Penawar Tertinggi Belum Tentu Menang

Tender Panitia Pelaksana di Kandang Persib

BANDUNG, TRIBUN - Persib belum memutuskan siapa yang ditunjuk sebagai pemenang tender pertandingan kandang Liga Super. Persib masih menimbang-nimbang tiga perusahaan yang mengajukan penawaran untuk menjadi panitia pelaksana 17 pertandingan kandang tersebut.

Dua dari tiga perusahaan yang mengajukan penawaran yakni PT Sri Mulya Utama Grup dan PT Titian Sakti Makmur mengajukan penawaran Rp 1 Miliar. Sedangkan PT Langit Biru Management mengajukan harga Rp 800 juta.
Meski begitu Ketua Harian Persib, Edi Siswadi, Rabu (25/6), menegaskan, pemenang tender tidak otomatis perusahaan yang mengajukan penawaran harga tertinggi.
Menurut Edi, pemenang adalah perusahaan yang memiliki skor paling tinggi. Aspek penilaiannya tidak hanya harga penawaran, tapi juga meliputi manajerial, organisasi, tiketing, sistem pengawasan, dan kemampuan menghadirkan sponshorsip.
Edi mengatakan, tim yang dibentuk Persib kini tengah mengompilasi data ketiga perusahaan untuk diperbandingkan. Kemudian dibuat peringkat dan diberi skor. Setelah itu Ketua Umum Persib Dada Rosada akan memutuskan perusahaan dengan skor tertinggi sebagai pemenang.
Menurut Edi, sistem tender pertandingan merupakan hal yang baru bagi Persib. Tender seperti ini perlu dilakukan karena Persib membutuhkan dana yang cukup besar untuk kompetisi Liga Super. Terlebih era dana APBD ke depan lambat laun bakal berakhir.
Sebelumnya Persib mematok minimal harga Rp 1,5 miliar bagi mereka yang berminat menjadi panitia pelaksana pertandingan. Namun hingga batas akhir pengajuan penawaran tak ada satu pun perusahan yang berani menawar Rp 1,5 miliar untuk 17 partai kandang. (nip)

Jaja Khawatir Partai Persib-Persija

BANDUNG, TRIBUN - Manajer Persib, Jaja Soetardja mengaku khawatir partai Persib- Persija digelar di awal kompetisi. Kekhawatiran Jaja bukan pada aspek teknis, tapi dari aspek keamanan.
Dari jadwal yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia (BLI) partai yang mempertemukan dua klub musuh bebuyutan itu merupakan laga kedua Persib di kandang dan rencananya digelar di Stadion Siliwangi, Minggu (20/7).

“Kalau teknis, siapa takut. Yang saya khawatirkan itu dari sisi keamanan. Panitianya siap tidak kalau pertandingan awal saja sudah mempertemukan Persib lawan Persija,” tandas Jaja, Rabu (25/6).

Menurut Jaja, akan lebih baik jika laga Persib-Persija digelar di pertengahan kompetisi. “Saya kira kalau di pertengahan kompetisi akan lebih baik karena panitianya relatif lebih siap dan punya pengalaman dengan pertandingan sebelumnya,” ujar Jaja.

Meski mengaku khawatir tapi Jaja mengatakan pihaknya tidak akan meminta perubahan jadwal. “Saya kira sulit karena kalau kita minta, klub lain pun akan meminta dan semuanya bisa kacau,” ujar Jaja.

Jaja mengimbau para bobotoh agar lebih dewasa jika laga Persib-Persija tetap digelar di awal kompetisi. “Saya berharap kita bisa tertib dan mampu menunjukkan pada daerah lain bahwa Bandung kota yang santun,” kata Jaja. (nip)

Persib Awali LSI Main di Kandang

Persib “Pangeran Biru” mengawali pertandingan di Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009, dengan bermain di kandang sendiri menjamu Persela Lamongan, Minggu (13/7), dan Persija Jakarta, Minggu (20/7). Berikutnya, Persib akan tandang ke Persipura Jayapura, Sabtu (26/7), dan Persiwa Wamena, Jumat (1/8).

Demikian jadwal pertandingan LSI yang diumumkan secara resmi oleh Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Joko Driyono di kantor BLI, Jakarta, Senin (23/6).

Joko mengatakan, untuk pembukaan LSI akan dilakukan Sabtu (12/7) yang dipusatkan di Stadion Jakabaring Palembang, antara juara Liga dan Copa Indonesia 2007-2008, Sriwijaya FC melawan Persipura. “Sebenarnya pada pertandingan pertama kompetisi, juga digelar pertandingan lainnya antara Pelita Jaya lawan Persiba, dan Persita lawan Arema. Tapi, pembukaan secara resmi kompetisi dilakukan di Palembang,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang menggunakan sistem kompetisi penuh, putaran pertama akan berakhir Senin (1/12). Kemudian putaran kedua mulai bergulir, Minggu (4/1), dan kompetisi akan berakhir, Minggu (24/4). Namun, jika ada pengunduran pertandingan, BLI telah menyiapkan akhir kompetisi hingga 31 Mei. Sedangkan selama bulan puasa, pertandingan akan tetap digelar mulai minggu kedua, Jumat (12/9). “Minggu pertama puasa tidak ada pertandingan, baru minggu kedua digelar pertandingan yang waktunya antara pukul 20.30 WIB atau 21.00 WIB,” kata Joko.

Selama kompetisi pertandingan akan dilaksanakan Jumat, Sabtu, Minggu, dan Senin. Khusus untuk hari Senin, pertandingan akan dilaksanakan malam hari, pukul 19.00 WIB, sedangkan Jumat, Sabtu dan Minggu pertandingan dilakukan sore dan malam hari. “Ini menyangkut dengan siaran langsung oleh televisi. Rencananya dari 306 pertandingan, sekitar 150 sampai 170 pertadingan akan disiarkan secara langsung,” ucap Joko.

Selama kompetisi ada masa istirahat karena ada beberapa kegiatan yaitu minggu pertama bulan Ramadan, 1-11 September, kemudian Idul Fitri dan Turnamen Merdeka Games, 28 September-20 Oktober. Turnamen Piala AFF dan akhir putaran pertama, 2 Desember-3 Januari. Berikutnya, ada turnamen Piala AFC 10-20 Maret.(A-105/A-147)***

Pemain Masih Perlu Adaptasi

SURABAYA, TRIBUN - Perubahan susunan pemain yang diterapkan Persib pada tiga laga di turnamen HUT ke-81 Persebaya, belum sepenuhnya bisa diperankan pemain dengan mulus. Para pemain masih perlu banyak beradaptasi untuk mencapai kerjasama tim yang padu.
“Saya kira masih perlu beradaptasi satu sama lain. Ini bisa dilakukan dengan menggelar laga uji coba sesering mungkin,” ujar Psikolog Tim Persib Hedi Wahyudi di Surabaya, Senin (23/6).

Menurut Hedi, sangat wajar jika di antara pemain Persib belum tercipta saling pengertian yang padu. Alasannya karena pembentukan tim Maung Bandung dinilai masih relatif baru. Namun Hedi Hedi berkeyakinan para pemain bisa tune in satu sama lain ketika Liga Super Indonesia digelar.

Rotasi pemain yang dilakukan Jaya Hartono selama di Surabaya, menurut Hedi, langkah bagus untuk membentuk kerjasama tim.

“Saat kompetisi, kan nggak selamanya yang diturunkan pemain itu-itu saja, pasti ada perubahan. Pada situasi ini diharapkan para pemain bisa tune in dengan siapa pun yang diturunkan,” ujar Hedi.

Tentang psikologis pemain Persib menyusul hasil kurang mulus di turnamen HUT Persebaya, kata Hedi tidak terlalu terpengaruh. Alasannya seperti dikatakan Hedi, pertandinganpertandingan di turnamen HUT Persebaya, bagi Persib hanya laga uji coba.

“Saya kira kondisi psikologis pemain tetap oke. Ini akan berbeda jika sudah masuk di kompetisi,” tutur Hedi.(san)

Proses Lelang Panpel Persib Tak Transparan

BANDUNG, TRIBUN - Tiga perusahaan diinformasikan menyodorkan diri ikut lelang guna mendapat hak eksklusif sebagai panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib di Liga Super 2008/2009.

Tiga perusahaan itu membawa bendera Sri Mulya Utama Grup, Langit Biru Management, dan Titian Sakti Makmur. Perwakilan ketiga perusahaan itu Senin (23/6) diterima Ketua Harian Persib H Edi Siswadi.
Sayang, tidak diperoleh informasi memadai mengenai proses lelang itu, apa siapa atau profil perusahaan-perusahaan peserta tender tersebut. Pertemuan Edi Siswadi dan perwakilan ketiga perusahaan itu juga tertutup untuk media.
Edi Siswadi dan Sekretaris Eksekutif Persib Edi Djukardi malah menjanjikan informasi akan diberikan jika pemenang tender ini telah ditetapkan. “Mudah-mudahan minggu ini akan diketahui siapa pemenangnya. Yang pasti, pemenangnya satu dari tiga perusahaan tadi,” kata Edi Djukardi.
Edi juga tidak mau mengungkap berapa penawaran tertinggi yang disodorkan peserta tender dari tawaran awal manajemen Persib yang mematok harga Rp 1,5 miliar. Proses tender panitia pelaksana pertandingan Persib untuk Liga Super ini pun dikritik Hilman Purakusumah.
Mantan praktisi perbankan yang pernah ikut mengurus Persib beberapa tahun lalu ini mengatakan tender seharusnya digelar terbuka. Proses yang transparan ini memberikan kesempatan kepada publik untuk mengetahui siapa yang paling pantas terpilih.
“Publik harus tahu berapa harga untuk jadi panpel Persib. Dan idealnya Persib memilih penawar paling tinggi. Kalau misalnya Persib memasang harga minimal sebesar satu setengah miliar rupiah, penawar yang dipilih harus di atas harga tersebut,” ujar Hilman.
“Bukan malah sebaliknya. Untuk itu, harus dipresentasikan secara detail apa misi dan program yang disodorkan si penawar. Dalam kesempatan sama, harus ditegaskan pula kewajiban dan hak panpel. Misalnya kalau sudah dipegang pihak ketiga dari pihak swasta, Persib tidak bisa lagi merecoki panpel,” urai Hilman.
Hilman menambahkan, pilihan kepada penawar tertinggi harus diterapkan bila tujuannya benar-benar untuk memberikan kontribusi kepada tim Persib. Tentang banderol Rp 1,5 yang ditetapkan manajemen Persib, harga itu menurut Hilman sudah pantas.
“Itu memang harga yang tinggi, bila panpel sebelumnya selalu mengaku rugi. Tapi itu sebenarnya harga wajar karena pertandingan Persib berpotensi mengembalikan uang sebesar itu. Bila dikelola secara profesional, pertandingan Persib akan menguntungkan,” tutur Hilman.
Hilman lantas menyebutkan ada banyak hal yang bisa mendatangkan uang dari pertandingan Persib, di antaranya adalah sponsor, hak siar, dan penjualan tiket. Soal kebocoran tiket, Hilman optimistis pada saatnya bisa diatasi.
“Asal kita semua punya komitmen sama untuk memajukan Persib. Memajukan Persib jangan hanya jadi komitmen ketua umum,” tambah Hilman, yang kini berprofesi sebagai wiraswastawan.
“Saya sendiri melihat, lelang panpel menjadi bukti Persib untuk jadi profesional. Pada tahap awal, mungkin tidak akan langsung berjalan sempurna. Tapi ini memang harus dimulai,” ujar Hilman. (daf)