah masih ada Atep dan Salim. Nanti kita lihat siapa yang lebih siap,” ujar Jaya, kepada wartawan Pikiran Rakyat Irfan Suryadireja dan Andri Gurnita di Hotel Tirta Mandala Jayapura, Senin (28/7).

Jaya Hartono tampaknya akan menurunkan pasukan muda, saat melawan Persiwa Wamena di Wamena Papua. Jaya menilai ada sejumlah pemain yang mengalami kelelahan, sehingga posisinya akan diganti pemain yang lebih bugar. “Akan ada rotasi pemain. Siapa yang akan diturunkan nanti, kita lihat saja perkembangannya,” ujarnya.

Pemain Persib yang belum dimainkan antara lain Airlangga Sucipto, Siswanto, Waluyo, Wildansyah, dan Edi Hafid. Pemain lain yang sudah main, tetapi tidak penuh 90 menit adalah Salim Alaydrus dan Atep.

Pertandingan Persib melawan Persiwa akan berlangsung di Stadion Pendidikan Wamena, Jumat (1/8). Rombongan Persib baru akan bertolak ke Wamena, Rabu (30/7). Pertandingan di Wamena bakal menyulitkan pemain tamu, karena mereka akan main di dataran tinggi yang oksigennya tipis. Baru Persik Kediri yang berhasil menang di Wamena pada kompetisi 2006. Tim yang main di Wamena lebih banyak kalah. Hasil imbang saja, prestasinya dinilai cukup baik.

Untuk mengantisipasi oksigen tipis, dokter tim dr. Ia Kurnia sudah mengingatkan pemain untuk memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin dan minum vitamin yang sudah disediakan. Pola latihan juga berbeda dengan daerah yang bercuaca panas.

Menurut dia, semua pemain saat melakukan pemanasan gerakannya harus lebih lambat tetapi lama. Hal itu untuk memanaskan otot. “Jika cepat panas, kemudian kena dingin, dengan cepat mengerut. Ini yang bisa menjadi masalah,” ujarnya.

Siap mental

Asisten Pelatih Persib Yusuf Bachtiar mengatakan, Eka Ramdani dkk. harus sudah memiliki jiwa besar, saat melakukan partai tandang. Saat ini, sudah ada penilaian saat melakukan partai tandang, tuan rumah bakal lebih banyak dibantu wasit.

Namun, pemain Persib tidak boleh sudah merasa kalah dengan kondisi seperti itu. “Kita tidak boleh menyerah. Jangan lagi berharap atau menggantungkan harapan kepada wasit. Jangan menunggu keuntungan-keuntungan, namun semangat juang seharusnya 3 atau 4 kali lipat,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan, para pemain diharapkan bisa menyiapkan mental kuat, untuk mengatasi kenyataan seperti ini. Pemain yang ada di Persib saat ini sudah cukup pengalaman main di kompetisi. Mereka pernah mengalami kesuksesan, juga mengalami situasi terpuruk dengan klub lamannya. “Mereka sudah banyak makan asam garam kompetisi, sehingga diharapkan bisa cepat mengatasinya,” ujarnya.

Berkaitan dengan prestasi Persib sekarang, Yusuf mengatakan, “Pangeran Biru” sedang menjalani proses perjuangan di kompetisi. Tidak ada klub yang selamanya bermain konstan dalam level tinggi. Permainan mengalami naik turun.

Oleh karena itu, Yusuf merasa otimistis Persib masih bisa bangkit. “Ambil contoh Arema Malang. Dua tandang mereka bisa sukses. Namun, siapa sangka di kandang sendiri justru menelan kekalahan. Ini semua sedang proses, karena kompetisi baru bergulir,” ujarnya.

Ia juga berharap, bobotoh bisa lebih bersatu dengan Persib. Ketika Persib menang atau kalah, ikut merasakan senang atau sedih. Jika bobotoh terus menuntut untuk menang akan sulit sekali. Apalagi, jika Persib sedang terpuruk, kondisinya akan kontradiktif. Hal ini bisa memengaruhi mental pemain, karena bisa timbul rasa enggan main di kandang. “Saya pernah mengalaminya sebagai pemain. Tekanan seperti itu ikut memengaruhi mental,” katanya.

Sore kemarin, pemain Persib yang tidak tampil saat menghadapi Persipura, hanya melakukan latihan ringan di depan hotel. Selasa (29/7) ini latihan akan berlangsung dua kali, pagi dan sore. ***

Comments are closed.