Archive | May, 2008

Lawan Sriwijaya, Persib Sudah Punya Kerangka

BANDUNG, (PR).-
Empat hari menjelang laga persahabatan melawan Sriwijaya FC yang digelar dalam rangka HUT ke-62 Kodam III/Siliwangi, Persib sibuk berbenah diri. Kendati waktu masih cukup panjang, pelatih Jaya Hartono mengaku telah memiliki kerangka tim yang akan tampil pada laga penting melawan tim paling fenomenal pada musim 2007 itu.

“Gambaran sudah ada, tapi tidak akan saya buka. Dari dua pertandingan uji coba sebelumnya pun sudah bisa terlihat. Soal siapa yang akan tampil sebagai starter, itu rahasia,” ujar Jaya di mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Jumat (30/5).

Namun ia menegaskan, kerangka tim yang akan tampil nanti bukanlah gambaran pasti saat mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2008. “Soal kerangka liga itu masih jauh. Bagaimanapun, dalam pertandingan resmi faktor mental sangat berpengaruh. Pengalaman tentu sangat penting,” tuturnya.

Kendati demikian, menurut Jaya, peluang pemain muda Persib untuk disejajarkan dengan pemain lain yang sudah berpengalaman terbuka lebar. Dari beberapa pertandingan uji coba yang telah digelar Persib, ia melihat jika pemain muda sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat dan nyaris bisa disejajarkan dengan para seniornya.

“Bisa dibilang saya memiliki pilihan yang banyak dan beragam dalam menentukan komposisi pemain. Karena ini bersifat uji coba, saya akan meminta pergantian pemain bisa dilakukan lebih dari tiga kali. Soal berapa jumlahnya, tergantung keputusan kedua belah pihak,” kata Jaya.

Tes fisik

Persib akan mengusulkan agar tes fisik pemain asing bisa dilakukan di Bandung, seperti beberapa klub lain yang melakukan hal serupa. Dengan demikian, Persib tinggal mengirimkan hasilnya ke Badan Liga Indonesia (BLI) dan tidak perlu berangkat ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai lembaga resmi yang ditunjuk BLI untuk menggelar tes fisik pemain asing.

“Kalau klub lain juga diperbolehkan, Persib juga akan mengusulkan. Kemungkinan besar, usulan itu akan diajukan setelah 3 Juni. Di Bandung juga kan ada UPI yang memiliki FPOK. Lagipula Cabanas dan Nyeck kan tinggal tes VO2 max saja,” tutur Jaya.

Beberapa waktu lalu, Direktur BLI, Joko Driyono yang dihubungi “PR” mengatakan, tes fisik pemain asing boleh dilakukan di daerah asal. Akan tetapi, tes bukan digelar oleh klub, melainkan oleh sebuah lembaga yang memiliki metode tes serupa dengan UNJ sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

“Sebagai contoh, di Surabaya ada Universitas Negeri Surabaya atau di Yogyakarta ada Universitas Negeri Yogyakarta. Kalau di Bandung belum ada, akan tetapi kalau mau mengajukan silakan. Soal diterima atau tidaknya usulan tersebut tergantung hasil peninjauan nantinya,” kata Joko.

Kalau UNJ, menurut dia, merupakan lembaga yang telah teruji. Bukan hanya tes fisik pemain sepak bola, namun hampir semua tes fisik atlet-atlet pelatnas digelar di sana. “Oleh karena itu, untuk amannya lebih baik di UNJ saja yang telah teruji,” tutur Joko. (A-150)***

Nova Merapat Lagi ke Timnas

Eka dan SIswantoDua Hari Sebelumnya Dikabarkan Dicoret Bersama Suwita
BANDUNG, (PR).-
Pemain belakang Persib Nova Arianto kembali dipanggil untuk bergabung dalam pemusatan latihan tim nasional di Surabaya, mulai 1 Juni. Beberapa hari sebelumnya Nova dikabarkan dicoret dari skuad tim nasional (timnas) Indonesia yang dipersiapkan untuk menghadapi Piala Kemerdekaan, Agustus, dan Piala AFF, Desember mendatang di Jakarta.

Asisten Manajer Timnas Chandra Solehan yang saat dihubungi “PR” sedang berada di Malaysia menegaskan, Nova tidak pernah dicoret dari timnas. Demikian halnya dengan gelandang bertahan Suwita Pata. Menurut dia, timnas tidak akan melakukan pencoretan pemain. Suwita memiliki peluang yang sama dengan Nova untuk kembali dipanggil.

“Ini bukan pencoretan. Intinya, mereka hanya disuruh berlatih di klub. Pemain yang tidak dipanggil untuk bergabung ke Surabaya tetap dalam pantauan tim pelatih. Mereka tetap pemain timnas dan sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk kembali bergabung,” kata Chandra melalui sambungan internasional, Kamis (29/5).

Untuk menghadapi pertandingan persahabatan melawan Malaysia dan Vietnam pada 6 dan 11 Juni mendatang, semula pelatih memutuskan untuk memanggil 23 pemain. Namun, dalam perjalanannya jumlah tersebut dinilai kurang. Timnas pun kembali memanggil dua pemain, Nova Arianto (Persib) dan Ade Suhendra (Persija).

“Jadi selama ini ada salah persepsi di kalangan masyarakat. Pemain yang tidak dipanggil bukan dicoret. Selama liga bergulir pun mereka tetap dalam pengawasan. Tim pelatih akan melakukan road show untuk mengetahui progress mereka selama berlatih di klub,” kata Chandra.

Dengan kembali dipanggilnya Nova, Persib kembali harus kehilangan empat pemain saat menggelar latihan. Tiga pemain lain yang juga dipanggil adalah Maman Abdurrahman, Eka Ramdani, dan Haryono.

Pemanggilan Nova untuk kembali memperkuat timnas tak urung membuat pemain berkepala plontos itu kaget. Pasalnya, belum genap 24 jam ia mendapat kabar jika dirinya dicoret dari skuad asuhan Benny Dollo itu. Namun, Rabu (28/5) sore ia mendapat kabar yang bertolak belakang.

“Selasa sore, saya dapat kabar dari media kalau saya dicoret dari timnas. Rabu pagi berita itu keluar di koran-koran. Sorenya, saya dapat kabar dari pengurus Persib kalau saya dipanggil lagi. Cepat banget berubahnya. Kurang dari 24 jam keputusan itu bisa berubah. Saya sempat heran,” tutur Nova.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan di balik keputusan yang terkesan cepat berubah itu. Walaupun sempat merasa sedikit dipermainkan dengan kabar itu, ia mengaku siap bergabung kapan saja jika memang diperlukan.

Surat pemanggilan Nova baru tiba ke Sekretariat Persib melalui faksimile, Rabu (28/5). Dalam surat bernomor 843/AGB/60/V-08 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes itu Nova dipanggil untuk bergabung mulai 1 Juni. Namun, karena pada 3 Juni Persib harus berlaga dalam partai persahabatan melawan Sriwijaya FC, Nova dan ketiga pemain Persib lain yang dipanggil baru bisa bergabung 4 Juni.

“Untuk keperluan itu, Persib kembali mengajukan surat permohonan izin agar keempat pemain itu diperbolehkan untuk bergabung mulai 4 Juni,” kata Sekretaris Tim Persib, Yudiana di mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung. Surat tersebut telah dikirim ke PSSI melalui faksimile pada Kamis siang. (A-150)***

Zaenal Arif Bersiap Menuju Pelaminan

Zaenal Arif di rumah baruADA dua agenda penting yang tengah dijalani striker Persib, Zaenal Arif. Pertama menjalani latihan keras menjelang Liga Super Indonesia (LSI) 2008 dan kedua persiapan melaksanakan pernikahan.

Gadis yang akan dipersunting Arif masih orang Garut. Ia bekerja sebagai pembawa acara di salah satu stasiun televisi di Bandung. Namun, Arif masih merahasiakan namanya. Acara pernikahan sudah dirancang. Ia sempat menyebut pada Agustus atau satu bulan setelah LSI bergulir. Tiba-tiba, dia meralatnya lagi. “Mau lihat dulu jadwal kompetisi. Akan tetapi, insya Allah tahun ini menikah,” ujar Arif, di rumah barunya, daerah Batu Indah Bandung.

Kendati hari H pernikahan masih dirahasiakan, tempat dan jumlah undangan sudah disiapkan. Rencananya, tempat resepsi di salah satu hotel di kawasan wisata Cipanas Garut. Jumlah tamu undangan cukup fantasis. “Ada 1.800 yang akan diundang,” ujarnya.

Arif pun sudah memutuskan untuk tetap tinggal di Bandung saat berkeluarga nanti. Rumah dengan gaya minimalis baru dibeli di Kompleks Batu Indah daerah Buahbatu Bandung. Selain itu, dia juga sudah pindah kerja ke Pemkot Bandung dari Pemkot Tangerang. Saat berkunjung ke rumah Arif pekan lalu, hiasan batu alam andesit sangat menonjol. Tembok samping dan depan menggunakan batu alam. Motif pagar dari besi holo yang vertikal. Pilar-pilar pembatas dipasang batu andesit.

Rumah berlantai dua ini, saat dibeli konon mendekati harga Rp 1 miliar, sesuai dengan harga pasaran di daerah tersebut. Di halaman belakang dan depan, ada kolam kecil. Dinding-dindingnya ditempeli batu alam jenis lain. Di tiap kolam kecil ini, proses sirkulasi air disedot pompa dan disimpan pada penampungan kecil di atas dinding kolam setinggi 2 meter. Kemudian, air jatuh secara bergelombang melewati dinding-dinding batu alam yang permukaannya tidak rata. Di kolam depan sudah ada diisi beberapa ikan koi.

Arif mengatakan, rumahnya baru selesai direnovasi. Rumah bergaya minimalis, saat ini memang sedang menjadi tren, sehingga pemain berusia 27 tahun itu sangat mengidamkannya. Rumah baru ini pun sudah siap huni untuk keluarga baru. (Irfan Suryadireja/”PR”)***

Persib Terus Berburu Striker Haus Gol

BANDUNG, (PR).-
Persib akan melakukan langkah proaktif guna memburu striker asing hingga ke luar negeri, jika sampai 3 Juni tak kunjung mendapatkan ujung tombak yang diperlukan. Sebelum itu, Persib masih memberikan kesempatan kepada agen pemain yang telah berjanji akan membawa striker andal untuk mengikuti seleksi.

“Kita tunggu saja. Persib masih memberikan waktu. Kalau sampai 3 Juni tidak ada striker yang datang, atau kalaupun datang tapi kualitasnya jelek, baru kami akan melakukan langkah proaktif,” kata Manajer Persib, H. Jaja Soetardja di Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani, Bandung, Kamis (29/5).

Kebutuhan Persib di lini depan adalah seorang striker yang memiliki naluri gol tinggi. Ia juga harus memiliki postur tubuh jangkung. Ini untuk memanfaatkan umpan-umpan matang dari sayap kanan dan kiri yang selama ini kurang dimaksimalkan melalui sundulan, akibat postur tubuh striker Persib yang rata-rata tak begitu tinggi.

Sebenarnya, menurut Jaja, saat ini Persib banyak mendapatkan tawaran pemain dari agen. Sedikitnya ada tiga nama yang telah masuk. Namun, karena beberapa kendala teknis mereka belum bisa tiba di Bandung. “Ya, syukur-syukur bisa main lawan Sriwijaya,” tuturnya.

Senada dengan Jaja, Asisten Pelatih Robby Darwis mengaku berharap striker asing pelamar datang sebelum laga persahabatan melawan Sriwijaya FC. Sayangnya, kedatangan mereka ke Bandung ada yang masih terkendala visa dan menunggu izin dari klub lamanya.

Sebagai solusinya, salah satu pemain yang dikabarkan akan mengikuti seleksi di Persib, Ivan Boskovic sedang dilihat agen di Malaysia. Saat ini, striker asal Montenegro itu masih terkendala visa untuk dapat bertandang ke Bandung. “Kalau bagus, dia akan dibawa ke sini. Kalau tidak, Persib harus mencari striker lain,” kata Robby.

Selain striker asing yang ditawarkan sejumlah agen, sesungguhnya Persib sedang membidik dua striker haus gol yang saat ini berlaga di Liga Malaysia. Mereka adalah Philimon Chipeta dan Alex Marlon James. “Kalau mereka jangan lewat seleksi dulu, harus langsung dikontrak karena telah teruji,” ujar mantan libero Persib itu.

Latihan keras

Untuk menghadapi laga persahabatan melawan Sriwijaya FC di Stadion Siliwangi, Bandung, 3 Juni mendatang, Persib akan mengisi sisa waktu dengan menjalani latihan keras. Bahkan, menurut pelatih Jaya Hartono, khusus untuk pekan ini Persib akan tetap berlatih pada hari Minggu, walaupun hanya satu kali pada sore hari. Sabtu latihan juga berlangsung satu kali, hanya pagi hari.

“Latihan keras akan berlangsung sampai Minggu. Senin grafiknya menurun. Diharapkan, Senin akan tercapai peak performance pemain,” tutur Jaya.

Sayangnya, pada latihan Kamis, striker Airlangga harus kembali absen akibat lecet pada tumit kanannya. Namun, dokter tim, dr. Ia Kurnia memastikan, striker bernomor punggung 9 itu bisa tampil saat Persib melawan Sriwijaya FC.

“Dia hanya perlu istirahat selama dua hari agar lecetnya kering,” kata dr. Ia. (A-150)***

Persib Tunggu Julio Alcorse

Persib di Lap SidoligJaya Hartono, “Persib Butuh Striker Berpostur Tinggi”
BANDUNG, (PR).-
Selain menunggu kedatangan pemain asing yang berlaga di Kompetisi Malaysia, Persib kini sedang menanti kehadiran striker Julio Alcorse. Striker asal Argentina berusia 27 tahun ini, sebelumnya bermain di klub Marsaxlokk Liga Malta.

Marsaxlokk menjadi runner-up Liga Malta. Alcorse mencetak 12 gol dari 28 pertandingan. Pemain kelahiran 19 September 1981 ini memiliki tinggi 191 cm. Dikabarkan, Persiba Balikpapan juga tertarik untuk melihat kualitas pemain ini.

Nama Julio Alcorse ini pernah disebutkan oleh wakil manajer H. Umuh Muchtar. Namun, saat itu yang muncul ke media hanya nama depannya, Julio.

Pelatih Jaya Hartono mengaku tertarik dengan penampilan dia, setelah melihat rekaman permainannya. Namun, Persib harus bersabar menunggu dia karena dijadwalkan baru datang ke Indonesia pada pertengahan Juni mendatang.

“Persib butuh striker berpostur tinggi. Depan harus banyak pilihan. Karena itulah Persib masih memerlukan striker asing. Akan tetapi, kalau dilihat dari segi kekompakan, saat ini lini depan sudah cukup baik,” ujar Jaya, seusai uji coba Persib melawan klub Divisi III Jabar, 007 FC di Stadion Persib, Rabu (28/5). Persib menang 11-0.

Keinginan Jaya memiliki striker jangkung ini bukan tanpa alasan. Pada sesi uji coba kemarin, penyerang Persib, Zaenal Arif, Airlangga, dan Hilton Moreira dinilai masih lemah dalam sundulan, terutama dalam memanfaatkan umpan-umpan silang matang dari sayap kiri dan kanan. “Tadi banyak peluang yang harusnya bisa lebih cepat menjadi gol. Umpan dari Atep (sayap kanan) dan Siswanto (sayap kiri), cukup memanjakan striker,” ujarnya.

Sayangnya, sundulan pemain depan Persib itu tidak akurat sehingga terkadang bola tepat ke arah kiper atau jauh dari sasaran gawang. Untuk itu, Jaya akan mengasah lagi ketajaman pemain depan dan tengah, sambil menunggu kedatangan pemain asing baru.

“Pada menit-menit pertama, sedikitnya lima pelaung Zaenal Arif gagal berbuah gol. Kalau terjadi pada pertandingan resmi, ini sangat berbahaya. Pemain bisa frustasi. Ini bahan evaluasi yang harus diperbaiki Persib sebelum menghadapi Sriwijaya FC,” kata Jaya

Permainan meningkat

Dalam permainan selama 2 X 60 menit kemarin, skema yang sudah dirancang pelatih sudah mulai terlihat. Tampil dengan pola 4-4-2, peran pemain lini tengah dan depan, sudah cukup baik. Pada babak pertama, Atep menempati gelandang kanan, sedangkan Siswanto di kiri. Salim Alaydrus dan Suwita Pata di tengah. Serangan yang dibangun dari kedua sayap cukup rapih. Atep dan Siswato bisa memberikan umpan silang akurat ke kotak penalti. Empat pemain belakang sejajar, ditempati Harri Salisburi (kiri), Gilang Angga (kanan), Edi Hafid dan Nyeck Nyobe (tengah). Sementara itu, posisi striker ditempati Hilton dan Zaenal.

Pada babak kedua terjadi perubahan total pemain. Namun, permainan menjadi berubah. Eka Ramdani (kanan), Lorenzo Cabanas (kiri), Hilton dan Hariono ditarik ke tengah. Dengan materi ini, permainan Persib menjadi lebih sering bermain bola-bola bawah pendek, sehingga umpan-umpan silangnya lebih sering datar.

“Karakter pemain berbeda-beda, sehingga permainan pun bisa berubah. Tapi, memang harus seperti itu, sehingga serangan-serangan lebih bervariasi,” ujar Jaya.

Gol Persib masing-masing dicetak Zaenal Arif (5 gol) pada menit ke-13, 50, 66, 84, dan menit ke-120, Hilton Moreira dari titik penalti menit ke-47 dan 48, sementara gol lainnya dilesakkan gelandang Lorenzo Cabanas pada menit ke-62, 88, dan 109 dari titik penalti. Selain itu, striker Airlangga pun melesakkan gol pada menit ke-80. (A-65/A-150)***

?>