JAYAPURA, TRIBUN - Zaenal Arief menegaskan, Persib harus bisa pulang dengan membawa tiga poin dari Persiwa Wamena. Menurut Arief tidak ada alasan bagi Persib untuk puas main imbang dengan Persiwa. Persib akan dijajal Persiwa pada Jumat (1/8).
Arief mengatakan, kekalahan menyakitkan 0-1 dari Persipura Jayapura, harus jadi pemicu untuk merebut kemenangan dari Persiwa. “Saya bertekad untuk main maksimal. Saya punya target di Wamena,” tegas Arief seperti disampaikan kepada Tribun, Rabu (30/7).
Arief mengatakan, target dia bukan hanya membawa Persib memenangkan pertandingan atas Persiwa. “Saya juga harus bisa mencetak gol di kandang Persiwa. Saya akan lebih senang bila Persib memang dan saya mencetak gol,” ucap Arief.
Di kandang Persiwa nanti, Arief memang akan jadi andalan Persib untuk mencetak gol kemenangan. Absennya Hilton dan Bastos yang belum menemukan permainan terbaiknya, menempatkan Arief sebagai pemain andalan Persib di lini depan. Arief sendiri menyatakan kesiapannya untuk diturunkan di Wamena.
Untuk tampil maksimal di kandang Persiwa, Arief bahkan mengaku sudah melupakan perampokan yang terjadi di rumahnya. “Saya sudah melupakan peristiwa tersebut. Saya akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pemicu untuk tampil lebik baik,” ujar Arief sambil bersyukur aksi perampokan di rumahnya di perumahan elite Batununggal tidak sampai meminta korban jiwa.
Awalnya Arief mengaku konsentrasinya terganggu oleh peristiwa perampokan di rumahnya. Namun walaupun harus mengalami kerugian sekitar 50 juta rupiah, Arief memastikan konsentrasinya sekarang sudah dipusatkan untuk tampil melawan Persiwa. “Persib harus bisa memang atas Persiwa,” ulang Arief menegaskan tekadnya. (daf)
SETELAH cukup lama menanti dan sempat mengalami beberapa kali kegagalan, akhirnya Persib berhasil menggandeng pemain asing kelima. Tubuh jangkung dan kepala plontos, membuat sosok pemain yang satu ini cukup menonjol. Sekilas, ia tampak seperti keturunan Timur Tengah. Namun, darah yang mengalir di nadinya asli dari daratan Amerika Selatan, tempat Ronaldinho berasal.
Dia adalah Fabio Lopes Alcantara, striker bertinggi badan 186 cm dan berdarah Brasil. Sebelum bergabung dengan Persib, Fabio sempat bermain di Liga Hong Kong 2004-2008. Terakhir, ia merumput bersama Eastern AA. Ini adalah kali pertamanya merumput di Indonesia, negara yang menurut dia memiliki suhu udara yang cukup panas.
“Di sini sangat panas. Saya sudah lima hari di Indonesia. Mudah-mudahan saja, bisa segera beradaptasi. Sejauh ini, tidak ada masalah,” kata pemain yang baru tiba di Bandung, Selasa (29/7) itu.
Bergabungnya Fabio dengan skuad “Pangeran Biru” semakin mengukuhkan Brasilisasi Persib. Dari lima pemain asing yang dimiliki Persib saat ini, tiga di antaranya berasal dari Brasil. Dua pemain lainnya adalah Hilton Moreira dan Rafael Alves Bastos. Bagi pencetak gol terbanyak pada Liga Hong Kong Divisi I dan Hong Kong League Cup 2005-2006 itu, keadaan ini memberikan keasyikan dan kegembiraan tersendiri.
“Saya senang kalau di Persib banyak pemain Brasil. Dengan begitu, saya bisa bicara bahasa Portugal dan belajar Bahasa Indonesia dengan mereka. Mereka pun tentu bisa banyak membantu saya di sini,” ujar Fabio, yang mengaku senang berkumpul dengan rekan satu kampung halaman.
Padahal, dari kedua pemain Brasil yang sudah membela Persib, hanya Hilton yang lama berada di Indonesia dan lancar berbahasa Indonesia. Sedangkan Bastos, sampai saat ini pun masih memerlukan bantuan Hilton sebagai penerjemah. Kalaupun ada yang lancar berbahasa Indonesia dan mengerti bahasa Portugal selain Hilton, mungkin Lorenzo Cabanaslah orangnya. Cabanas sama-sama berasal dari Amerika Latin, walaupun dia datang dari Paraguay.
Keberadaan ketiga pemain asal Amerika Latin itu, tampaknya akan mengisi kekosongan Fabio yang satu tahun sebelumnya selalu merumput bersama sang adik Fabricio Lopes Alcantara di Happy Valley. Fabio dan Fabricio sama-sama memperkuat Happy Valley 2006-2007. Bedanya, Fabricio bermain di lini belakang. Pada 2007, Fabio hengkang ke Eastern AA, sementara Fabricio pindah ke Liga Portugal, bergabung dengan klub Naval de Maio. Tahun ini, Fabio mencoba peruntungan untung menjajal Liga Super Indonesia (LSI) 2008.
“Ini pertama kalinya saya main di Indonesia, setelah bermain di Hong Kong sampai empat tahun. Saya dengar dari beberapa teman yang main di sini, Liga Indonesia cukup keras. Ini akan menjadi kesempatan saya untuk menunjukkan kemampuan di Indonesia. Oleh karena itu, saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik,” ujar suami dari Andrea itu.
Saat merumput di Liga Hong Kong, Fabio sempat mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak. Tahun 2005-2006 merupakan masa kejayaan Fabio, karena saat itu ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak pada Liga Hong Kong Divisi I dan Hong Kong League Cup. Sebanyak 22 gol ia koleksi kala itu.
Kini, di usianya yang ke-31 dan penampilan perdananya di Liga Indonesia, Fabio menyimpan harapan yang sama. Kalaupun tidak bisa menjadi top scorer, ia berharap bisa membawa Persib ke tampuk juara, seperti ia mengantarkan Happy Valley menjadi juara Liga Hong Kong Divisi I 2005-2006 dan Eastern AA sebagai juara Hong Kong Senior Shield musim 2007-2008.
Ya, mudah-mudahan saja harapan Fabio, juga menjadi keinginan bobotoh Persib bisa terwujud musim ini. Mampukah Fabio mengulang kesuksesannya selama mengarungi Liga Hong Kong? Stadion Si Jalak Harupat, Selasa, 5 Agustus, akan menjadi ujian pertama striker yang biasa menggunakan nomor punggung 9 itu, saat Persib menjamu Persik. (Rika Rachmawati/”PR”)**
Diharapkan Tampil Saat Menghadapi Persik pada 5 Agustus
BANDUNG, (PR).-
Persib akhirnya menggenapi skuad Liga Super Indonesia (LSI) 2008, dengan merekrut striker asal Brasil Fabio Lopes Alcantara. Pemain yang tahun ini berusia 31 tahun itu, resmi dikontrak “Pangeran Biru”, Selasa (29/7), bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran pemain LSI 2008. Penandatanganan kontrak dilakukan di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika, Bandung.
“Fabio sudah didaftarkan sejak beberapa hari lalu, sebelum batas akhir pendaftaran pemain ditutup. Dia sendiri sudah satu minggu berada di Jakarta,” kata Asisten Manajer Persib H. Umuh Muchtar di Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (30/7).
Menurut Umuh, mepetnya perekrutan Fabio dengan batas pendaftaran terakhir pemain, karena proses seleksi yang cukup ketat. Saat itu, bersamaan dengan Fabio ada dua pemain asing lain yang dipertimbangkan untuk bergabung dengan Persib. Salah satunya striker Liga Singapura asal Kamerun Agu Casmir.
“Dari ketiga pemain itu, Fabio yang paling siap. Pendaftaran sudah, verifikasi selesai, tes fisik dan kesehatan beres. Fabio tinggal menunggu ITC (international transfer certificate). Sekarang sedang diurus, kemungkinan selesai dalam dua hari,” ujar Umuh.
Pendekatan dengan striker Philimon Chipeta pun, tidak ditampik Umuh sebagai salah satu penyebabnya. Chipeta tidak mungkin bergabung dengan Persib, karena kontraknya baru berakhir 25 Agustus, sedangkan batas akhir pendaftaran pemain LSI 2008 jatuh 29 Juli.
Berbeda dengan beberapa pemain pelamar sebelumnya, seleksi yang dilakukan bagi striker terakhir Persib ini dilakukan melalui rekaman pertandingan. Fabio tidak menjalani seleksi dengan mengikuti latihan atau pertandingan bersama Persib, seperti pelamar sebelumnya. Waktu yang mepet disebut-sebut sebagai salah satu alasannya.
“Pelatih sudah melihat rekaman pertandingannya, seperti yang sama-sama kita lihat saat ini. Perekrutan ini pun atas rekomendasi pelatih. Mudah-mudahan saja keberadaan Fabio bisa membawa Persib juara LSI 2008,” ujar Umuh, seusai menyaksikan rekaman pertandingan Fabio bersama wartawan.
Dijelaskan Umuh, proses pendekatan untuk merekrut Fabio berlangsung selama dua pekan. Manajemen Persib terus melakukan kontak dengan sang agen, Francis Yonga. Walaupun Fabio datang sebelum Prsib bertolak ke Papua, sesuai janji manajemen Persib, penandatanganan kontrak baru dilakukan Selasa pekan depan.
“Sebelum ke Papua, saya sudah pesan supaya Fabio melakukan tes kesehatan dan verifikasi. Hal ini dilakukan supaya kejadian Bella tidak terulang, apalagi waktunya semakin mepet. Kalau soal nilai kontrak sudah dibicarakan sejak awal. Sudah ada kesepakatan,” kata Umuh.
Hal senada dikatakan Yonga. Mepetnya waktu penandatanganan kontrak tidak terlepas dari faktor kehati-hatian, agar pemain yang sudah dibawa ke Persib tidak harus kembali dipulangkan akibat tidak lolos verifikasi. “Oleh karena itu, untuk yang sekarang, semua dipersiapkan lebih matang,” ujar Yonga.
Debut lawan Persik
Laga kandang Persib-Persik 5 Agustus di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung diproyeksikan menjadi debut perdana Fabio membela Persib. Fabio dijadwalkan langsung bergabung dan latihan, begitu Suwita Pata dkk. kembali ke Bandung dari laga tandang di Wamena.
Ditanya tentang kesiapannya untuk langsung tampil, Fabio yang memboyong istrinya Andrea, mengaku siap. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik pada laga kandang ketiga Persib itu. Ia mengaku sudah bisa beradaptasi dengan cuaca Bandung, yang menurut dia cukup panas.
“Saya akan mencoba untuk melakukan yang terbaik bagi Persib. Mudah-mudahan, saya bisa mencetak gol pada penampilan pertama pekan depan. Semoga kondisi fisik saya bisa pulih secepatnya,” kata Fabio dengan bahasa Inggris yang cukup fasih. (A-150)***
JAYAPURA, TRIBUN - Pada pertandingan melawan Persiwa Wamena, Jumat (1/8), Persib kemungkinan tampil tanpa Hari Salisburi. Hari terancam absen setelah mengalami cedera ketika diturunkan sebagai starter saat melawan Persipura Jayapura, Minggu (27/7).
“Hari butuh istirahat cukup panjang. Kalau diturunkan untuk melawan Persiwa, sangat berisiko. Kalau dipaksakan main, cederanya bisa lebih parah,” ungkap Ia dokter tim Persib Ia Kurnia, Selasa (29/7).
Ia mengungkapkan, Hari mengalami cedera otot betis kaki kiri. Ia menerangkan, secara medis Hari mengalami cedera Gastroc Lemius. “Ada jaringat otot kaki Hari yang ketarik. Otot yang cedera sebenarnya tidak banyak, namun karena dipaksakan terus main saat melawan Persipura, akhirnya berakibat cukup parah dan baru terasa sekarang,” tutur Ia.
Akibatnya cedera yang dideritanya, Hari bahkan tidak bisa ambil bagian pada latihan Persib, Selasa kemarin. Bersama Hilton Moriera yang juga cedera, hanya jadi penonton ketika Suwita Patha dkk menjalani latihan sebagai persiapan menghadapi Wamena.
Hilton sudah pasti absen di Wamena karena selain terkena akumulasi kartu, striker asal Brasil ini juga cedera pada saat Persib ditumbangkan Persipura 0-1. Hilton cedera setelah diterjang defender Persipura, Ricardo Salampesy.
Kepada Tribun Ia mengatakan, Hari bisa saja dipaksakan main di Wamena. Namun dokter tim Maung Bandung ini lebih suka menyarankan mantan defender PSIS Semarang ini, tidak merumput saat Persib dijamu Persiwa.
“Sekali lagi risiko besar. Bisa dipaksakan, bisa jadi Hari tidak bisa memperkuat Persib dalam waktu lama. Jadi sekarang lebih baik Hari menjalani masa mepenyembuhan,” kata Ia dengan nada serius.(gan/daf)
TINDAKAN kesatria ditunjukkan Ricardo Salampesy. Defender Persipura Jayapura ini, Selasa (29/7), sengaja datang ke Hotel Tirta Mandala yang dijadikan markas tim Maung Bandung selama di Jayapura. Kedatangan Salampesy ke Hotel Tirta berbekal satu tujuan, yaitu meminta maaf kepada Hilton Moreira.
Salampesy mengaku merasa perlu meminta maaf kepada Hilton, karena gelandang serang Persib itu disebut-sebut mengalami cedera setelah terjadi benturan dengan dirinya ketika Persipura menjamu Persib, Minggu (27/9).
“Saya minta maaf kepada Hilton. Walaupun saya tidak berniat mencederai dia pada pertandingan tersebut,” ujar Salampesy seperti disampaikan kepada Tribun.
Dituturkan Salampesy, sebagai sesama pesepakbola profesional, dia tidak bisa tenang ketika ada pemain lawan yang cedera setelah bertubrukan dengan dirinya. “Walaupun kejadian itu tidak sengaja. Saya merasa perlu meminta maaf,” ulang Salampesy yang juga tercatat sebagai defender Timnas ini.
Hilton sendiri sudah meaafkan Salampesy. Menurut Hilton, tindakan Salampesy yang sengaja datang ke hotel tempat menginap Persib untuk meminta maaf kepadanya, sudah menjadi bukti bahwa pemain Persipura itu tidak punya niat mencederainya.
“Saya tidak marah kepada dia (Salampesy). Saya sudah memaafkan dia. Saya tahu, dia tidak berniat mencederai saya,” komentar Hilton setelah pertemuannya dengan Salampesy, Selasa siang kemarin.
Namun Hilton berniat memutar ulang rekaman pertandingan Persipura-Persib. Hilton berniat melihat kejadian yang membuat dia cedera. “Tapi apapun yang terjadi pada rekaman tersebut, saya tidak mau menuntut Salampesy. Dia sudah meminta maaf,” ucap Hilton. (gan/daf)
Komentar Terakhir