Heran, Hariono Kena Sanksi

Heran, Hariono Kena Sanksi

BANDUNG, (PR).-
Kubu Persib terkejut dan tidak percaya bahwa gelandang Hariono mendapat sanksi cukup berat berupa denda Rp 50 juta dan tidak boleh tampil dalam tiga pertandingan. Padahal, penampilan dia dinilai wajar-wajar saja dan tidak terlibat perselisihan dengan pemain Persija.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak dulu karena belum terima suratnya. Tetapi, jika memang benar, PSSI juga memerhatikan tindakan-tindakan yang dilakukan Persija. Persija juga pasti melakukan pelanggaran,” ujar manajer Persib, H. Jaja Soetardja, ketika dihubungi semalam.

Wakil Manajer Persib, H. Umuh Muchtar berharap PSSI mampu berbuat adil dalam menjatuhkan hukuman. Tidak hanya kepada pemain, tetapi juga kepada wasit. “Apa yang terjadi di Bandung kemarin dipicu oleh wasit. Kenapa wasit sulit untuk diadili,” tuturnya.

Dalam kasus Hariono, rekaman siaran televisi yang diputar ulang oleh PSSI seolah menjadi bumerang bagi Persib.

Pelatih Jaya Hartono menyatakan keheranannya dengan hukuman kepada Hariono. Ia tidak terlibat keributan seperti halnya yang terjadi antara pemain Persipura Alberto “Beto” Goncalves dan Isnan Ali dari Sriwijaya FC. “Kenapa ada hukuman buat Hariono?” ujar Jaya.

Jika dasar acuan rekaman siaran televisi, kata Jaya, bagaimana pada pertandingan yang tidak ada siaran langsung dan ada kejadian kekerasan, tetapi luput dari perangkat pertandingan. Hal itu tentu merugikan pemain yang menjadi korban, karena bisa dinilai tidak ada bukti.

“Kalau begitu, seharusnya siaran langsung tidak hanya banyak di Pulau Jawa. Tetapi, semua domisili klub saat menjadi tuan rumah memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.

Hariono yang dihubungi “PR” semalam mengaku belum bisa berkomentar banyak karena hingga saat ini dirinya belum mendapatkan kabar resmi, baik dari Komdis maupun pengurus. Namun, ia tidak menampik jika dirinya merasa kaget dengan keputusan tersebut.

“Lihat saja cuplikannya. Saya belum bisa komentar. Saya pun belum tahu bagaimana langkah ke depannya, apakah mau melakukan banding atau menerima keputusan itu. Saya harus membicarakannya dulu dengan pengurus,” ujar Hariono.

Sementara itu, menyikapi sanksi yang dijatuhkan Komdis bagi bobotoh, Ketua Viking Herru Djoko memandangnya sebagai putusan yang bijaksana. Pasalnya, keputusan itu bersifat mendidik dan tidak mematikan bobotoh. Berbeda jika putusannya larangan menonton pertandingan Persib.

“Saya secara pribadi setuju. Ini hukuman bagus. Keputusan ini patut disyukuri. Bobotoh tetap bisa mendukung Persib, walaupun tidak boleh menggunakan atribut Persib. Ini bukan masalah, yang penting masih bisa memberikan dukungan di stadion,” ujarnya.

Dia menilai, hukuman itu justru bisa mendidik agar bobotoh lebih dewasa. Dia pun mengakui, jika beberapa nyanyian dan yel-yel yang kerap diperdengarkan di stadion tidak baik untuk iklim persepakbolaan tanah air karena bisa memicu provokasi.

Ketua Panpel Iwan Kartiwan saat dihubungi “PR” mengatakan belum mengetahui keputusan Komdis PSSI itu. “Saya belum bisa komentar banyak sebelum mendapat keputusan yang resmi,” katanya. (A-65/A-150/CA-170)**

This entry was posted on Wednesday, July 23rd, 2008 and is filed under Berita, Liga Super, Pemain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Heran, Hariono Kena Sanksi”

  1. Chandra A. Sulaiman on July 23rd, 2008 at 8:11 pm

    Saya sebagai bobotoh sejati ngerasa malu atas Judul di atas. Demi fanatisme buta, judul di atas telah mengorbankan nilai2 psortivitas. Sudahlah nyata salah satu pemain tercinta kita yaitu Hariono terbukti dengan sengaja menginjak salah seorang pemaan jekrih, dan apapun alasannya lebih baik Hariono dihukum demi kebaikan dan kemajuan diri Hariono sendiri dan demi kemajuan persepakbolaan Nasional. Tos we Kang, tampi hukumanna, a anjeun teh salah rek naon oge alesanna, tong ngisinkeun atuh. (pasti Hariono teu ngartieun).
    Hidup Persib
    Dukung Persib sampai Mati
    Bagimu Persib Jiwa Raga Kami

Leave a Reply

Google