BANDUNG, (PR).-
Launching Persib untuk Liga Super Indonesia (LSI) 2008 berlangsung tanpa gereget dan cenderung berantakan. Hilton Moriera, Siswanto, Airlangga, dan Irwan Wijasmara tidak sempat tampil di depan bobotoh akibat ketidaksiapan panitia dalam mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk masalah keamanan.
Sejak awal, ketidakberesan sudah mulai tercium. Terbukti dengan terbukanya semua akses menuju lapangan, selain gerbang yang diperuntukkan bagi pintu masuk defile peserta Porkot Bandung 2008 yang pembukaannya diselenggarakan secara bersamaan dengan launching Persib LSI 2008. Akibatnya, bobotoh bebas masuk ke lapangan.
Ketika acara launching pemain dimulai, massa berjubel di depan panggung tanpa terkendali. Tidak sedikit yang memilih untuk menaiki panggung yang semula dipersiapkan untuk menggelar acara hiburan, yang direncanakan diisi Inka Christie, Nassar KDI, dan /rif.
Tidak terkonsepnya acara launching terlihat dari penempatan pemain dan ofisial Persib yang akan diperkenalkan. Semula, pemain dan ofisial hanya akan “dipajang” di atas kursi yang sebelumnya digunakan sebagai tempat duduk paduan suara. Namun, berubah pindah ke panggung setelah bobotoh di tribun VIP meneriakkan usulan tersebut.
Kurangnya pengamanan membuat para pemain dan ofisial kesulitan berjalan ke arah panggung karena akses jalan dipenuhi bobotoh. Di panggung pun, wajah pemain dan ofisial tak terlihat karena banyaknya bobotoh yang berdiri memenuhi panggung. Ini membuat launching terkesan acak-acakan.
Pihak keamanan mencoba turun tangan untuk menurunkan para bobotoh yang telanjur naik ke panggung. Sayang, penanganan tersebut cenderung terlambat.
Bukan hanya keamanan, sound system pun tidak bekerja dengan baik. Ini membuat empat pemain Persib “tertinggal” dari acara perkenalan di atas panggung tersebut.
Terlalu banyak sumber suara, sementara volume microphone Kang Ibing yang menjadi master ceremony (MC) sangat kecil dan terbaur suara dari host lain yang sedang membacakan data pribadi pemain yang dipanggil sebelumnya. Hal ini membuat Hilton, Siswanto, Airlangga, dan Irwan tidak menyadari telah dipanggil ke atas panggung. Akibatnya mereka tidak sempat tampil di atas panggung.
Hujan yang mengguyur Stadion Siliwangi sesaat sebelum launching dimulai semakin memperparah suasana. Dengan sederet kekurangan tersebut, acara launching selesai sebelum seluruh pemain sempat diperkenalkan. Pemain pun terburu-buru meninggalkan stadion dan pulang ke mess.
Massa merangsek pulang mengikuti para pemain. Akibat hujan dan bubarnya massa, sejumlah acara yang telah dipersiapkan batal digelar, termasuk konser /rif. Penyelesaian acara launching pun menggantung.
Kecewa
Tidak berjalan lancarnya acara launching membuat sejumlah kalangan, termasuk pemain, ofisial, dan bobotoh mengaku kecewa.
“Ini mah bukan launching. Tapi ya mudah-mudahan aja, walaupun launchingnya kayak gini, prestasi Persib musim ini lebih bagus dari tahun lalu,” tutur salah seorang bobotoh, Adi.
Berbeda dengan bobotoh, sejumlah pemain, dan ofisial, Ketua Umum Persib, H. Dada Rosada mengaku launching berjalan dengan penuh gereget. Bahkan, menurut dia, launching kali ini lebih baik, terutama jika ditilik dari segi efisiensi biaya.
Porkot
Sebelum launching berlangsung, di tempat yang sama, Wali Kota Bandung H. Dada Rosada membuka Porkot Bandung yang kembali digelar setelah 17 tahun vakum. Sayang, acara ini tidak berlangsung sesuai rencana karena hampir seluruh peserta dari 33 kecamatan bubar sebelum acara selesai.
Dada bersyukur karena bisa kembali membangkitkan pesta olah raga tersebut yang terakhir kali digelar pada 1991. Dia berharap, kegiatan yang berlangsung 24-30 Mei itu bisa semakin menghangatkan pembinaan olah raga di Kota Bandung.
Sembilan cabor, yaitu sepak bola, voli, silat, renang, senam, catur, atletik, bulu tangkis, dan tenis meja dipertandingan pada Porkot kali ini. Mantan pemain Persib yang saat ini menjadi asisten pelatih, Robby Darwis, tampil sebagai penyulut obor, berduet dengan atlet atletik nasional, Supriati Sutono.
Sebelum pembukaan, publik yang hadir dihibur dengan penampilan beberapa penyanyi yang berkolaborasi dengan pemain Persib. Zaenal Arif berduet dengan Nassar KDI dan Inka Christie menyanyikan lagu dangdut. Setelah itu, bersama Edi Kurnia yang memegang bass dan Eka Ramdani yang menabuh drum, Arif kembali menyumbangkan lagu “Munajat Cinta” dari The Rock. (A-150/A-161)***